Artikelilmiahs
Menampilkan 1-20 dari 48.724 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 5940 | E1A009197 | KRITERIA DAN PROSEDUR PELAKSANAAN MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL ANTAR DAERAH | ABSTRAK KRITERIA DAN PROSEDUR PELAKSANAAN MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL ANTAR DAERAH OLEH : GAGAH DEWANTARA E1A009197 Mutasi atau pemindahan pegawai merupakan salah satu upaya sebagai sarana pembinaan pegawai negeri sipil guna mewujudkan pegawai negeri sipil yang mempunyai karakter penuh kesetiaan dan ketaatan kepada pancasila, undang-undang dasar 1945, Negara, dan pemerintah serta yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa, kuat, berdaya guna, berhasil guna, bersih, berkualitas tinggi, dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara, abdi Negara, dan abdi masyarakat. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, mutasi dilakukan dengan sistem pembinaan karier tertutup yang mana artinya dimungkinkan perpindahan Pegawai Negeri Sipil dari Departemen/ Lembaga/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang satu ke Departemen/ Lembaga/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang lain atau sebaliknya. Tipe penelitian yang dilakukan adalah Yuridis Normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitian bersifat preskriptif dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan bahan hukum sendiri dilakukan dengan metode kepustakaan dan dokumenter dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, didapatkan kesimpulan bahwa kriteria pelaksanaan mutasi pegawai negeri sipil antar daerah dibagi menjadi dua yakni kriteria umum artinya kriteria yang didasarkan pada pribadi pegawai negeri sipil yang bersangkutan dan kriteria khusus artinya kriteria yang didasarkan pada kebijakan tiap-tiap daerah. Sedangkan prosedur pelaksanaannya sendiri dibagi menjadi dua yakni mutasi pegawai negeri sipil antar kabupaten/kota dan mutasi pegawai negeri sipil antar provinsi. Kata kunci : mutasi, pegawai negeri sipil, antar daerah. | ABSTRACT CRITERIA AND PROCEDURES IMPLEMENTATION OF THE CIVIL SERVANTS MUTATIONS BETWEEN THE REGIONS BY: GAGAH DEWANTARA E1A009197 Mutation or displacement employees is one effort as the development facilities of civil servants in order to create a civil servant who has a character full of loyality and obedience to the Pancasila, the Constitution of 1945, the State, and the government as well as cohesive, well minded, dignified, strong, efficient, effective, clean, high quality, and conscious of their responsibility as an element of the state apparatus, servants of the State, and public servant. In accordance with Law No. 43 Year 1999 on the Principles of Civil Service, mutation conducted with the closed system of career development which means that possible displacement of civil servants from the Department / Institution / Province / Regency / City which one to the Departments / Agencies / Province / District / other city or otherwise. Type of research is a normative juridical conducted by using the statute approach and analytical approach. Specifications research is prescriptive by using primary, secondary, and tertiary legal materials. Collection of legal materials themselves conducted by using literature and documentary methods also presented in the narrative text form with qualitative analysis methods. Based on the results of research and discussion, it was concluded that the criteria for the implementation of the civil servants mutations between the regions is divided into two which is general criteria means criteria based on personal civil servants concerned and the specific criteria means criteria based on each regions policy. While the implementation procedure was divided into two category which is transfer of civil servants between districts / cities and transfer of civil servants across the province. Keywords: mutation, civil servants, between regions. | |
| 2 | 5941 | A1H009001 | KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YANG BERBEDA PADA SISTEM AEROPONIK DI DATARAN MEDIUM DESA KARANGMANGU BATURADEN | Larutan nutrisi dalam budidaya aeroponik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, karena larutan mensuplai nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman (Yusniawati, 2004). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan dan hasil benih kentang dengan konsentrasi larutan nutrisi yang berbeda serta mengetahui konsentrasi larutan nutrisi yang tepat untuk hasil benih tanaman kentang pada sistem aeroponik di dataran medium (500 mdpl). Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan berdasarkan konsentrasi EC (Electrical Conductivity) yang diberikan, yaitu konsentrasi nutrisi rendah (1-2mS/cm) dan konsentrasi nutrisi tinggi (3-4mS/cm). Nutrisi yang diberikan dalam budidaya sistem aeroponik ini yaitu nutrisi Joro A dan B mix (modifikasi AB mix). Variabel yang diamati adalah variabel pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman serta bobot kering tanaman dan variabel hasil benih kentang yaitu bobot umbi, jumlah umbi serta ukuran umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi nutrisi yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang. Tanaman yang diberikan perlakuan dengan konsentrasi nutrisi tinggi, menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman yang lebih baik, sedangkan tanaman yang diberikan perlakuan pemberian konsentrasi nutrisi rendah dapat menghasilkan benih kentang yang lebih baik. | Nutrient solution in an aeroponic cultivation is very influential on the growth and yield of crops, because the solution supplies nutrients needed by plants (Yusniawati, 2004). The purpose of this research is to know the growth and yield of potato seed with different concentration of nutrient solution as well as kowing the concentration of nutrient solution for proper seed potato in the aeroponic system in the medium altitude (500 a.s.l). This research used 2 treatments based on the EC (Electrical Conductivity) level, low EC level or low nutrient solution concentration (1-2 mS/cm) and high EC level or high concentration (3-4 mS/cm). Nutrients given in this aeroponic system is modification of AB mix (Joro A & B mix). Variable being observed is growth variables namely plant height, number of leaves, wet plant weight, dry plant weight and crop yield variables namely tuber weight the number and size of tuber. The result showed that nutrient solution concentration had an effect on the growth and yield of potato. High concentration of nutrient solution gives better result on the growth during vegetative stage, while low concentration leads to better crop yield and quality. | |
| 3 | 5943 | A1L009087 | PENGARUH BERBAGAI MACAM PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI, BAWANG MERAH, BAWANG DAUN PADA ENTISOL | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, bawang daun, bawang merah pada Entisol. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 x 6 dan dialokasikan dengan Rancangan Petak Terbagi, dengan 6 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sebagai petak utama adalah jenis tanaman yang meliputi, tanaman cabai, bawang daun, bawang merah, dan anak petak adalah jenis pupuk. Perlakuan pupuk yang dicoba adalah P1 (pupuk kompos sampah kota 1 yang diperkaya BFA dan K-Feldspar), P2 (pupuk kompos sampah 2 yang diperkaya BFA dan K-Feldspar), P3 (pupuk limbah pertanian yang diperkaya BFA dan K-Feldspar), P4 (pupuk Bintang bimasakti), P5 (pupuk Sidomukti) dan P6 (tanpa pupuk). Variabel yang diamati adalah komponen pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang cabai, dan hasil tanaman yang meliputi, bobot basah akar, bobot kering akar,bobot segar buah cabai, jumlah buah segar cabai, bobot basah daun bawang daun, bobot basah umbi bawang merah, volume umbi bawang merah, jumlah umbi bawang merah, bobot kering bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk organik yang diberikan, baik pupuk organik yang dipasarkan maupun yang diperkaya BFA dan K-feldspar, belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, bawang daun dan bawang merah pada Entisol secara nyata | The purpose of the research is to find out the effets of using organic fertilizers towards the growth and the harvest result of chili, onion, leek grown on Entisol soil. The research used 3 x 6 factorial treatment design and was allocated by Split Plot Design with 6 treatment combinations and conducted in triplicates, the main portion is the plant and the sub portion in the fertilizer. The tested treatment was P1 (a manure made of trash 1 enriched with BFA and K-feldspar), P2 (a manure made of trash 2 enriched with BFA and K-Feldspar), P3 (a fertilizer made of Agricultural effluent enriched with BFA and KFeldspar), P4 (Bintang bimasakti feltilizer), P5 (Sidomukti feltilizer) and P6 (control). The observed variable are the growth components plant’s height, sum ofleaves, sum of branches and the chili crops in cluding weight of fresh root, weight of dry root, weight of fresh chili, sum of fresh chili, spring onion leaves wet weight, wet weight of onion bulbs,the volume of onion bulbs, the sum of onion bulbs, onion dry weight, onion, leek. The result of research shows that the marketed organic fertilizer and organic fertilizer enriched with BFA and K-Feldspar could not improve the growth components of the chili, onion, leek on Entisol is an actually. | |
| 4 | 17119 | H1F012049 | GEOLOGI DAN STUDI ZONASI MINERAL UBAHAN DAN MINERAL LOGAM PADA ENDAPAN PORFIRI GRASBERG PENAMPANG VERTIKAL GRS42 BERDASARKAN DATA XRD KUANTITATIF | Endapan porfiri Grasberg merupakan salah satu penghasil komoditas tembaga dan emas dunia dengan jumlah cadangan terbukti sebesar 1.019.088 ton bijih dengan kadar 0,98 % g/t tembaga, 0,77 g/t emas, dan 3,34 g/t perak. Lokasi penelitian dilakukan pada area Grasberg Block Cave (GBC) yang terletak di Distrik Ertsberg, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, merupakan kemenerusan tubuh bijih dari endapan porfiri Grasberg yang tersingkap dipermukaan. Secara litotektonik, Pulau Papua masuk ke dalam jalur perlipatan dan sesar naik pegunungan tengah. Endapan porfiri Grasberg terbentuk akibat multi phase intrusi pada 3 juta tahun lalu, yang diawali oleh fase Intrusi Dalam yang diterobos oleh fase Main Grasberg Intrusion (MGI), dan pada fase akhir diterobos oleh Intrusi Kali. Mineralisasi Cu-Au pada endapan ini terjadi pada saat fase MGI menerobos Intrusi Dalam. Penelitian ini dilakukan untuk menentukkan zonasi mineral ubahan dan mineral logam pada endapan porfiri di daerah penelitian. Kebanyakan penelitian mengenai zonasi mineral ubahan yang telah dipublikasikan sebelumnya hanya didasarkan pada hasil pengamatan deskriptif (kualitatif) secara visual, baik melalui analisis petrografi, mineragrafi, maupun data spectral Near Infra Red (NIR), sedangkan untuk penelitian kali ini dilakukan berdasarkan data kuantitatif X-Ray Diffraction (XRD). Data XRD yang menginformasikan sebanyak 151 jenis mineral kemudian dipilih menjadi 32 jenis mineral dominan yang berkembang pada area penelitian, yang selanjutnya dikonversi dari satuan wt.% menjadi vol.% agar nantinya dapat digunakan sebagai panduan saat melakukan estimasi persentase mineralogi batuan secara visual. Daerah penelitian terdiri dari Satuan Dolomit (Fm. Waripi), Satuan Batugamping A (Fm. Faumai), Satuan Batupasir (Fm. Sirga), Satuan Batugamping B (Fm. Kais), Satuan Unit Dalam Intrusi (Andesit, Diorit, Fragmental Andesit), dan Satuan Monzonit MGI. Hasil analisis terhadap lima lubang bor pada penampang vertikal GRS42 menunjukkan zona alterasi tipe potasik (K-Feldspar-biotit-magnetit), filik (kuarsa-serisit-anhidrit), skarn (klorit-talk-serpentine-swelling clay-biotit), argilik (kaolinit-swelling clay), serta massive sulphide. Mineralisasi yang terbentuk di daerah penelitian berupa vein stockwork porphyry dan disseminated yang membawa mineralisasi magnetit-kalkopirit-bornit-kovelit-pirit-emas. Berdasarkan hasil zonasi mineral ubahan dan pemodelan zonasi persebaran mineralogi, yang menunjukkan pola persebaran mineralogi yang berbentuk seperti shell, sehingga diinterpretasikan bahwa di bawah lokasi penelitian terdapat intrusi baru yang heat source nya berbeda dengan intrusi MGI, intrusi baru tersebut diyakini sebagai Intrusi Gajah Tidur. Kata Kunci: grasberg, porfiri, mineral ubahan, XRD kuantitatif, gajah tidur. | Grasberg porphyry deposit is one of the largest copper and gold commodity world with proven reserves of 1,019,088 tonnes of ore grading 0.98% g / t copper, 0.77 g / t gold and 3.34 g / t silver. The research area is located at Grasberg Block Cave (GBC) in the Ertsberg Distric, Tembagapura Subdistrict, Mimika Regency, Papua, is the continuity of the ore body from Grasberg porphyry that is exposed on surface. In lithotectonic of Papua, research area include to fold-thrust-belt central range. Grasberg porphyry is formed by multi-phase intrusions on 3 million years ago, which is began by Dalam Intrusion phase that is intruded by Main Grasberg Intrusion (MGI) phase, and in the final phase is intruded by Kali Intrusion. Cu-Au mineralization in these deposits occurs when the phase MGI breaks Dalam Intrusion. This research was conducted to determine the zonation of alteration mineral and metallic minerals in porphyry deposit at research area. The research of zonation of alteration mineral that had been published previously only based on observation descriptive (qualitative) visually, either through petrographic analysis, mineragraphy, and data spectral Near Infra Red (NIR), while for the present study is based on quantitative data X-Ray Diffraction (XRD). There are 151 minerals in a sample base on XRD data, then it has to be selected became 32 minerals that is envolved in the research area, the data must be converted from wt% to be vol%, so it can be used to estimate the mineralogy percentage visually. The research area consists of Dolomit unit (Waripi Fm.), Batugamping A unit (Faumai Fm.), Batupasir unit (Sirga Fm.), Batugamping B unit (Kais Fm.), Dalam Intrusion unit (Andesit, Diorit, Fragmental Andesit), and Monzonit MGI unit. The observation of five holes at GRS42 vertical section shows K-Feldspar-biotite-magnetite zone, quartz-serisit-anhydrite zone, chlorite-talk-serpentine-swelling clay-biotite zone, kaolinite-swelling clay zone, and massive sulphide zone. Mineralization in research area is formed by vein stockwork porphyry and disseminated, which carry magnetite-chalcopyrite-bornite-covelite-pyrite-gold mineralization. According to zonation of alteration mineral and mineralogy distribution, show the shell pattern of mineralogy distribution, that can be interpreted as a new intrusion in below the research area. This new intrusion is called Gajah Tidur, and have different heat source from MGI intrusion. Keywords: grasberg, porphyry, alteration mineral, quantitative XRD, gajah tidur. | |
| 5 | 5944 | F1F008101 | GENDER INEQUALITIES SUFFERED BY 19th CENTURY CHINESE WOMEN IN LISA SEE’S SNOW FLOWER AND THE SECRET FAN | Karya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul Snow Flower and The Secret Fan karya Lisa See yang mengangkat fenomena ketidaksetaraan gender yang terjadi di Cina pada abad 19. Novel tersebut menceritakan kehidupan wanita Cina diabad 19 yang menderita ketidaksetaraan gender yang diberikan oleh masyarakat mereka. Penelitian ini menerapkan teori gender yang dibawa oleh Ann Oakley dan metode deskriptif kualitatif. Teori-teori tersebut digunakan untuk mencari tahu apa saja bentuk ketidaksetaraan gender yang dialami wanita Cina diabad 19 dan bagaimana bketidaksetaraan gender itu bisa terjadi yang tergambarkan dalam novel Snow Flower and The Secret Fan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Wanita Cina diabad 19 dianggap rendah dipengaruhi oleh Neo Confucianism, (2) Wanita Cina diabad 19 mengikuti tradisi foot binding guna memperoleh identitas diri mereka, (3) Pernikahan yang diatur oleh biro jodoh di Cina abad 19 merupakan bentuk kejahatan terhadap gender, (4) Pemilihan anak laki-laki dimasyarakat Cina abad 19 merupakan bukti penomor-duaan wanita Cina, (5) Nasib menyedihkan para janda di Cina abad 19 menjadi bukti bahwa wanita selalu dianggap rendah. | The literary work discussed in this research is a novel entitled Smow Flower and The Secret Fan by Lisa See that has gender inequality phenomenon that existed in 19th century China as the theme. Snow Flower and The Secret Fan tells about the life of 19th century Chinese women that sufferred gender inequalities given by their society in every aspect of their lives. This research applied gender theory that is brought by Ann Oakley for analyzing the data with descriptive qualitative method. Those theories were applied to find out what the gender inequalities that sufferred by 19th century Chinese women and how it can be happened. The results of this research shows that (1) the inferiority of 19th century Chinese women influenced by Neo Confucianism, (2) Constructing the identity of Chinese women through foot binding tradition. The 19th century Chinese women had to follow the foot binding tradition in order to get their identity. (3) The traditional arranged marriage in 19th century China is a form of gender violence. (4) The sons preference in 19th century China is a proof of subordination to Chinese women. (5) The miserable fate of 19th century Chinese women that became widows. | |
| 6 | 5945 | A1L009059 | STUDI SIFAT FISIOLOGI DAN HASIL PADI SAWAH DALAM UJI FORMULA PUPUK HAYATI BERBASIS Bacillus subtilis B1 PADA DATARAN MEDIUM | Penelitian bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 terhadap sifat fisiologi tanaman padi, 2) mengetahui pengaruh formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 terhadap hasil tanaman padi, dan 3) mengetahui umur aplikasi yang paling tepat dalam pemberian formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 yang dapat mempengaruhi sifat fisiologi dan hasil tanaman padi. Penelitian dilakukan di Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan mulai Maret 2012 sampai September 2012. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi : tanpa aplikasi pupuk hayati Bacillus subtilis B1 (K), aplikasi pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 pada 10 hst (A), 20 hst (B), dan 30 hst (C). Variabel yang diamati adalah kandungan klorofil a, klorofil b, aktivitas nitrat reduktase daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih, bobot gabah per petak efektif, bobot 1000 biji, bobot gabah per tanaman sampel, dan indeks panen. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 meningkatkan kandungan klorofil a 9,29%; klorofil b 9,63%; dan ANR daun 73,44%. Tetapi belum mampu meningkatkan ILD, LAB, LPT, dan bobot kering tanaman. Pemberian formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 meningkatkan hasil bobot gabah per petak efektif dari 249,70 g/m2 menjadi 308,84 g/m2 (23,68%); bobot 1000 biji 24,17 g menjadi 26,16 g (8,23%), dan bobot gabah per tanaman sampel 8,19 g menjadi 10,74 g (31,14%). Waktu aplikasi yang tepat belum bisa ditentukan, namun sebagian besar hasil dari tiap variabel lebih baik pada aplikasi 10 hst. | The research was aimed to : 1) determine the effect of biofertilizer formula Bacillus subtilis B1 based on physiological properties of rice plants, 2) determine the effect of biofertilizer formula Bacillus subtilis B1 based on the results of the rice plant, and 3) determining the date of application of the most appropriate in the application of biological fertilizer formula Bacillus subtilis B1 based which could affect the physiology and yield of rice plants. The research was conducted in the Kebumen Village, Baturraden District, Banyumas Regency and conducted start from March 2012 until September this 2012. The design used was a randomized block design (RBD) with 4 treatments and 6 replications. The treatments tested included: without the application of biofertilizer Bacillus subtilis B1 (K), biological fertilizer application based on Bacillus subtilis B1 10 dap (A), 20 dap (B), and 30 dap (C). Variable observed was the content of chlorophyll a, chlorophyll b, nitrate reductase activity of leaf, leaf area index, crop growth rate, plant dry weight, net assimilation rate, grain weight per plot effectively, weight of 1000 grains, grain weight per plant samples, and harvest index . Data was analyzed by F test and continued with LSD of 5%. The results showed that the application of biofertilizer Bacillus subtilis B1 based increase the content of chlorophyll a 9.29%; chlorophyll b 9.63%, and 73.44% ANR leaves, but has not been able to improve ILD, LAB, LPT, and crop dry weight. Application of biofertilizer Bacillus subtilis B1 based increase the content of grain weight per effective plot from 249.70 g/m2 to 308.84 g/m2 (23.68%), weight of 1000 seeds 24.17 g to 26.16 g (8.23%), and weight of grain per plant samples of 8.19 g to 10.74 g (31.14%). The proper of application time could not be determined, but most of the results of each variable is better at 10 dap applications. | |
| 7 | 5946 | A1G010001 | PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK SAPU GLAGAH PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA RAYUNG ABADI DI DESA KARANGREJA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Industri rumah tangga Rayung Abadi merupakan salah satu industri rumah tangga skala kecil yang memproduksi sapu glagah. Sapu yang dihasilkan oleh industri rumah tangga Rayung Abadi adalah sapu sapu miring sebelah (SMS) tanpa tangkai, SMS tangkai, lakop kecil dan lakop besar. Tujuan penelitian menganalisis penentuan harga jual sapu glagah menurut perhitungan joint costing, menganalisis perbedaan antara harga jual yang ditentukan perusahaan dengan harga jual menurut perhitungan joint costing, menganalis perbedaan laba yang dihasilkan industri rumah tangga dengan laba setelah perhitungan joint costing. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah perhitungan joint costing dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata harga jual sapu SMS tanpa tangkai Rp3.489,00 SMS tangkai Rp4.558,00, lakop kecil Rp2.246,00, lakop besar Rp2.245,00. Perhitungan laba menunjukkan laba sapu SMS tanpa tangkai Rp1.511,00, SMS tangkai Rp1.442,00 lakop kecil Rp54,00 lakop besar Rp355,00. Hasil menunjukan tidak terdapat perbedaan antara penentuan harga jual joint costing dengan harga jual senyatanya untuk sapu SMS tangkai, lakop kecil dan lakop besar. Sedangkan sapu SMS tanpa tangkai terdapat perbedaan, sedangkan untuk perhitungan laba berdasarkan metode perhitungan joint costing menunjukan tidak terdapat perbedaan antara laba senyatanya dengan laba joint costing untuk masing-masing sapu glagah. | Rayung Abadi’s home industry is one of the small-scale household industries which produce glagah’s broom. Broom produced by RayungAbadi’s home industry is (lopsided broom) SMS without a stalk, SMS stalk, small lakop and big lakop. The purpose of research is to analyze the determination of the selling price of glagah’s broom according to joint costing calculations, analyze the difference of the sale price with the company's selling price is determined according to the calculation of joint costing, analyzing the difference the income generated by the home industry after the calculation of the profit calculation of joint costing. The method research is observation, while the analysis tool is calculation of joint costing and t test. The results showed that the average selling price brooms SMS without a stalk Rp3.489,00, SMS stalk Rp4.558,00, small lakop Rp2.246,00, big lakop Rp2.245,00. Profit calculation shows the profit SMS without stalk’s broom Rp1.511,00, SMS stalk Rp1.442,00, small lakop is Rp54,00, Rp355,00 for big lakop. The result analyze is no difference between the selling price determination joint costing the actual selling price for SMS stalk’s broom, small lakop and big lakop is smaller t table, while the SMS without stalk’s broom there is a difference. There are differences between actual earnings to earnings broom joint costing SMS without stalk SMS stalk small lakop large lakop. | |
| 8 | 5947 | F1F008078 | MORAL DECADENCE AS THE IMPACT OF WORSHIPPING ART AND BEAUTY AS REFLECTED IN OSCAR WILDE’S THE PICTURE OF DORIAN GRAY | Paham aestetik mendasari karya Oscar Wilde yang berjudul The Picture of Dorian Gray yang menunjukkan gambaran tentang karya seni, kesenangan semu dan degradasi moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripitf. Data diperoleh dari novel dan beberapa sumber, yaitu buku, essay, jurnal, artikel dan sumber data dari internet. Sosiologi sastra dan teori tentang paham aestetik merupakan teori yang tepat untuk mendiskusikan karya sastra ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kecantikan/keindahan yang berlebihan menjurus pada kehidupan aestetik yang pada akhirnya mengabaikan moralitas hidup. Obsesi terhadap keindahan telah membuat Dorian menjadi pribadi yang kejam, acuh tak acuh, dan tidak ragu untuk menyingkirkan orang-orang yang mengganggunya. Penelitian ini menyajikan penjelasan mengenai hubungan antara paham aestetik dan beberapa karya seni, seperti lukisan, sastra dan akting. Selanjutnya, elemen dasar aestetik adalah sensasi dalam bentuk nafsu untuk mengejar kesenangan dan kepuasan yang menuju pada degradasi moral. Dorian terjebak dalam kepercayaan aestetik dan terlibat dalam kehidupan hedonis, aktivitas homosex, pembunuhan dan rumah madat. | Aestheticism is the basis of Oscar Wilde’s The Picture of Dorian Gray indicating the idea of art, sinful pleasure and moral decadence. This research occupies descriptive qualitative research which data are gained from the novel and several references including books, essays, journal, articles and internet files. Sociology of literature and the theory of aestheticism will be appropriate in discussing this literary work. The findings of this research show that the overwhelming affection of beauty has led to aesthetic life which neglects the ethic and morality in life. The obsession of beauty has corrupted Dorian thus he can be cruel, treat people indifferently and get rid the people who get in his way. This research provides the explanation with regard to the relation between aestheticism and several arts, such as painting, literature and acting. Furthermore, the essential element of aestheticism is the sensation in the form of desire for the pleasure and satisfaction which finally lead the main character to his moral decadence. Dorian has been trapped in aesthetic belief, thus he has indulged into hedonistic life, homoerotic activities, murder and opium dens. | |
| 9 | 5949 | C1C009086 | ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN GADAI EMAS SYARIAH PADA BPRS BINA AMANAH SATRIA PURWOKERTO | Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dengan melakukan perbandingan kesesuaian antara praktik dan perlakuan akuntansi gadai emas syariah pada BPRS Bina Amanah Satria dengan Fatwa MUI No.26/DSN-MUI/III/2002 (Rahn Emas) and PSAK 107 (Ijarah) sebagai akad pendamping. Fatwa dan PSAK tersebut merupakan formula yang dibuat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai standard untuk mengatur praktik dan perlakuan akuntansi pembiayaan gadai emas syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik deskriptif komparatif untuk menganalisis data. Penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pembiayaan gadai emas syariah di BPRS bina Amanah Satria telah sesuai dengan fatwa No.26/DSN-MUI/III/2002 (Rahn Emas). Perlakuan akuntansi gadai emas syariah di BPRS Bina Amanah Satria juga telah sesuai dengan PSAK 107 (Ijarah), kecuali perihal pengakuan pendapatan sewa. BPRS Bina Amanah Satria mengakui pendapatan sewa pada awal akad (transaksi) yang berarti manfaat dari asset yang disewakan (safety box untuk emas) belum diserahkan kepada penyewa (nasabah). Sedangkan berdasarkan PSAK 107 (Ijarah), pendapatan sewa seharusnya diakui ketika manfaat dari asset yang disewakan (safety box) telah diserahkan pada penyewa. | Abstract This thesis aims to analyze the suitability of practice and accounting treatment associated in syariah gold pawn in BPRS Bina Amanah Satria as well as its comparison with Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No.26/DSN-MUI/III/2002 (Rahn Emas) and PSAK 107 (ijarah) as association contract. Both of them is the formula which are made by Indonesia Ulama Council (MUI) and Indonesia Accountant Association (IAI) as standards to regulate the practice and accounting treatment for syariah gold pawn in Indonesia. This study used a qualitative approach with descriptive method, and descriptive comparative technique to analyze data. This research also used interview techniques and documentation techniques to collect data. The result of this research show that practices of syariah gold pawn in BPRS Bina Amanah Satria have been suitable with Fatwa No.26/DSN-MUI/III/2002. And the result of comparisons between accounting treatment of syariah gold pawn in BPRS Bina Amanah Satria with PSAK 107 (Ijarah) also show suitability, except the recording of rent revenue. BPRS Bina Amanah Satria recorded rent revenue in the beginning of a transaction, it means the benefit of rented asset (safety box for gold) not submitted yet to tenant (costumer). Whereas based on PSAK 107 (Ijarah), rent revenue should be recording when benefit of rented asset have been submitted to tenant. Keywords: Syaria gold pawn, Accounting treatment, Fatwa MUI No.26/DSN-MUI/III/2002 (Rahn Emas), PSAK 107 (Ijarah) | |
| 10 | 5951 | A1L009060 | TANGGAP FISIOLOGI DAN HASIL TANAMAN PADI TERHADAP UJI FORMULA PUPUK HAYATI BERBASIS Bacillus subtilis B1 DALAM BUDIDAYA RAMAH LINGKUNGAN | Penelitian bertujuan untuk : 1) mengetahui tanggap sifat fisiologi tanaman padi terhadap formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1, 2) mengetahui tanggap hasil tanaman padi terhadap formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1, 3) mengetahui waktu aplikasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 yang tepat agar dapat meningkatkan fisiologi dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, mulai Maret sampai Oktober 2012. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: A (Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan pada 10 hari setelah tanam), B (Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan pada 20 hari setelah tanam), C (Kombinasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan pada 30 hari setelah tanam) dan K (tanpa pemberian formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 baik cair maupun padat). Variabel yang diamati adalah Aktivitas Nitrat Reduktase (ANR), kandungan klorofil a, klorofil b, klorofil total, indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, laju asimilasi bersih, bobot gabah per tanaman, bobot gabah per petak efektif, bobot 1000 biji dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil a, klorofil b, klorofil total, Aktivitas Nitat Reduktase (ANR) dan bobot gabah per petak efektif tanggap terhadap formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1. Aplikasi formula pupuk hayati berbasis Bacillus subtilis B1 belum mampu meningkatkan hasil padi karena bobot gabah yang diperoleh sangat rendah yaitu 5,35 g/m² atau 0,59 ton/ha.Waktu yang paling efektif untuk aplikasi formula pupuk hayati Bacillus subtilis B1 adalah 10 hst dan memberikan nilai tertinggi pada klorofil a sebesar 12,49 µg/g daun, klorofil b sebesar 8,79 µg/g daun, klorofil total sebesar 21,07 µg/g daun dan bobot gabah per tanaman sebesar 1,11 g. | This study aims to: 1) to know the physiological response of rice based to the biofertilizer formula of Bacillus subtilis B1, 2 to know the response of yield of rice in rice based to the biofertilizer formula of Bacillus subtilis B1, 3) to know the time of application of biofertilizer formula of Bacillus subtilis B1 appropriate so can to improve physiology and crop yields of rice. The study was conducted in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency, from March to Oktober 2012. The design that used was a randomized block design (RBD) with 4 treatments and 6 replications. The treatments tested include: A (Combination of liquid and solid form of biofertilizer formula B1 Bacillus subtilis based given at 10 days after planting), B (Combination of liquid and solid form of biological fertilizer formula Bacillus subtilis B1 based given at 20 days after planting), C (Combination of liquid and solid form of biofertilizer formula Bacillus subtilis B1 based given at 30 days after planting) and K (without giving biofertilizer formula Bacillus subtilis B1 based both liquid and solid). Variable observed was the Nitrate Reductase Activity (NRA), the content of chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, leaf area index, crop growth rate, net assimilation rate, grain weight per plant, grain weight per effectively plot, weight of 1000 seeds and harvest index. Data were analyzed by F test, and continued by LSD test at 5% error level. Results of analysis showed that the content of chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, Nitrate Reductase Activity (NRA) and grain weight per effectively plot respons to biofertilizer formula of Bacillus subtilis B1. Aplication of biofertilizer formula of Bacillus subtilis B1 not been able to increase the yield of rice because of the weight gained is very low at 5.35 g / m² or 0.59 tonnes / ha. The most effective time for application of biofertilizer formula Bacillus subtilis B1 based is 10 dap and provide the highest value of chlorophyll a was 12.49 mg / g leaf, chlorophyll b was 8.79 ug / g leaf, chlorophyll a total of 21.07 mg / g leaf and grain weight per plant at 1, 11 g. | |
| 11 | 5948 | F1A009037 | “RONGGENG SEBAGAI OBJEK SEKSUAL LAKI-LAKI” (Studi terhadap Novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ Karya Ahmad Tohari) | Salah satu kasus ketidakadilan gender yaitu menempatkan posisi perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Fenomena tersebut diangkat dalam sebuah karya sastra novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan ronggeng sebagai objek seksual laki-laki, terutama yang terkait dengan proses menjadi ronggeng, kehidupan ronggeng, serta kaitan antara nilai sosial budaya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan zaman sekarang. Teori yang digunakan adalah teori feminisme radikal yang menekankan perhatian pada permasalahan reproduksi dan seksualitas kaum perempuan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan dianalisis menggunakan metode hermeneutik. Tahap penelitian ini yaitu, pengumpulan data yang diperoleh dari hasil membaca dan wawancara beberapa narasumber, pengoperasian hermeneutik, dan penyususnan laporan. Metode analisis data yang digunakan yaitu model hermeneutika Hans-George Gaddamer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam proses perempuan menjadi ronggeng terdapat kekerasan seksual pada saat prosesi bukak klambu. Kehidupan penari ronggeng identik sebagai objek seksual laki-laki dengan menjadi wanita penghibur, adanya praktek prostitusi, serta mengalami kekerasan seksual. | One of the cases of gender inequity is put woman in position as sexual objects of men. The phenomenon is written on a novel which is entitled “Ronggeng Dukuh Paruk” by Ahmad Tohari.This research has a purpose to describe the dancer as sexual objects of men, especially process of becoming the dancer, life of the dancer, and relationship between socio-cultural in “Ronggeng Dukuh Paruk” Novel and life in this period. Theory which is used by the researcher is radical feminism theory which focuses on reproduction problem and women sexuality. It is qualitative research which is observed using hermeneutic method. Step of the research are collecting the data from reading and interviwe with some sources, hermeneutic operation, and composing the data. Method of data analysis used in this research is hermeneutica Hans-George Gaddamer model. The result of this study showed that in the process of being ronggeng women got sexual abuse during the procession bukak klambu. The life of ronggeng is related to sexual objects of men such as becoming prostitute, the practice of prostitution, and getting sexual abused. | |
| 12 | 5954 | E1A007290 | Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Standar Militer di Luar Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia | Senjata api seharusnya digunakan secara hati-hati, akan tetapi senjata api dapat juga digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan yang melawan hukum. Hal ini tentu saja akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itulah diperlukan suatu pengawasan, pengendalian dan pengamanan dalam penanganannya dalam hal produksi, impor/pengadaannya, pendistribusiannya, penyimpanannya, dan sampai dengan pemusnahannya yang sudah tidak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer di luar lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia dan untuk mengetahui hambatan normatif yang timbul dalam pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian bersifat preskriptif dengan inventarisasi hukum positif dan Penelitian Terhadap Taraf Sinkronisasi Vertikal danHorizontal dengan studi kepustakaan dan dokumenter, kemudian disajikan dengan metode display, di analisis dengan interpretasi sistematis dan gramatikal. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengawasan dan Pengendalian senjata api standar militer yang dilakukan Kementerian Pertahanan meliputi sebelum dan setelah dikeluarkannya izin dan kementerian Pertahanan juga bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia. 2. Kementerian Pertahanan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer mengalami hambatan normatif karena adanya celah hukum dan ketidakpastian hukum dalam peraturan perundang-undangannya. | Firearms should be used sparingly, but the firearm can also be used by persons who are not responsible for the benefit of that against the law. This of course will disrupt the stability of security and good order of society. For that needed an oversight, control and security in handling in terms of production, importation/pengadaannya, pendistribusiannya, saving, and up to pemusnahannya who have not used. This research aims to know the supervision and control of standard military firearm outside the Environment Ministry of defence and the national army Indonesia and to know the normative obstacles arising in the supervision and control of standard military firearm in Defense Ministry and national army Indonesia. The research method used is the juridical normative. Specifications are prescriptive research with an inventory of positive law and research on the extent of the vertical Sync danHorizontal with the study of librarianship and the documentary, then served with the display method in analysis with systematic and grammatical interpretation. From the analysis, can be concluded that: 1. Supervision and control of standard military firearms carried out Defense Ministry include before and after the issuance of the permit and the Defense Ministry also cooperated with Indonesia national army. 2. The Ministry of Defence in conducting surveillance and control of standard military firearm having normative obstacles because of a legal loophole and uncertainty of law in rule perundang-undangannya. | |
| 13 | 5938 | E1A007147 | Kebijakan Honorarium Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas | Pejabat yang berwenang memiliki kewenangan untuk mengangkat pegawai negeri, disamping itu juga memiliki kewenangan untuk mengangkat pegawai tidak tetap. Pegawai tidak tetap merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap banyaknya kebutuhan pegawai namun dibatasi oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam penggajiannya. Kebijakan honorarium mengenai besaran honorarium pegawai tidak tetap di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas pada tahun 2013 ditetapkan sesuai dengan jenjang pendidikan dan didasarkan pada kemampuam keuangan daerah dan upah minimum kabupaten. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dalam perannya sebagai eksekutif daerah, khususnya dalam pembuatan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan honorarium Pegawai Tidak Tetap harus di landaskan pada dasar hukum sebagai berikut : 1. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2001 tentang Ketentuan Pokok Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas ; 2. Peraturan Bupati Banyumas Nomor 83 Tahun 2011 tentang Honorarium Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2012 ; 3. Keputusan Bupati Banyumas Nomor 1060 Tahun 2012 tentang Besaran Honorarium Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas Tahun 2013. | The competent authority has the authority to appoint civil servants, in addition also have the authority to appoint temporary employees. Temporary Employees is one form of anticipation government about the many needs employees but bounded by regional budget and state expenditures. Honorarium policy regarding the amount of honorarium is temporary employees in the official regional government district of Banyumas in 2013 determined in accordance with the level of education and is based on financial capability regional and district minimum wage. Banyumas regional government in his role as a regional executive, especially in making policies related to honorarium temporary employee must be grounded on the basis of the law as follows: 1. Banyumas Regency Regional Ordinance Number 3 of 2001 about the provisions of the Principal temporary employees in the Banyumas Regency Government; 2. Banyumas Regent regulation Number 83 of 2011 about Honorarium temporary Employees within the regional government district of Banyumas in 2012; 3. Banyumas Regent Decree Number 1060 of 2012 about amount of honorarium temporary employees on Environment Banyumas District Government by 2013. | |
| 14 | 5959 | C1B009021 | Pengaruh Pengalaman Konsumen Terhadap Kepuasan Konsumen dan Kepuasan Konsumen Terhadap Minat Beli Ulang (Studi Kasus Pada Mahasiswa FE UNSOED Sebagai Konsumen Choco'Klik Choco House & Cafe Purwokerto) | Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengalaman konsumen dan kepuasan konumen terhadap minat beli ulang. Sampel penelitian ini adalah 115 konsumen yang telah membuat pembelian kembali di atas dua kali dan menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini adalah pengalaman konsumen tidak berpengaruh pada kepuasan konsumen dan kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap minat beli ulang | The purpose this study to analyze the influence of experiential marketing and customer saisfication impact customer satisfaction on repurchase intention. The sample of this study were 115 consumers who had made a repurchase over twice and using a purposive sampling method. Analysis tool that is used Structural Equation Model (SEM). The result of this study is the experiential marketing have not effect on customer satisfaction and customer satisfaction positive effect on repurchase intention. | |
| 15 | 5952 | A1G010007 | ANALISIS KAPABILITAS PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Kapabilitas petani dalam berusahatani adalah kemampuan petani dalam pengelolaan usahatani. Tujuan penelitian adalah menganalisis kapabilitas petani dalam berusahatani dan pengaruhnya terhadap produksi padi sawah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan skala pengukuran Likert’s Summated Rating untuk mengukur tingkat kapabilitas petani dan analisis varian’s dengan menggunakan Uji F Statistik (ANOVA) untuk mengukur pengaruh kapabilitas petani terhadap produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan Kapabilitas petani di Kecamatan Wangon secara rata-rata tergolong rendah. Rendahnya kapabilitas petani dibentuk oleh komponen pembentuk kapabilitas yaitu akses modal, penggunaan pupuk, akses pasar produk pertanian, pengendalian hama dan penyakit, serta tingkat kosmopolitan. Petani yang memiliki kapabilitas sangat rendah sebesar 26,68 persen, 24,44 persen untuk petani dengan tingkat kapabilitas rendah, 24,44 persen untuk kapabilitas tinggi, dan 24,44 persen untuk kapabilitas sangat tinggi. Produksi padi sawah pada petani dengan tingkat kapabilitas sangat tinggi lebih besar dibanding petani dengan tingkat kapabilitas tinggi, rendah, dan sangat rendah. Hal ini berarti kapabilitas petani berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. | Farmers in the farming capability is the ability of farmers in farm management. The purpose of research is to analyze the capability of farmers in farming and its impact on rice production. The research method used was a survey method Yag. The analytical method used is descriptive analysis with the help of measurement Likert scale's Summated Rating to measure the level of capability and farmer's analysis of variance using the F-test statistics (ANOVA) to measure the influence of farmers on rice production capability. Results showed capability of farmers in the district Wangon on average is low. The low capability of farmers formed by the capabilities of the components of capital access, use of fertilizers, agricultural market access, control of pests and diseases, as well as the cosmopolitan level. Farmers who have a very low capability of 26.68 percent, 24.44 percent for farmers with low capability level, 24.44 percent for the high capability, and 24.44 percent for very high capability. Rice production in farmer with a very high rate capability greater than the farmers with high levels of capability, low, and very low. This means the capability of farmers significantly affect rice production in Wangon district Banyumas regency. | |
| 16 | 5955 | A1L009085 | PENGARUH PUPUK ORGANIK YANG DIPERKAYA BFA DAN K-FELDSPAR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.), BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TANAH ENTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap sifat kimia tanah entisol, 2) pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sayuran pada tanah entisol, 3) pengaruh berbagai jenis pupuk organik yang diperkaya BFA dan K-Feldspar terhadap sifat kimia tanah entisol, dan 4) pengaruh berbagai jenis pupuk organik yang diperkaya BFA dan K-Feldspar terhadap pertumbuhan tanaman sayuran pada tanah entisol. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Rancangan penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Sebagai petak utama (main plot) adalah 3 jenis tanaman sayuran yaitu cabai merah, bawang daun dan bawang merah. Sebagai anak petak (sub plot) adalah jenis pupuk organik meliputi kompos sampah kota + BFA 80% + K-Feldspar 20%, kompos sampah kota + BFA 60% + K-Feldspar 40%, kompos limbah pertanian + BFA 80% + K-Feldspar 20%, pupuk organik Bintang Bima Sakti, pupuk organik Sidomukti dan kontrol. Variabel yang diamati terdiri atas sifat kimia tanah dan pertumbuhan tanaman sayuran. Sifat kimia tanah yang diukur adalah pH (H2O), DHL, N tersedia, P tersedia, K tersedia, C organik dan Nisbah C/N. Komponen pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik dan pupuk organik yang diperkaya BFA dan K-Feldspar belum dapat memperbaiki beberapa sifat kimia tanah entisol, kecuali C organik. Pupuk organik dan pupuk organik yang diperkaya BFA dan K-Feldspar belum dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman cabai merah, bawang daun dan bawang merah pada tanah entisol. | The purpose of this research are to know 1) the influence of organic fertilizer on chemical properties of entisol, 2) the influence of organic fertilizer on vegetable growth at entisol, 3) the influence of organic fertilizer enriched by rock phosphate and K-Feldspar on chemical properties of entisol, and 4) the influence of organic fertilizer enriched by rock phosphate and K-Feldspar on vegetable growth at entisol. This research was pot experiment which was done in Screen House and Soil Science Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The research design was arranged using Split Plot Design by using The Randomized Complete Block Design. As main plot was 3 kinds of vegetable, i.e.red pepper, leek and shallot. As sub plot was kinds of organic fertilizer, i.e. compost of city rubbish + rock phosphate 80% + K-Feldspar 20%, compost of city rubbish + rock phosphate 60% + K-Feldspar 40%, compost of agricultural rubbish + rock phosphate 80% + K-Feldspar 20%, Bintang Bima Sakti organic fertilizer, Sidomukti organic fertilizer and control. The variable observed consisted on chemical properties of soil and vegetable growth. The chemical properties were pH (H2O), DHL, available N, available P, available K, organic C and C/N ratio. The component of plant growth were plant height and leaf number. The result of this research showed that organic fertilizer and organic fertilizer enriched by rock phosphate and K-Feldspar has not repaired some entisol chemical properties, except organic C. Organic fertilizer and organic fertilizer enriched by rock phosphate and K-Feldspar has not improved on plant height and leaf number of red pepper, leek and shallot on entisol. | |
| 17 | 5956 | A1C009008 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PEMIJAHAN IKAN GURAMI (Oshpronemus gouramy Lac.) DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Budi daya ikan gurami secara umum dibagi dalam 3 tahap, yaitu pemijahan, pendederan dan pembesaran. Kecamatan Kedungbanteng merupakan daerah sentra usahatani pemijahan ikan gurami di Kabupaten Banyumas. Petani pemijah ikan gurami di Kecamatan Kedungbanteng umumnya belum memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani gurami di Kecamatan Kedungbanteng, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani pemijahan ikan gurami terhadap produksi telur ikan gurami di Kecamatan Kedungbanteng, dan mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani pemijahan ikan gurami di Kecamatan Kedungbanteng. Metode penelitian berupa survai dengan rancangan pengambilan sampel two stage cluster sampling dan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 32 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas serta analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Faktor produksi yang diteliti adalah luas kolam, jumlah induk, pakan daun sente, pakan pellet, umur induk dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rata-rata per luas 100m2 petani pemijah gurami di Kecamatan Kedungbanteng adalah Rp3.381.406,50 dan biaya produksi rata-rata per luas 100m2 sebesar Rp1.676.902,55, sehingga keuntungan yang diterima adalah Rp1.704.503,95. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada usahatani pemijahan ikan gurami di Kecamatan Kedungbanteng adalah jumlah induk, sedangkan faktor produksi luas kolam, pakan daun sente, pakan pellet, umur induk dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap usahatani pemijahan ikan gurami. Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukan bahwa penggunaan induk belum efisien karenanilai NPMX2/PX2 lebih besar dari satu. | Cultivation of gouramy are generally divided into three stages, namely spawning, nursery and grown. Kedungbanteng Districts are central areas of gouramy spawning farming in Banyumas. Gouramy spawning farmers in Kedungbanteng District generally not concerned about the use of production factors. This research aims to: discover the cost that spent and the income that farmers got in Kedungbanteng District, disvover the impact of the usage of production factor at gouramy spawning farming to gouramy eggs production in Kedungbanteng District, discover the efficiency of the usage of production factor at gouramy spawning farming in Kedungbanteng District. The method of this research is survey with sampling design two stage cluster sampling and number of samples 32 respondents. The analytics method that used are analysis of cost and gain, analysis Cobb-Douglas production function and also analysis usage of production factor.Production factor that analyzed are pool, number of broodstock, sente leaf feed, pellets feed, broodstock age and worker.The result of the research shows that the average gain for each 100m2 wide gouramy spawning farmers in Kedungbanteng district is Rp3.381.406,50 and the average of production cost for each 100m2 wide is Rp1.676.902,55 so the profit that can be gained about Rp1.704.503,95. Production factor that influence at gouramy spawning farming in Kedungbanteng District is number of broodstock. But for pool, sente leaf feed, pellets feed, broodstock age and worker didn’t affect significantly the gouramy spawning farming. Analysis of the usage of production factor shows that usage of broodstock haven’t efficient because the value of NPMX2/PX2 more than one. | |
| 18 | 5957 | A1L009095 | PERAN BIOBAKTERISIDA BERBASIS Bacillus subtilis B1 SEBAGAI PGPR DAN PENGENDALI PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA PADI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biobakterisida berbasis Bacillus subtilis B1 terhadap 1) pertumbuhan dan hasil padi, 2) penekanan penyakit hawardaun bakteri, 3)waktu aplikasi optimum dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil dan penekanan penyakit hawar daun bakteri padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman serta penelitian di lapangan dilaksanakan di dataran medium Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Purwokerto, pada tanah inseptisol, di ketinggian 230 mdpl. Aplikasi formula biopestisida berbasis B.subtilis B1 bentuk cair dan padat pada tanaman padi di lapangan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang dicoba yaitu: A (Kombinasi formula biopestisida berbasis B.subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 10 hari setelah tanam), B (Kombinasi formula biopestisida berbasis B.subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 20 hari setelah tanam), C (Kombinasi formula biopestisida berbasis B.subtilis B1 bentuk cair dan padat yang diberikan 30 hari setelah tanam), K (tanpa pemberian formula biopestisida B.subtilis B1 baik cair maupun padat). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, bobot per petak efektif, bobot kering tanaman, panjang malai, volume akar, panjang akar terpanjang, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, dan AUDPC (Area Under Diseases Progress Curve). Analisis data dilakukan dengan uji F apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biobakterisida berbasis B.subtilis B1 belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah. Biobakterisida berbasis B.subtilis B1 dapat menekan intensitas penyakit hawar daun bakteri sebesar 25,35% pada aplikasi 10 hari setelah tanam. Waktu aplikasi optimum pemberian biobakterisida berbasis B.subtilis B1 dalam meningkatkan pertumbuhan adalah 30 hari setelah tanam, untuk hasil padi adalah 21 hari setelah tanam, sedangkan dalam menekan penyakit hawar daun bakteri adalah 16 hari setelah tanam. | This objective of the research are knowing the effect of biobactericide Bacillus subtilis B1 on the 1) growth and yield in rice, 2) the suppression of bacterial leaf blight, 3) the optimum application time to improve the growth, yield and suppress the bacterial leaf blight disease in rice. The experiment was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and field research conducted in plain medium Kebumen Village, District Baturraden, Purwokerto, on inceptisol soil, at an altitude of 230 masl. Application biopesticide B.subtilis B1in liquid and solid formula in the field is done by using a randomized completely block design (RCBD) and repeated 6 times. Treatment was attempted, namely: A (Combination of formula based on biopesticides B.subtilis B1 liquid and solid form were given 10 days after planting), B (Combination of formula based on biopesticides B.subtilis B1 liquid and solid forms were given 20 days after planting), C (Combination of formula based on biopesticides B.subtilis B1 liquid and solid forms were given 30 days after planting), K (without giving biopesticides formula B1 B.subtilis both liquid and solid). The variables measured were plant height, effective seed weight per plot, plant dry weight, panicle length, root volume, the longest root, incubation period, the intensity of the disease, the rate of infection, and AUDPC(Area Under Diseases Progress Curve). Data was analyzed by F test if there was effect then followed by LSD at the level of 5%. The results showed that biobactericide B.subtilis B1 had not been yet able to increase the growth and yield of rice. Biobactericide based on B.subtilis B1 can suppress bacterial leaf blight disease intensity up to 25.35% on the application 10 days after planting. Optimum application time of biobactericide B.subtilis B1 in promoting growth was 30 days after planting, increasing of rice yield was 21 days after planting and in suppressing bacterial leaf blight disease was 16 days after planting. | |
| 19 | 5960 | E1A008099 | Peranan Pers Sebagai Sarana Media Komunikasi Politik dalam Membentuk Pencitraan Tokoh Politik melalui Media Massa berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 | Sebagai media komunikasi massa, pers merupakan alat pembentuk, penghimpun dan penyalur pendapat umum. Pers merupakan salah satu unsur penting yang dapat berperan dalam penyebaran informasi dan pendapat serta kritik (kontrol sosial) dan menumbuhkan kesadaran serta motivasi tentang progam pembangunan. Pers dan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat di pisah-pisahkan. Pers “lahir untuk memenuhi hajat masyarakat (untuk memperoleh informasi secara terus menerus mengenai peristiwa-peristiwa besar kecil yang terjadi)”. Media massa adalah elemen penting dalam proses komunikasi politik, karena tanpa media massa atau pers pesan politik tidak akan mampu menjangkau khalayak luas dalam waktu yang singkat, cepat dan sekaligus massif. Melalui media massa, aktor politik dapat menyampaikan pesan-pesan politik yang ditransmisikan oleh media massa pada khalayak luas. Politik Pencitraan dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menarik simpati publik dengan menjual hasil-hasil atau pencapaian serta janji-janji semu nan palsu serta mengeksploitasi segala tindakan-tindakan populis yang dibuat-buat dan mengesampingkan berbagai hal-hal yang sebenarnya lebih subtansial dan lebih penting dari pada hanya sekedar mengejar popularitas citra semata. Salah satu politik pencitraan yang paling sukses adalah pencitraan yang dilakukan oleh Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi. Selama memimpin Kota Solo, Jawa Tengah, Jokowi berhasil membangun Kota Solo, baik secara fisik maupun non fisik. Pembangunan yang digalakkan Jokowi bukan pembangunan yang bersifat top down. Namun lebih bersifat bottom up. Pendekatan jokowi pada para pedagang pasar yang hendak direlokasi dilakukan secara persuasif sehingga di Kota Solo ketegangan antara aparat pemerintah dengan para pedagang yang hendak direlokasi tidak terjadi. Jokowi bukan hanya mampu membangun citra positif atas kepemimpinannya secara kelembagaan namun juga berhasil membangun citra positif dalam ranah personal. Dalam komunikasi politik, diranah citra personal, politisi modern dinilai bukan hanya berdasarkan apa yang dia ucapkan dan lakukan, tetapi bagaimana mereka mengucapkan kan bertindak. | As a mass communications media, the press is a means of forming, collector and distributor of public opinion. The press is one of the important elements that can play a role in the dissemination of information and opinions and criticism (social control), and raising awareness and motivation of the development program. The press and public are two things that can not be split apart. Press "born to fulfilling the public (to obtain continuous information about the major events that occurred small)". The mass media is an important element in the process of political communication, because the mass media or the press without a political message would not be able to reach a wide audience in a short time, quickly and at the same massif. Through the mass media, political actors can convey political messages transmitted by the mass media on a wide audience. Political Imagery can be defined as a way to attract public sympathy by selling the results or achievements and false promises and false nan exploit populist measures all made-up and rule out various things that are actually more substantial and more important than in just a mere image chase popularity. One of the most successful political imagery is imagery that is done by Joko Widodo, or who nicknamed Jokowi. During the lead city of Solo, Central Java, Jokowi managed to build the city of Solo, both physical and non-physical. Jokowi encouraged development rather than development that is top down. But more bottom up. Jokowi approach on market traders to be relocated so persuasively performed in Solo tension between government officials with the traders who want to be relocated is not the case. Jokowi not only able to build a positive image for his leadership as an institution, but also managed to build a positive image in the personal realm. In political communication, diranah personal imagery, modern politicians are judged not only by what he said and did, but how they say it acts. | |
| 20 | 5962 | A1L009047 | POTENSI PUPUK ORGANIK DENGAN PENGAYAAN Bacillus subtilis B1 TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DAN HASIL PADI DI DUA KETINGGIAN TEMPAT | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui waktu aplikasi pupuk organik yang diperkaya Bacillus subtilis B1 yang tepat untuk menekan penyakit hawar daun bakteri dan meningkatkan hasil padi di dua ketinggian tempat, 2) membandingkan potensi pupuk organik yang diperkaya B. subtilis B1 dalam menekan penyakit hawar daun bakteri dan meningkatkan hasil padi di dua ketinggian tempat. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebumen (230 mdpl), dan Desa Karangsalam (580 mdpl), Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan mulai April-Oktober 2012. Penelitian menggunakan rancangan Rancangan Acak Kelompok pada dua ketinggian tempat yang terdiri atas 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri atas pemberian pupuk organik yang diperkaya B. subtilis B1 10 hst (A), 20 hst (B), 30 hst (C), dan kontrol (K). Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, area di bawah kurva perkembangan penyakit, bobot seribu biji, jumlah gabah per rumpun, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi pupuk organik yang diperkaya B. subtilis B1 yang dapat direkomendasikan untuk menekan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi di lahan I (230 mdpl) yaitu 10 hst yang mempunyai kemampuan menekan sebesar 13,32 %. Waktu aplikasi pupuk organik yang diperkaya B. subtilis B1 pada 10, 20, dan 30 hst belum mampu menekan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi di lahan II (580 mdpl) dan belum mampu meningkatkan hasil pada tanaman padi di lahan I (230 mdpl) dan lahan II (580 mdpl). Potensi pupuk organik yang diperkaya B. subtilis B1 dalam menekan penyakit hawar daun bakteri dan meningkatkan hasil di lahan I (230 mdpl) lebih baik dibandingkan dengan lahan II (580 mdpl). | This research aimed to: 1) know the appropriate time of application organic fertilizer enriched of Bacillus subtilis B1 to suppress bacterial leaf blight and increased rice yields on two altitudes, 2) compare the potency of organic fertilizer enriched of B. subtilis B1 in suppressing bacterial leaf blight and increased rice yields on two altitudes. The experiment was conducted at Kebumen Village (230 masl), and Karangsalam Village (580 masl), Baturraden Subdistrict, District Banyumas. The experiment was conducted for 7 months, from April to October 2012. This research use randomized completely block design in two altitudes consisting of 4 treatments and 6 replications. Treatment that observed consist of application organic fertilizer enriched B. subtilis B1 10 dap (A), 20 dap (B), 30 dap (C), and control (K). Observed variable is the incubation period, the disease intensity, the rate of infection, the area under disease progress curve, weight of 1000 seeds, number of grains per clumps, grain weight per clumps, and grain weight per effective plot. The result showed that the appropriate time of application organic fertilizer enriched of B. subtilis B1 can be recommended to suppress bacterial leaf blight on rice plants in field I (230 masl) is 10 days after planting which have suppressing ability at 13,32%. The time of application organic fertilizer enriched B. subtilis B1 at 10,20, and 30 day after planting have not been able to suppress bacterial leaf blight on rice plants in field II (580 masl) and have not been able to increase the rice yield on rice plants in both of field I (230 masl) and field II (580 masl). The potency of organic fertilizer enriched B. subtilis B1 in suppressing bacterial leaf blight and in increasing rice yields in field 1 (230 masl) had rather than field II (580 masl). |