Home
Login.
Artikelilmiahs
21901
Update
ZIYAN BILQIS
NIM
Judul Artikel
Pola Luka pada Jenazah Korban Kejahatan terhadap Perempuan di Wilayah Banyumas Tahun 2015-2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kejahatan terhadap perempuan merupakan segala bentuk tindak kejahatan berbasis gender yang berakibat menyakiti secara fisik, seksual, dan mental. Kasus kejahatan terhadap perempuan berjumlah 259.250 kasus di Indonesia. Kejahatan terhadap perempuan bisa menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kasus kejahatan terhadap perempuan di wilayah Banyumas tahun 2015-2017. Desain penelitian yang digunakan adalah retrospektif deskriptif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 15 sampel. Hasil menunjukkan prevalensi kejahatan terhadap perempuan yang diotopsi di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Margono Soekarjo tahun 2015-2017 sebanyak 15 kasus. Korban kejahatan paling banyak usia balita (33,3%). Jenis luka terbanyak adalah luka memar (52,1%) di kepala (69,5%). Penyebab kematian terbanyak adalah mati lemas (68,7%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Violence against women means any act of gender-based violence that result in physical, sexual, or psychological harm. There are 259,250 cases of violence against women in Indonesia. The purpose of this this study is to know the number of cases in Banyumas 2015-2017. The research design used was descriptive retrospective. The data collection method was total sampling. The sample reasearch used were 15 samples. The results show the prevalence against women autopsied in Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Margono Soekarjo in 2015-2017 as many as 15 cases. Most victims are toddler age (33.3%). The most commont type of injury is bruising (52,1%) in the head (69,5%). The mostcauses of death is suffocation (68,7%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save