Home
Login.
Artikelilmiahs
21613
Update
IDHARDIAN WICAKSONO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN KAJIAN RISIKO RENCANA PENGEMBANGAN USAHATANI KOMODITAS HORTIKULTURA DENGAN SISTEM HIDROPONIK DI PT. INDMIRA YOGYAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Sistem hidroponik memiliki keunggulan dibandingkan dengan konvensional diantaranya input produksi yang lebih mudah dikontrol, mengurangi ketergantungan hasil panen terhadap faktor eksternal, dan tidak membutuhkan lahan yang luas dengan tanah yang subur. Namun sistem budidaya tanaman secara hidroponik tetap memiliki kekurangan yaitu biaya investasi dari sistem ini tergolong cukup tinggi. Saat penelitian dilakukan, PT. Indmira sedang berencana untuk melakukan pengembangan skala usahatani sistem hidroponik yang dimiliki. Oleh karena itu kelayakan usaha untuk usahatani dengan sistem hidroponik perlu untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kelayakan finansial jangka pendek, 2) kelayakan finansial jangka panjang, 3) tingkat pengembangan terbaik berdasarkan rencana pengembangan yang akan dilakukan oleh perusahaan, dan 4) sensitifitas usaha terhadap tingkat kegagalan panen. Penelitian dilakukan di PT. Indmira Yogyakarta khususnya pada usahatani sistem hidroponik pada bulan November sampai Desember 2017. Usahatani hidroponik merupakan satu bagian usahatani on farm yang sedang dirintis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis kelayakan finansial jangka pendek menggunakan parameter Break Event Point, R/C Ratio, Margin of Safety, Rasio Rentabilitas, dan Degree of Operating Leverage. Analisis kelayakan finansial jangka panjang menggunakan NPV dan IRR. Analisis risiko dilakukan dengan analisis pohon keputusan. Analisis sensitifitas dilakukan dengan kondisi peningkatan tingkat kegagalan panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani layak untuk dilaksanakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Parameter kelayakan finansial jangka pendek menghasilkan nilai BEP sebesar Rp. 13.184.352,-, R/C Ratio sebesar 1,108 lebih besar dari 1, nilai Margin of Safety sebesar 30%, Rasio Rentabilitas sebesar 0,95%, dan Degree of Operating Leverage sebesar 3,312. Parameter kelayakan finansial jangka panjang menghasilkan nilai Net Present Value sebesar Rp. 246.992.440,- lebih besar dari 0, dan Internal Rate of Return sebesar 30% lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku saat penelitian dilakukan yaitu sebesar 9,75%. Tingkat pengembangan yang terbaik berdasarkan analisis keputusan adalah peningkatan skala produksi sebesar 100% dengan peningkatan serapan pasar sebesar 90%. Analisis sensitifitas pada 3 opsi skenario terbaik terhadap peningkatan kegagalan panen sebesar 8,3% menunjukkan bahwa usaha masih layak untuk dilaksanakan. Kata kunci: hortikultura, hidroponik, kelayakan finansial, risiko, sensitifitas
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT System of hydroponic have some excellence againt conventional system for example factor of production can be controlled easier than conventional system, dependency on climate can be caused to dismount, and it is do not need spacious mount of field. In the other hand it have some foible as the high of investation cost. When this study was implemented, PT. Indmira planned to expand their business especially in agribusiness of horticulture hydroponic system. Therefore it is important to know abot the financial feasibility. The purpose of this study is to know 1) short term financial feasibility of the business, 2) long term financial feasibility of the business 3) the best level of the expanding plan, and 4) the agribusiness sensitivity on decrease of productivity. This study was implemented at PT. Indmira agribusiness of hydroponic system from November until Desember 2017. Hidroponic system farming is a part of parming which is being pioneered. Data which used in this study is primary and secondary. Short-term financial fesibility analysis using Break Event Point, R / C Ratio, Margin of Safety, Rentability Ratio, and Degree of Operating Leverage. Long-term financial fesibility analysis using NPV and IRR. Risk analysis is performed by decision tree analysis. Sensitivity analysis was done with the condition of increasing the failure rate of harvest. The researched found the business is feasible and profitable. Short term financial analysis found the BEP Rp. 13,184,352,-, Margin of Safety 30%, R/C Ratio 1.108 more than 1, Rentability Ratio 0.95%, and Degree of Operating Leverage 3.312. Long term financial analysis found Net Present Value Rp. 246.992.440,- more than 0, and Internal Rate of Return 30% more than occur interest rates 9.75%. The best level expanding plan is 100% increase of production and 90% increase of market capacity. Sensitivity analysis on 3 model found the plan is still feasible and profitable. key words: horticulture, hydroponic, financial feasibility, risk, sensitivity
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save