Home
Login.
Artikelilmiahs
23982
Update
TIHAR SOLIHA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Bahan Penggumpal CaCl2 Pada Proses Pengolahan Tahu Substitusi Kacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis L) Dan Kacang Kedelai (Glycine Max L Merril)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang Koro (Canavalia Ensiformis L.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mempunyai potensi besar sebagai pengganti kedelai dan sebagai sumber protein. Kacang koro sebagai bahan subtitusi dalam pembuatan tahu sangat diperlukan, mengingat kebutuhan kedelai nasional hanya mampu memenuhi 40% kebutuhan dalam negeri, maka dibutuhkan alternatif bahan baku dalam pembuatan tahu yang bersifat dapat mensubstitusi produk yang berbahan dasar kedelai dengan kacang lokal atau mengganti bahan baku kedelai dengan kacang lain seperti kacang koro. Substitusi pada bahan baku kedelai diharapkan dapat mengurangi penggunaan kedelai yang cukup besar di Indonesia, salah satu bahan pangan yang dapat digunakan sebagai subtitusi adalah kacang koro. Tujuan penelitian ini : 1). mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada subtitusi kacang koro dan kedelai terhadap proses pengolahan tahu, dan untuk mengetahui pengaruh terhadap kadar air, protein, rendemen. 2). Pengaruh terhadap organoleptik (rasa, tekstur, warna) dan tingkat kesukaan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdapat 6 kombinasi percobaan dan dilakukan 3 kali ulangan sehingga total 18 unit percobaan. Uji pengaruh dengan analisis ragam Annova dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil nilai organoleptik dengan nilai tertinggi menurut penilaian panelis untuk organoleptik rasa pada perlakuan K1C2 (kacang koro pedang 35% : kacang kedelai 65%) C2 (konsentrasi CaCl2 4%) yaitu 3,70, nilai warna pada perlakuan K3C2 (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) yaitu 4,63, dan tekstur pada perlakuan K3C2 (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) yaitu 4,47. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam/Anova pada rasa, warna, menunjukkan tidak adanya pengaruh nyata, sedangkan pada organoleptik tekstur berpengaruh nyata terhadap penambahan kosentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada substitusi kacang koro dan kacang kedelai. Hasil terbaik diperoleh dari perhitungan nilai produk (NP) pada perlakuan K3C2 dengan subtitusi kacang koro dan kedelai (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) dengan konsentrasi CaCl2 4% dan didapatkan hasil nilai produk (NP) yaitu 0,628. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai kadar air 65%, kadar protein 17,56%, dan rendemen 132%. Berdasarkan pada hasil analisis sidik ragam/ANOVA untuk penambahan kosentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada substitusi kacang koro dan kacang kedelai terhadap proses pengolahan tahu pada parameter kadar air, dan rendemen tidak berpengaruh nyata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Koro Beans (Canavalia Ensiformis L.) is one type of beans that have great potential as a substitute for soybeans and as a source of protein. Koro beans as substitutes in making tofu are very necessary, considering that the national soybean needs are only able to meet 40% of domestic needs, so alternative raw materials are needed in making tofu which can substitute products made from soybeans with local beans or replace soybean raw materials with other beans like koro beans. Substitution on soybean raw materials is expected to reduce the use of soybeans which are quite large in Indonesia, one of the foods that can be used as substitute is koro beans. The purpose of this study: 1) find out the effect of the addition of the concentration of coagulation CaCl2 on the substitution of koro and soybeans to the tofu processing process, and to determine the effect on water content, protein, yield. 2) Organoleptic effects (taste, texture, color) and level of preference. This study used the experimental design used was factorial Completely Randomized Design (RAL), there were 6 combination trials and 3 replications were carried out so that a total of 18 experimental units. Effect test with Annova variety analysis and continued with Duncan Multiple Range Testtest (DMRT). The results of the organoleptic values with the highest values according to the panelists' assessment for taste organoleptics at the K1C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment were 3.70, the color values in the K3C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment were 4.63, and the texture in the K3C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment was 4.47. Based on the results of variance / Anova analysis on taste, color, there was no real effect, while in organoleptic texture significantly affected the addition of the concentration of coagulation CaCl2 material to the substitution of koro and soybeans. The best results were obtained from the calculation of product value (NP) in the treatment of K3C2 with substitution of koro and soybeans (15% koro beans, 85% soybeans) with CaCl2 concentration 4% and the product value (NP) was 0.628. In this study the results of the water content of 65%, protein content of 17.56%, and yield of 132%. Based on the results of analysis of variance / ANOVA for the addition of the concentration of coagulation CaCl2 material to the substitution of koro and soybeans to the tofu processing on the parameters of water content, and the yield did not have a significant effect.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save