Home
Login.
Artikelilmiahs
23706
Update
SAKTI BAKTI ANUGRAHA
NIM
Judul Artikel
KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI DESA PANINGKABAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengidentifikasi kesadaran lingkungan masyarakat di Desa Paningkaban dan juga menjelaskan pengelolaan limbah di pertambangan emas di Desa Paningkaban. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian kualitatif. Untuk teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini berlokasi di Desa Paningkaban, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan masyarakat di Desa Paningkaban dapat dikategorikan kesadaran naif. Di tengah kondisi kesadaran para penambang belum sepenuhnya mengetahui dampak negatif jangka panjang yang ditimbulkan dari bahan kimia merkuri, ditambah lagi dengan perilaku mandor yang mengkonstruksi pikiran para penambang dengan mengesampingkan dampak negatif merkuri yang jangka panjang dan menggantinya dengan keadaan dampak positif yang menaungi dirinya dan anggota keluarganya. Dengan keadaan yang seperti itu, perangkat desa hanya sebatas mengadakan sosialisasi anti merkuri tanpa adanya proses kampanye seperti gerakan anti merkuri, dan cenderung berharap bantuan kepada instansi dari pusat seperti BPPT dan DLH. Kekurangan sumber daya manusia yang mempunyai vokal atau talk active dalam artian, orang-orang yang kritis terhadap pemakaian merkuri yang memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan ekosistem di Desa Paningkaban. Pengelolaan limbah tailing yang menjadi salah satu proses pertambangan emas yang paling mencemari ekosistem juga belum sepenuhnya dicarikan solusi. Faktor ketidaktahuan menjadi faktor sosial yang paling berpengaruh dalam masalah pengelolaan limbah ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT This research aims to explain and identify the environmental awareness of the community in Paningkaban Village and also explain the management of waste in gold mining in Paningkaban Village. This research uses the constructivism paradigm with qualitative research methods. For informant retrieval techniques using purposive sampling technique. This research is located in Paningkaban Village, Banyumas Regency. The results of the research show that the environmental awareness of the community in Paningkaban Village can be categorized as naive awareness. In the midst of the awareness of the miners not yet fully aware of the long-term negative effects of chemical mercury, coupled with the behavior of the foreman who constructs the minds of the miners overriding the long-term negative impact of mercury and replacing it with a positive impact situation that shelves himself and his family members . With such conditions, village officials are only limited to conducting anti-mercury socialization without a campaign process such as the anti-mercury movement, and tend to expect assistance to agencies from the center such as BPPT and DLH. Lack of human resources that have active vocals or talk in the sense that people who are critical of the use of mercury have a large impact on the ecosystem environment in Paningkaban Village. Tailings management which is one of the most gold mining processes that pollutes the ecosystem has also not been fully sought for a solution. The ignorance factor is the most influential social factor in this waste management problem.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save