Artikelilmiahs

Menampilkan 12.361-12.380 dari 49.535 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
123615335H1L008046SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA AYAM
KAMPUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD REASONING
(Studi Kasus : Penyakit yang terjangkit pada ayam kampung di Kabupaten Cilacap)
Berbagai jenis penyakit yang ada pada ayam kampung menjadi perhatian penting untuk peternak ayam dan masyarakat. Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Cilacap sebagai wadah untuk para peternak ayam dalam menangani konsultasi serta bantuan untuk kegiatan pemberian informasi diagnosa penyakit ayam kampung. Sebelumnya Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Cilacap hanya memberikan informasi setelah peternak ayam dan masyarakat bertanya tentang penyakit yang menjangkiti ayam mereka. Untuk membantu pakar dalam penentuan jenis penyakit ayam kampung maka dibuat sistem pakar diagnosa penyakit ayam kampung. Sistem pakar diagnosa penyakit ayam kampung dibuat menggunakan metode penalaran maju (forward reasoning). Metode ini dilakukan dengan menentukan/mendiagnosis jenis penyakit berdasarkan penalaran yang ditentukan oleh data masukan gejala-gejala penyakit ayam kampung. Kesimpulan yang diperoleh berupa jenis penyakit ayam kampung beserta penanganan dan pencegahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar dapat membantu pakar hewan untuk penyeleksian gejala penyakit dan penentuan diagnosa penyakit ayam kampung.Various types of diseases that exist on chicken becomes an important concern for chicken farmers and public. Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Cilacap as a place for chicken farmers in dealing with consultation and assistance activity in providing information for the diagnosis of chicken disease. Formerly, Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Cilacap only provide information after chicken farmers and public asked about disease that infected their chicken. To help experts determined the type of chicken disease, it is made expert system for diagnosing chicken disease. The expert system is made using forward reasoning method. This method is done by diagnose diseases based on reasoning that is determined by the input data symptoms chicken. The solution obtained is the type of chicken disease include its handling solutions and prevention. The results showed that expert systems can help animal expert for selecting of disease symptoms and diagnosis determination of chicken disease.
123625336C1L008025THE ANALYSIS OF INFLUENCE OF COMPANY CHARACTERISTICS ON VOLUNTARY DISCLOSURE OF ANNUAL REPORT (STUDY IN LQ 45 COMPANIES LISTED ON BEI) ABSTRAK (RINGKASAN)

Penelitian ini berjudul “The Analysis Of Influence Of Company Characteristics On Voluntary Disclosure Of Annual Report (Study In LQ 45 Companies Listed On BEI)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan sukarela di perusahaan.

Penelitian ini merupakan data sekunder yang menggunakan laporan tahunan perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI . Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan total sampel 14 perusahaan. Analisis data menggunakan analisis asumsi klasik, analisis regresi dan analisis uji hipotesis.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel ukuran perusahaan, profitabilitas dan umur perusahaan tidak memberikan pengaruh terhadap pengungkapan sukarela. Sedangkan, variabel likuiditas, leverage dan tipe kepemilikan memberikan pengaruh terhadap pengungkapan sukarela.
ABSTRACT

This research was entitled “The Analysis Of Influence Of Company Characteristics On Voluntary Disclosure Of Annual Report (Study In LQ 45 Companies Listed On BEI)”. The research objectives of this research was to determine the effect company characteristics on company voluntary disclosure.

This research is secondary data that used annual report of LQ 45 company listed on BEI. The sampling technique method used was purposive sampling with the total sample of 14 companies. The data analyses used were classical assumption test, regression analysis and hypotheses testing.

The result shows that the firm size, profitability and firm age does not give positive influence on voluntary disclosure. Thus, variable of liquidity, leverage and ownership type give positiv influence on voluntary disclosure.
123635338G1B008018FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMAKAIAN MASKER PADA PEKERJA KONTRAKTOR DI PACKING HOUSE P.10 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk KABUPATEN CIREBONDebu merupakan salah satu beban tambahan dari lingkungan kerja kimia sebagai akibat adanya kegiatan proses produksi. Data NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) tahun 2010 di Amerika menunjukkan bahwa angka kematian yang terkait dengan penyakit paru akibat kerja mencapai 70% dari total kematian akibat kerja. Masker merupakan salah satu upaya pengendalian pada lingkungan kerja berdebu, untuk mencegah timbulnya penyakit paru akibat kerja. Namun masih terdapat pekerja yang tidak menggunakan masker pada saat bekerja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku pekerja sehingga tidak menggunakan masker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemakaian masker pada pekerja kontraktor di packing house p.10 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kabupaten Cirebon. Jenis dan metode penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 52 responden. Data didapatkan melalui wawancara responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Variabel-variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, persepsi, sikap, usia, masa kerja, peraturan, dan pengawasan oleh petugas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku pemakaian masker adalah tingkat pengetahuan (p = 0,021), peraturan (p = 0,018 ) dan pengawasan oleh petugas (p= 0,038). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan signifikan yaitu tingkat pendidikan (p = 0,108), persepsi (p = 0,140), sikap (p = 0,120), usia (p = 0,406 ), masa kerja (p = 0,184). Disarankan perlu adanya kegiatan pemberian informasi terkait dengan pemakaian APD (masker), serta meningkatkan peraturan dan frekuensi pengawasan terhadap pemakaian masker pada pekerja. Dust is one of the additional burden of the work environment as a result of chemical production processes. Based on data from NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) in 2010 in the United States showed that mortality associated with occupational lung disease reached 70% of total deaths caused by work. Mask is one of the efforts to control the dusty work environment, to prevent occupational lung disease. However there are workers who do not wear masks at work. Many factors influence the behavior of workers that do not use the mask. The purpose of this study was to determine the factors associated with the behavior and the use of masks on contractors working in the packing house p.10 PT Indocement Tbk Kabupaten Cirebon. Type and method of this study is observational cross-sectional approach. Total sample of 52 respondents. Data were obtained through interviews with respondents using questionnaires and direct observation. The variables studied were the level of knowledge, level of education, perceptions, attitudes, age, years of employment, regulatory, and oversight by the clerk. Data analysis was performed by univariate and bivariate (chi square). The results showed that the variables significantly associated with the use of masks behavior is the level of knowledge (p = 0.021), regulation (p = 0.018) and oversight by the clerk (p = 0.038). While the variables are not significantly related to education level (p = 0.108), perception (p = 0.140), attitude (p = 0.120), age (p = 0.406), year (p = 0.184). Suggested activities necessary to the provision of information relating to the use of masks, and to improve the regulation and supervision of the frequency of use of masks to workers.
123645339F1D006040PERAN AKTOR LOKAL DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN
DAERAH NO. 3 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN
(STUDI KASUS DI KECAMATAN KAMPUNGLAUT, KABUPATEN
CILACAP)
Penelitian ini untuk memahami dan mendeskripsikan peran aktor di
tingkat lokal dalam implementasi kebijakan pendidikan di Kecamatan
Kampunglaut Kabupaten Cilacap berdasarkan perda No. 3 Tahun 2008 tentang
penyelenggaraan pendidikan di Kecamatan Kampunglaut serta faktor politik apa
yang mendukung dan menghambat dalam implementasi tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini ialah Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kabupaten Cilacap, Dinas
Pendidikan Kabupaten Cilacap, UPT Kecamatan Kampunglaut, Komite Sekolah,
Guru dan Kepala sekolah, PGRI Kecamatan Kampunglaut dan warga masyarakat
Kampunglaut. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling
dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara
mendalam, observasi, dokumentasi
Dengan menggunakan metode kualitatif diperoleh hasil peran aktor di
tingkat lokal dalam implementasi kebijakan pendidikan di Kecamatan
Kampunglaut Kabupaten Cilacap berdasarkan perda No. 3 Tahun 2008 tentang
penyelenggaraan pendidikan yang bebas KKN belum berjalan maksimal, hal ini
dikarenakan adanya perbedaan masing-masing kapasitas peran dalam
implementasi, sehingga yang terjadi adalah perda penyelenggaraan pendidikan
tidak dapat terimplementasi secara baik. Faktor-faktor yang mendukung dalam
implementasi perda tersebut adalah: 1) Adanya faktor politik yang meliputi,
komitmen politik dan kesadaran politik 2) Faktor ekonomi dan 3) Faktor
lingkungan. Sementara faktor penghambatnya adalah: 1) Pemerintah yang belum
memahami isi dari perda tersebut dan kurangnya penyediaan sarana dan mininya
pengetahuan para aparat pelaksana pendidikan 2) Masyarakat yang belummemiliki pengetahuan dan pemahaman yang tinggi terhadap keberadaan perda
tersebut serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan 3) Tahap
monitoring dan evaluasi menjadi tidak tepat sasaran dikarenakan keterbatasan
penegtahuan mereka dalam menjalankan implementasi kebijakan.
The purpose of this study is to understand and describe the role of actors
at the local level in the implementation of education policy in the District
Kampunglaut based regulation No. Cilacap regency. 3 of 2008 on the
organization of education in the District Kampunglaut and what political factors
that support and hinder the implementation. This research uses descriptive
qualitative method. Objectives of this study is the Regional Representatives
Council (DPRD) Commission D Cilacap, Cilacap District Education Office,
District UPT Kampunglaut, School Committee, teachers and principals, district
PGRI Kampunglaut Kampunglaut and citizens. Informant retrieval technique
using purposive sampling and snowball sampling.
Data was collected through in-depth interviews, observation,
documentation With the results obtained using qualitative methods the role of
actors at the local level in the implementation of education policy in the District
Kampunglaut based regulation No. Cilacap regency. 3 of 2008 on the
implementation of free education KKN not running optimally, this is due to
differences in their respective roles in the implementation of capacity, so that
there is regulation of education can not be implemented properly. The factors that
support the implementation of these regulations are: 1) The political factors that
include, political commitment and political awareness 2) Economic factors and 3)
environmental factors. While the inhibiting factors are: 1) The government did not
understand the contents of these regulations and the provision of facilities and
lack of knowledge of the executing officers mininya education 2) People who do
not have high knowledge and understanding of the existence of these regulations
and a lack of awareness of the importance of education 3) Phase monitoring and
evaluation be targeted because of their limitations in performing penegtahuan
policy implementation
123655365B1J008145PENGARUH ENKAPSULASI PROBIOTIK DENGAN MATRIKS PATI TERHADAP VIABILITAS Bacillus sp. YANG DIUJIKAN PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)Bacillus sp. merupakan bakteri gram positif, memproduksi endospora, motil, katalase positif, dan termasuk salah satu probiotik yang digunakan untuk melindungi ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dari serangan penyakit. Selama ini aplikasi probiotik untuk ikan diberikan secara langsung melalui pakan atau penebaran langsung ke kolam. Hal ini menimbulkan jumlah sel bakteri probion tidak seluruhnya hidup (viable). Dalam penelitian ini Bacillus sp. dienkapsulasi dengan matriks pati dengan maksud untuk melindungi sel dari pengaruh langsung faktor lingkungan dan sistem pencernaan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas bakteri probiotik Bacillus sp. yang terenkapsulasi matriks pati terhadap jumlah total bakteri intestinal dan gambaran darah ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan meliputi perlakuan P1 (ikan Mas yang diberi pakan pelet dan probiotik terenkapsulasi pati) dan perlakuan P2 (ikan Mas yang diberi pakan pelet yang disemprot probiotik). Kedua perlakuan dilakukan selama 0 hari, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Parameter yang diukur adalah jumlah mikroba dalam pakan, saluran pencernaan, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, dan persentase komponen sel darah putih pada ikan Mas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa enkapsulasi sel Bacillus sp. dengan matriks pati 2% memberikan proteksi lebih baik dengan tingkat viabilitas 96,7% pada penyimpanan selama dua minggu pada suhu 37ºC. Suplementasi probiotik Bacillus sp. terenkapsulasi matriks pati tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah total bakteri intestinal pada ikan Mas. Suplementasi probiotik Bacillus sp. terenkapsulasi matriks pati selama 21 hari memberikan respon paling baik terhadap imunitas ikan Mas ditinjau dari jumlah eritrosit, leukosit dan persentase ragam leukosit ikan Mas.
Bacillus sp. is a gram-positive endosporeforming bacterium, motile, positive catalase and it has been used as a probiotic to improve common carp (Cyprinus carpio L.) immunity to the diseases. Application of probiotics mostly is administered directly through the feed or poured directly into the pond stocking. This raises the number of probiont bacterial cells not entirely live (viable) because of the influence of environmental factors and the digestive system of animals, resulting in less probiotics work. In this study Bacillus sp. was encapsulated in starch matrix in order to protect the cells from the direct influence of environmental factors and the digestive system of animal. The aim of this study is to know the viability of encapsulated Bacillus sp. in starch matrix to the total number of intestinal bacteria and blood profile of carp. This study was done experimentally in completely randomized design (CRD). The treatments were: (1) carps fed with pellets and capsules of probionts for 0 days, 7 days, 14 days, and 21 days, (2) carps fed with pellets which was sprayed with probioticsnts for 0 days , 7 days, 14 days, and 21 days. The treatments were tested include: P1 treatment (carps fed with pellets and capsules of probionts) and P2 treatment (carps fed with pellets which was sprayed with probionts). Both treatments performed for 0, 7, 14, and 21 days respectively. The parameters measured in this study were the number of microbes in feed and intestinal tract, the number of red blood and white blood cells, and the percentage of white blood cell components of carp. The results of this study showed that the encapsulated Bacillus sp. in 2% starch matrix gives a better protection to cells up to 96.7% viability after storage for two weeks. Supplementation of encapsulated Bacillus sp. in starch matrix did not give any significantly differences to the total number of intestinal bacteria in common carp. Supplementation of encapsulated Bacillus sp. in starch matrix for 21 days induced the best immune response to common carp in terms of the number of erythrocytes, leukocytes and the percentage of common carp leukocyte components.
123665308C1B009080ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING LOAN, LOAN TO DEPOSIT RATIO, RETURN ON ASSET DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP JUMLAH PENYALURAN KREDIT BANK UMUM SWASTA NASIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan menguji pengaruh faktor dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, non performing loans, loan to deposit ratio, return on asset dan suku bunga SBI terhadap jumlah penyaluran kredit perbankan. Objek dalam penelitian adalah bank umum swasta nasional yang terdaftar di Bank Indonesia periode 2009-2011. Hasil pemilihan sampel dengan metode purposive sampling diperolah jumlah sampel sebanyak 23 perusahaan dengan analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial variabel dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit. Suku bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit. Sedangkan non performing loan tidak berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit.
Sebagai implikasi, untuk meningkatkan penyaluran kredit, perusahaan perbankan harus melakukan penghimpunan dana secara optimal, mengoptimalkan kegunaan sumber daya finansial (modal) yang dimiliki, dan memiliki manajemen perkreditan yang baik agar NPL tetap berada dalam tingkat yang rendah dan dalam batas yang disyaratkan oleh Bank Indonesia.
The research aims to examine the influence of third party funds, capital adequacy ratio, non performing loan, loan to deposit ratio, return on asset and interest rates of SBI to amount banking credit distribution. The objects of this study were the national private commercial banks listed in Bank Indonesia in 2009-2011. The result of the sampling using purposive sampling was 23 companies. The data was analyzed using multiple linear regression test.
The results showed that partially, variables of third party funds, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, return on asset had positive influence to amount banking credit distribution. Interest rate of SBI had negative influence to amount banking credit distribution. Meanwhile, non performing loan did not influence the amount banking credit distribution.
As implication, in order to increase the credit distribution, banking company needs to have optimal funding activity, optimize the usage of the capital possessed, and possess the good credit management so that NPL will be still in the low level and upon the required limit by Bank Indonesia.
123675340H1F008062STUDI TEKTONOSTRATIGRAFI SUB CEKUNGAN TARAKAN
DI CEKUNGAN TARAKAN BAGIAN SELATAN
BERDASARKAN DATA SEISMIK
Lokasi penelitian berada di wilayah pantai sampai laut dalam Sub Cekungan Tarakan, Cekungan Tarakan bagian selatan, Kalimantan Timur pada Formasi Tarakan dan Formasi Bunyu. Tektonostratigrafi di Sub Cekungan Tarakan terbagi dalam tiga fase: pre-rift, syn-rift, dan post-rift. Sub Cekungan Tarakan menjadi passive margin yang terbagi dalam fase transgresi dan regresi (Hadi,dkk, 2009 modifikasi Ellen, dkk, 2008).
Pada penelitian ini menggunakan 5 line data seismik (ODA 4, ODA 5, ODA 6, ODA 9, dan ODA 10). Objek penelitian adalah Formasi Tarakan dan Formasi bunyu.
Berdasarkan data seismik diketahui pola struktur yang terjadi pada daerah penelitian adalah sesar-sesar normal atau sesar turun yang disebabkan karena adanya proses rifting sehingga membentuk morfologi cekungan. Kedalaman pada daerah penelitian mencapai 8000 meter di bawah permukaan laut.
Research areas is in beach area until Tarakan sub-basin offshore, South part of Tarakan Basin, East Kalimantan on Tarakan Formation and Bunyu Formation. Tectonostratigraphy in Tarakan Sub-Basin is devided into 3 Phase: Pre-rift, syn-rift, and post-rift. Tarakan Sub-Basin was in passive margin that devided into transgration and regration phases ( Hadi et all., 2009 modified from Ellen et all,. 2009)
In that research using five line seismic data ( ODA 4, ODA 5, ODA 6, ODA 9, and ODA 10). The object of research is Tarakan Formation and Bunyu Formation.
Base of seismic data knew pattern of structure that was in research area is normal fault because rifting process until form basin morphology. Depth in research area until 8000 meter above sea level.
123685323H1D008052RELIABILITY TEST OF SPATIAL INTERPOLATION OF MONTHLY RAINFALL DATA USING KRIGING METHODProyek atau kegiatan pengembangan dan manajemen sumberdaya air tidak bisa dilepaskan dari peranan analisis hidrologi. Tidak hanya dalam bidang sumber daya air, sebagian besar perencanaan bangunan sipil juga memerlukan analisis hidrologi. Definisi Analisis hidrologi adalah analisis yang dilakukan terhadap data hidrologi yang telah dikumpulkan untuk membuat keputusan atau menarik kesimpulan mengenai suatu fenomena hidrologi. Analisis hidrologi bertujuan untuk mengetahui karakteristik hujan, debit air yang ekstrim maupun yang wajar yang akan digunakan sebagai dasar analisis dalam pelaksanaan detail desain. Komponen penting dalam analisis hidrologi adalah hujan, curah hujan menjadi masukan utama bagi aliran sungai dan di dalam tampungan baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. Jumlah dan variasi debit sungai sangat tergantung pada jumlah, intensitas dan distribusi hujan. Namun data curah hujan yang diamati pada periode tertentu seringkali tidak tersedia, atau terjadi kekosongan data. Adanya data yang kosong akan mengurangi informasi yang terkandung pada data. Masalah lain yang terjadi adalah kurangnya stasiun hujan sehingga data hujan yang ada kurang mewakili kondisi setempat, kondisi yang kurang mewakili ini bisa membuat hasil analisis hidrologi menjadi tidak akurat. Analisis hidrologi yang tidak akurat akan mengurangi umur pakai bangunan bahkan kegagalan struktur. Penelitian ini akan mencoba menguji kehandalan analisis kriging untuk menginterpolasi data hujan. Uji kehandalan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis ukuran statistic antara metode kriging dengan metode IDW. Analisis statistic yang digunakan adalah mean, standar deviasi, koefisien korelasi, root mean square error (RMSE) dan Mean Absolute Error (MAE). Metode IDW digunakan sebagai pembanding karena metode ini sudah umum digunakan dalam interpolasi data hujan. Berdasarkan perbandingan analisis ukuran statistic metode kriging kurang akurat jika dibandingkan metode IDW. Hal ini disebabkan karena adanya deviasi data hujan antar stasiun yang besar, Jumlah stasiun hujan yang terbatas dan sebaran stasiun hujan yang kurang merata.Projects or water resources development and management cannot be separated from the role of hydrological analysis. The hydrological analysis is required not only in water resources projects, but also most of the civil engineering projects need hydrological analysis. Definition of hydrologic analysis is an analysis of hydrological data observed in nature to make decisions or conclusions about a hydrological phenomenon. Hydrological analysis aims to understanding the characteristics of rainfall, extreme and normal of water discharge used for analysis of the detailed design. Important part of the hydrologic analysis is rainfall, rainfall being the primary input for the flow in the river and aquifer in above or below the ground. Fluctuation of river discharge is highly dependent on the amount, intensity and distribution of rainfall on the catchment area. However, rainfall data from observations in a period are often not available due to missing data. Presence of incomplete data will reduce the information contained in the data. Another problem that occurs is the lack of rainfall stations so that there is less rainfall data represent local conditions, this conditions that could make hydrologic analysis becomes inaccurate. Inaccuracies of hydrologic analysis output will reduce the use life of the building even structure could be collapse earlier than planned. This research tries to test the reliability analysis of kriging method to interpolate rainfall data. Reliability test is conducted by comparing the results of the statistical analysis from the kriging method with IDW method. Statistical analysis used is the average, standard deviation, correlation coefficient, root mean square error (RMSE) and Average Absolute Error (MAE). IDW method is used for comparison because it is a common method used in the rainfall data interpolation. Based on comparison statistical analysis, kriging method is less accurate than IDW method. This condition is caused by the large deviation of rainfall data between rainfall stations, limited number of rainfall stations and non-uniformly distributed rainfall stations.
123695341H1C009019PREDIKSI DEBIT AIR BERBASIS ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) UNTUK MENGHITUNG POTENSI DAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI SUNGAI LOGAWA KABUPATEN BANYUMASKebutuhan akan sumber pembangkit listrik terbarukan semakin dibutuhkan karena sumber alam fosil untuk pembangkit listrik konvensional semakin menipis dan kebutuhan akan energi listrik yang juga terus meningkat. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah salah satu pembangkit energi listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan yaitu air. Debit air harus diketahui secara berkesinambungan agar dapat diprediksi potensi daya yang dapat dihasilkan PLTMH. Penelitian ini memprediksi debit air yang ada pada 4 titik uji di Sungai Logawa Banyumas yaitu yaitu Dusun Karanggondang, Desa Sambirata, kecamatan Cilongok1, Dusun Kubangan, Desa Sukawera, kecamatan Cilongok2, Dusun Rabuk, Desa Baseh, Kecamatan Kedung Banteng3, dan Dusun Cibun, Desa Baseh, kecamatan Kedung Banteng4 dengan menggunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Pada penelitian ini dirancang arsitektur ANFIS untuk dapat memprediksi debit air selama 10 tahun kedepan dengan melakukan tahap pelatihan, uji validasi dan prediksi. RMSE pengujian terkecil di titik 1 sebesar 0,244512 (menggunakan arsitektur 6 buah input, jenis keanggotaan segitiga dan jumlah keanggotaan 3), titik 2 sebesar 0,584722 (menggunakan arsitektur 6 buah input, jenis keanggotaan Gaussian dan jumlah keanggotaan 3), titik 3 sebesar 5,339241 (menggunakan arsitektur 7 buah input, jenis keanggotaan gbell dan jumlah keanggotaan 2), titik 4 sebesar 17,256650 (menggunakan arsitektur 6 buah input, jenis keanggotaan segitiga, dan jumlah keangotaan 3). Data hasil prediksi titik 1 sebanyak 12 data (Tahun 2013), titik 2 sebanyak 60 data (tahun 2013-2017), titik 3 memberikan nilai debit air negatif pada validasi bulan ke-9, ke-11, dan ke-12, dan titik 4 memberikan nilai debit air negatif pada validasi bulan ke-3 dan ke-9.
Kata kunci : PLTMH, ANFIS, debit air, potensi daya
The need of the new source of electrical generator is getting needed because fossil natural resource for conventional electrical generator is incresingly diminished meanwhile the need of electrical energy is getting higher. Micro Hydro Power Plant (PLTMH) is one of electrical generator which use new energy resource that is water. The flow rate of water by volume shall be known continously in order to predict the potential power that can be produced by PLTMH. This research predicts the amount of water in 4 test points which are Karanggondang countryside, Sambirata Village, Cilongok sub-district1, Kubangan countryside, Sukawera Village, Cilongok sub-district2, Rabuk countryside, Baseh Village, Kedung Banteng sub district3, and Cibun countryside, Baseh Village, Kedung Banteng sub district4 using Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) method. This research designs ANFIS architecture to forecast the amount of water by undertaking training phase, validation test, and prediction. The Result of small RMSE value in the point 1 0,244512(using 6 units input architecture, the type of triangle membership and the number of membership is 3), point 2 (using 6 units input architecture, the type of Gaussian membership and the number of membership is 3) is 0,584722, point 3 (using 7 units input architecture, the type of gbell membership and the number of membership is 2) is 5,339241 and point 4 (using 6 units input architecture, the type of triangle membership and the number of membership is 3) is 17,256650 . The predicted result of point 1 as much as 12 data (Year 2013) and point 2 as much as 60 data (Year 2013-2017), point 3 has negative result in 9th, 11th, and 12th month of validation, and point 4 has negative result in 3rd and 9th month of validation.
Keywords: PLTMH, ANFIS, the flow rate of water, Potential Power
123705467H1A009049MODIFIKASI KITOSAN DENGAN TEMBAGA(II)
SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
Aktivitas antibakteri kitosan sering digunakan pada berbagai bakteri dan jamur. Tetapi, aktivitas antibakteri kitosan tidak stabil dan sensitif terhadap banyak faktor seperti berat molekul, pH, kelarutan. Upaya yang dilakukan untuk menstabilkan kitosan yaitu memodifikasi struktur dengan penambahan logam tembaga yang diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli.
Kitosan yang telah disintesis memiliki derajat deasetilasi (DD) 83,9%. Modifikasi kitosan-tembaga dapat disintesis dengan menggunakan metode presipitasi. Karakterisasi dengan FTIR digunakan untuk mengetahui gugus-gugus pada kitosan-tembaga yang menunjukan adanya ikatan Cu-N pada daerah 586,36 cm-1 dan serapan sekitar 478,35 cm-1 yang menunjukan vibrasi rentangan Cu-O. karakterisasi dengan XRD menunjukan bentuk amorf dari kitosan-tembaga, sedangkan analisis AAS digunakan untuk mengetahui jumlah tembaga yang terikat pada kitosan. Hasil AAS menunjukan hanya 11,1441% (b/b) tembaga yang terikat pada kitosan untuk membentuk modifikasi kitosan-tembaga. Kitosan dan kitosan-tembaga diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Penentuan KHTM digunakan untuk mengetahui jumlah konsentrasi terkecil yang mampu menghambat bakteri E. coli dan S. aureus. Hasil menunjukan untuk KHTM pada S. aureus berturut-turut adalah kitosan 0,0625% dengan zona hambat 1,01 mm, sedangkan kitosan-tembaga 0,03125% dengan zona hambat 1,03 mm. Nilai KHTM pada E. coli untuk kitosan 0,03125% dengan zona hambat 0,57 mm sedangkan kitosan-tembaga 0,03125% dengan zona hambat 1,16 mm.
Chitosan antibacterial activity is often used in various bacteria and fungi. But the chitosan bacteria's activity is not stable and sensitive to many factors such as molecular weight, ph and solubility. The effort which is done to stabilize chitosan are modificating the structure by adding copper that is able to hamper the bacteria growth.
Chitosan which has synthesized has deasetilation degree 83,9%. Chitosan-copper modification can be synthesized by using presipitation method. Characterization of FTIR is used to know the groups of chitosan-copper that is shown bond of CU-N on 586,36 cm-1 and about 478,35 cm-1 to range vibration of Cu-O. Characterization of XRD shows amorphous from copper-chitosan. In otherwise AAS analysis is used to know the number of copper that is bound in chitosan. The AAS result shows only 11,1441% (b/b) copper is bound on chitosan to form chitosan-copper modification. Chitosan and copper-chitosan are tested the antibacterial activity by pitting diffusion method. Determination of KHTM is used to know the smallest concentration number that is able to hamper E. coli and S. aureus bacteria. the result shows for KHTM on S. aureus, chitosan is 0,0625 % with inhibitation zone 1,01 mm and the chitosan-copper is 0,03125% with inhibitation zone 1,03 mm. KHTM value on E. coli for chitosan is 0,03125% with inhibitation zone 0,57 mm and the chitosan-copper is 0,03125% with inhibitation zone 1,16 mm.
123715342B1J008098PENYERAPAN Zn DAN DEKOLORISASI LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN MISELIUM JAMUR YANG DIISOLASI
DARI LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus
Industri batik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yang berasal dari pewarna yang digunakan, karena mengandung logam berat Zn yang bersifat toksik. Limbah batik yang mengandung Zn misalnya limbah akhir dan indigosol. Metode alternatif untuk penyerapan logam Zn dan dekolorisasi pada limbah batik adalah menggunakan jamur. Limbah baglog masih mengandung miselium jamur P. ostreatus dan jamur-jamur kontaminannya (Penicillium sp. dan Aspergillus sp.). Jamur-jamur tersebut berpotensi menyerap logam Zn dan mendekolorisasi pewarna yang terdapat pada limbah batik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan miselium jamur yang diisolasi dari limbah baglog P. ostreatus dalam menyerap logam Zn dan mendekolorisasi limbah cair batik, dan menentukan miselium jamur yang paling efektif dalam menyerap logam Zn dan mendekolorisasi limbah cair batik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium yang diisolasi dari limbah baglog P. ostreatus mampu menyerap logam Zn dan mendekolorisasi limbah cair batik. Miselium yang paling efektif dalam menyerap logam Zn dan mendekolorisasi limbah cair batik adalah Penicillium sp.Batik industry have negative impacts on the environment from the dye used, because it contains Zn heavy metals that are toxic. Batik wastewater that contain of zinc such as end-waste and indigosol wastes. An alternative method for the absorption of Zn metal and decolorization in batik wastewater using the fungi Pleurotus ostreatus was grown in baglog. Spent mushroom still contains fungal mycelium P. ostreatus and contaminant fungus (Penicillium sp., and Aspergillus sp.). That fungus has potential to absorb Zn metals and decoloring dyes in batik waste. The research was to determine the ability of fungal mycelium that isolated from spent mushroom P. ostreatus in absorbing Zn metals and decoloring batik wastewater, and determine the most effective fungal mycelium to absorb Zn metals and decoloring batik wastewater. The method of research used Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 repetitions. The results showed that the mycelium that isolated from sewage baglog P. ostreatus was able to absorb Zn metals and decoloring batik wastewater. Penicillium sp. mycelium is most effective in absorbing Zn metals and decoloring batik wastewater.
123725343C1C009069PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP BESARNYA SISA HASIL USAHA (SHU) KOPERASI DI JAWA TENGAHPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan eksploratif (explanatory) yang bertujuan menguji dan membuktikan beberapa hipotesis yang telah dirumuskan. Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Faktor-Faktor Keuangan dan Non Keuangan Terhadap Besarnya Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi di Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal sendiri, modal luar, volume usaha, jumlah anggota, jumlah tenaga kerja, jumlah unit usaha terhadap besarnya sisa hasil usaha koperasi.
Populasi pada penelitian ini adalah semua koperasi yang ada di Jawa Tengah. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berpengaruh terhadap besarnya perolehan sisa hasil usaha koperasi di Jawa Tengah adalah volume usaha dan modal luar. Selain itu, volume usaha diketahui sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap besarnya perolehan sisa hasil koperasi di Jawa Tengah. Implikasi dari penelitian ini yaitu: (1) Pada penelitian ini hanya modal luar yang berpengaruh terhadap besarnya perolehan sisa hasil usaha. Hal tersebut menggambarkan bahwa koperasi di Jawa Tengah pada umumnya masih ketergantungan dengan bantuan dana dari luar. Dalam rangka mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap pihak koperasi dalam upaya pengelolaan modal yang efektif dan efisien dalam upaya mengoptimalkan pendapatan agar koperasi tidak lagi ketergantungan dengan bantuan dana dari pihak luar dan prinsip kemandirian juga dapat dilaksanakan dalam menjalankan usahanya. (2) Bagi pihak koperasi perlu meningkatkan volume usaha agar terjadi peningkatan pada sisi SHU. Peningkatan SHU nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. (3) Bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model penelitian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sisa hasil usaha dengan meneliti faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap besarnya perolehan SHU. Faktor-faktor yang mungkin berpengaruh misalnya kualitas SDM, kebijakan pemerintah dan lain-lain. Selain itu, penellitian selanjutnya sebaiknya melakukan kajian pengembangan koperasi yang lebih spesifik dengan cakupan yang lebih sempit.
This research entitled “The influence of financial factors and non-financial factors to the amount of added value of cooperative in Central Java”, is a qualitative research with explorative design aimed to test and prove several hypotheses that have been formulated. The purpose of this research is to determine the influence of equity, external sources, business volume, amount of member, amount of workforce, amount of business units to added value of cooperative.
The population of this research is all cooperative in Central Java. Sampling method used in this research is purposive sampling method. The statistic tool used is multiple regression analysis.
According to the research result independent varibles that influence the added value are business volume and external sources, and business volume is factor that has greatest influence to added value in cooperative in Central Java. The implications of this research are: (1) on this research only external sources that has influence to the amount of added value. It describe that cooperative in Central Java still has a high dependence on external funds. We could hold a training for cooperative in order to decrease cooperative’s dependence on external funds, so they could manage their revenue in more effective and efficient way. (2) Cooperative needs to improve their business volume to make an improvement in added value. The improvement of added value could increase cooperative member’s welfare. (3) for further research, could expand the research model by adding others factors that could influence the amount of added value. Such as the quality of human resource, government’s policy, etc.
123735328H1D009006ANALISIS BATAS KECEPATAN MAKSIMUM KENDARAAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN KOLEKTOR ANTARKOTA DI KABUPATEN BANYUMAS
(ANALYSIS OF THE MAXIMUM SPEED LIMIT FOR TRAFFIC SAFETY OF VEHICLE ON THE RURAL COLLECTOR ROADS IN BANYUMAS REGENCY)
Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki perkembangan cukup pesat. Seiring dengan perkembangan yang terjadi di Kabupaten Banyumas, maka kebutuhan akan transportasi juga semakin meningkat. Hal ini menjadi salah satu penyebab semakin banyaknya kejadian kecelakaan yang terjadi dari 152 kejadian tahun 2010 menjadi 1451 kejadian di tahun 2012. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut adalah penggunaan kendaraan dengan kecepatan yang melebihi nilai batas kecepatan maksimum. Dengan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan analisis tentang nilai batas kecepatan maksimum kendaraan khususnya di ruas jalan kolektor antarkota untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Pembobotan dilakukan dengan metode Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) untuk mengetahui lokasi black spot di Kabupaten Banyumas. Data primer diperoleh dari survei kecepatan kendaraan eksisting pada lokasi black spot. Analisis dilakukan untuk mengetahui nilai batas kecepatan dari 85 persentil kecepataan kendaraan eksisting yang selanjutnya akan dijadikan sebagai salah satu acuan penetapan nilai batas kecepatan maksimum dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh lokasi black spot untuk ruas jalan kolektor antarkota di Kabupaten banyumas adalah jalan raya Wangon, Desa Klapagading, jalan raya Baturaden Desa Rempoah, dan jalan raya Kemranjen, Desa Pageralang. Pelanggaran yang dilakukan pengemudi terhadap batas kecepatan yang berlaku untuk ruas Jalan Raya Wangon, Desa Klapagading sepeda motor sebesar 6,67 %, mobil penumpang sebesar 4%, pickup sebesar 0%, bus sebesar 2,63%, dan truk sebesar 1,11%, ruas Jalan Raya Baturaden, Desa Rempoah sepeda motor sebesar 7,5%, mobil penumpang sebesar 0%, pickup sebesar 0%, bus sebesar 0%, dan truk sebesar 0%, dan ruas Jalan Raya kemranjen, Desa Pageralang sepeda motor sebesar 25,3%, mobil penumpang sebesar 13,74%, pickup sebesar 9,52%, bus sebesar 3,92%, dan truk sebesar 1,06%. Nilai batas kecepatan yang diusulkan untuk ruas jalan raya Wangon, Desa Klapagading, adalah 60 km/jam. Nilai batas kecepatan yang diusulkan untuk jalan raya Baturaden Desa Rempoah adalah 60 km/jam. Nilai batas kecepatan yang diusulkan untuk jalan raya Kemranjen, Desa Pageralang adalah 65 km/jam.
Kata kunci : Batas Kecepatan Maksimum, Keselamatan Lalu Lintas, Jalan Kolektor, Kabupaten Banyumas, Metode Pembobotan.
Banyumas is one of regency in central java which has significantly development. Along with the development that happened in Banyumas Regency, the demand of transportation is also increasing. That is one of many cause the higher number of accident from 152 cases in 2010 become 1451 cases in 2012. One of that cause accident was speeding. With this condition, it need to do analysis maximum speed limits of vehicle especially in collector rural roads for increasing traffic safety.
The weighting done by the aaccident ekivalen number (aen) methods to know the black spot location in Banyumas Regency. Primary data were obtained from the results speeding of vehicle in black spot location. Analysis was conducted to determine the speed limit value of 85 percentil existing speed vehicle wich will continue as a factor to determining the value of maximum speed limit in comparison with existing regulations
Based on the result analysis obtained the black spot location for collector rural roads in Banyumas Regency they are Wangon highway, Klapagading village, Baturaden highway, Rempoah village, and Kemranjen highways, Pageralang village. Violation that drivers do toward speed limit in Wangon highway, Klapagading village for motorcycle 6,67 %, passenger car 4 %, pickup 0 %, bus 2,63 %, and truck 1,11 %, Baturaden highway, Rempoah village for motorcycle 7.5 %, passenger car 0 %, pickup 0 %, bus 0 %, and truck 0 %, in Kemranjen highways, Pageralang village for motorcycle 25,3 %, passenger car 13,74 %, pickup 9,52 %, bus 3,92 %, and truck 1.06 %. Proposal value of vehicle speed limit in Wangon highway, Klapagading village is 60 km/h, in Baturaden highway, Rempoah village is 60 km/h, and in Kemranjen highway, Pageralang village the 2-wheel vehicle is 65 km/h and the 4-wheel vehicle is 60 km/h.
Keyword: Maximum Speed Limit, Traffic Safety, Collector Roads, Banyumas Regency, Weighting Method.
123745344C1C006038PENGARUH KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL
(Studi kasus pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas)
Pencapaian tujuan organisasi hanya dimungkinkan dengan adanya peran aktif serta upaya dari para individu dalam organisasi yang bersangkutan yang ditunjukkan melalui job outcome. Kinerja individual sebagai aspek utama dari job outcome, dapat diidentifikasi dan diukur melalui beberapa variabel, diantaranya kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kepribadian.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kepribadian terhadap kinerja individual. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan tetap kantor pusat PDAM Kabupaten Banyumas yang berjumlah 57 orang dengan rentang jabatan staf, kepala seksi, dan kepala bagian. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS for Windows.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kepribadian secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja individu karyawan PDAM Banyumas. Hal tersebut menunjukan bahwa peningkatan kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kepribadian karyawan PDAM Banyumas, akan berdampak pada meningkatnya kinerja mereka secara individu.
Achievement of organizational goals will only become apparent with the active role and efforts of the individuals within the organization, which is indicated by the job outcome. Individual performance as the main aspect of the job outcome, can be identified and measured by several variables, including job satisfaction, organizational commitment, and personality.
This study aimed to examine the influence of job satisfaction, organizational commitment, and personality toward the individual performance. This research was carried out on permanent employees of PDAM Banyumas headquarters totaling 57 people, with with a range of position is staff, section chief, and head of division. The method of data collection used is questionnaires. The analytical method used was multiple linear regression with the help of SPSS for Windows software.
Results of this study indicate that job satisfaction, organizational commitment, and personality partially have positive and significant influence toward the individual performance of employees of PDAM Banyumas. Thus, the increase of job satisfaction, organizational commitment and personality of PDAM Banyumas employees, will result in increased of their performance individually.
123755374G1D008047HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI VERBAL, VISUAL DAN TAKTIL DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-11 BULAN DI POSYANDU DESA REMPOAH Latar Belakang. Ibu bertanggungjawab terhadap stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anaknya, yang meliputi stimulasi verbal, visual dan taktil terhadap bayi. Dibutuhkan pengetahuan yang adekuat untuk melakukan aktivitas stimulasi dengan tepat..
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan stimulasi verbal, visual, dan taktil terhadap perkembangan bayi usia 0- 11 bulan di Posyandu Desa Rempoah.
Metode. Desain korelasional diaplikasikan untuk meneliti sampel bayi berusia 0-11 bulan di Posyandu Bina Kasih 2 dan 3, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden. Tigapuluh responden dipilih dengan teknik total sampling. Pengetahuan diukur dengan menggunakan kuisioner dan perkembangan bayi dikukurdengan DDST II. Uji hipotesis menggunakan Spearmen Rank.
Hasil. Mayoritas pengetahuan responden pada kategori sedang (56,7%), dan perkembangan bayi sebagian besar dalam kategori normal (60%). Uji korelasi Spearmen Rank didapatkan rho 0,075 dengan p 0,694 (α:0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi verbal, visual dan taktil terhadap perkembangan bayi usia, dengan nilai korelasi positif 0,075 yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah.
Background: Mother takes responsibility to stimulating her baby’s growth and development, including verbal, visual, and stimulation. Knowledge mother may had underlie in conducting mother activities stimulation. Adequate knowledge is demanded in order performing stimulation activities.
Objective: This research was to identify correlation between knowledge on verbal, visual, and tactile stimulation and baby’s (0- 11 months) stimulation at Posyandu Rempoah.
Method: Correlation design was set to investigate sample, baby ( 0-11 months) at Posyandu Bina Kasih 2 and 3, Rempoah, Baturraden District, Banyumas.
Thirty respondents were selected by total sampling tecnique: Knowledge was measured by a set of questionnaires, while DDST II was used to measure baby’s development.
Result: Most of respondents’ knowledge was on moderate level (56.7%), while baby’s development was mostly normal (60%). Rank Spearman test resulted rho correlation 0.075 at p 0.694 (α: 0.05).
Conclusion: There was no significant relationship between mother's knowledge on verbal, visual, and tactile stimulation and baby’s (0-11 months) development, with the value positive correlation of 0.075 which shows the power of weak ties.
123765326H1L008075RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB DENGAN NOTIFIKASI SMS MENGGUNAKAN FRAMEWORK YII
(STUDI KASUS SMA NEGERI 5 PURWOKERTO)
Perpustakaan merupakan tempat kumpulan buku atau tempat buku dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa. Pengertian perpustakaan secara luas yaitu salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan. SMA Negeri 5 Purwokerto termasuk sekolah favorit di Purwokerto dengan visi “Unggul dalam prestasi, luhur dalam budi pekerti berlandaskan keimanan dan ketaqwaan”. Salah satu prestasi yang pernah diraih adalah dalam bidang perpustakaan. Dalam upaya meningkatkan prestasi, maka perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan perubahan sistem manual menjadi sistem terkomputerisasi yaitu sistem informasi perpustakaan dengan notifikasi sms. Pada penelitian ini dirancang sistem informasi perpustakaan untuk mengelola data buku dan peminjaman buku menggunakan teknologi Framework Yii. Sistem informasi yang dibangun ini dapat menghasilkan pengelolaan data yang lebih efektif dan efisien.Library is a place where books are keep, assamble and organize as media for student. The definition of library for wide side is a place for manage books and collect literature sistematically to use by user as source of information and also as fun learning instrument. SMA Negeri 5 Purwokerto is one of favorite senior high scholl in Purwokerto with the vision “Unggul dalam prestasi, luhur dalam budi pekerti berladaskan keimanan dan ketaqwaan”. One of the achievment that has ever get in library sector. In order to increase performance, so need to be repaired by exchange manual system into computerized system that is library information system with sms notification. In this research created library information system to manage book database and landing system using framework yii. In this system information make the user can manage database efective and eficien.
123775345B1J008029JENIS DAN PREVALENSI NEMATODA USUS PADA KAMBING YANG DIPELIHARA DENGAN MODEL KANDANG YANG BERBEDA
DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Kambing merupakan jenis ternak ruminansia yang banyak dipelihara oleh masyarakat di pedesaan serta memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah utama bagi produktifitas ternak kambing adalah terjadinya infeksi cacing nematoda usus. Infeksi tersebut dikarenakan peternak masih menggunakan cara beternak tradisional. Model kandang di Kecamatan Sumbang terdapat dua model kandang, yaitu kandang tanpa sekat dan dengan sekat. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan prevalensi nematoda usus serta mengetahui pengaruh model kandang yang berbeda terhadap kejadian infeksi nematoda usus pada kambing di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik cluster sampling. Telur nematoda usus yang ditemukan kemudian diidentifikasi. Prevalensi dihitung dengan membandingkan jumlah kambing yang terinfeksi dengan jumlah seluruh kambing yang diamati. Pengaruh model kandang yang berbeda terhadap infeksi nematoda usus pada kambing dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan telur nematoda usus pada kambing, baik dipelihara dengan model kandang tanpa sekat maupun model kandang dengan sekat yaitu Haemonchus contortus, Strongyloides papillosus, Oesophagustomum sp., Ascaris sp., dan Trichostrongylus sp.. Prevalensi cacing nematoda usus yang menginfeksi kambing pada model kandang tanpa sekat adalah 66,21%, sedangkan model kandang dengan sekat yaitu 58,26%. Hasil uji Chi-Square menunjukan bahwa perbedaan model kandang bukan merupakan faktor utama penyebab terjadinya infeksi nematoda usus pada kambing.The goat is kind of ruminants which many maintained by village people, and has high economic value. The main problem for productivity of goats are the occurrence of infections nematode intestine. This infection caused by kept under traditional breeding. There are two model of stables, confined and unconfined stall. The purposes of this study are to determine the types and difference of prevalence of the intestinal nematode, also to study the goat’s nematode infection on different model of stables at Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. This research used survey method which using cluster sampling technique. Found intestinal nematode eggs then identified later. The Prevalence calculated by dividing number of goat infected with the total of number observed goat. Different model of stables that determine the number of intestine nematode infection analyzed using Chi-Square test. Result of this research had found there are eggs of intestinal nematode in both model of stables system are eggs of Haemonchus contortus, Strongyloides papillosus, Oesophagustomum sp., Ascaris sp, and Trichostrongylus sp.. Prevalence of intestinal nematode that infects goat in unconfined stall are 66,21%, and 58,26% in the confined stall. Chi-Square test result that difference model of stables were not a major factor in the occurrence of intestinal nematode infections in goats.
123785348H1L008065RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNTUK MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENJURUSAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMART (STUDI KASUS DI SMAN 12 BANDAR LAMPUNG)
Sistem Informasi Akademik (SIA) merupakan sebuah sistem informasi yang digunakan untuk mengolah data-data yang berkaitan dengan informasi akademik yang meliputi data biodata siswa, biodata guru, nilai siswa, mata pelajaran, jurusan, dan lain sebagainya. Setiap anggota atau pengguna mempunyai tingkat akses yang berbeda-beda terhadap SIA. Tingkat akses yang dimaksud disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kepentingan dari masing-masing pengguna sistem. Dalam perkembangannya, kebutuhan akademik menjadi lebih kompleks dikarenakan dengan tuntutan kemajuan jaman. Salah satu kebutuhan akademik guna menunjang prestasi akademik maupun peningkatan kualitas pelayanan adalah penggunaan sistem informasi akademik untuk mendukung pengambilan keputusan penjurusan siswa sekolah menengah atas Kelas X yang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Hal ini tentunya akan mempersulit baik siswa maupun guru dalam menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan keinginan siswa. Masalah ini tergolong ke dalam masalah yang bersifat multiobjective (banyak tujuan yang ingin dicapai), dan multicriterias (ada beberapa kriteria yang menentukan dalam mencapai keputusan tersebut). Banyak metode sistem pendukung keputusan yang dapat membantu permasalahan penjurusan siswa sekolah menengah atas, salah satu metode tersebut adalah Metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique). Metode SMART merupakan metode pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah penentuan pilihan yang bersifat multiobjective diantara beberapa kriteria. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan dibangun ”Sistem Informasi Akademik Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Penjurusan Siswa Sekolah Menengah Atas Dengan Menggunakan Metode SMART (Studi Kasus di SMAN 12 Bandar Lampung)”. Sistem informasi akademik ini akan dibangun berbasiskan web dengan menggunakan PHP dan MySQL.Academic information system is an information system which is used to process the academic information data including student’s and teacher’s biography, student’s score, the lessons, the placement, and etc. Each user has different access level on academic information system. The access level is set to the needs and the interest of each user. Nowadays, academic needs become more complex because of the demands of the growth era. One of the academic needs to support the academic achievement and the improvement of service quality is the application of academic information system to support the decision making of placement to the 10th grade students of senior high school, based on certain criteria. It will complicate neither the students nor the teachers in determining the right choice according to student’s ability and desire. This problem is categorized as a multi-objective and multi-criteria problem. Many decision-supporting system methods can solve the problem of student’s placement; one of them is SMART Method (Simple Multi Attribute Rating Technique). SMART Method is a decision-making method to solve the problem in determining the multi-objective choice in several criteria. Therefore, in this final assignment will be built “Academic Information System to Support the Decision Making of Placement of Senior High School Students by Using SMART Method (Case Study at SMAN 12 Bandar Lampung)”. This System will be built using a web based PHP and MySQL.
123795349H1F007036GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING DAERAH KALIPUCANG DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN KALIPUCANG, KABUPATEN CIAMIS,
PROVINSI JAWA BARAT
Penelitian ini membahas pemetaan geologi permukaan dan studi fasies batugamping pada daerah penelitian dengan metode survei dan analisis laboratorium. Secara administratif daerah penelitian merupakan wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dengan koordinat 248000 mE-254150 mE dan 9158600 mN- 9150900 mN UTM WGS 84 zona 49 dengan luas 29,240 km2. Daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan geomorfologi yaitu perbukitan zona sesar Cibuluh, perbukitan pepino Kalipucang, bukit homoklin Pasirpogoh dan dataran aluvial Citanduy dengan stadia muda menuju dewasa hingga tua. Daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan stratigrafi dari tua ke muda yaitu satuan breksi-batupasir, satuan batugamping, satuan batupasir, dengan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang berkaitan dengan tektonik Miosen Tengah dan Plio-Plistosen, berupa lipatan Cibuluh-Pamotan yang tercacah oleh sesar-sesar mendatar. Batugamping daerah penelitian terdiri atas tiga fasies, yaitu fasies packestone-wackestone, fasies framestone-bafflestone, fasies rudstone-packestone yang terendapkan pada fasies lingkungan secara berurutan yaitu backreef /shelf lagoon open circulation, reef front/organic build up, dan fore reef /fore slope. Gejala diagenesis yang teramati meliputi mikritisasi mikrobial, pelarutan, sementasi, dan neomorfisme, mengindikasikan lingkungan diagenesis pada zona marine phreatic, meteoric phreatic dan meteoric vadose. This research focussed on surface geological mapping and limestone facies study in the research area, using survey and laboratory analysis methods. The research area located in Kalipucang Area, Ciamis, West Java with 248000 mE-254150 mE and 9158600 mN- 9150900 mN UTM coordinates, with 29,240 km2 coverage area. That area consists four geomorphological unit, those are Cibuluh faults zone hills, Kalipucang pepino hills, Pasirpogoh homoklin hill and Citanduy alluvial plain with young to mature-old geomophological stadium. Research area comprise of three stratigraphic unit from the oldest to youngest strata, those are breccia-sandstone unit, limestone unit, sandstone unit, and alluvial deposit. Geological structures is correlate to Middle Miocene and Plio-Plistocene tectonics activity in form of Cibuluh-Pamotan folds those was cut by several strike slip faults. The Limestone consist of three facies, those are packstone-wackestone facies, framestone-bafflestone facies, and rudstone-packestone facies that each facies was deposited in the facies environments, those are backreef /shelf lagoon open circulation, reef front/organic build up, and fore reef /fore slope. Diagenetic processes which are identified including microbial micritization, dissolution, cementation, and neomorphism. Those processes indicated marine phreatic zone, meteoric phreatic zone and meteoric vadose zone as diagenetic environments of limestone.

123805350C1C009043ANALISIS ANGGARAN KAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SE-EKS KARESIDENAN BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif kausal yang dilakukan pada seluruh PDAM di wilayah Eks Karesidenan Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: ”Analisis Anggaran Kas sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Eks Karesidenan Banyumas”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui memadai atau tidaknya penyusunan anggaran kas, mengetahui signifikansi varians yang terjadi antara anggaran kas dan realisasinya, serta mengetahui pengaruh varians anggaran kas terhadap laba pada PDAM se-Eks Karesidenan Banyumas.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa: (1) proses penyusunan anggaran kas pada PDAM se-Eks Karesidenan Banyumas sudah memadai, (2) tidak terdapat varians yang signifikan antara anggaran kas dan realisasinya pada PDAM se-Eks Karesidenan Banyumas, (3) varians anggaran kas tidak berpengaruh terhadap laba PDAM se-Eks Karesidenan Banyumas.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu seharusnya proses penyusunan anggaran dilakukan secara tepat waktu dan sesuai prosedur, penyusunan anggaran seharusnya lebih baik dalam penentuan target sehingga tidak menimbulkan varians antara anggaran dan realisasi dengan nilai yang besar, kemudian pemerintah masing-masing kabupaten di wilayah Karesidenan Banyumas harus lebih tegas dalam menindak adanya keterlambatan penyusunan anggaran.
This study is causal comparative descriptive study conducted in every Local Water Company in Banyumas Recidency. This study took the title: "Cash Budget Analysis as a Tool for Financial Planning and Controlling in the Local Water Companies in Banyumas Residency".
The purposes of this study are to determine the adequacy of cash budgeting, to determine the significance of variance between cash budget and cash realization, and to determine the effect of cash budget variance on profit in the Local Water Companies in Banyumas Residency.
Based on the research result and data analysis, the conclusions are: (1) the cash budgeting process in the Local Water Companies in Banyumas Residency is adequate, (2) there is no significant variance between cash budget and cash realization in the Local Water Companies in Banyumas Residency, (3) cash budget variance does not affect the Local Water Companies profit.
The implications are the budgeting process should be done in a timely manner and in accordance with procedures, budgeting process should be better at the target formulation so as not to cause great value variance between budget and actual result , then the government of each regency in Banyumas residency must more firmly to punish each Local Water Company if there is a retardation of budgeting process.