Home
Login.
Artikelilmiahs
23321
Update
DEVIANA AYU ANJARSARI
NIM
Judul Artikel
Analisis Profitabilitas Olahan Keripik Buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri di Banjarnegara, Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri merupakan usaha rumahan olahan keripik buah salak, keripik pisang, dan keripik nangka di Kabupaten Banjarnegara. KUB memiliki tenaga kerja sembilan orang dengan keuntungan rata-rata tujuh juta rupiah. Dengan keuntungan yang dimiliki, KUB masih menjalankan usahanya secara kontinyu dan berkembang. Berbeda dengan UMKM serupa di Kabupaten Banjarnegara yang sudah semakin sedikit dan berhenti produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya profitabilitas dari masing-masing jenis keripik buah yang diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) Menganalisis perbandingan tingkat profitabilitas dari ketiga produk keripik buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) Menganalisis profitabilitasnya apabila terjadi kenaikan harga bahan baku dan biaya-biaya produksi penunjang lainnya pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri. Penelitian dilaksanakan di KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Pengambilan data dilakukan 24 Maret sampai 22 April 2018. Analisis yang dilakukan yaitu analisis Break Even Point (BEP) meliputi BEP unit, penerimaan, dan harga, analisis profitabilitas meliputi profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, dan basic earning power, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis BEP menunjukkan BEP tertinggi unit produksi adalah keripik salak, BEP penerimaan adalah keripik salak, dan BEP harga adalah keripik nangka. Analisis profitabilitas menunjukkan keripik nangka memiliki nilai profitabilitas lebih tinggi daripada keripik salak dan keripik pisang yaitu profit margin 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, dan basic earning power 7,1%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan kenaikan harga bahan baku 10% pada ketiga produk masih memiliki nilai profitabilitas tinggi, dan kenaikan harga bahan baku maksimal keripik salak adalah 80%, keripik pisang 55%, dan keripik nangka 100%. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri merupakan usaha rumahan olahan keripik buah salak, keripik pisang, dan keripik nangka di Kabupaten Banjarnegara. KUB memiliki tenaga kerja sembilan orang dengan keuntungan rata-rata tujuh juta rupiah. Dengan keuntungan yang dimiliki, KUB masih menjalankan usahanya secara kontinyu dan berkembang. Berbeda dengan UMKM serupa di Kabupaten Banjarnegara yang sudah semakin sedikit dan berhenti produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya profitabilitas dari masing-masing jenis keripik buah yang diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) Menganalisis perbandingan tingkat profitabilitas dari ketiga produk keripik buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) Menganalisis profitabilitasnya apabila terjadi kenaikan harga bahan baku dan biaya-biaya produksi penunjang lainnya pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri. Penelitian dilaksanakan di KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Pengambilan data dilakukan 24 Maret sampai 22 April 2018. Analisis yang dilakukan yaitu analisis Break Even Point (BEP) meliputi BEP unit, penerimaan, dan harga, analisis profitabilitas meliputi profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, dan basic earning power, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis BEP menunjukkan BEP tertinggi unit produksi adalah keripik salak, BEP penerimaan adalah keripik salak, dan BEP harga adalah keripik nangka. Analisis profitabilitas menunjukkan keripik nangka memiliki nilai profitabilitas lebih tinggi daripada keripik salak dan keripik pisang yaitu profit margin 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, dan basic earning power 7,1%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan kenaikan harga bahan baku 10% pada ketiga produk masih memiliki nilai profitabilitas tinggi, dan kenaikan harga bahan baku maksimal keripik salak adalah 80%, keripik pisang 55%, dan keripik nangka 100%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri is a home-based business producing snakefruit chips, banana chips, and jackfruit chips in Banjarnegara District. The group has nine people labour with a monthly average profit of seven million rupiahs. With its advantages, the group still runs its business continuously and growing. Unlike other Small and Medium Enterprises in Banjarnegara District which now defunct and stop production. The study aims to: 1) know the profitability of each type of fruit chips produced by Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) analyze the comparison of profitability level of the three products of fruit chips at Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) analyze its profitability when there is an increase in raw material prices and other supporting production costs in the Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri. The study was conducted at KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Central Java. The method used in this research is the case study. Data analysis was conducted from March 24 to April 22, 2018. Analysis of Break Even Point analysis (BEP) includes unit BEP, revenue, and price, profitability analysis including profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, basic earning power, as well as sensitivity analysis. The result of BEP analysis shows the highest BEP of production unit is snakefruit chips, the highest BEP of revenue is snakefruit chips, and the highest BEP of price is jackfruit chips. The profitability analysis shows that jackfruit chips have higher profitability values than both banana chips and jackfruit chips. The profit margin is 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, and basic earning power 7,1%. The result of sensitivity analysis shows that 10% of raw material price increase in the three products still have high profitability values, and the maximum price of raw material of snakefruit chips are 80%, 55% banana chips, and 100% jackfruit chips.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save