| NIM | A1H014041 |
| Namamhs | M. KHOLID ANSHORULLOH |
| Judul Artikel | PENGARUH PENGGUNAAN KATALIS KOH PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN REVERSE FLOW BIODIESEL REACTOR SECARA BATCH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bahan bakar minyak bumi merupakan salah satu sumber energi utama. Ketersediaan bahan bakar minyak bumi terbatas dan sifatnya tidak terbarukan, sehingga diprediksi akan terjadi kelangkaan bahan bakar minyak. Kelangkaaan inilah yang menimbulkan adanya krisis energi di dunia sehingga perlu dikembangkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbarukan (renewable) dan ramah lingkungan sehingga membutuhkan sumber energi alternatif diantaranya biodiesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber daya yang dapat diperbaharui. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak nabati dengan metanol dengan penambahan katalis. Katalis adalah suatu senyawa kimia yang menyebabkan reaksi menjadi lebih cepat untuk mencapai kesetimbangan tanpa mengalami perubahan kimiawi diakhir reaksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi katalis KOH (0,1%; 0,3%; 0,5%) dengan suhu reaksi 450C dengan menggunakan reverse flow biodiesel reactor secara batch. Percobaan pada setiap konsentrasi dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi kualitas biodiesel yang dihasilkan yang terdiri dari: kadar metil ester, angka penyabunan, angka asam, dan gliserol total. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan dibandingkan dengan penelitian yang telah ada untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi katalis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan angka asam biodiesel pada masing-masing konsentrasi menunjukkan peningkatan. Angka penyabunan terendah terjadi pada konsentrasi katalis 0,5% dan tertinggi pada konsentrasi katalis 0,3%. Gliserol total dengan konsentrasi KOH 0,5% memenuhi syarat SNI-04-7182-2015 sedangkan konsentrasi 0,3% dan 0,1% tidak memenuhi syarat. Kadar metil ester pada masing-masing konsentrasi memenuhi syarat SNI-04-7182-2015. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Petroleum fuel is one of the main sources of energy. Availability of petroleum fuels is limited and non-renewable, it is predicted that there will be scarcity of fuel oil. It is vulnerability to creates an energy crisis in the world that needs to be developed alternative fuels that are renewable, environmentall friendly so require alternative energy sources such as biodiesel. Biodiesel made from vegetable oil derived from renewable resources. Biodiesel is made by reacting vegetable oil with methanol with the addition of a catalyst. Catalyst is a chemical that causes the reaction to become faster to achieve equilibrium without chemical changes at the end of the reaction. The purpose of this study was to determine the effect of KOH catalyst concentration (0.1%; 0.3%; 0.5%) with reaction temperature 450C by using reverse flow biodiesel batch reactor. Experiments at each concentration were carried out 3 times. The variables measured in this study include the resulting biodiesel quality which consist of: methyl ester content, saponification, acid number, and total glycerol. Obtained data were then analyzed with descriptive analysis and compared with existing studies to determine the effect of different catalyst concentrations. The results showed the number of biodiesel acid in each concentration showed an increase. The lowest sapification occurred at 0.5% and the highest sapling at 0.3% catalyst concentration. Total glycerol with 0.5% KOH concentration fulfilled the requirements of SNI-04-7182-2015 except concentration 0.3% and 0.1%. The concentration of methyl ester in each concentration fulfills the requirement of SNI-04-7182-2015. |
| Kata kunci | Biodiesel, KOH, angka asam, angka penyabunan, metil ester |
| Pembimbing 1 | Furqon, S. TP., M. Si. |
| Pembimbing 2 | Abdul Mukhlis Ritonga, S. TP., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2018-08-14 21:24:47.015258 |
|---|