Home
Login.
Artikelilmiahs
19301
Update
DITA NOVIYANTI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT ASUPAN ZAT GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Gangguan menstruasi sering terjadi dikalangan remaja putri. Gangguan siklus menstruasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain status gizi, umur, aktivitas fisik, asupan makanan, penyakit, stres dan pengaruh rokok. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat asupan zat gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan diperoleh 69 responden remaja. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner siklus menstruasi, antropometri, food recall 2x24 jam, alat bantu food picture dan food model. Hasil: Sebanyak 40,6% responden mengalami siklus menstruasi tidak normal. Status gizi (11,6%) tergolong tidak normal. Asupan energi (91,2%), asupan karbohidrat (94,5%), asupan protein (89,9%) dan asupan lemak (85,5%) tergolong tidak normal. Berdasarkan uji Chi Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan siklus menstruasi (p=0,041). Kesimpulan: Asupan lemak berhubungan dengan siklus menstruasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Menstrual disorders often occur among adolescent girls. Menstrual disorder due to several factor including nutritional status, age, physical activity, nutrients intake, disease, stress and influence of cigarettes . Objective: To examined the association between nutritional status and level of nutrients intake with menstrual cycle among aldolescent in Distric Kedungbanteng Banyumas. Methods: Design research is analytic observation with cross sectional approach. Sampling technique used purposive sampling and obtained 69 respondent adolescent girls. The technique of data colelection used menstrual cycle questionnaire, antropometric, food recall 2x24 jam, food picture and food model. Result: There is 40.6% respondent have an abnormal menstrual cycle. Nutritional status (11.6%) classified abnormal. Energy intake (91.3%), carbohydrate (94.2%) protein intake (89.9%) and fat intake (85.5%) classified an abnormal. Based on analysis of Chi-Square test, there is a significant relation between fat intake with menstrual cycle (p=0.041). Conclusion: Fat intake associated with menstrual cycle.. Keyword : Nutritional Status, Nutrients Intake, Menstrual Cycle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save