Artikel Ilmiah : D1E014068 a.n. FEBRI WIDYA PANGESTIKA

Kembali Update Delete

NIMD1E014068
NamamhsFEBRI WIDYA PANGESTIKA
Judul ArtikelKORELASI BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHAN DAN LINGKAR DADA KAMBING INDUK KHAS KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot tubuh dengan indeks kebapuhan dan lingkar dada kambing Induk Khas Kejobong di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2018. Materi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 ekor kambing induk khas Kejobong berumur 2 sampai 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi menggunakan teknik purpose sampling. Parameter yang diamati adalah bobot tubuh, indeks kebapuhan dan lingkar dada. Bobot tubuh kambing induk khas Kejobong di Kecamatan Kejobong rata – rata sebesar 35,45 ± 5,4 kg dengan indeks kebapuhan sebesar 122,92 ± 21,54 sedangkan lingkar dada pada kambing induk sebesar 79,08 ± 4,09 cm. Koefisien korelasi antara lingkar dada dan indeks kebapuhan dengan bobot tubuh adalah 0,77 dan koefisien determinansi adalah 58,8%. Lingkar dada dan indeks kebapuhan secara simultan terhadap bobot tubuh sangat nyata (P < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lingkar dada dan indeks kebapuhan secara simultan terhadap bobot tubuh, dengan mengikuti persamaan regresi BT = -45,15 + 1,015 LD + 0,003 IK. Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa lingkar dada terhadap bobot tubuh mempunyai hubungan yang sangat nyata dengan persamaan regresi BT = -44,647 + 1,013 LD dengan nilai korelasi (R) = 0,77 dan nilai determinansi (R2) = 58,8%.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research was aimed to analyze the correlation between the plumpness index and chest sircumference with body weight of Kejobong goats has been carried out since May till June 2018 of Purbalingga Regency Central Java. The material used in this study were head of 40 Kejobong goats 2 till 5 years old. The research used survey and purposive sampling methods. The parameters measured were body weight, plumpness index, and chest sircumference. The average of body weight, plumpmness index, and chest sircumference were 35,45 ± 5,4 kg, 122,92 ± 21,54, and 79,08 ± 4,09 cm. The correlation value between chest sircumference and plumpness index with body weight high value 0,77 and determination 58,8% The correlation between chest sircumference and plumpmness index with body weight have high significant (P <0,05), with regression equation BW = -45,15 + 1,015 CS + 0,003 IP. The results of the t partial relationship chest sircumference with body weight had a high significant effect with regression equation BW = -44,647 + 1,013 CS with the correlation value ( R)= 0,77 and determination value (R2) = 58,8%.
Kata kunciKambing induk khas Kejobong, bobot tubuh, lingkar dada, dan indeks kebapuhan
Pembimbing 1Ir. Hj. Titik Warsiti, MP
Pembimbing 2Imbang Haryoko, S.Pt, MP
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2018-08-21 09:36:26.306136
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.