Artikel Ilmiah : F1D014001 a.n. AMBIA RIO SUWANDA

Kembali Update Delete

NIMF1D014001
NamamhsAMBIA RIO SUWANDA
Judul ArtikelRELASI BIROKRASI DAN KORUPSI : STUDI KASUS SUAP IJON DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016-2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola suap ijon dan dinamika birokrasi korupsi dalam kasus suap ijon di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen tahun 2016-2017, serta menjelaskan faktor kontekstual pendorong terjadinya kasus ijon di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma non-positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terjadinya suap ijon melibatkan elemen kekuasaan eksekutif, legislatif, dan pengusaha. Kasus bermula saat terjadinya pembahasan kesepakatan uang Pokok Pikiran di DPRD Kebumen. Pokok Pikiran DPRD yang sejatinya merupakan tugas dan fungsi parlemen untuk menjaring aspirasi masyarakat menjadi ‘alat bancakan’ anggota dewan untuk berusaha mencuri uang dalam APBD-Perubahan Tahun 2016. Kesepakatan antara Bupati, Sekretaris Daerah, DPRD untuk nilai Pokir adalah Rp 1.950.000.000 yang dimasukan ke dalam anggaran Dinas Pendidikan Kebumen. Uang tersebut nantinya akan dimintai fee sebesar 5-10% oleh anggota dewan kepada pengusaha yang ingin menggarap proyek. Dinamika kasus terus berlanjut sampai membuka keterlibatan Bupati Kebumen dalam kasus gratifikasi dari pembagian jatah proyek kepada orang dekatnya. Faktor kontekstual yang terjadi antara lain birokrasi korup, krisis pengkaderan partai politik dan biaya politik yang tinggi, adanya anggota LSM ‘tukang’ dan sosok Hartoyo yang sudah disiapkan oleh KPK. Kasus suap ijon Dinas Pendidikan merupakan gambaran dari upaya korupsi yang dilakukan oleh elemen kekuasaan untuk mencuri uang negara.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research article aims to explain the pattern of bribery and bureaucratic corruption dynamics ijon in ijon bribe case in Kebumen District Office of Education 2016-2017 year, as well as explaining the contextual factors in ijon in case of occurrence of a driving Service Kebumen Regency Education. By using qualitative methods and approach of case studies in the frame of the perspective of structuralist and non-positivism paradigm, the results of the study revealed that the occurrence of bribery involving ijon element of executive power, legislative, and entrepreneurs. The case began in the wake of a discussion agreement money unifier in the Local Parliament Kebumen. The principal mind of legislative tasks and functions of parliament to raise the aspirations of societies into 'tools' board members to try to steal the money in their budgets change year 2016. Agreement between the governors, legislators, Regional Secretary for the value of Pokir is Rp 1.95 billion being entered into the budget of the Office of education Kebumen. The money will be subject to fee of 5-10% by Council members to entrepreneurs looking to develop this project. The dynamics of the case continued until the opening of the regent's involvement in the case of gratuities from Kebumen Division ration projects to people nearby. Contextual factors that occur among other corrupt bureaucracy, political party cadre crisis and high political costs, the existence of NGOs 'The Plumbers' and figure Hartoyo already prepared by the Corruption Eradication Commission. Cases of bribery ijon Department of Education is a picture of attempts of corruption committed by elements of the power to steal state money.
Kata kunciSuap Ijon, Birokrasi, Uang Pokir, Dinas Pendidikan
Pembimbing 1ANDI ALI SAID AKBAR, S.IP, M.A
Pembimbing 2INDARU SETYO NURPROJO, S.IP, M.A
Pembimbing 3AHMAD ROFIK,S.Sos, M.A
Tahun2018
Jumlah Halaman25
Tgl. Entri2018-11-01 10:08:05.562385
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.