Artikelilmiahs

Menampilkan 13.981-14.000 dari 49.686 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1398117316A1M012018KARAKTERISTIK ROTI TAWAR DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA TERMODIFIKASI DAN GUM XANTHAN Ampas kelapa merupakan by product pengolahan produk turunan kelapa berbasis santan. Ampas kelapa tersedia dalam jumlah cukup banyak dan memiiki kandungan nutrisi yang baik, sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan pangan salah satunya adalah roti tawar. Tepung ampas kelapa yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tepung ampas kelapa yang dimodifikasi melalui fermentasi untuk memperbaiki karakteristik tepung ampas kelapa. Penambahan tepung ampas kelapa termodifikasi akan mengurangi kandungan gluten dalam adonan. Kekurangan gluten dalam adonan diatasi dengan penambahan gum xanthan, karena kemampuannya membentuk lapisan tipis menyerupai gluten. Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari: 1) Pengaruh substitusi tepung ampas kelapa termodifikasi terhadap karakteristik roti tawar; 2) Pengaruh konsentrasi gum xanthan terhadap karakteristik roti tawar; 3) Pengaruh kombinasi kedua perlakuan yang menghasilkan roti tawar dengan karakteristik yang baik.
Metode yang digunakan dalam ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan enam kombinasi perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor yang diteliti adalah Proporsi tepung ampas kelapa terhadap tepung terigu (tepung ampas kelapa : tepung terigu): 10% : 90%(P1); 15% : 85%(P2); 20% : 80% dan konsentrasi gum xanthan (presentase berdasarkan berat total tepung): 0,1%(G1) dan 0,4%(G2). Variabel yang diamati meliputi variabel kimia, yaitu: kadar air, kadar abu, kadar serat kasar dan protein terlarut. Variabel fisik yang diamati meliputi volume spesifik dan tekstur. Variabel sensori yang diamati meliputi: tekstur crumb, warna crumb, rasa kelapa, kesukaan dan flavour. Variabel tersebut dianalisis menggunakan Anova pada taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ampas kelapa termodifikasi dan gum xanthan berpengaruh nyata pada tekstur dan volume spesifik yang dihasilkan. Tekstur roti tawar yang dihasilkan lebih keras dibandingkan kontrol. Volume spesifik roti tawar yang dihasikan lebih rendah dari kontrol. Rata-rata kadar air roti tawar yang dihasilkan berkisar 36,19%-38,41%. Kadar abu berkisar 0,83% -1%. Kadar protein terlarut berkisar 2,53% -2,89%. Kadar serat kasar berkisar 4,56%-8,34%. Berdasarkan uji sensori, roti tawar yang dihasilkan memiliki nilai tekstur 2,89 (agak keras)-3,55 (tidak keras), rasa kelapa 1,82(agak terasa)-2,75 (terasa), warna crumb 2,6 (putih kekuningan)-3 (putih kekuningan), kesukaan 2,47 (agak suka)-2,89 (suka) dan flavour 2,53 (enak)- 2,8 (enak). Secara kesuluruhan nilai sensori roti yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan kontrol, namun memiliki tekstur yang lebih keras.
Coconut pulp is a by product derivated coconut process based on coconut milk. Coconut pulp is available in sufficient quantities and still contains good nutrition, therefor its potential to used as a food such as loaf whichafter its processedinto coconut pulp flour. The coconut pulp flour used in this study is a modified coconut flour processed through fermentation for 16 hours using “tape” yeast starter. Wheat flour as the raw material of loaf has a specific protein in the form of gluten. The deficiency of gluten in the dough fulfilled by the addition of xanthan gum, because of its ability to make a thin layer resembling gluten.This research aimed to study:1) Influence of modified coconut pulp flour addition on loaf characteristics; 2) Effect of the concentration of xanthan gum on loaf characteristics; 3) Effect of both treatments that produce white bread with good characteristics
This research usedRandomized Complete Design (RCD) which arranged as factorial with six treatment combinations and repeated three times.The factorswere the proportion of flour coconut pulp: white flour: 10%: 90% (P1); 15%: 85% (P2); 20%: 80% and xanthan gum concentration (percentage bytotal flourweight): 0.1% (G1) and 0.4% (G2).Variables observed consist of: water content, ash content, crude fiber content, soluble protein, specific volume, textur, crumb texture, crumb color, coconut flavor, preferences and flavour. These observed data were analyzed with ANOVA at 5% and if the result is significally different thentested using DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% level.
The results showed that the overall sensory value of white bread is better than white bread with 100% control wheat, but has a harder texture. Based on sensory, white bread has a texture value rather hard to not hard (score of 2,89-3,55), coconut flavor rather tasted to tasted (score of 1,82-2,75), crumb color is yellowish white (score of 2,6-3), preferences of panelis is rather like to like (score of 2,47-2,89) and flavor is tasty (score of 2,58-2,8). Soluble protein content ranges from 2.53%-2.89%. Crude fiber content ranges from 4.56%-8.34%. The average moisture content of white bread is 36.19%-38.41% and the ash content ranges from 0.83%-1% still in accordance with the criteria SNI of loaf (number 01-3840-1995). The addition of modified coconut pulp flour and xanthan gum were increase the texture and decrease the specific volume. The loaf texture harder than the control with 100% wheat flour. The specific volume of loaf lower than the control with 100% wheat flour.
1398217319G1A013120Efek Ekstrak Etanol Kulit Salak Terhadap Kadar Malondialdehid Darah Tikus Putih (Rattus Norvegicus) HiperurisemiaHiperurisemia menyebabkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan resiko individu untuk mengalami suatu penyakit seperti hipertensi, kerusakan ginjal, stroke, infark miokard, gout, dan urolitiasis namun hal tersebut dapat diturunkan dengan kandungan yang ada pada kulit salak. Malondialdehid digunakan sebagai biomarker pengukuran radikal bebas dalam tubuh karena Malondialdehid merupakan produk akhir peroksidasi lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari pemberian ekstrak etanol kulit salak (Salacca zalacca) terhadap kadar MDA tikus model hiperurisemia. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan pada 30 Tikus putih di laboratorium farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman yang telah dibagi 5 kelompok dengan 6 tikus pada masing masing kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol sehat yang tidak diinduksi hiperurisemia dan mendapatkan sonde aquadestilata 5cc pada hari ke 10 sampai hari ke 18, kelompok II kontrol sakit yaitu kelompok Hiperurisemia yang tidak diberikan ekstrak etanol kulit salak, kelompok III, IV, dan V adalah kelompok Hiperurisemia dan diberi ekstrak etanol kulit salak dengan dosis 105 mg/kgBB, 210 mg/kgBB, dan 420mg/kgBB pada hari ke 10 sampai hari ke 18. Analisis data menggunakan uji parametrik One Way Anova dilanjut dengan uji post hoc Tuckey HSD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan rerata yg bermakna diantara lima kelompok perlakuan menunjukkan bahwa terdapat efek dari pemberian ekstrak etanol kulit salak terhadap kadar MDA serum tikus putih hiperurisemia. Kesimpulan penelitian adalah pemberian ekstrak etanol kulit salak dapat menurunkan kadar Malondialdehid serum tikus putih (Rattus norvegicus) yang di induksi hiperurisemia.


Hyperuricemia cause increase of free radical inside the body that made an individual risk of getting disesease such as hypertension, kidney damage, stroke, myocardial infarction, gout, and urolithiasis increase but it can be reduce by the content inside the snake fruit skin. Malondialdehyde use as a measuring biomarker of free radical inside the body because malondialdehyde are the last product of lipid peroxidation. The aim of this research was to reveal the effect of snake fruit’s to serum MDA level in hyperuricemic rat. Experimental study design was used to 30 white rat in this study at pharmacology labolatory of Medical Faculty Jendral Soedriman Unversity. 30 white rat was divided into 5 group with 6 white rat in each group. Group I is healthy control group that did not get hyperuricemic induction and get feeding tube of 5cc aquadestilata on day 10 until day 18, group II sick group is a hyperuricemic group that did not get snake fruit skin etanol extract, group III, IV, and V are hyperuricemic group that get snake fruit skin etanol extract with the dose 105 mg/KgBB, 210mg/kgBB, and 420mg/KgBB on day 10 until day 18. The result analyzed with One Way Anova test followed by Tuckey HSD test. There are meaningful different of serum MDA level between control and snake fruits that tell there are effect from giving snake fruit skin etanol extract to hyperuricemic white rat MDA value. The conclusion of this study is giving snake fruit skin etanol extract could lower the hyperuricemic white rat MDA value.


1398317320G1A013045PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIALatar Belakang : Kerusakan endotel akibat hiperkolesterolemia menyebabkan penurunan kadar NO. Sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) diketahui memiliki efek antioksidan sedangkan simvastatin sebagai obat standar hiperkolesterolemia diharapkan mampu meningkatkan kadar NO.
Tujuan : Mengetahui efektivitas sari markisa ungu dan simvastatin terhadap kadar NO tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia.
Metode : Penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Tikus putih jantan (32 ekor) dibagi dalam empat kelompok. Kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol negatif), kelompok 3 (perlakuan sari markisa ungu), dan kelompok 4 (perlakuan simvastatin). Kadar NO diukur post perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc LSD.
Hasil : Rerata kadar NO kelompok 1 8,1667±0,3574 µmol/L, kelompok 2 3,8167±0,1869 µmol/L, kelompok 3 8,0833±0,4902 µmol/L, dan kelompok 4 6,4167±0,3515 µmol/L. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000), uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,005) antara kelompok 1 dengan kelompok 2, 3, 4; kelompok 2 dengan kelompok 3, 4; dan kelompok 3 dengan kelompok 4.
Kesimpulan : Pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dosis 4,2 mL/200gBB/hari lebih efektif dalam meningkatkan kadar NO dibandingkan dengan simvastatin 0,18mg/200gBB/hari pada tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia.
Background : Endothelial damage that caused by hypercholesterolemia may cause the decreasing level of nitrit oxide. The purple fruit essence are known to have antioxidant effect while simvastatin as a standard drug of hypercholesterolemia predicted to increase the level of nitrit oxide.
Aim : This research purposes is to know the effectiveness of the purple passion fruit and simvastatin to Nitrit Oxide level at white rat with hypercholesterolemia.
Methode: This research was designed as an experimental study with post test only and control group design. The choosen white male rats as much as 32 rats divided into 4 groups. First groups as a healthy controls, 2nd group as a negative controls, 3rd group with a treatment of passion fruits essences, and the 4th group with simvastatin. Nitrit oxide level was checked post treatment. Data analysis used One Way Anova test and Post Hoc LSD.
Result : The average of NO levels at 1st group is 8,1667±0,3574 µmol/L, at 2nd group is 3,8167±0,1869 µmol/L, at 3rd group is 8,0833±0,4902 µmol/L, and 4th group is 6,4167±0,3515 µmol/L. One Way Anova test showed a significant difference (p=0,000), and Post Hoc LSD test also showed a significant difference (p<0,005) between 1st group to 2nd, 3rd,and 4th group; 2nd group to 3rd and 4th group; and 3rd group to 4th group
Conclussion : The provision of purple passion fruit essence (Passiflora edulis var edulis) dose 4,2 mL/200gWeight/day is more effective to increase Nitrit Oxide levels than simvastatin dose 0,18mg/200gWeight/day at white male rats with hypercholesterolemia.
1398417321G1A013069PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIAHiperkolesterolemia menyebabkan peningkatan proses peroksidasi lipid yang ditandai dengan tingginya kadar malondialdehid. Simvastatin sebagai obat standar hiperkolesterolemia dan markisa ungu yang mengandung berbagai macam antioksidan diharapkan mampu menurunkan kadar kolesterol dan malondialdehid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) dan simvastatin terhadap kadar malondialdehid tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan post test only with control group design. Objek penelitian 32 ekor tikus putih dibagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol negatif), kelompok 3 (sari markisa ungu 4,2 mL/200 gBB/hari), kelompok 4 (simvastatin 0,18 mg/200 gBB/hari). Induksi hiperkolesterolemia dilakukan selama 14 hari menggunakan minyak babi dan propiltiourasil (PTU). Pengukuran MDA menggunakan metode TBARS. Uji distribusi data menggunakan Saphiro-Wilk, uji beda menggunakan One Way Anova dan post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar MDA kelompok 1: 0,61 ± 0,03 µmol/L, kelompok 2: 0,61 ± 0,03 µmol/L, kelompok 3: 0,78 ± 0,07 µmol/L, dan kelompok 4: 1,20 ± 0,08 µmol/L. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,00), uji Post Hoc LSD menunjukkan K1 vs K2 p<0,05; K2 vs K3 p<0,05; K2 vs K4 p<0,05; dan K3 vs K4 p<0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian sari markisa ungu lebih efektif dalam menurunkan kadar malondialdehid tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperkolesterolemia dibandingkan dengan pemberian simvastatin.Hypercholesterolemia led to increased lipid peroxidation process are characterized by high levels of malondialdehyde. Simvastatin as the standard drug hypercholesterolemia and purple passion fruit contains a variety of antioxidants is expected reduce cholesterol levels and malondialdehyde. The purpose of this study to find out the comparative effectiveness of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) and simvastatin on levels of malondialdehyde rat (Rattus norvegicus) model of hypercholesterolemia. This study is experimental with post test only control group design. The object of research 32 rats were divided into 4 groups. Group 1 (healthy controls), group 2 (negative control), Group 3 (purple passion fruit juice 4,2 mL/200 gBW/day), Group 4 (simvastatin 0,18 mg/200 gBW/day). Induction hypercholesterolemia conducted over 14 days using lard and propylthiouracil (PTU). Malondialdehyde content measurement using the TBARS method. Distribution data is tested using the Shapiro-Wilk test, multivariate analysis was tested by using One Way ANOVA and post hoc LSD. The results showed average levels of MDA at group 1: 0.61 ± 0.03 mol / L, group 2: 0.61 ± 0.03 mol / L, group 3: 0.78 ± 0.07 mol / L, and group 4 : 1.20 ± 0.08 mol / L. One Way ANOVA test showed a significant difference (p = 0.00), Post Hoc LSD test showed K1 vs K2 p<0,05; K2 vs K3 p<0,05; K2 vs K4 p<0,05; dan K3 vs K4 p<0,05. The study concluded that purple passion fruit juice is more effective in lowering levels of malondialdehyde white male rats (Rattus norvegicus) model of hypercholesterolemia compared with simvastatin.
1398517322G1A013032KORELASI HEART RATE RECOVERY (HRR) DENGAN PERUBAHAN KADAR LAKTAT DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN: Studi Cross-Sectional pada Intervensi Repeated Sprint Sessional 3Kelelahan otot merupakan efek akumulasi laktat dari respon kronik adanya kontraksi otot yang kuat dalam aktifitas intensitas tinggi. Peningkatan laktat dipengaruhi oleh ketidakmampuan sistem kardiorespirasi menghantarkan oksigen yang adekuat dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Heart-rate recovery (HRR) merupakan indikator kesehatan sistem kardiorespirasi yang mampu menilai kemampuan metabolisme tubuh dengan munculnya kelelahan otot. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya korelasi HRR dengan perubahan laktat darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode studi cross-sectional dengan subjek penelitian berjumlah 23 orang yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran HRR dengan menghitung selisih antara denyut nadi puncak pasca naik turun bangku Queen’s College dengan denyut nadi pasca istirahat 1 menit. Pengukuran kadar laktat menggunakan metode finger prick test sewaktu ¬pre- dan post- intervensi repeated sprint sessional 3. Prosedur penelitian ini dinyatakan diterima secara etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Analisis statistik pada penelitian ini adalah uji korelasi Pearson. Hasil uji korelasi antara HRR dengan perubahan kadar laktat darah dinilai bermakna dengan nilai p= 0,024 (p<0,05) dan r= - 0,469. Korelasi HRR dengan perubahan kadar laktat darah memiliki kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi negatif yang artinya jika semakin tinggi HRR maka semakin rendah perubahan kadar laktat darah begitu pula sebaliknya. Kesimpulannya, terdapat korelasi tingkat sedang dengan arah negatif antara HRR dengan perubahan kadar laktat darah pada mahasiswa kedokteran setelah RSS 3.Muscle fatigue is lactate accumulation effect from chronic response to strong muscle contraction in high intensity of physical activity. The increasing lactate influenced by disability of cardio-respiration system in oxygen transport to fulfill body requirement. Heart-rate recovery (HRR) is one of cardio-respiration health indicator that able to assess the ability of body metabolism to come up muscle fatigue. The aim of this research to prove the correlation of HRR with the change of lactate in medical student faculty of Jenderal Soedirman University. The study method is cross-sectional with 23 research subjects which were selected used consecutive sampling method. HRR was measured by calculated the difference between the heart rate maximum after queen’s college step test and heart rate after 1 minute recovery. Blood lactate level was measured by finger prick test method which was measured in pre- and post- RSS 3 intervention. This research protocol had been ethically agreed by Ethical Commission of Jenderal Soedirman University. Statistical analysis used was Pearson correlation test. The result of correlation test between HRR and the changes of blood lactate showed significant correlation with p=0,024 (p<0,05); r= - 0,469. The correlation of HRR and the change of blood lactate with medium strength correlation and the direction of correlation was negative which means higher HRR, so lower changes of blood lactate level and vice versa. In brief, there was medium correlation and the direction of correlation was negative between HRR and changes of blood lactate level in medical student after RSS3.
1398617323H1E012043PEMBUATAN SISTEM ALAT UKUR RESPON HISTERISISMENGGUNAKAN SENSOR UGN3503 DAN SELENOIDA UNTUK KARAKTERISASI MATERIAL MAGNETIK Telah dirancang sistem alat ukur respon histerisis yang bertujuan untuk menentukan karakterisasi material magnetik berdasarkan nilai koersivitas bahan yang diuji. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor UGN3503, selenoida yang dililitkan pada inti besi dan catu daya DC sebagai sumber arus. Material magnetik yang diuji ditempatkan pada celah inti besi berdekatan dengan sensor UGN 3503. Pengukuran induksi medan magnet dilakukan dengan memberikan variasi arus pada selenoida, yaitu antara -2 hingga 2 A dengan interval 0,1 A . Kuat arus bernilai negatif dialirkan dengan membalikkan polaritas sumber arus agar didapatkan satu siklus yang membentuk kurva histerisis. Sensor mendeteksi induksi medan magnet dalam besaran tegangan memiliki sensitivitas 1,3 mV/G. Sebelumnya dilakukan pengujian terhadap sensor dalam mendeteksi induksi medan magnet dan selenoida sebagai kumparan penginduksi. Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan menguji sampel material magnetik berupa Stronsium Ferit doping Neodimium. Hasil karakterisasi sampel berupa kurva histerisis yang diperoleh dari luasan kurva histerisis pengujian sampel dikurangi luasan grafik tanpa sampel pada pengujian sebelumnya. Nilai koersivitas sampel yang diperoleh berada di sekitar 6250 A/m yang menunjukkan sampel tersebut tergolong dalam magnet keras. Has been designed a system measuring hysteresis respons that aims to determine the magnetic material characterization based on the value of coercivity material tested. The system consists of a sensor UGN3503, solenoid wrapped around an iron core and a DC power supply as a current source. Magnetic materials tested is placed in the gap of the iron core. Measurement of the magnetic field induction carried with provide current variation at solenoid, ie -2 between up 2 A with interval 0.1 A. negative currents flowed by reversed the polarity of the current source in order to get a cycle that forms hysteresis curve. The sensor detects the magnetic field induction in the amount of voltage has a sensitivity of 1.3 mV / G. Previously testing of the sensor to detect the magnetic field induction coil and solenoid as inducers. Testing of the entire system is done by testing a sample of magnetic material in the form of Strontium Ferrite doping Neodymium. The results of the characterization of samples in hysteresis curves obtained from the area of hysteresis curve graph of test samples without the samples reduced extent in earlier tests. Coercivity value obtained sample was around 6250 A / m which shows the sample classified in hard magnets.
1398725477C1B015027PENGARUH DIMENSI CELEBRITY ENDORSEMENT TERHADAP MINAT BELI MELALUI SIKAP TERHADAP IKLAN DAN CITRA MEREK
(Studi pada Konsumen Kosmetik Wardah)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi celebrity endorsement terhadap minat beli melalui sikap terhadap iklan dan citra merek pada konsumen kosmetik Wardah. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun akademik 2015-2016 sebanyak 170 orang dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dimensi celebrity endorsement (similarity, trustworthiness, dan expertise) mempengaruhi sikap terhadap iklan dan citra merek yang nantinya akan mempengaruhi terhadap minat beli konsumen.
Kata Kunci : Similarity, Trustworthiness, Expertise, Sikap Terhadap Iklan, Citra Merek, Dan Minat Beli.
This study aims to analyze the influence of the celebrity endorsement dimension on buying interest through attitudes towards advertising and brand image in Wardah cosmetics consumers. The sample in this study were 170 students of the Faculty of Economics and Business in the 2015-2016 academic year using Prropotional Random Sampling techniques. The purpose of this study was to determine how big the dimensions of celebrity endorsement (similarity, trustworthiness, and expertise) affect attitudes toward advertising and brand image that will later affect consumer buying interest.
Keywords: Similarity, Trustworthiness, Expertise, Attitudes toward Advertising, Brand Image, and Buying Interest.
1398817325D1E012150PENGUNAAN SINBIOTIK DALAM PAKAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI DAN MASSA TELUR ITIK TEGALTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengunaan sinbiotik dalam pakan terhadap produksi dan massa Telur itik Tegal. Materi yang digunakan adalah itik Tegal umur 6 (enam) bulan sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen secara in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut menggunakan uji orthogonal polinomial. Perlakuan yang diuji adalah pengunaan sinbiotik terdiri R0 (Sinbiotik 0 %), R1 (Pengunaan Sinbiotik 2 %), R2 (Pengunaan sinbiotik 4 %), R3 (Penggunaan Sinbiotik 6 %), dan tiap perlakuan diulang 5 kali ulangan. Apabila antar perlakuan berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan uji lanjut orthogonal polynomial. Peubah yang diukur adalah produksi telur dan massa telur. Hasil penelitian diperoleh rataan produksi telur R0, R1, R2, R3, berturut – turut adalah 47,33 %, 79,67 %, 61,67 %, 39,00 %, sedangkan Rataan massa telur R0, R1, R2, R3, berturut – turut adalah 10,23 g/e/hr, 13,26 g/e/hr, 12,34 g/e/hr, 8,68 g/e/hr. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik dalam pakan itik Tegal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi Telur dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap massa Telur. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial produksi telur mengikuti persamaan garis Regresi Y=49,617200 + 18,476100 X - 3,4377500 X2 dengan R2 = 49,34 % Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan sinbiotik sampai taraf 6 % menunjukkan massa telur yang relatif sama akan tetapi pada taraf Sinbiotik 2,68 % meningkatkan produksi Telur sebesar 40, 59 %.The objective of this research was to evaluate synbiotic usage in feed stuff, in effect toward Tegal duck’s egg production and egg mass. The materials used were 60 birds six month old Tegal duck. The research were undertaken using in vivo experiment method and used Randomized Complete Design and further tested using the test orthogonal polynomials. The treatments tested was synbiotic usage which were R0 (Synbiotic 0%), R1 (Synbiotic 2%), R2 (Synbiotic 4%) and R3 (Synbiotic 6%) and each treatment repeated 5 times. If inter treatment was significant or highly significant continued to further test orthogonal polynomial. The variables measured were egg production and egg mass. The result of research obtained mean of egg production of R0, R1, R2, R3, respectively were 47,33%, 79,67%, 61,67%, 39,00%, while mean of egg mass R0, R1, R2, R3, respectively were 10,23 g/e/hr, 13,26 g/e/hr, 12,34 g/e/hr, 8,68 g/e/hr. Variance analysis results showed that the usage of symbiotic in Tegal duck feed ration was highly significant (P<0,01) toward egg production and not significant (P>0,05) toward egg mass. The result of further test orthogonal polynomial production of eggs follow the equation of regression line Y = 49.617200 + 18.476100 x - 3.4377500 X2 with R2 = 49.34 %. The conclusion of this research is the synbiotic usage to 6% resulted in similar egg mass relatively, but in synbiotic 2,68 % increase egg production as much as 40,59%.
1398917327A1L012032Kajian Aspek Budidaya dan Ketinggian Tempat Terhadap Produktivitas Papaya (Carica papaya L.) di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Di Kecamatan Jatilawang, Ajibarang dan Sumbang)Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah introduksi yang telah lama dikenal berkembang luas di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut maka diduga produksi tanaman dari ketinggian tempat pun berbeda. Informasi tentang budidaya, lokasi penanaman, dan produksi sangat dibutuhkan untuk pengembangan pertanaman pepaya. Perlu dilakukan kajian aspek budidaya serta pengaruh ketinggian tempat terhadap produktivitas pepaya yang ada di Kabupaten Banyumas, khususnya di wilayah studi yaitu Kecamatan Jatilawang, Kecamatan Ajibarang dan Kecamatan Sumbang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh keadaan agroklimatologi terhadap produktivitas pepaya di ketinggian tempat, mengetahui tindakan budidaya yang dilakukan petani dan mengetahui produktivitas pepaya di wilayah studi.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Jatilawang, Kecamatan Ajibarang dan Kecamatan Sumbang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified purposive sampling. Tiap kecamatan di tentukan 3 desa sampel, jumlah keseluruhan sampel ditetapkan responden (petani) sebanyak 50 petani. Pengumpulan data diperoleh dari data primer dan sekunder. Variabel pengamatan yang diamati meliputi curah hujan, pH tanah, jenis pepaya dan aspek budidaya yang dilakukan petani. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji F dengan pola tersarang atau nested design.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa antar kecamatan dan antar desa di wilayah studi terdapat perbedaan terhadap produksi rata-rata papaya per hektar. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan uji lanjut BNT pada taraf 5% dan hasilnya menunjukkan bahwa produksi pepaya di Kecamatan Jatilawang paling tinggi dibandingkan dengan Kecamatan Ajibarang dan Kecamatan Sumbang, dan produksi pepaya di desa Adisara lebih tinggi dibandikan dengan Desa Tinggar Jaya dan Desa Tunjung. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yaitu kondisi ekologi atau lingkungan, serta teknik budidaya yang diterapkan.
Papaya is one fruit introductions which have long been known and grown widel in Indonesia. Based on this is it predicted that crop production than the height of the place was different. Information about the cultivation, location of planting and production is needed for the development of the crop papaya. Need to do a study on the aspects of cultivation as well as he influence of altitude on the productivity of papaya n the district of Banyumas, especially in the district of Jatilawang, Ajibarang and Sumbang. The research aims to (1) determine the influence of the state of agroclimatology on the productivity of papaya in three heights, (2) knowing the actions of cultivation the farmers, (3) knowing the productivity of papaya in the study area.
This sudy was conducted in Banyumas regency in the three district is Jatilawang, Ajibarang and Sumbang.research carried out in September 2016. The research method use is survey method. Sampling was done by stratified purposive sampling. Every district in the top 3 of the sample villages, the total number of samples specified respondents (farmers) of 50 farmers. The data collection was obtained from primary and secondary data. Variable observation observed rainfall, soil pH, papaya and aspects of cultivation by the farmers. Data were analyzed by descriptive and quantitative data were analyzed using the F test with nested design.
Results showed that inter-district and inter-villages in the study area there is a difference to the average production per hectare papaya. Under these conditions, do a further test LSD at 5% level and the results showed that papaya production in Sub Jatilawang highest compared with the District and Sub-district Ajibarang and sumbang,. Production of papaya in the village Adisara higher than Village Tinggar Jaya and Village Tunjung. This is due to several factors: ecological or environmental conditions, as well as cultivation techniques are applied.
1399017328H1C013061PERANCANGAN PROTOTYPE HOME AUTOMATION AND MONITORING SYSTEM (HAMS) BERBASIS BLUETOOTH VOICE COMMAND DAN IoT YANG TERHUBUNG DENGAN WEB HAMS Home Automation adalah sebuah sistem rumah cerdas dimana sistem tersebut mempunyai kemampuan untuk melakukan monitoring dan controlling perangkat rumah. Pada penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem Home Automation yang dapat melakukan monitoring dan controlling dari jarak jangkauan terbatas ataupun jangkauan tidak terbatas dengan respon waktu sekecil mungkin. Sistem home automation ini dapat dikendalikan dan dimonitor dari web HAMS. Sistem monitoring keamanan dilakukan dengan menggunakan sistem alarm anti maling, sistem alarm brankas, dan sistem alarm kebocoran gas. Berdasarkan hasil penelitian, sistem monitoring keamanan alarm anti maling akan aktif jika nilai jarak yang terdeteksi kurang dari jarak antar tiang pintu, sistem keamanan alarm brankas akan aktif jika terdeteksi manusia, dan sistem keamanan alarm kebocoran gas akan aktif jika kosentrasi gas LPG (ppm) melebihi 6000 ppm. Sistem alarm anti maling menggunakan sensor PING (HC-SR04), sistem alarm brankas menggunakan sensor PIR, dan sistem alarm kebocoran gas menggunakan sensor MQ 2. Pada sistem controlling, dapat dilakukan dengan mode voice command untuk jarak pendek dan mode internet untuk jarak jauh. Respon sistem menjadi fokus utama pada sistem controlling. Pada penelitian ini, respon sistem controlling dengan mode internet adalah sebesar 26,79-28,75 detik dan mode voice command sebesar 28,38 detik. Dari pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa perancangan prototype Home Automation ini berfungsi dengan baik sehingga selanjutnya sistem Home Automation ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam pembuatan rumah pintar.Home Automation is an intelligent home system where the system has an ability to monitoring and controlling home devices. This research purpose is to design a Home Automation system that can perform monitoring and controlling system from limited range or unlimited range with the response time as fast as possible. The Home Automation system can be controlled or monitored from HAMS website. Security monitoring system consist of anti-theft alarm system, alarm system safe, and gas leak alarm systems. Based on the results of research, monitoring security system alarm burglar will active if the value of the distance detected is less than the distance between the doorposts, security systems safes alarm will active if it detects human being, and security systems gas leakage alarm will active if the concentration of liquefied petroleum gas (ppm) exceeded 6000 ppm. Anti-theft alarm system using PING sensor (HC-SR04), safes alarm system using PIR sensor and gas leak alarm systems using sensors MQ 2. In controlling system, it can be done by using a voice command for short distance and internet method for long distance. system delay became the main focus on controlling systems. In this research, the response of controlling system with internet mode is 26.79 to 28.75 seconds and with voice command mode is 28.38 seconds. From these tests it can be concluded that the design of prototype Home Automation is functioning properly so this Home Automation system can be used as a reference in the manufacture of smart home.
1399117329G1A013098Korelasi Kapasitas Vital Paru dengan Perubahan Kadar Laktat Darah Mahasiswa Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Studi Cross Sectional
Aktivitas perkuliahan pada mahasiswa kedokteran yang padat dapat mengakibatkan kelelahan. Kelelahan yang terjadi dapat diakibatkan oleh adanya akumulasi laktat yang merupakan produk dari metabolisme anaerob ketika pasokan oksigen inadekuat menuju jaringan otot. Fungsi paru yang rendah akan menyebabkan terganggunya penghantaran oksigen menuju jaringan dan metabolisme energi akan berubah menjadi anaerob yang menghasilkan laktat lebih banyak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui korelasi kapasitas vital paru dengan perubahan kadar laktat darah pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek merupakan 23 orang mahasiswa kedokteran berjenis kelamin laki-laki yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran kapasitas vital paru menggunakan spirometer, sedangkan pengukuran laktat darah dengan menggunakan metode finger prick test. Pengukuran kadar laktat darah dilakukan dua kali yaitu sebelum dan setelah melakukan Repeated Sprint Sessional 3 (RSS3). Analisis bivariat menggunakan uji T berpasangan untuk membandingkan kadar laktat darah sebelum dan sesudah RSS3, dan uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kapasitas vital paru dengan perubahan kadar laktat darah pada subjek penelitian (p = >0,05; r = -0,01). Nilai rerata kapasitas vital paru adalah 3,6±0,5 L. Nilai rerata perubahan kadar laktat darah adalah 7,7±3,0 mmol/L. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan kapasitas vital paru dengan perubahan kadar laktat darah pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.The increased activity of lectures on medical students can lead to fatigue. Fatigue that occurs can be caused by the accumulation of lactate, which is product of anaerobic metabolism when the oxygen supply is inadequate to the muscle tissue. Low pulmonary function would cause a disruption of oxygen delivery to the tissues and metabolism of energy will turn into anaerobic that produce more lactate. The purpose of this research is to understand the correlation of vital lung capacity with changes in blood lactate levels on medical students of Jenderal Soedirman University. This research was an observational analytic research with cross-sectional design. Subjects were 23 medical students male selected with consecutive sampling method. Measurement of vital capacity used a spirometer, while blood lactate measurement used the finger prick test. Measurement of blood lactate level performed twice, before and after Repeated Sprint Sessional 3 (RSS3). The bivariate analysis used paired T test to compare the level of blood lactate before and after RSS3, and Pearson correlation test with significance level of p <0,05. There was no significant correlation between vital capacity with changes in blood lactate levels on the study subjects (p = > 0,05; r = -0,01). The mean of vital capacity was 3,6±0,5 L. The mean changes in blood lactate concentration was 7,7±3,0 mmol/L. Conclusions of this research that there was no correlation in vital capacity and changes of blood lactate levels on medical students of Jenderal Soedirman University.
1399217411G1A013075PENGARUH INTERVENSI PROGRAM FIFA 11+ TERHADAP NILAI VO2MAX PADA SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA MARS MUDA PURWOKERTOLatar Belakang: Sepak bola merupakan olahraga yang populer di dunia. Prestasi sepak bola sangat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran pemain. Indikator yang paling penting dalam menilai tingkat kebugaran adalah nilai VO2max. Latihan fisik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai VO2max. Salah satu jenis latihan fisik adalah warm up. FIFA 11+ merupakan program pemanasan terbaru yang dikeluarkan oleh FIFA.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intervensi FIFA 11+ terhadap nilai VO2max pada siswa Sekolah Sepak Bola Mars Muda Purwokerto.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan pre and post test design tanpa kontrol. Subjek penelitian merupakan siswa Sekolah Sepak Bola Mars Muda yang berusia 14-18 tahun dengan rentang IMT 19-25 kg/m2. Metode sampling menggunakan consecutive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 27 orang. Subjek melakukan intervensi FIFA 11+ selama 6 minggu, dengan frekuensi intervensi 2 kali seminggu. Nilai VO2max diukur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi FIFA 11+ dengan menggunakan metode Bleep Test. Uji bivariat menggunakan uji non parametrik Wilcoxon.
Hasil: Rerata VO2max sebelum intervensi 41,52 ± 8,05 ml/kg/menit dan rerata sesudah intervensi 45,83 ± 10,24 ml/kg/menit. Terdapat perbedaan signifikan antara nilai VO2max sebelum dan sesudah intervensi FIFA 11+ (p <0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh FIFA 11+ dalam menaikkan nilai VO2max sesudah 6 minggu intervensi FIFA 11+ pada siswa Sekolah Sepak Bola Mars Muda Purwokerto.
Background: Football is a popular sport in the world. Every achievement in this sport is heavily influenced by the players' fitness level The most important indicator in evaluating the players’ fitness level is VO2max. Exercise is one of the ways to increase VO2max and an example is warming up. FIFA 11+ is a most recent warming up program which was made by FIFA.
Objective: The objective of this research is to find out the effect of FIFA 11+ to the VO2max in the students at Mars Muda Football School Purwokerto.
Methods: This study was an experimental study with pre and post test design without control. The subjects was students of Mars Muda Football School, aged 14-17 years old with Body Mass Index 19-25 kg/m2. Sampling method that were used in this research was consecutive sampling with 27 samples. The subjects did the FIFA 11+ program twice a week for 6 weeks. Measured of the VO2max was taken before and after the program using Bleep Test method. Bivariate analysis used Wilcoxon non parametric test.
Results: The average of VO2max before performing the program was 41,52 ± 8,05 ml/kg/minute and it became 45,83 ± 10,24 ml/kg/minute after performing FIFA 11+. There are significant differences between VO2max before and after the intervention of FIFA 11+ (p <0,05).
Conclusion: There was an effect from FIFA 11+ to increase of VO2max value after 6 weeks of FIFA 11+ intervention on students of Mars Muda Football School Purwokerto.
1399317480D1E011253KUALITAS TELUR ITIK YANG DIRENDAM PADA BUBUR KULIT MANGGIS DENGAN KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dengan lama penyimpanan telur itik yang direndam pada bubur kulit manggis terhadap kualitas telur (Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU)). Materi yang digunakan adalah telur itik 48 butir, 4500 g tepung kulit manggis dan 9000 ml aquades. Metode yang digunakan adalah experimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x4. Faktor A adalah konsentrasi bubur kulit manggis (K) yaitu K0: kontrol, K1: bubur kulit manggis 25%, K2: bubur kulit manggis 50%, K3: bubur kulit manggis 75%. Faktor B adalah lama penyimpanan (L) yaitu L0: tanpa penyimpanan, L1: lama penyimpanan 1 minggu, L2: lama penyimpanan 2 minggu, L3: lama penyimpanan 3 minggu. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi bubur kulit manggis dengan lama penyimpanan dan konsentrasi bubur kulit manggis berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap IPT, IKT dan HU, sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap IPT, IKT dan HU. Hasil uji lanjut dengan ortogonal polynomial menunjukkan bahwa makin lama penyimpanan pada suhu ruang menurunkan IPT, IKT, dan HU, masing-masing mengikuti persamaan Y= 0,09320750 - 0,02677583 X, Y= 0,36868917 - 0,04770667 X, Y=67,192272 – 16,022837 X. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa lama penyimpanan menurunkan kualitas telur (IPT, IKT dan HU).The purpose of this research was to investigate the effects of interaction between concentration of mangosteen peel pulp with storage time on the egg quality (Egg White Index (IPT), Egg Yolk Index (IKT) and Haugh Unit (HU)). The materials used were 48 points duck eggs, 4500 g mangosteen peel pulp and 9000 ml aquades. The research used experiment method that designed by Completely Randomized Design with factorial pattern 4x4. Factor A was concentration of mangosteen peel pulp (K) includes K0: control, K1: mangosteen peel pulp 25%, K2: mangosteen peel pulp 50%, K3: mangosteen peel pulp 75%. Factor B was storage time includes L0: without storage time, L1: storage time 1 week, L2: storage time 2 weeks, L3: storage time 3 weeks. Each treatments combination was replicated 3 times. The result of variant analysis showed that interaction of concentration mangosteen peel pulp with storage time and concentration mangosteen peel pulp not significantly affected (P>0,05) on the value of IPT, IKT, and HU, then storage time highly significant affected (P<0,05) on the value of IPT, IKT, and HU. The result of ortogonal polynomial test showed that storage time was longer on the room temperature decresed IPT, IKT and HU, each one followed equality Y= 0,09320750 - 0,02677583 X, Y= 0,36868917 - 0,04770667 X, Y=67,192272 – 16,022837 X. The conclusion of this research that storage time was decreased of egg quality (IPT, IKT and HU).
1399417330C1G014078PENGARUH KOMPLEKSITAS TUGAS, INDEPENDENSI, PENGALAMAN, DAN KARAKTERISTIK PERSONAL TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN BARATPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kompleksitas Tugas, Independensi, Pengalaman, dan Karakteristik Personal Terhadap Kualitas Audit pada Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris dan menganalisis apakah kompleksitas tugas, independensi, pengalaman, dan karakteristik personal berpengaruh terhadap kualitas audit.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Data diperoleh secara langsung melalui pertanyaan tertulis (kuesioner) kepada para auditor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui kompleksitas tugas dapat menurunkan kualitas audit sebaliknya independensi dan karakteristik personal dapat meningkatkan kualitas audit sedangkan pengalaman tidak mempengaruhi kualitas audit.
Implikasi penelitian yaitu kualitas audit dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan dan pelatihan secara rutin, pembuatan pedoman audit untuk setiap jenis audit, dan melakukan rotasi kepada auditor.
This research entitled “The Influence of Task Complexity, Independence, Experience ,and Personal Characteristic, on Audit Quality at BPKP in West Kalimantan”. The research was aimed to examine and to obtain empirical evidents on the effects of task complexity, independence, experience ,and personal characteristic, toward audit quality.
This research was conducted with the primary data analysis method. Data obtained form original source with a questionnare that was distributed to auditors in representative office of BPKP in West Kalimantan. Multiple linear regression is used to analysis techniques.
The results showed that task complexity can reduce audit quality otherwise independence and personal characteristic can improve audit quality while experience not affect audit quality.
Based on this conclusions should be suggested that audit quality can be improved with education and training, provides audit guidelines for all types of audit, and auditor rotation.
1399517332G1A013034KORELASI VO2 MAX DENGAN PERUBAHAN KADAR LAKTAT DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
(Studi Pada Intervensi Repeated Sprint Sessional 3)
Laktat adalah produk akhir dari proses glikolisis anaerob yang dihasilkan oleh sel darah merah dan sel otot yang aktif pada jaringan otot yang kekurangan oksigen. Kadar oksigen tinggi pada individu dengan VO2 Max yang baik dapat menurunkan produksi laktat dalam darah, sehingga berperan dalam mencegah terjadinya kelelahan otot serta efek buruk lain yang ditimbulkan oleh penumpukan laktat. Tujuan penelitian ini adalah menilai korelasi VO2 Max dengan perubahan laktat darah pada mahasiswa kedokteran universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode studi cross-sectional dengan subjek penelitian berjumlah 26 orang yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran VO2 Max dengan queen’s college step test, sedangkan pengukuran kadar laktat menggunakan metode finger prick test pada ¬pre- dan post- intervensi repeated sprint sessional 3. Prosedur penelitian ini dinyatakan diterima secara etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan kemaknaan p<0,05. Hasil uji korelasi dengan metode Spearman Rho menyatakan tidak adanya korelasi bermakna antara VO2 Max dengan perubahan kadar laktat darah (p= 0,763, r = - 0,062). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara VO2 Max dengan perubahan kadar laktat darah pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Lactic acid is a final product from an anaerob glycolysis process that produced by the active eritrocytes and leucocytes in an hypoxia tissue of the body. The high level oxygen in a person with a high value of VO2 Max may cause some derivation of blood lactic acid which can prevent muscle fatigue and many other bad effects of the accumulation of lactic acid.This study was aimed to determine the correlation between VO2 Max and changes of lactic acid level in medical student after repeated sprint sessional 3. This study was used a cross sectional study design and has 26 medical students which were selected used consecutive sampling method. VO2 Max was measured by Queen College’s step test method. Blood lactic acid level was measured by finger prick test method which was measured twice before and after intervention repeated sprint sessional 3.This research protocol had been ethically agreed by Ethical Comission of Health Research Jenderal Soedirman University. Statistical analysis used was Spearman Rho correlation test with p-value of significance <0,05. Spearman Rho correlation test showed non significant correlation between VO2 Max and changes of blood lactic acid level with p-value = 0,763 and r = -0,062. From those result, it was concluded that there is no correlation between VO2 Max and changes of blood lactic acid in medical student of Jenderal Soedirman University.
1399617331G1A013125HUBUNGAN NILAI ANKLE-BRACHIAL INDEX DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN DI RS MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOHUBUNGAN NILAI ANKLE-BRACHIAL INDEX
DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT
PADA PASIEN DI RS MARGONO SOEKARJO


Abstrak
Latar belakang: Salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling mematikan adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi jantung yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah koroner. Pengukuran ABI telah direkomendasi untuk menguji risiko terjadinya penyakit kardiovaskular terutama pada individu yang memiliki risiko sedang hingga tinggi mengidap PJK. Hasil penelitian tentang kedua variabel ini masih berbeda beda. Penelitian tentang kedua variabel beberapa kali telah dilakukan ,tetapi hasilnya masih kontroversial.
Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan nilai Ankle-Brachial Index (ABI) dengan kejadian Sindrom Koroner Akut (SKA)
Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik. Sebanyak 32 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan berbagai riwayat penyakit jantung yang tercatat di rekam medis pada Klinik Jantung RS Margono diambil dengan metode consecutive sampling. Pasien diukur tekanan sistolik pada ankle dan brachial. Analisis data menggunakan uji Fisher.
Hasil : Hasil analisis menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara nilai ABI dengan kejadian SKA p>0,05. Rerata nilai ABI pada penderita SKA 1,073 dan pada penderita Non-SKA 1,071
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan nilai ABI dengan kejadian SKA

Association Between
Ankle-Brachial Score and Acute Coronary Syndrome Event
on Patient at Margono Soekarjo Hospital

Abstract

Background: The most deadly cardiovascular disease is Coronary Heart Disease (CHD). It is a condition caused by lack of blood supply due to narrowing of coronary arteries. Ankle-Brachial Index has recommended testing the risk of cardiovascular disease, especially individuals who have moderate until high risk of CHD. There are plenty of same researches, but the results are controversial.
Purpose: To determine the relationship between Ankle-Brachial Index (ABI) score and Acute Coronary Syndromes (ACS) event
Methods: This research is an analytic observational study and using consecutive sampling methods. It used 32 patients who have different history of cardiovascular disease at Cardio center of Margono Soekarjo Hospital that meet inclusion and exclusion criteria. Patients measured systolic pressure at the ankle and brachial. Fisher was used for data analysis.
Results: There are no significant correlation between the ABI score with ACS event p>0,05. The mean of ABI score in patients who have a history of ACS is 1,073 ± 0,081, while the patient without ACS history is 1,071 ± 0,197.
Conclusion: There is no association between Ankle-Brachial Score and Acute Coronary Syndromes event
1399719109E1A013274PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA INDUSTRI BULU MATA DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Pekerja Industri Bulu Mata di Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pekerja industri bulu mata di Kabupaten Purbalingga, untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pemberian perlindungan hukum pada pekerja industry bulu mata di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “Perlindungan Hukum Pekerja Industri Bulu Mata di Kabupaten Purbalingga” maka simpulan sebagai berikut: Bentuk perlindungan hukum terhadap pekerja industri bulu mata di Kabupaten Purbalingga sudah diberikan namun belum optimal, masih ada beberapa perusahaan yang belum melaksanakan ketentuan perundang-undangan tentang perlindungan hukum ketenagakerjaan, sesuai dengan: Pelaksanaan perlindungan waktu kerja, Pelaksanaan perlindungan upah, Pelaksanaan perlindungan sosial, dan Pelaksanaan perlindungan keselamatan dan kesehatan. Hambatan dalam pelaksanaan perlindungan terhadap pekerja industri bulu mata di Kabupaten Purbalingga meliputi, hambatan eksteren dari Dinas Tenaga Kerja yaitu: terbatasnya jumlah pegawai yang ada khususnya pada bidang ketenagakerjaan yang menyebabkan kurangnya pengawasan dalam melaksanakan perlindungan hukum, kurangnya intensitas sosialisasi perlindungan hukum preventif dan kurang tegasnya pemberian sanksi pada perusahaan yang melanggar peraturan. Hambatan interen dari pihak pengusaha yang tidak mentaati peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlindungan hukum terhadap pekerja, Perusahaan lebih tertutup dan sulit untuk memberikan informasi tentang kondisi yang terjadi di perusahaan.
This research entitled "Protection of Legal Industry Workers of Eyelashes in Purbalingga District". The purpose of this research is to know the form of legal protection to eyelashes industry workers in Purbalingga regency, to know the obstacles in providing legal protection to eyelash industry workers in Purbalingga District. This research uses normative juridical method with approach of legislation and concept.
Based on the results of research and discussion on "Protection of Legal Industry Workers of Eyelashes in Purbalingga" the conclusion as follows: Legal protection of eyelashes industry workers in Purbalingga Regency has been given but not yet optimal, there are still some companies that have not implemented the law On the protection of labor law, in accordance with: Implementation of work-time protection, Implementation of wage protection, Implementation of social protection, and Implementation of safety and health safeguards. Obstacles in the implementation of protection of eyelashes industry workers in Purbalingga District include, the external obstacles of the Office of Manpower, namely: the limited number of existing employees, especially in the field of employment that causes lack of supervision in implementing legal protection, lack of intensity socialization preventive law protection and less firmly granting Sanctions on companies that violate regulations. Internal obstacles from entrepreneurs who do not comply with laws and regulations governing the legal protection of eyelash industry workers in Purbalingga District, the Company is more closed and difficult to provide information about the conditions that occur in the company. This is done so that companies avoid sanctions if they do not implement the protection of workers' law covering work time protection, wage protection, social protection, and health and safety protection.
1399817333G1A013012HUBUNGAN FAKTOR RISIKO BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KULI PANGGUL DI PASAR INDUK CIKURUBUK KOTA TASIKMALAYALow back pain (LBP) termasuk penyakit akibat kerja yang menempati urutan kedua penyebab nyeri setelah nyeri kepala. Faktor risiko terjadinya keluhan LBP yaitu usia >35 tahun, perokok, masa kerja, IMT, riwayat keluarga, kebiasaan olahraga, posisi kerja, dan beban kerja. Pada pekerja kuli panggul, mengangkut dan menurunkan barang yang dilakukan langsung secara bergantian tanpa menggunakan alat bantu dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya LBP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara beban berat dan lamanya waktu angkat dengan keluhan low back pain pada kuli panggul di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian sebanyak 32 orang kuli panggul yang bekerja di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Uji Statistik yang digunakan adalah uji fisher. Hasil analisis uji fisher antara beban berat dengan keluhan LBP diperoleh nilai p=0,003 (p<0,05). Hasil analisis uji fisher antara lamanya waktu angkat beban dengan keluhan LBP diperoleh nilai p=0,015 (p<0,05). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang bermakna antara beban berat dan lamanya waktu angkat dengan keluhan LBP pada kuli panggul di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya Background : Low back pain (LBP) is regarded as an illness caused by working and considered as the second main cause of pain after headache. The risk factors of suffering. Low Back Pain are having an age of more than 35 years old, smoking, working time, Body Mass Index, family history, habits in exercising, body position, and work load. In regards to porters, lifting and lowering heavy items performed simultaneously without any supporting tools could be one of the risk factor of Low Back Pain.

Objective : To identify the correlation between the length of time in lifting heavy load and low back pain of porters in Cikuburuk Central Market in Tasikmalaya City.

Method: This research used cross sectional design with consecutive sampling technique. The participants of the research were 32 porters working in Cikurubuk Central Market in Tasikmalaya City. This research also used fisher test as its statistical test.

Results: The result of fisher analysis between heavy load and low back pain was p=0,003 (p<0,05). The result of fisher analysis between the length of time in lifting heavy load and low back pain was p=0,015 (p<0,05).

Conclusion: There was a significant correlation between the length of time in lifting heavy load and low back pain of porters in Cikuburuk Central Market in Tasikmalaya City.
1399917334A1L112052KAJIAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN MELATI PUTIH (Jasminum sambac L.) TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA LAHAN TEGALAN DAN PASIR PANTAI DI KABUPATEN TEGALMelati putih (Jasminum sambac L.) merupakan salah satu bunga yang dikenal masyarakat secara luas memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan banyak digunakan sebagai pewangi teh serta bahan parfum dari bunga melati. Penanganan budidaya melati yang tidak tepat dapat mengakibatkan produksi bunga menurun, ada beberapa teknik budidaya tanaman melati antara lain: persiapan lahan, pengolahan lahan, bibit tanaman melati, penanaman, pengairan, penyiangan, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pemangkasan, tindakan panen dan pascapanen. Melati putih dapat ditanam di lahan marginal (lahan pasir) dan lahan kering (lahan tegalan) kedua lahan ini menjadi alternatif lahan untuk pertanian melati. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan teknik budidaya melati putih (Jasminum sambac L.) terhadap produktivitas di lahan tegalan dan pasir pantai, mengetahui pengaruh tanah, lahan dan iklim terhadap pertumbuhan tanaman melati, dan mengetahui kualitas bunga melati yang baik berkaitan dengan kebutuhan ekspor.
Penelitian ini dilaksanakan dilahan pasir pantai yang terletak di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warurejo dan lahan tegalan terletak di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat daerah Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah beribukota Slawi. Metode penelitian ini menggunakan metode survai. Pengambilan data dilakukan dengan survai expost facto yaitu pengumpulan data dan informasi tentang kegiatan yang telah terjadi dan tetap berlangsung sampai sekarang. Daerah objek penelitian ditentukan secara purposive random sampling (sampling pertimbangan) sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis Uji T menggunakan angka signifikansi sebesar 0,01, dengan pertimbangan penggunaan angka tersebut didasarkan pada tingkat kepercayaan sebesar 99%. Variabel yang diamati yaitu aspek iklim mikro dan lahan, aspek teknik budidaya, produksi dan kualitas melati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Produktivitas melati wilayah tegalan Kecamatan Kramat lebih tinggi dibandingkan wilayah pasir pantai Kecamatan Warureja, kondisi ini dipengaruhi oleh teknik budidaya dan lahan yang digunakan. (2) Budidaya melati pada lahan tegalan dan pasir pantai di Kabupaten Tegal sesuai untuk dikembangkan karena tanaman melati dapat panen setiap hari dan mempunyai suatu mekanisme pertahanan diri terhadap salinitas. (3) Bunga melati di lahan tegalan dan pasir pantai Kabupaten Tegal memiliki kualitas yang baik dengan standar yang digunakan untuk pewangi teh dan pewangi parfum.
Jasmine white (Jasminum sambac L.) is one of the known the wider community has a high economic value, and much used as perfuming tea and of perfume of flowers jasmine. Handling cultivation jasmine improper can cause flower production decline, there are some techniques the cultivation of plants jasmine include: tillage, land management, jasmine seeds, planting, irrigation, weeding, fertilizing, anti pest and disease, trimming, the act of harvesting and postharvest. Jasmine white can be planted on a marginal (land sand) and dry land (land moor) both this land alternative agricultural land jasmine . This study aims to know the influence of the technique white cultivation jasmine (Jasminum sambac L.) against the new moor productivity and beach sand of, know the influence of land, land and climate on the growth of plants jasmine, and he knows the quality of flowers good jasmine relating to export needs .
Study was conducted land use coastal sands located in the village Kedungkelor in Warurejo and land moor is located in the village Maribaya in Kramat districts Tegal central java the capital of Slawi . The methodology it uses the survey. The data do with the survey expost facto capital collecting data and information on activity has taken place and still be held until now . The object research were selected purposively random sampling (sampling consideration) while data analysis in a descriptive analysis and analysis test T use the significance of 0,01, with the use of the figures were based on the level of 99 % trust. Variable observed that aspect micro climate and land, the technique cultivation, production and the quality of jasmine.
The research results show that (1) productivity jasmine areas moor subdistrict Kramat higher than the beach sand of subdistrict Warureja, this condition is influenced by technique the cultivation and land used. (2) cultivation jasmine on land moor and beach sand of in district Tegal according to be developed because the jasmine can harvest every day and have a mechanism self-defense to salinity. (3) flowers jasmine in land moor and beach sand of district Tegal has good quality by the standard of used for perfuming tea and perfuming perfume.
1400017335G1A013022HUBUNGAN LAMANYA POSISI MEMBUNGKUK DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA KIARAJANGKUNG KABUPATEN TASIKMALAYALatar belakang: Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan yang sering dijumpai. Prevalensi low back pain di Indonesia diperkirakan sebesar 7,6% sampai 37%. Sekitar 90% dari low back pain disebabkan karena kesalahan posisi dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara lamanya posisi membungkuk dengan keluhan low back pain pada petani di Desa Kiarajangkung Kabupaten Tasikmalaya.
Metode : Disain penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 30 orang petani yang bekerja di Desa Kiarajangkung Kabupaten Tasikmalaya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil menggunakan teknik nonprobability sampling dengan consecutive sampling. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Fisher.
Hasil: Responden yang mengalami keluhan low back pain pada petani dengan lamanya posisi membungkuk <173 menit sebanyak 6 orang (25,0%), dan yang bekerja dengan lamanya posisi membungkuk >173 menit sebanyak 18 orang (75,0 %). Hasil analisis uji fisher menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lamanya posisi membungkuk dengan keluhan low back pain, nilai p= 0.016 (p<0,05)
Kesimpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara lamanya posisi membungkuk dengan keluhan low back pain pada petani di Desa Kiarajangkung Kabupaten Tasikmalaya.
Background: Low Back Pain (LBP) is considered as a frequently encountered complaint. The prevalence of low back pain in Indonesia is estimated from 7,6% to 37%. Approximately 90% of low back pain is resulted by improper position during work. The objective of this research was to investigate the correlation between the length of time in bending position and low back pain of farmers in Kiarajangkung village, Tasikmalaya regency.
Method: The research design was cross-sectional with sample of 30 farmers working in Kiarajangkung village, Tasikmalaya regency. These farmers met the inclusion and exclusion criteria taken from nonprobability sampling and consecutive sampling. The research data was analyzed using Fisher test.
Result: The research participants or farmers who experienced low back pain in less than 173 minutes bending position were 6 participants (25,0%), and those who experienced low back pain in more than 173 minutes were 18 participants (75,0 %). The results of Fisher test showed that there was a significant correlation between the length of time in bending potion with low back pain, p value = 0.016 (p<0,05).
Conclusion: There was a significant correlation between the length of time in bending position with low back pain on farmers in Kiarajangkung village, Tasikmalaya regency.