Artikel Ilmiah : A1L012090 a.n. WIRA RENCAKA

Kembali Update Delete

NIMA1L012090
NamamhsWIRA RENCAKA
Judul ArtikelPengaruh Lingkungan Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sepuluh Genotip Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotip tanaman padi di dua lokasi yang berbeda dan 2) mengetahui genotip tanaman padi dengan hasil terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah genotip padi sawah yang terdiri dari 10 macam yaitu varietas Basmati (A), galur P14 (B), galur P42 (C), galur P43 (D), galur P95 (E), galur Padi Merah Banjarnegara/DY1 (F), galur Padi Hitam Banjarnegara/DY2 (G), galur P39 (H), varietas Ciherang (I), dan varietas Inpago Unsoed 1 (J). Faktor kedua adalah lokasi yaitu: 1) Desa Karang Tengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga 2) Desa Karang Sari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 biji dan hasil gabah kering panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sepuluh genotip tanaman padi sawah di dua lokasi tanam menunjukkan keragaan pertumbuhan dan hasil yang bervariasi, tinggi tanaman (87,8-190 cm), jumlah anakan total (16,47-27,43 anakan), umur panen (95-117 hari), jumlah gabah isi (570-2289 butir), bobot seribu biji (23,71-29,87 g) dan hasil gabah kering panen (1,4-4,8 t/ha) yang menunjukan adanya keragaman 2) genotip P14 memiliki rata-rata produktivitas tertinggi yaitu 6,7 t/ha GKP di Purbalingga lebih tinggi dari varietas Ciherang (4,5 t/ha) dan Inpago Unsoed 1 (4,4 t/ha) 3) ada interaksi G × L pada umur berbunga, umur panen, jumlah gabah hampa, bobot seribu biji dan gabah kering panen yang ditunjukkan dengan perubahan peringkat lima variabel ini pada lokasi yang berbeda.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to 1 ) know ten lowland rice genotypes growth and yield in two location 2 ) know the best yield of lowland rice genotypes. The experimental design used was RBD (Randomized Block Design) with two factors. The first factor was genotypes consisting of Basmati variety (A), P14 line (B), P42 line (C), P43 line (D), P95 line (E), Banjarnegara Red Rice/DY1 line (F), Banjarnegara Black Rice/DY2 line (G), P39 line (H), Ciherang variety (I) and Inpago Unsoed 1 variety (J). The second factor was location in 1) Karang Tengah Village, Kemangkon Subdistrict, Purbalingga Regency 2) Karang Sari Village, Kebumen Subdistrict, Kebumen Regency. The variables measured were plant height , number of tiller, number of productive tiller, flowering age, harvesting age, number of filled grain, number of unfilled grain, weight of 1000 seeds and grain yield. The results showed that 1) ten lowland rice genotypes in two planting location show the variation of growth and yield appearance, plant height (87-190 cm), number of tiller (16-27 tiller), harvesting age (95-117 day), number of filled grain (570-2289 grain), weight of 1000 seeds (23.71-29.87 g) and grain yield (1.4-4.8 t/ha) reveals variability of genotypes 2) genotype P14 has rated grain yield 6.7 t/ha ini Purbalingga, highest than that of Ciherang (4.5 t/ha), and Inpago Unsoed 1 (4.4 t/ha) variety 3) there is interaction G × L in the flowering age, harvesting age, number of unfilled grain, weight of 1000 seeds and grain yield is indicated by a change in ranking these five variables at different locations.
Kata kunciPadi Sawah, Genotip, Purbalingga dan Kebumen.
Pembimbing 1Prof. Ir. Totok Agung DH., MP. Ph.D
Pembimbing 2Dyah Susanti, SP., MP
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2017-05-13 06:07:51.752044
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.