Artikel Ilmiah : F1A011038 a.n. ANGGIT BAYU HIKMAWAN

Kembali Update Delete

NIMF1A011038
NamamhsANGGIT BAYU HIKMAWAN
Judul ArtikelKEBERADAAN TRADISI ADAT PINDANG LOTENG DALAM ACARA PERNIKAHAN DI DESA KEDUNGJATI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “KEBERADAAN TRADISI ADAT PINDANG LOTENG DALAM ACARA PERNIKAHAN DI DESA KEDUNGJATI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA” Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji nilai moral yang terkandung dalam tradisi pindang loteng, dan untuk mengkaji alasan/latar belakang masyarakat tidak lagi menjalankan tradisi pindang loteng.
Penelitian ini dilakukan di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, dengan menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat desa di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Interaktif menurut Miles dan Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu keberadaan tradisi adat pindang loteng di Desa Kedungjati, sudah cukup lama yaitu mulai sekitar 1830 yang dilaksanakan oleh warga masyarakat keturunan Mataram. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tersebut sebagai berikut: dalam hidup berumah tangga, kedua mempelai harus bisa saling asah, asuh dan asih sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan bijaksana, dalam hidup berumah tangga harus saling mengisi satu sama lainnya, sehingga kekurangan yang ada pada suami dapat diisi oleh kelebihan istri dan sebaliknya, dalam kehidupan berumah tangga, kedua mempelai saling bahu membahu dalam menghadapi persoalan yang ada, setelah berumah tangga, kedua mempelai sudah menjadi bagian dari masyarakat, sehingga interaksi dengan lingkungan diperlukan, karena mereka tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Pergeseran budaya yang ditunjukkan dengan makin ditinggalkannya ritual tradisi pindang loteng karena pemikiran masyarakat yang menganggap ritual tersebut tidak sesuai dengan nilai moral agama dan pendidikan warga masyarakat yang makin baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY
The study entitled "THE EXISTENCE OF A CUSTOMARY TRADITION PINDANG LOTENG IN A WEDDING IN KEDUNGJATI VILLAGE, BUKATEJA DISTRICT, PURBALINGGA DISTRICT" this research aims to identify and investigate moral values contained in the tradition pindang loteng, and to reviewing the rationale/background of the society no longer run the tradition pindang loteng.
This research was conducted in Kedungjati Village, Bukateja District, Purbalingga District, using qualitative methods, and case study approach. The target in this research is a village community in the village of Bukateja Sub-district Kedungjati. The collection of data obtained from the results of in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study uses the Interactive analysis according to Miles and Huberman.
Based on the results of the study can be summed up, namely the existence of a customary tradition pindang village loft Kedungjati, already quite a long time i.e. starting around 1830 that was implemented by the citizens descendent of Mataram. Moral values contained in the implementation of such traditions as follows: in life, preclude the bride and groom should be able to challenge each other, foster care and compassion so as to resolve the problems encountered with the wise, living in houses the stairs have to co-exist with each other, so that the shortcomings of the husband can be filled by an excess of his wife and vice versa, in the life of the bride and groom, preclude mutual tandem in the face of the existing problems, after the houses stairs, both families have become part of the community, so that interaction with the environment is required, because they can't live on their own and need of others. The cultural shift is shown with the increasing abandonment of ritual traditions pindang attic because the thought of a society that considers such rituals are not in accordance with the religious and moral values education more good citizens.
Kata kuncitradisi, pindang loteng
Pembimbing 1Dr. Tyas Retno Wulan., M.Si
Pembimbing 2Dra. Tri Rini Widyastusti., M.Si
Pembimbing 3Dr. Soetji Lestari., M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-08-31 14:43:39.971391
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.