Artikel Ilmiah : D1A015184 a.n. RADEN TREELYAN RETNO PRIUTARY
| NIM | D1A015184 |
|---|---|
| Namamhs | RADEN TREELYAN RETNO PRIUTARY |
| Judul Artikel | LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG DAN RASIO SEMEN DENGAN PENGENCER RINGER’S LAKTAT-KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi lama penyimpanan pada suhu ruang dengan rasio pengencer ringer’s laktat dan 10% kuning telur. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah semen ayam kampung berumur 1-2 tahun. Lama penyimpanan pada suhu kamar yaitu 10, 25 dan 45 menit dengan 3 kali ulangan. Rasio pengencer yang digunakan yaitu 1:0, 1:5 dan 1:10. Variabel yang diamati adalah motilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam kampung. Metode yang digunakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa interaksi lama penyimpanan dengan rasio pengencer yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa. Rata-rata motilitas yang didapat masing-masing adalah 77,33±2,52%; 81,33±1,26%; 54,17±1,26%; 66,5±1,08%; 74,67±0,76%; 77,17±0,76%; 57,33±2,08%; 67±3% dan 80,67±4,04% sedangkan rata-rata abnormalitas masing-masing 8,17±0,29%; 6±0,5; 6,83±0,29%; 11±0,5%; 7,83±0,29%; 7±0,5%; 11,5±0,5%; 9,83±0,76% dan 7,5±0,87%. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara lama penyimpanan pada suhu ruang dan rasio semen dengan pengencer berpengaruh terhadap penurunan motilitas dan peningkatan abnormalitas spermatozoa ayam kampung, lama penyimpanan optimal selama 40 menit dan rasio 1:10 dengan hasil motilitas 80,67% dan abnormalitas 7,5%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this research was to find out, interaction between different storage time and different ratio of diluter ringer’s laktat and 10% of egg yolk on kampung rooster spermatozoa. Kampung rooster semen collected from 1-2 years old. The semen was evaluated following storage in room temperature for 10, 25 and 40 minutes with different ratio diluter 1:0, 1:5 and 1:10. Completely randomized design factorial (CRD) used in this study then analyzed by analysis of variant (ANOVA), the result of semen in different storage and different ratio showed significant effect (P<0.05) on the indiviual spermatozoa motility and abnormality. The average of individual spermatoza motility is 77.33±2.52%; 81.33±1.26%; 54.17±1.26%; 66.5±1.08%; 74.67±0.76%; 77.17±0.76%; 57.33±2.08%; 67±3% and 80.67±4.04%, respectively and the average of spermatozoa abnormality 8.17±0.29%; 6±0.5%; 6.83±0.29%; 11±0.5%; 7.83±0.29%; 7±0.5%; 11.5±0.5%; 9.83±0.76% and 7.5±0.87%. It can be concluded that interaction between different storage time and different ratio of diluter decreased individual motility and increased abnormality of kampung rooster spermatozoa. Optimal storage time is 40 minutes and the ratio of diluter is 1:10 with result of motility 80.67% and abnormality 7.5%. |
| Kata kunci | Ayam Kampung, spermatozoa, lama penyimpanan, rasio pengencer, motilitas, abnormalitas |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Dadang M. Saleh, M.S., M.Agr.Sc, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Rosidi, MP. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2019-08-15 14:57:44.89541 |