Artikelilmiahs
Menampilkan 13.941-13.960 dari 49.679 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13941 | 17276 | A1L012075 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) PADA BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, dan menentukan jenis dan konsetrasi yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di screen house yang berlokasi di Desa Kawunganten, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap dengan ketinggian tempat ± 11 m diatas permukaan laut dari bulan Maret - Agustus 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu pupuk organik cair NASA, D.I.Grow, NPK Jago Tani (Hantu) dengan konsentrasi masing-masing 2, 4 dan 6 ml/l serta kontrol. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam Kontras Ortogonal, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yaitu pada variabel jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, luas daun, umur bunga, total bunga dan diameter buah. Pupuk organik cair D.I Grow meningkatkan jumlah daun sebanyak 41,7% dari kontrol 24,3 daun/tanaman ke konsentrasi 4 ml/l sebesar 41,7 daun/tanaman, pupuk organik cair NASA meningkatkan kandungan klorofil sebanyak 6,5% dari kontrol 27,2 unit ke konsentrasi 6 ml/l sebesar 29,1 unit, pupuk organik cair NPK Jago Tani (Hantu) meningkatkan total bunga sebanyak 44,8% dari kontrol 34,2 kuntum/tanaman ke konsentrasi 2 ml/l sebesar 62 kuntum/tanaman dan meningkatkan bobot buah panen sebanyak 47,5% dari kontrol 170,2 g/tanaman ke konsentrasi 6 ml/l sebesar 324,5 g/tanaman. | This research aimed to know the effect of giving liquid organic fertilizer on tomato growth and yield, and determine the best type and concentration of liquid organic fertilizer on tomato growth and yield. This research was conducted in screen house located in Kawunganten village, Kawunganten District, Cilacap with altitude ± 11 m above sea level from March - August 2016. This was a non-factorial experiment with Randomized Complete Block Design (RCBD) consisted 10 treatments and 3 repeatations. The treatments used were liquid organic fertilizer NASA, D.I.Grow, NPK Jago Tani (Hantu) with the concentration 2, 4 and 6 ml/l and without giving of liquid organic fertilizer (control). The data were analyzed by analysis of variance and Orthogonal Contrast if difference continued with LSD 5%. The results showed that giving of liquid organic fertilizer gave effect on tomato growth and yield on leaf number, branch number, stem diameter, leaf area, age flower, total flower and fruit diameter. D.I.Grow increased leaf number 41,7% from control 24,3 leaf/plant to concentration 4 ml/l were 41,7 leaf/plant, NASA increased chlorophyll contens 6,5% from control 27,2 unit to concentration 6 ml/l were 29,1 unit , NPK Jago Tani (Hantu) increased total flower 44,8% from control 34,2 flower/plant to concentration 2 ml/l were 62 flower/plant and increased weight fruit 47,5% from control 170,2 g/plant to concentration 6 ml/l were 324,5 g/plant. | |
| 13942 | 17277 | G1A013006 | Prevalensi Tingkat Depresi pada Pasien Parkinson di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan, kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi. Penyakit atau gangguan depresi sering menyertai penyakit degenerasi. Salah satu penyakit degenerasi yang sering disertai depresi adalah penyakit Parkinson. Didapatkan penurunan dopamin berpengaruh terhadap kejadian depresi pada pasien Parkinson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi tingkat depresi pada pasien Parkinson di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah penderita Parkinson yang berobat di Poli Saraf RSMS bulan November 2016 menggunakan teknik consecutive sampling. Didapatkan 50 subjek penelitian yang memenuhi kriteria insklusi yang terbagi. Tingkat Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian tingkat depresi pada pasien Parkinson yaitu, 52% responden mengalami depresi ringan, 34% responden mengalami depresi sedang, 6% responden mengalami depresi berat, dan 8% responden tidak mengalami depresi. Prevalensi depresi pada pasien Parkinson di poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sebanyak 92%. | Depression is a mental disorder characterized by the symptoms such as decrease in mood, loss of interest in something, guilt, sleep disorders or appetite, loss of energy, and decrease concentration. Disease or depressive disorders often accompany degenerative disease. One of degenerative disease that often comes with depression is Parkinson disease. In Parkinson’s patients obtained decrease in dopamine effect that cause depression. This research is to determine the prevalence of levels depression in Parkinson’s patients in Poly Neurology Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. This research is a descriptive study with cross-sectional approach. Subjects were patients with Parkinson who seek for a treatment at Poly Neurology Prof. Dr. Margono Soekarjo November 2016 using consecutive sampling technique. It obtained 50 research subjects who meet the criteria inclusion. Depression level was measured using the Beck Depression Inventory (BDI). Univariate data is presented in a frequency distribution table. The rate of depression in Parkinson's patients is 52% with mild depression, 34% with moderate depression, 6% with a severe depression, and 8% without depression. Prevalence of depression in Parkinson’s patients in Poly Neurology Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto is 92%. | |
| 13943 | 17278 | G1B012096 | EFEKTIVITAS LIMBAH BAGLOG JAMUR Pleurotus ostreatus UNTUK MENURUNKAN KADAR AMONIA (NH3) PADA LIMBAH CAIR TAHU DI PABRIK TAHU KELURAHAN KALIPUTIH KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR | Limbah cair memiliki potensi untuk mempengaruhi kualitas air. Proses pembuatan tahu membutuhkan banyak air dan menghasilkan banyak limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas limbah baglog jamur Pleurotus ostreatus dalam mengurangi kadar amonia (NH3) dalam air limbah tahu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Benar-benar Rancangan Acak (CRD) digunakan sebagai desain penelitian. Hasil CRD diperoleh 28 sampel. limbah cair tahu dibawa ke dalam kontak dengan media limbah baglog jamur tiram jamur dengan 96 jam waktu inkubasi. Uji Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikan 5% digunakan sebagai analisis statistik. Post hoc analisis dengan uji Mann-Whitney digunakan untuk menemukan perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah baglog jamur tiram jamur sebagai media untuk menurunkan kadar amonia dalam tofu limbah cair tidak efektif. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kadar amonia dalam limbah cair tahu. Persentase peningkatan kadar amonia di setiap perlakuan 25, 50, 100, 150, 200, dan 250 gram baglog limbah jamur tiram jamur ini adalah masing-masing 54,72%, 47,70%, 78,32%, 90,17%, 173,57%, 15,06%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah baglog jamur tiram jamur sebagai media untuk menurunkan kadar amonia di dalam tofu limbah cair tidak efektif. | Liquid waste has the potential to affect water quality. The process of making tofu requires a lot of water and produce a lot of wastewater. The purpose of this study is to determine the effectiveness of waste baglog mushroom Pleurotus ostreatus in reducing levels of ammonia (NH3) in wastewater of tofu. This study uses a quasi-experimental research design with pretest-posttest design with control group. Completely Randomized Design (CRD) is used as the study design. The results of CRD obtained 28 of samples. Tofu liquid waste brought into contact with the baglog Pleurotus ostreatus mushroom’s waste media with 96 hours of incubation time. Kruskal-Wallis test with significant level of 5% is used as statistical analysis. Post hoc analysis with Mann-Whitney test is used to discover the difference of each treatments. The results of this study indicate that the use of baglog Pleurotus ostreatus mushroom’s waste as a medium to reduce levels of ammonia in tofu liquid waste is ineffective. This is indicated by the rising levels of ammonia in tofu liquid waste. The increasing percentage of ammonia levels in each treatments of 25, 50, 100, 150, 200, and 250 grams baglog Pleurotus ostreatus mushroom’s waste are respectively 54.72%, 47.70%, 78.32%, 90.17%, 173.57%, 15.06 %. The conclusion of this research is the use of baglog Pleurotus ostreatus mushroom’s waste as a medium to reduce levels of ammonia in in tofu liquid waste is ineffective. | |
| 13944 | 17279 | A1L012103 | PENGARUH KONSENTRASI IAA (Indole Acetic Acid) TERHADAP PETUMBUHAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA DAN ATLANTIK SECARA IN VITRO | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji respon pertumbuhan akar dan tunas tanaman kentang varietas Granola dan Atlantik terhadap pemberian zat pengatur tumbuh IAA, 2) mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA yang optimum untuk pertumbuhan akar dan tunas kentang, 3) menentukan varietas kentang yang pertumbuhan tunas dan akarnya lebih baik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juli sampai dengan Nopember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang terdiri atas pemberian IAA (0 ppm, 0,10 ppm, 0,20 ppm, 0,30 ppm) dan varietas kentang (Granola dan Atlantik), sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali. Data dianalisis dengan uji F, dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IAA berpengaruh sangat nyata terhadap variabel saat muncul akar dan berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar, namun tidak berpengaruh terhadap variabel saat muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang planlet. Varietas kentang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel saat muncul tunas, saat muncul akar, jumlah tunas per planlet, dan jumlah daun per planlet, namun tidak berpengaruh pada variabel jumlah akar per planlet dan panjang planlet. | The objectives of this research were: 1) to assess the growth response of plant roots and shoots of potato variety Granola & Atlantic to the administration of a growth regulator IAA, 2) to find the optimum concentration of IAA for the roots and shoot growth of potato, 3) to determine a better potato variety in term of its root and shoot growth. This research was conducted at the Laboratory of Plant Breeding, faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University from July to November 2016. A completely randomized design (CRD) with two factors was used, which consisted of IAA application (0 ppm, 0.10 ppm, 0.20 ppm, 0.30 ppm) and variety of potato (Granola and Atlantic). Each of those eight treatment combinations was repeated 3 times. The data were analyzed by F test, and followed by LSD (Least Significant Difference) test if any significant difference was found. The results showed that IAA gave a very significant effect on the root emergence and a significant effect on the number of roots, but it did not affect shoots emergence, the number of shoot, the number of leaves, and the length of planlets. Difference varieties showed a very significant effect on the shoot emergence, the root emergence, the number of shoots, and the number of leaves, but it did not affect the number of roots and the length of planlets. | |
| 13945 | 17280 | H1F012032 | GEOLOGI DAN STUDI SIFAT FISIK-MEKANIK SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT BERDASARKAN HASIL ANALISIS UJI MEKANIKA TANAH DI DAERAH PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA, JAWA TENGAH | Uji mekanika pada kawasan perairan cilacap dan sekitarnya dilakukan untuk mengetahui karakteisti sedimen perairan cilacap. Metode yang digunakan dalam pengujian adalah menggunakan Analisis Atterberg dan Grain Size. Pada daerah penelitian terdapat perbedaan karakteristik pada bagian timur dan barat daerah penelitian. Analisis dilakukan menggunakan tiga sampel permukaan dasar laut. sampel C-12 pada bagian barat, C-35 pada bagian utara, dan sampel C-26 pada bagian timur daerah penelitian. Perbedaan pada bagian barat daerah penelitian dipengaruhi oleh struktur geologi. Suplai sedimen pada perairan cilacap dan sekitarnya berasal dari pegunungan selatan, adanya pasir besi pada perairan cilacap menjadi salah satu bukti hasil dari pegunungan selatan. Material pegunungan selatan ini terbawa oleh arus sehingga bisa membantu dalam mengisi suplai sedimen pada perairan Cilacap. Suplai sedimen pada perairan cilacap dan sekitarnya berasal dari pegunungan selatan, adanya pasir besi pada perairan cilacap menjadi salah satu bukti hasil dari pegunungan selatan. Material pegunungan selatan ini terbawa oleh arus sehingga bisa membantu dalam mengisi suplai sedimen pada perairan Cilacap. Kata kunci: Mekanika tanah, Atterberg, Grain Size, Cilacap, Plastis Indeks | Mechanics test at cilacap and surrounding waters is done to determine the characteristics aquatic sediments cilacap. the method used in the assay using Atterberg and Grain Size Analysis. In the study area there are differences in the characteristics of the eastern and western areas of research. analysis is performed using three samples of the sea floor. sample C-12 on the west, the C-35 on the north, and sample C-26 on the eastern part of the study area. differences in the western part of the study area is influenced by geological structure. sediment supply to the waters and surrounding cilacap comes from the mountains to the south, the iron sand in waters cilacap be one proof of the results of the southern mountains. The southern mountains of material carried away by the current so that it can help to fill the sediment supply in Cilacap waters. Keywords: Soil Mechanic, Atterberg, Grain Size, Cilacap, Indeks Plasticity | |
| 13946 | 17281 | H1L012006 | PENERAPAN USER CENTERED DESIGN PADA PENGEMBANGAN USER EXPERIENCE BERDASARKAN ASPEK USABILITY (STUDI KASUS SISTEM PAKAR ASUPAN GIZI LANSIA) | Sistem Pakar Asupan Gizi Lansia (SPAGL) merupakan implementasi sistem pakar berbasis aplikasi web yang bertujuan memilih makanan sehat khusus lansia layaknya berkonsultasi dengan pakar. Untuk mencapai tingkatan UX yang baik dibutuhkan pengembangan UX aplikasi SPAGL. Pengembangan aplikasi yang berfokus pada end-user akan meningkatkan UX aplikasi. UCD ialah metodologi yang digunakan oleh pengembang dan perancang untuk memastikan produk dibuat memenuhi kebutuhan pengguna. Penerapan user-centered design berdasarkan aspek usability yakni satisfaction, learnability, efficiency, memorability, dan error. Evaluasi usability menggunakan metode Heuristic Evaluation (HE). Aplikasi dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, dan javascript. Hasil akhir dari penelitian berupa aplikasi dengan User Interface (UI) yang memiliki UX berdasarkan aspek usability. | Sistem Pakar Asupan Gizi Lansia (SPAGL) is an implementation of web application based expert system that aims to choose healthy foods specially the elderly like to consult with experts. To achieve the levels of good UX required development application on UX. Application development that focus on end-user will improve UX applications. UCD is the methodology used by the developers and designers to ensure the products are made to meet the needs of users. The implementation of user-centered design is based on the usability aspects of satisfaction, learnability, efficiency, memorability, and error. Usability evaluation using Heuristic evaluation method. Application being developed by used PHP, HTML, CSS, and Javascript language. The end result of the research is the application with an interface that has UX based usability aspect. | |
| 13947 | 17282 | A1M012046 | PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HATI TIKUS PERCOBAAN | Minuman jahe berbasis gula kelapa merupakan salah satu bentuk minuman fungsional yang mempunyai kadar dan aktifitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat menghambat reaksi oksidasi komponen tubuh. Konsentrasi radikal bebas yang tidak seimbang dengan antioksidan dapat menimbulkan stress oksidatif pada tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe berbasis gula kelapa terhadap kadar dan aktivitas antioksidan pada hati tikus percobaan. Penelitian ini berbentuk eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan pemberian minuman jahe selama 30 hari masing-masing dengan 6 pengulangan yaitu: P1J = kontrol, P2J = perlakuan pemberian minuman jahe dengan jumlah takaran 20 gram/200 ml setara konsentrasi 1 gelas, P3J = perlakuan pemberian minuman jahe dengan jumlah takaran 60 gram/200 ml setara konsentrasi 3 gelas, P4J = perlakuan pemberian minuman jahe dengan jumlah takaran 180 gram/200 ml setara konsentrasi 9 gelas. Minuman jahe berbasis gula kelapa diberikan dengan cara pencekokan sebanyak 2,5 ml/ekor. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian minuman jahe berbasis gula kelapa dapat meningkatkan total fenol, kadar GSH hati dan menurunkan penghambatan pembentukan malonaldehid pada hati tikus percobaan. Pemberian minuman jahe dengan takaran 20 gram/200 ml (P2) merupakan pemberian optimum yang berpengaruh pada peningkatkan total fenol dan GSH pada hati tikus percobaan. | Ginger drink based of palm sugar is a kind of functional drinks. It has high antioxidant activity so that it can inhibit the oxidant reaction of body components. If the concentration of free radicals that were not balanced with antioxidant agents can cause oxidative stress on the body. This research aimed to determined the effect of ginger drink based of palm sugar levels and the activity of antioxidant rats liver. This research was conduced in the experimental design that used a completely randomized design (CRD) with 4 treatment groups for 30 days where in each 6 repetitions ie: group control (P1), the treatment group were given by ginger drink based of palm sugar with number of doses 20gr/200 mL concentration equivalent to 1 cup (P2), the treatment group were given by ginger drink based of palm sugar with number of doses 60gr/200 mL concentration equivalent to 3 cup (P3), the treatment group were given by ginger drink based of palm sugar with number of doses 60gr/200 mL concentration equivalent to 9 cup. Ginger drink based of palm sugar was given by “pencekokan” with dosage 2,5 ml. The result of research showed that ginger drink based with palm sugar was able to increase total fenolic, gluthatione content of rats liver and decrease establishment of malonaldehid liver. Ginger drink based of palm sugar given based by number of doses 20/200 mL (P2) is the optimum concentrate to increase total fenolic and glutathione content of rats liver. | |
| 13948 | 17283 | C1A012087 | ANALISIS PENDAPATAN DAN KONSUMSI PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA DI KECAMATAN BEKASI UTARA | Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Konsumsi Pengemudi Angkutan Kota di Kecamatan Bekasi Utara”. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh jam kerja, pengalaman, umur kendaraan, setoran dan trayek angkutan terhadap besarnya pendapatan pengemudi angkutan kota di Kecamatan Bekasi Utara. Selain itu penelitian ini untuk mengetahui apakah pendapatan pengemudi keluarga pengemudi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga dan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan pengemudi. Dalam penelitian ini digunakan teknik regresi linear berganda, analisis APC dan analisis perbandingan pendapatan dengan standar KHL Kota Bekasi. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 84 responden yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh kesimpulan (1) Besarnya pendapatan pengemudi angkutan kota di Kecamatan Bekasi Utara secara bersama-sama dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu jam kerja, pengalaman, dan trayek angkutan. Sedangkan umur kendaraan dan setoran tidak mempengaruhi besarnya pendapatan yang diperoleh ; (2) Pengemudi angkutan kota di Kecamatan Bekasi Utara pendapatan keluarganya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Namun ada sebagian kecil yang pendapatan keluarganya belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ; (3) Berdasarkan hasil perhitungan indikator taraf hidup dengan membandingkan pendapatan pengemudi dengan standar KHL Kota Bekasi terdapat sebagian besar sudah dapat memenuhi standar KHL dan sebagian kecil lagi masih belum memenuhi standar KHL. Ini berarti sebagian besar pengemudi angkutan kota di Kecamatan Bekasi Utara sudah dapat dikatakan sejahtera karena sudah dapat memenuhi standar KHL. Dari kesimpulan dapat diambil implikasi sebagai berikut : (1) Untuk organda yang menaungi pengemudi angkutan kota baiknya memberikan pelatihan dan pengarahan kepada pengemudi-pengemudi baru beberapa tahun menjadi pengemudi angkutan kota. Memberikan pengarahan disini maksudnya adalah menjelaskan mengenai trayek sepi dan trayek ramai lalu keadaan lapangan saat ini agar para pengemudi mengerti bagaimana keadaan trayek yang akan mereka jalani ; (2) Para pengemudi hendaknya lebih memfokuskan pada aspek pelayanan yaitu dengan tidak menunggu penumpang terlalu lama yang biasanya membuat penumpang tidak nyaman, lalu untuk si pemilik kendaraan juga baiknya memperhatikan kebersihan dan kenyamanan penumpang saat berada dalam mobil angkutan kota, seperti membuat kursi penumpang nyaman untuk diduduki, atau bahkan pemilik mobil dapat memasang speaker untuk memutar music namun tetap dalam volume yang wajar agar penumpang merasa terhibur ; (3) Jika ingin meningkatkan penghasilan pengemudi dapat menambahkan curahan waktu kerja mereka, karena dari hasil penelitian bahwa semakin lama pengemudi bekerja maka semakin besar pula penghasilan yang akan didapatkan. | This research is entitled “Analysis of Public Transportation Driver’s Income and Consumption in North Bekasi”. The purpose is to analyze how the effect of working hours, experience, life of vehicle, deposit and route to driver’s income in North Bekasi.Then to discover if driver’s income can fulfill family consumption and in order to know how prosperity rate of driver in this research, It’s used multiple linear regression technic, APC analysis and income comparison analysis with KHL Bekasi standard. Sampling quantity that has been taken is 84 respondents that chosen randomly. Based on the result, we can conclude (1) Amount of public transportation driver’s income in North Bekasi is influenced by independent variables, there are work hours, experience, and route. Meanwhile, life of vehicle and deposit don’t influence the amount of income ; (2) public transportation driver’s income in North Bekasi is sufficient to cover their family consumption, yet there is a little part of it hasn’t been sufficient to cover consumption needs ; (3) Based calculation of standard of living indicators by compare driver’s income with Bekasi KHL standard, most them have fulfilled the standard, most them haven’t, it means most public transportation driver in North Bekasi have been prosperous because they have fulfilled KHL standard. Based on conclusion, Implications can be drawn as follows: (1) To Organda which houses public transport drivershould provide training and orientation to the drivers who just go in few years. Provide guidance here means explaining the deserted stretch and stretch the crowded state of the field at this time that the drivers understand how the state of the route that will go through; (2) The drivers should be more focused on service aspects, no waiting or it is usually called as "ngetem" too long that usually make passengers uncomfortable, then to the owner of the vehicle is also worth paying attention to cleanliness and passenger comfort while in car public transportation, such as create a comfortable passenger seat to sit on, or even car owners can install the speaker to play music but remain in a reasonable volume so that passengers feel comforted; (3) If you want to increase earnings drivers can add their working hours, because of result research that the longer the driver works the greater the income that will be earned. | |
| 13949 | 17284 | D1E011131 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) DALAM PAKAN TERHADAP JUMLAH SEL DARAH MERAH DAN SEL DARAH PUTIH ITIK TEGAL JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun sukun (Artocarpus altilis) dalam pakan terhadap peningkatan jumlah sel darah merah dan sel darah putih itik Tegal jantan. Penelitian ini menggunakan 90 ekor itik Tegal jantan. Perlakuan ini terdiri dari P0 (pakan basal tanpa suplementasi tepung daun sukun), P1 (pakan basal+tepung daun sukun 3%/kg pakan), P2 (pakan basal+tepung daun sukun 6%/kg pakan), P3 (pakan basal+tepung daun sukun 9%/kg pakan), P4 (pakan basal+tepung daun sukun 12%/kg pakan), dan P5 (pakan basal+tepung daun sukun 15%/kg pakan). Peubah yang diamati adalah sel darah merah dan sel darah putih itik Tegal jantan umur 9 minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pemberian tepung daun sukun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel darah merah dan sel darah putih itik Tegal jantan. Rataan jumlah sel darah merah 3,251±0,425 juta/mm3. Rataan jumlah sel darah putih 7980,6±2345,6 juta/mm3. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan peningkatan jumlah sel darah merah dan sel darah putih itik Tegal jantan yang terjadi pada pemberian tepung daun sukun 6%, sehingga menghasilkan jumlah sel darah merah dan sel darah putih yang optimal. | The research aimed to find out the effects of supplementation of breadfruit leaf flour (Artocarpus altilis) in feed on the red blood cells and white blood cells in male Tegal duck. This research used 90 male Tegal duck. The treatment consisted of P0 (basal feed without a breadfruit flour suplementation of breadfruit leaf), P1 (basal feed + breadfruit leaf flour 3%/kg in feed), P2 (basal feed + breadfruit leaf flour 6%/kg in feed), P3 (basal feed + breadfruit leaf flour 9%/kg in feed), P4 (basal feed + breadfruit leaf flour 12%/kg in feed) and P5 (basal feed + breadfruit leaf flour 15%/kg in feed). The parameters measured in this study were Red Blood Cells and White Blood Cells of male tegal duck at the age of 9 weeks old. This research was conducted by using experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The supplementation of breadfruit leaf how had not give the significant effect (P>0.05) red blood cells and white blood cells male Tegal duck. The average of red blood cells were 3.251±0,425 million/mm3, while white blood cells were 7980.6±2345,6 milion/mm3. The conclution shows the amount of increasing red blood cells and white blood cells in male Tegal duck that happens on by giving 6% of braidfruit flour, so it produces the optimum number of red blood cells and white blood cells. | |
| 13950 | 17248 | C1J012036 | FACTORS AFFECTING DEMAND ON CLEAN WATER PDAM TIRTA KAMUNING (Case Study in Household type B group Kuningan Regency) | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Air Bersih PDAM Tirta Kamuning (Studi kasus kelompok rumah tangga tipe B di Kabupaten Kuningan)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan, jumlah anggota keluarga, luas rumah, Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor dan sumber air alternatif terhadap permintaaan air PDAM Tirta Kamuning di Kabupaten Kuningan serta untuk menganalisis faktor-faktor yang paling dominan terhadap permintaan air bersih pada PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling, Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara simultan menggunakan uji F. Untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini digunakan uji Multikolinearitas, Uji Normalitas dan Uji Heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Pendapatan, Jumlah anggota keluarga, Luas rumah, Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan air bersih PDAM Tirta Kamuning, Selanjutnya variabel Sumber air lain tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel Luas rumah mempunyai pengaruh paling dominan terhadap permintaaan air bersih di PDAM Tirta Kamuning. Implikasi pada penelitian ini adalah perlu adanya pemenuhan standar air bersih harus menjadi perhatian pihak PDAM Tirta Kamuning, sebagai penyedia air bersih perlu adanya penambahan sumber debit air seiring dengan meningkatnya permintaan air bersih. Dalam penelitian ini dipengaruhi oleh variabel Pendapatan keluarga, Jumlah anggota keluarga, Luas rumah, dan Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor. Selain itu, hendaknya manajemen PDAM Tirta Kamuning lebih meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan, hal ini harus menjadi perhatian Manajemen PDAM Tirta Kamuning, agar pelanggan merasa puas yang selanjutnya akan memberikan keuntungan terhadap pihak PDAM Tirta Kamuning. Selanjutnya untuk Faktor yang paling mempengaruhi jumlah permintaan air pada PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan berdasarkan analisis adalah luas rumah. Hal ini menunjukan bahwa luas rumah dapat digunakan sebagai indikator bagi pihak PDAM dalam menentukan tarif air bagi konsumen. Semakin besar luas rumah pelanggan maka dapat disimpulkan semakin besar pula pendapatan keluarga tersebut sehingga relatif semakin tinggi pula kebutuhan air yang digunakan oleh pelanggan. | SUMMARY The study is titled "factors that influencing the demand for clean water PDAM Tirta Kamuning (case study group of the household type B in Kuningan District)". The purpose of this research is to know the influence of variable income, number of family members, broad house, the number of motor vehicle ownership and alternative water sources against the demand of water PDAM Tirta Kamuning Kuningan District and to knows that the variables dominant the demand of water PDAM Tirta Kamuning Kuningan District. This research was conducted with the primary data analysis methods. The technique of determination of the sample used was Accidental Sampling, analytical tools used was Multiple Linear Regression with statistical models for testing partially using t-test and F-test to simultaneously use. To find out the deviation of the classical assumption in this study used a test of Multicollinearity, Normality Test and Heteroskedastisitas Test. Based on the results of this study showed that the variables of income, number of family members, broad house, the amount of ownership of a motor vehicle are jointly significant effect against the demand for clean water PDAM Tirta Kamuning, then another water source variables have no effect significantly. Spacious home variable had the most dominant influence against the request of clean water in PDAM Tirta Kamuning. The implication of this research is the need for the fulfillment of the standards of clean water should be brought to the attention of parties PDAM Tirta Kamuning, as a provider of clean water is need for the addition of source water discharge along with the growing demand for clean water. In this research is affected by the variable family income, number of family members, broad house, and the number of motor vehicle ownership. In addition, should the management of PDAM Tirta Kamuning further enhance the quality of service to customers, this should be a concern of management of PDAM, so that customers was satisfied that would give you an advantage against the party PDAM Tirta Kamuning. Next to the factors that most influence the amount of water on request PDAM Tirta Kamuning Kuningan District based on extensive analysis is home. This indicates that the broad House can be used as an indicator for the PDAM in determining water tariffs for consumers. The more expansive House customer then it can be inferred the greater the family's income also so that the higher the relative necessity of water used by the customer. | |
| 13951 | 17224 | A1L012176 | PENGARUH LARUTAN DISINFEKTAN DAN PERFORASI PLASTIK PENGEMAS TERHADAP MUTU BUAH CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan perendam dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah cabai merah besar selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor yang dikaji adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan, perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat, perendaman dalam 300 ppm larutan klorin dan persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; tanpa perforasi , 5 perforasi, 10 perforasi dan 15 perforasi. Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 15 cm x 25 cm dengan ketebalan 0.07 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 10 perforasi secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol. | The purpose of this research are to determine the type of disinfectant solvent to wash the large-red chili and the percentage of perforation plastic film packaging polypropylene (PP) which are able to inhibit the quality deterioration of the chili fruit during storage. The experimental design used was randomized block design. The data were analyzed by F test at 5%, followed by DMRT (Duncan Multiple Range Test). Treatments consisted of combinations between disinfectant solvent consisted of three different treatments, namely without treatment of disinfectants, submersion in 200 ppm solvent of potassium sorbate, submersion in 300 ppm chlorine solvent and the percentage of perforation of plastic film packaging with four different levels of treatments, namely without perforation, with 5 hole perforation, with 10 hole perforation and with 15 hole perforation. The experiment used a plastic film type of polypropylene with dimension of 15 cm x 25 cm and 0.07 mm thickness. Each treatment was repeated 3 times. The results indicated that the chili fruits submerged in 300 ppm chlorine and packed in the 10 hole perforated plastic films gave significant reduction in weight loss and intensity of decay compared to other treatments. | |
| 13952 | 17286 | C1A013078 | ANALISIS PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING, INFLASI, EKSPOR, DEFISIT NERACA JASA DAN KRISIS TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA PERIODE 1991-2015 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh PMA, inflasi, ekspor, defisit neraca jasa dan dummy krisis terhadap nilai tukar rupiah dan mengetahui trend perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar periode tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda metode Ordinary Least Square (OLS) dan analisis trend. Hasil penelitian ini adalah Penanaman Modal Asing (PMA), ekspor, dan dummy krisis berpengaruh positif signifikan terhadap nilai tukar rupiah sedangkan variabel inflasi dan defisit neraca jasa berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Trend nilai tukar rupiah terhadap dollar selama 5 tahun kedepan menunjukkan trend yang melemah. | The purpose of this study was to determine the influence of foreign direct investment, inflation, exports, service account deficit and crisis on rupiah exchange rate and projection rupiah exchange rate against dollar period 2016-2020. This research used multiple linier regression method of Ordinary Least Square (OLS) and trend analysis. The results of this study was foreign direct investment, exports,and crisis have positive significant effect to rupiah exchange rate while inflation and service account deficit have positif not significant effect to rupiah exchange rate. Trend analysis show that rupiah exchange rate against dollar next five years is weakened trend. | |
| 13953 | 17285 | F1F012024 | TAG QUESTIONS USED BY CHILDREN IN JOHN BOYNE'S THE BOY IN THE STRIPPED PAJAMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis pertanyaan penegas dan alasan mengapa pertanyaan penegas tertentu digunakan oleh anak-anak dalam novel The Boy in the Stripped Pajamas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data dan novel The Boy in the Stripped Pajamas sebagai sumber data. Data tersebut dianalisis menggunakan teori tentang pertanyaan penegas dari Holmes dan beberapa teori tentang bahasa anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 26 ujaran anak-anak yang mengandung pertanyaan penegas. Saya menemukan bahwa anak-anak menggunakan pertanyaan penegas tertentu di situasi dan tujuan tertentu. Diantara keempat tipe tersebut, affective tag menjadi dominan karena pertanyaan ini banyak digunakan anak-anak untuk menunjukkan ketidakyakinan terhadap suatu informasi baru dari lawan bicara. Challenging tag digunakan untuk memperkuat tuturan anak, baik untuk memperoleh informasi atau menambah efek negatif suatu tindak tutur. Softening tag digunakan untuk memperhalus kritikan atau perintah, sedangkan facilitative tag digunakan untuk mengundang penutur baru untuk ikut dalam percakapan. Sehubungan dengan penelitian ini, pendekatan psikolinguistik dan analisis eror pada pertanyaan penegas oleh anak-anak di dunia nyata dapat dikembangkan lagi lebih jauh. | This research is aimed at finding out the types of tag questions and describing the reason why certain tag questions are used by children in novel The Boy in the Stripped Pajamas. This research uses qualitative study in analyzing the data and novel The Boy in the Stripped Pajamas as the data source. The data were analyzed using theory of tag questions by Holmes and some children language theories. The result of this research shows that there are 26 total children utterances which contain tag questions. I found that children use those four types in their utterance in certain situation and purpose. Out of those four types, epistemic tags are the most frequently used by children to show children’s uncertainty toward certain new information from other speaker. Challenging tags are used by children when they want to strengthen their utterance for getting certain information, and boosting negative speech act. Softening tags are used to soften criticism or directives, while facilitative tag is used to invite new speaker to join the conversation. In accordance with this research, psycholinguistics approach and error analysis of young children’s tag questions in real life can be further developed. | |
| 13954 | 17287 | G1A013026 | Pengaruh Pemberian Chlorella sp Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Rattus norvegicus yang Diinduksi Karbon Tetrakhlorida (CCl4) | Penyakit hati kronis merupakan salah satu masalah kesehatan penting di dunia. Kerusakan sel hati yang terjadi dapat dikurangi dengan hepatoprotektor, salah satunya Chlorella sp. Chlorella sp merupakan salah satu alga hijau yang memiliki banyak kandungan antioksidan terutama β-karoten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Chlorella sp terhadap kadar albumin pada tikus Rattus norvegicus yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan rancangan post test only with control group. Objek penelitian menggunakan dua puluh lima ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai control sehat yang hanya diberi aquades, kelompok B sebagai control sakit yang diberikan CCl4, kelompok C, D, dan E diberikan CCl4 dan Chlorela sp dengan dosis berturut-turut 3,6 mg/200gBB tikus, 7,2 mg/200gBB tikus, 14,4 mg/200gBB tikus. Hewan coba diaklimatisasi selama 1 minggu sebelum melakukan perlakuan. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Sampel darah diambil diakhir perlakuan untuk mengukur kadar albumin. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA. Rerata kadar albumin kelompok A – E secara berurutan adalah 3.12 g/dl, 3.50 g/dl, 3.38 g/dl, 3.08 g/dl, dan 3.08 g/dl. Hasil uji one way ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna rerata kadar albumin antar kelompok (p = 0,636). Penelitian ini menunjukan bahwa Chlorella sp tidak mencegah penurunan kadar albumin pada tikus Rattus norvegicus yang diinduksi CCl4. | Chronic liver disease is one of the important health problem in the world. Liver cell damage that occurs can be reduced by hepatoprotektor, one of which is Chlorella sp.Chlorella sp is one that has a lot of green algae contains antioxidants, especially β-carotene.This study was aimed to determine the effect of Chlorella sp Albumin levels of albino rats (Rattus norvegicus) induced by carbon tetrachloride (CCl4). The research method was a true experimental study with post test only with control group design. Twenty five rats were divided into 5 groups. Group A as healthy control was only given aquades, group B as sick control was given CCl4, group B, C, and E were given CCl4 and Chlorella extract with successive doses of 3.6 mg /200gBW rat, 7.2 mg /200gBW rat, 14.4 mg /200gBW rat. The animals were acclimatized for 1 week before intervention. The treatment was done for 28 days. Blood samples were taken at the end of the treatment to measure the levels of albumin. The data were analysed by One way ANOVA. The mean levels of albumin in group A - E sequentially was 3.12 g / dl, 3.50 g / dl, 3.38 g / dl, 3.08 g / dl, and 3.08 g / dl. One way ANOVA test showed no significant difference between groups mean albumin levels (p = 0.636).This study shows that Chlorella sp does not prevent a decrease in albumin levels in rats Rattus norvegicus induced CCl4. | |
| 13955 | 17789 | G1D013004 | KORELASI ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KESEPIAN PADA LANSIA DI PERUMAHAN PURWOSARI INDAH KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS | Berbagai perubahan yang dialami oleh lansia menyebabkan lansia lebih rentan mengalami masalah psikologis berupa kesepian. Kesepian terjadi karena adanya penurunan interaksi sosial. Keluarga merupakan orang yang paling dekat hubunganya dengan lansia. Namun, telah terjadi pergeseran fungsi keluarga yang menyebabkan terggangunya proses sosialisasi dengan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara keberfungsian keluarga dengan tingkat kesepian pada lansia di Perumahan Purwosari Indah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah total responden penelitian ini adalah 68 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran keberfungsian keluarga menggunakan Family Asessment Device (FAD) dan tingkat kesepian menggunakan UCLA Loneliness Scale. Uji statistik menggunakan uji korelasi Somers’d. Lebih dari separuh lansia mengalami kesepian rendah (57,4%) dan hanya 1 (1,5%) lansia yang mengalami kesepian tinggi. Lebih dari 2/3 lansia tinggal dalam keluarga dengan keberfungsian baik (70,6%) dan sisanya (29,4%) tinggal dalam keluarga dengan keberfungsian kurang baik. Hasil uji statistik Somers’d menunjukan p value 0,000 dengan nilai r 0,565. Terdapat korelasi yang bermakna antara keberfungsian keluarga dengan tingkat kesepian pada lansia di Perumahan Purwosari Indah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. | Various changes experienced by elderly cause them to be more vulnerable to psychological problems such as loneliness. Loneliness happen because of decrease in social interaction. Family is the significant person to elderly. However, there has been a shift in the family functioning that causes disruption of the socialization process with family members. This research aimed to determine correlation between family functioning and loneliness level on the elderly at Purwosari Indah Housing Baturaden Sub-District Banyumas Regency. This research used cross sectional design. The total number of respondents were 68 elderly people who selected using simple random sampling technique. Family functioning was measured using Family Assesment Device (FAD) and the loneliness level was measured using UCLA Loneliness Scale. Statistical test used Somers’d correlation test. More than half elderly experienced low loneliness (57,4%) and only 1 (1.5%) elderly experienced high loneliness. More than 2/3 of the elderly are living in a family with good functioning (70.6%) and the rests (29.4%) were living in a family with poor functioning. Somers’d statistical test indicated p value 0.000 with r value 0.565. There was a significant correlation between the family functioning and loneliness level among the elderly at Purwosari Indah Housing Baturaden Sub District Banyumas Regency. | |
| 13956 | 17288 | A1L012058 | PEMANFAATAN LIMBAH NILAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L.) PADA INCEPTISOL | Program UPSUS PAJALE dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produksi kedelai yang fluktuatif setiap tahunnya. Kedelai yang ditanam pada tanah inceptisol belum mampu mencapai potensi hasil produksi sebesar 2,25 ton/ha. Permasalahan fisik dan kimia pada tanah inceptisol dapat diatasi dengan pemberian bahan organik, salah satunya adalah pupuk cair limbah nilam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan karakter kimia dari pupuk cair limbah nilam yang dibandingkan dengan standar dari peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/ Permentan /SR.140/2011, (2) menentukan dosis optimum pupuk cair limbah nilam dan kombinasi antara pupuk anorganik dengan pupuk cair limbah nilam untuk meningkatkan produksi kedelai Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sindangagung wilayah Kabupaten Kuningan dan Laboratorium Tanah, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan Juli 2016. Kedelai yang digunakan adalah varietas anjasmoro dan tanah yang dipakai adalah jenis inceptisol. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan blok sebagai ulangan. Penelitian terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair limbah nilam dan faktor yang kedua adalah konsentrasi pupuk anorganik (ZA, SP-36, KCl). Konsentrasi pupuk organik cair limbah nilam terdiri atas tiga taraf, N5 = 5 ml/lubang tanam setara dengan 450 l/ha; N10 = 10 ml/lubang tanam setara dengan 900 l/ha; N15 = 15 ml/lubang tanam setara dengan 1350 l/ha. Konsentrasi pupuk anorganik terdiri dari tiga taraf, K0 = 0 % dosis anjuran; K50 = 50 % dosis anjuran; dan K100 = 100 % dosis anjuran. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun, jumlah cabang kedelai, bobot akar segar (g), bobot akar kering (g), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot 100 biji (g), jumlah biji per tanaman, dan bobot butir biji per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pupuk cair limbah nilam masih di bawah standar dari peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/ Permentan /SR.140/2011 tentang pupuk organik. Syarat yang memenuhi hanya variabel pH dengan nilai 6,07. Pemanfaatan pupuk cair limbah nilam sampai dosis 15 ml/lubang tanam (1350 l/ha) hasilnya masih di bawah penggunaan pupuk anorganik. Perlakuan organik 5 ml/lubang tanam (450 l/ha) dengan bobot 11,60 g/tanaman setara 3,13 ton/ha baru mencapai 98,80 % jika dibandingkan dengan aplikasi pupuk anorganik 50 % dosis anjuran dengan bobot 11,74 g/tanaman setara 3,16 ton/ha. | UPSUS PAJALE programs implemented in order to increase soybean production. Soybeans were planted on Inceptisol has not achieve the potential yield of 2.25 ton/ha. Inceptisol physical and chemical problems can be solved by organic materials, one of which was a liquid fertilizer patchouli waste. This research aimed : (1) to assign chemical character of liquid patchouli fertilizer that compared to the standard of Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/2011, and (2) to assign optimum dose of liquid patchouli fertilizer and a combination between inorganic fertilizer with liquid patchouli fertilizer to increase soybean yield. This research was started from May to July 2016 at Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan and Laboratory of Soil Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was a field experiment and the research design was a completly randomized block design (CRBD) with blocks as replications. This research was consisted of two factors, the first factor was a concentration of the liquid patchouli fertilizer and the second factor was a concentration of inorganic fertilizer (ZA, SP-36, KCl). The concentration of the liquid organic fertilizer patchouli waste consists of three levels, N5= 5 ml/planting hole is equivalent to 450 l/ha; N10= 10 ml/planting hole is equivalent to 900 l/ha; N15= 15 ml/planting hole is equivalent to 1350 l/ha. The concentration of inorganic fertilizer consists of three levels, K0= 0 % of recommended doses; K50= 50 % of recommended doses; and K100 = 100 % of recommended doses. The observed variables were plant height (cm), leaf number, branches number, fresh root weight (g), dry root weight (g), canopy fresh weight (g), canopy dry weight (g), weight of 100 seeds (g), number of seeds, and seed weight (g). Liquid patchouli fertilizer had not fulfilled the standard of Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/2011. pH was the only variable that met standards of regulation. Utilizaztion of liquid patchouli waste fertilizer until 15 ml/planting hole results still under inorganic fertilizer. Organic Treatment 5 ml/planting hole (450 l/ha) with a weight 11,60 g/plants equivalent 3,13 ton/ha reached 98,80 % compared with 50 % inorganic fertilizer recommended doses with a weight 11,74 g/plants equivalent 3,16 ton/ha. | |
| 13957 | 17289 | D1E011181 | HUBUNGAN FAKOR SOSIAL EKONOMI PETERNAK DENGAN MOTIVASI BETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kategori dan keeratan hubungan antara faktor sosial ekonomi (tingkat pendidikan, umur peternak, jumlah anggota keluarga peternak, pengalaman beternak, keterdedahan terhadap media informasi, dan pendapatan peternak) dengan motivasi beternak pada peternak kambing di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survey dalam pengumpulan data, metode pengambilan sampel wilayah yaitu Stratified Random Sampling dengan mengelompokkan berdasarkan jumlah peternak kambing terbesar, sedang, dan terendah. Penetapan sampel responden dilakukan dengan metode Random Sampling yaitu mengambil sampel responden sebanyak 20% dari masing-masing desa yang terpilih. Total responden terpilih sebanyak 114 peternak kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi dan jumlah anggota keluarga masuk kategori tinggi. sedangkan tingkat pendidikan, umur peternak, pengalaman beternak, keterdedahan terhadap media informasi dan pendapatan masuk kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis penelitian variabel yang berhubungan dengan motivasi beternak kambing adalah pendidikan, keterdedahan terhadap media informasi, pengalaman beternak, dan pendapatan peternak, sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan motivasi beternak kambing adalah umur peternak dan jumlah anggota keluarga. | The purpose of this research was to know the level of category and closeness between socioeconomic factors ( the level of education , age of farmers , the number of family members, experience as livestock farmer, the awareness to information media , and income of farmers ) with the motivation of goat farmers in Sub-district of Karanglewas District of Banyumas . The research was done with the survey methods in data collection, the method of the sample collection of the area used stratified random sampling by grouping, based on the largest, moderate, and the lowest number a goat farmers. Sample selection of respondents were with random sampling methods namely 20 percent of respondents of each selected village.The total respondents selected were as many as 114 goat farmers. The results showed that the motivation and the number of family members were the highest. The rate of education, age of farmers, experience, awareness to the information media and income were in medium category. According to the research analysis, the variables tha were associated with the motivation were education, awareness to the information media, experience, and income of farmers, while variable unrelated to the motivation to raise goats were age of farmers and the number of family members. | |
| 13958 | 17290 | D1E011240 | PENGGUNAAN SINBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT DAN PERESENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS AYAM SENTUL JANTAN | Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan sinbiotik dalam ransum ayam Sentul jantan terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas. Materi yang digunakan adalah ayam Sentul jantan umur 2 bulan sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode experimen in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah penggunaan sinbiotik terdiri atas R0 (tanpa sinbiotik), R1 (penggunaan sinbiotik 2%), R2 (penggunaan sinbiotik 4%), R3 (penggunaan sinbiotik 6%). Peubah yang diukur adalah bobot dan persentase bagian-bagian karkas. Hasil penelitian diperoleh rataan bobot paha 301,48 ± 28,07 gram, dengan kisaran bobot paha 280,54 ± 25,91 gram sampai 315,40 ± 46,43 gram, dan persentase paha berkisar antara 23,03 ± 1,19 % sampai 24,02 ± 0,47%, rataan bobot dada 196,02 ± 21,42 gram dan persentase dada sebesar 15,03 ± 1,15%, rataan bobot sayap 109,41 ± 6,82 gram dan persentase sayap 8,59 ± 0,61%, sedangkan rataan bobot giblet 57,48 ± 7,61 gram dan persentase giblet 4,50 ± 0,51%. Hasil Analisis Variansi menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase paha, dada, sayap, dan giblet. Disimpulkan bahwa penggunaan sinbiotik dalam ransum belum mampu meningkatkan bobot dan persentase bagian-bagian karkas ayam Sentul (paha, dada, sayap, dan giblet). Kata kunci : Ayam Sentul Jantan, Sinbiotik, Bobot dan Persentase Bagian-bagian Karkas. | `The purpose of research is to investigate of using Sinbiotic in male Sentul chicken feed on the weight and carcass percentage parts. The materials used was male Sentul chicken aged two month as many 60 heads. This reseach was conducted by in vivo experiment method, using a Completely Randomized Design (CRD). The tested treatments were R0 (without sinbiotic), R1 (2% sinbiotic), R2 (4% sinbiotic), and R3 (6% sinbiotic). The research variables were the weight and carcass percentage parts. The results of the study obtained the mean weight of the thigh was 301.48 ± 28.07 grams, with a range of thigh weight of 280.54 ± 25.91 grams until 315.40 ± 46.43 grams, while the thigh percentages ranged from 23.03 ± 1.19 % to 24.02 ± 0.47 %, the mean weight of the chest was 196.02 ± 21.42 gram and the percentage of the chest was 15.03 ± 1.15 %, the mean of wing weight was 109.41 ± 6.82 grams while the wings percentage was 8.59 ± 0.61 %, while the mean of giblet weight was 57.48 ± 7.61 gram and the percentage of giblet was 4.50 ± 0.51 %. The results of the analysis variansi show that the use of sinbiotic gave significant (P>0.05) effect on weights and the percentage of the thigh , the chest , wings , and giblet. The study concludes, the uses of sinbiotic in rations have not been able to raise the weight and carcass percentage parts. (the thigh, the chest, wings, giblet). Keywords : Male Sentul Chicken, Sinbiotic, The Weight and Carcass Percentage Parts. | |
| 13959 | 17313 | A1M012053 | PENGARUH VARIASI JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT SENSORI DAN MIKROBIOLOGI MINUMAN JAHE PADA SUHU REFRIGERATOR | Minuman jahe mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan sehingga dibutuhkan suatu metode pengawetan dan pengemasan yang tepat untuk mencegah terjadinya perubahan karakteristik sensori. Kerusakan pada minuman jahe dapat terlihat dari adanya perubahan baik secara sensori maupun mikrobiologi. Metode pengawetan yang dapat memperpanjang daya simpan minuman jahe adalah pendinginan menggunakan suhu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi perlakuan antara variasi jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap sifat sensori serta interaksi perlakuan keduanya terhadap intensitas warna dan sifat mikrobiologi minuman jahe pada suhu refrigerator. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Dua faktor yang dicoba meliputi jenis kemasan (K) terdiri dari plastik polietilen (K1); gelas plastik polipropilen (K2); botol kaca coklat (K3), dan lama penyimpanan (L) terdiri dari 1 hari (L1); 2 hari (L2); 3 hari (L3); 4 hari (L4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama penyimpanan dapat meningkatkan total mikroba dan menurunkan nilai intensitas kecerahan, kemerahan, dan kekuningan minuman jahe. Kemasan botol kaca coklat memiliki nilai intensitas kecerahan, kemerahan, dan kekuningan paling tinggi. Kombinasi perlakuan K3L1 (botol kaca coklat, 1 hari) merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan hasil uji indeks efektivitas terhadap parameter sifat sensori. Kombinasi perlakuan minuman jahe K3L1 memiliki nilai warna 4,10 (coklat-coklat tua), aroma rempah 3,75 (agak kuat-kuat), rasa manis 3,15 (agak manis-manis), rasa pedas 3,8 (agak kuat-kuat), flavor 3,5 (agak enak-enak), dan tingkat kesukaan 3,45 (agak suka-suka). | Ginger drink is easily damaged during storage so that it requires preservative and packaging method which appropriate to prevent the sensory characteristics changing. The damage of ginger drink can be known by sensory and microbiology perspective. The method of preservation that can extend the life time of ginger drink is low temperature cooling method. The aims of research were to find any influence of treatment combination between packaging types variations and storage time on sensory characteristics and both interaction on color’s intensity and microbiology properties of ginger drinks at refrigerator temperature. Methods used was experimental method of Randomized Blocked Design (RBD) which arranged factorially with 3 times replications. Two factors that examined were packaging types (K) that were polyethylene plastic (K1); polypropylene plastic glass (K2); brown glass bottles (K3), and storage time (L) were composed of 1 day (L1); day 2 (L2); 3 days (L3); 4 days (L4). The results showed that the longer of storage time can increase the total microbial and lowering the value of intensity of the brightness, reddish, yellowish of the ginger drink. Brown glass bottle had highest intensity value of brightness, reddish, and yellowish. Treatment combination of K3L1 (brown glass bottles, 1 day) was the best treatment combination based on the result of effectiveness index test on sensory characteristics. Treatment combination of K3L1 had the value color of 4.10 (brown-dark brown), aroma of spice of 3.75 (rather strong-strong), the sweet taste of 3.15 (rather sweet-sweet), the spicy taste of 3.8 (rather strong-strong), flavor of 3.5 (rather tasty-tasty), and consumer preference 3.45 (rather like-like). | |
| 13960 | 17291 | G1A013107 | Perbandingan Uji Efektifitas antara Bubuk Abate dengan Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L) terhadap Larva Aedes sp | Abate adalah insektisida yang digunakan untuk membunuh larva Aedes sp, namun memiliki banyak kekurangan diantaranya adalah pencemaran lingkungan dan resistensi. Sehingga perlu adanya alternatif larvasida alami salah satunya adalah daun kemangi (Ocimum sanctum L). Tujuan penelitian ini membandingkan efektifitas bubuk abate dengan ekstrak etanol daun kemangi dalam menghambat pertumbuhan larva Aedes sp. Penelitian menggunakan desain eksperimental post test only with control group, terdapat 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok control, abate, dan ekstrak etanol daun kemangi. Masing-masing kelompok terdapat 9 kontaiener dan tiap kontainer berisi 10 ekor larva Aedes sp nyamuk Aedes sp instar III dan IV. Hasil rerata kematian larva Aedes sp sesuai metode penelitian pada kelompok kontrol adalah 0 pada semua waktu pengamatan, pada kelompok abate didapatkan hasil 2.444, 9.555, 9.555, 9.888, 10, 10, sedangkan pada kelompok ekstrak etanol daun kemangi didapatkan hasil 0, 0.111, 0.555, 2, 3.444, 6.222. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kematian larva oleh bubuk abate dengan ekstrak etanol daun kemangi. Kelompok kontrol dengan abate, dan kelompok kontrol dengan ekstrak etanol daun kemangi didapatkan hasil yang signifikan dengan nilai p=0,005 pada semua waktu pengamatan, sedangkan untuk kelompok abate dengan ekstrak daun kemangi memiliki nilai yang signifikan dengan nilai p=0,011 pada waktu pengamatan 45 menit. Bubuk abate memiliki efektifitas lebih baik dibandingkan ekstrak etanol daun kemangi. | Abate is a kind of insecticide which is used to kill Aedes sp larva, but it has weaknesses such as pollution and resistance. Then the alternative of natural larvacide is needed. One of them is basil leaf (Ocimum sanctum L). The purpose of the research is to compare the effectivity between abate powder and ethanol extract of basil leaf in preventing the growth of Aedes sp larva. The research uses experimental design of post test only with control group, which has three groups. The control group, abate, and ethanol extract of basil leaf. Each group has 9 containers which contain 10 Aedes sp larva. The calculation of Aedes Sp larva death average of control group in every observation time is 0, the abate group shows the result of 2.444, 9.555, 9.555, 9.888, 10, 10, and the ethanol extract of basil leaf group shows the result of 0, 0.111, 0.555, 2, 3.444, 6.222. There is a significant difference between death of larva by abate powder and ethanol extract of basil leaf. Control group with abate and control group with ethanol extract of basil leaf show a significant result of p=0,005 in every observation time. The abate group and ethanol extract of basil leaf show a significant result of p=0,011 in 45 minutes observation time. The conclusion is abate powder has a better effectivity than ethanol extract of basil leaf. |