Home
Login.
Artikelilmiahs
17119
Update
ARI SETYO HAJANDIYANTI
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN STUDI ZONASI MINERAL UBAHAN DAN MINERAL LOGAM PADA ENDAPAN PORFIRI GRASBERG PENAMPANG VERTIKAL GRS42 BERDASARKAN DATA XRD KUANTITATIF
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Endapan porfiri Grasberg merupakan salah satu penghasil komoditas tembaga dan emas dunia dengan jumlah cadangan terbukti sebesar 1.019.088 ton bijih dengan kadar 0,98 % g/t tembaga, 0,77 g/t emas, dan 3,34 g/t perak. Lokasi penelitian dilakukan pada area Grasberg Block Cave (GBC) yang terletak di Distrik Ertsberg, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, merupakan kemenerusan tubuh bijih dari endapan porfiri Grasberg yang tersingkap dipermukaan. Secara litotektonik, Pulau Papua masuk ke dalam jalur perlipatan dan sesar naik pegunungan tengah. Endapan porfiri Grasberg terbentuk akibat multi phase intrusi pada 3 juta tahun lalu, yang diawali oleh fase Intrusi Dalam yang diterobos oleh fase Main Grasberg Intrusion (MGI), dan pada fase akhir diterobos oleh Intrusi Kali. Mineralisasi Cu-Au pada endapan ini terjadi pada saat fase MGI menerobos Intrusi Dalam. Penelitian ini dilakukan untuk menentukkan zonasi mineral ubahan dan mineral logam pada endapan porfiri di daerah penelitian. Kebanyakan penelitian mengenai zonasi mineral ubahan yang telah dipublikasikan sebelumnya hanya didasarkan pada hasil pengamatan deskriptif (kualitatif) secara visual, baik melalui analisis petrografi, mineragrafi, maupun data spectral Near Infra Red (NIR), sedangkan untuk penelitian kali ini dilakukan berdasarkan data kuantitatif X-Ray Diffraction (XRD). Data XRD yang menginformasikan sebanyak 151 jenis mineral kemudian dipilih menjadi 32 jenis mineral dominan yang berkembang pada area penelitian, yang selanjutnya dikonversi dari satuan wt.% menjadi vol.% agar nantinya dapat digunakan sebagai panduan saat melakukan estimasi persentase mineralogi batuan secara visual. Daerah penelitian terdiri dari Satuan Dolomit (Fm. Waripi), Satuan Batugamping A (Fm. Faumai), Satuan Batupasir (Fm. Sirga), Satuan Batugamping B (Fm. Kais), Satuan Unit Dalam Intrusi (Andesit, Diorit, Fragmental Andesit), dan Satuan Monzonit MGI. Hasil analisis terhadap lima lubang bor pada penampang vertikal GRS42 menunjukkan zona alterasi tipe potasik (K-Feldspar-biotit-magnetit), filik (kuarsa-serisit-anhidrit), skarn (klorit-talk-serpentine-swelling clay-biotit), argilik (kaolinit-swelling clay), serta massive sulphide. Mineralisasi yang terbentuk di daerah penelitian berupa vein stockwork porphyry dan disseminated yang membawa mineralisasi magnetit-kalkopirit-bornit-kovelit-pirit-emas. Berdasarkan hasil zonasi mineral ubahan dan pemodelan zonasi persebaran mineralogi, yang menunjukkan pola persebaran mineralogi yang berbentuk seperti shell, sehingga diinterpretasikan bahwa di bawah lokasi penelitian terdapat intrusi baru yang heat source nya berbeda dengan intrusi MGI, intrusi baru tersebut diyakini sebagai Intrusi Gajah Tidur. Kata Kunci: grasberg, porfiri, mineral ubahan, XRD kuantitatif, gajah tidur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Grasberg porphyry deposit is one of the largest copper and gold commodity world with proven reserves of 1,019,088 tonnes of ore grading 0.98% g / t copper, 0.77 g / t gold and 3.34 g / t silver. The research area is located at Grasberg Block Cave (GBC) in the Ertsberg Distric, Tembagapura Subdistrict, Mimika Regency, Papua, is the continuity of the ore body from Grasberg porphyry that is exposed on surface. In lithotectonic of Papua, research area include to fold-thrust-belt central range. Grasberg porphyry is formed by multi-phase intrusions on 3 million years ago, which is began by Dalam Intrusion phase that is intruded by Main Grasberg Intrusion (MGI) phase, and in the final phase is intruded by Kali Intrusion. Cu-Au mineralization in these deposits occurs when the phase MGI breaks Dalam Intrusion. This research was conducted to determine the zonation of alteration mineral and metallic minerals in porphyry deposit at research area. The research of zonation of alteration mineral that had been published previously only based on observation descriptive (qualitative) visually, either through petrographic analysis, mineragraphy, and data spectral Near Infra Red (NIR), while for the present study is based on quantitative data X-Ray Diffraction (XRD). There are 151 minerals in a sample base on XRD data, then it has to be selected became 32 minerals that is envolved in the research area, the data must be converted from wt% to be vol%, so it can be used to estimate the mineralogy percentage visually. The research area consists of Dolomit unit (Waripi Fm.), Batugamping A unit (Faumai Fm.), Batupasir unit (Sirga Fm.), Batugamping B unit (Kais Fm.), Dalam Intrusion unit (Andesit, Diorit, Fragmental Andesit), and Monzonit MGI unit. The observation of five holes at GRS42 vertical section shows K-Feldspar-biotite-magnetite zone, quartz-serisit-anhydrite zone, chlorite-talk-serpentine-swelling clay-biotite zone, kaolinite-swelling clay zone, and massive sulphide zone. Mineralization in research area is formed by vein stockwork porphyry and disseminated, which carry magnetite-chalcopyrite-bornite-covelite-pyrite-gold mineralization. According to zonation of alteration mineral and mineralogy distribution, show the shell pattern of mineralogy distribution, that can be interpreted as a new intrusion in below the research area. This new intrusion is called Gajah Tidur, and have different heat source from MGI intrusion. Keywords: grasberg, porphyry, alteration mineral, quantitative XRD, gajah tidur.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save