| NIM | D1E012276 |
| Namamhs | DUHRI ADI SANTOSA |
| Judul Artikel | PENGARUH KONSENTRASI LEMAK AYAM NIAGA PEDAGING SEBAGAI AGENSIA FATLIQUORING PADA PENYAMAKAN KULIT SHANK AYAM TERHADAP KEKUATAN JAHIT DAN KEKUATAN SOBEK
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak ayam niaga pedaging terhadap kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Materi yang digunakan adalah kulit shank ayam niaga pedaging umur 35 hari sebanyak 40 shank ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah minyak ikan P0 (6%), P1 (lemak ayam niaga pedaging 2 %), P2 (lemak ayam niaga pedaging 4 %), P3 (lemak ayam niaga pedaging 6 %). Peubah yang diukur adalah kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Rataan nilai kekuatan jahit hasil penelitian P0, P1, P2, P3, berturut-turut adalah 40,630 kg/cm, 28,228 kg/cm, 23,228 kg/cm, 29,006 kg/cm. Rataan nilai kekuatan sobek P0, P1, P2, P3, berturut-turut adalah 11,318 kg/cm, 9,434 kg/cm, 11,322 kg/cm, 8,998 kg/cm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi lemak ayam niaga pedaging berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekuatan sobek namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuatan jahit. Kesimpulan, lemak ayam niaga pedaging sampai dengan konsentrasi 6% belum dapat menyamai agensia fatliquoring minyak ikan 6% dalam menghasilkan kekuatan jahit kulit shank ayam. Lemak ayam niaga pedaging dengan konsentrasi 2% dapat menyamai agensia fatliquoring minyak ikan 6% dalam menghasilkan kekuatan sobek kulit shank ayam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study is to determine the effect of different concentrations of broiler oil on the strength of sewing and tear. The material used is shank of broiler skin aged 35 days as much as 40 shank chicken. The research was conducted using experimental method and using Completely Randomized Design (RAL). The treatments used were fish oil P0 (6%), P1 (2% broiler commercial fat), P2 (4% broiler commercial fat), P3 (6% broiler trading). The observed variables are the strength of the sewing and the tear strength. The mean value of sewing strength of the research results P0, P1, P2, P3, were 40,630 kg / cm, 28,228 kg / cm, 23,228 kg / cm, 29,006 kg / cm, respectively. The mean values of tear strength P0, P1, P2, P3, were 11.318 kg / cm, 9.434 kg / cm, 11.322 kg / cm, 8.998 kg / cm, respectively. The result of variance analysis showed that the fat concentration of broiler was not significant (P> 0,05) to tear strength but very significant (P <0,01) to sewing strength. The conclusion is is that broiler fat until the concentration of 6% can not match the fatliquoring agent of fish oil 6% in producing chicken shank skin sewing strength. 2% broiler commercially available broiler fat poultry fatty acids can match the fatliquoring agent of fish oil 6% in yielding torn skin shank chicken strength. |
| Kata kunci | lemak ayam niaga pedaging, kekuatan jahit dan kekuatan sobek |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, M.S. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Rosidi, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 5 |
| Tgl. Entri | 2017-08-07 23:44:06.126167 |
|---|