Artikelilmiahs
Menampilkan 12.341-12.360 dari 49.535 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12341 | 5319 | F1D007047 | Politik Identitas Kaum Mormon di Indonesia (Representasi Perjuangan Kesetaraan Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir di DKI Jakarta) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan pola politik identitas Kaum Mormon di Indonesia melalui representasi keberadaan Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta; 2) memahami dan mendeskripsikan upaya Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta untuk memperjuangkan kesetaraan hak Kaum Mormon sebagai salah satu kelompok keagamaan di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi dalam bingkai perspektif pascastruktural dan paradigma konstruksionisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa politik identitas Kaum Mormon di Indonesia merupakan representasi perjuangan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (OSZA) di DKI Jakarta untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan sebagai salah satu kelompok keagamaan di Indonesia. Representasi tersebut terlihat dari pola politik identitas yang dijalankan oleh Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (OSZA) di DKI Jakarta, baik melalui politics of difference maupun politics of recognition. Politics of difference Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta dicerminkan melalui gaya hidup Kaum Mormon yang menjadi perbedaan sekaligus brand kelompok tersebut dalam menjangkau calon anggota. Sementara politics of recognition Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta dilakukan melalui kegiatan kemanusiaan yang menjadi metode sekaligus brand Kaum Mormon di Indonesia dalam membentuk cara pandang masyarakat bahwa mereka juga memiliki hak untuk memperoleh kesetaraan yang sama dengan kelompok keagamaan lainnya. Secara keseluruhan, pola politik identitas Kaum Mormon di Indonesia tercermin dari upaya Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan yang dilakukan melalui 3 (tiga) kegiatan besar, yaitu kegiatan diplomasi, kegiatan kemanusiaan dan kegiatan publikasi. Kesimpulannya adalah bahwa politik identitas Kaum Mormon di Indonesia yang direpresentasikan oleh Gereja Yesus Kristus OSZA di DKI Jakarta menjadi cerminan dari perjuangan kaum minoritas dalam mendapatkan pengakuan dan kesetaraan yang hanya bisa diwujudkan dalam sebuah masyarakat yang multikultural. | This research-based paper aims at: 1) understanding and describing the pattern of the Mormons’ identity politics in Indonesia through the representation of the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta; 2) understanding and describing the efforts of the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta in struggling the equality of the Mormons’ rights as one of the religious group in Indonesia. By using a qualitative method and ethnographic approach in the framework of the post-structural perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the Mormons’ identity politics in Indonesia constitutes the struggle representation of the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta to get the recognition and equality as one of the religious groups in Indonesia. The representation is seen from the pattern of identity politics done by the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta, whether through the politics of difference or politics of recognition. The politics of difference done by the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta is reflected through the Mormons’ life style which becomes the difference as well as the brand of the group in getting the prospective members. Whereas the politics of recognition done by the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta is reflected from the humanity activities which become the method as well as the brand of the Mormons in Indonesia in shaping the people’s world view that the Mormons also have the right to get the equality as other groups do. As a whole, the pattern of the Mormons’ identity politics in Indonesia is reflected from the efforts of the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta to get the recognition and equality done through 3 (three) big activities, i.e. diplomacy activities, humanity activities and publicity activities. In conclusion, the Mormons’ identity politics in Indonesia represented by the the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints in Jakarta becomes the reflection of the minorities’ struggles in getting the recognition and equality which is only able to be realized in a multicultural society. | |
| 12342 | 5313 | B1J009007 | KEKAYAAN SPESIES DAN HUBUNGAN FILOGENETIK SPESIES ANGGOTA FAMILIA CYPRINIDAE DARI HULU SUNGAI CILIWUNG KABUPATEN BOGOR | Cyprinidae merupakan familia ikan air tawar yang memiliki spesies cukup banyak dan tersebar hampir diseluruh penjuru dunia. Akan tetapi informasi tentang keanekaragaman ikan dan kekerabatan filogenetik khususnya familia Cyprinidae di daerah hulu Sungai Ciliwung belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah spesies ikan familia Cyprinidae yang tertangkap di hulu Sungai Ciliwung dan hubungan kekerabatan filogenetiknya. Metode yang digunakan adalah survei dan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Materi penelitian adalah spesies ikan dari familia Cyprinidae koleksi Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi Unsoed yang diambil dari hulu Sungai Ciliwung Kabupaten Bogor. Cara kerja penelitian meliputi penyortiran sampel, identifikasi, determinasi, dan penentuan karakter morfologi, pengamatan dan pengukuran sampel, penentuandan rekonstruksi hubungan kekerabatan filogenetiknya. Variabel yang diamati meliputi karakter morfologi dengan parameter bentuk tubuh, sisik, jari-jari sirip, bentuk sirip ekor, letak mulut, panjang total, panjang baku, tinggi badan, dan tinggi batang ekor. Data morfologi ikan yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui deskripsi lengkap masing-masing spesies. Analisis hubungan kekerabatan dilakukan menggunakan metode kladistik dengan bantuan software PAUP (Phylogenetic Analysis Using Parsimony) 4.0b10. Hasil identifikasi didapatkan sebanyak 6 spesies ikan yang ditemukan yaitu Rasbora aprotaenia, Barbodes gonionotus, Puntius binotatus, Puntius sp1, Puntius microps, dan Puntius microcephalus. Hubungan filogenetik spesies anggota familia Cyprinidae bersifat monofiletik dengan Rasbora aprotaenia sebagai spesies yang lebih primitif, Puntius microps, dan Puntius microcephalus memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dan merupakan spesies yang lebih baru. | Cyprinidae is one of fresh water fish familia with high diverse species and is distributed in almost all over the world. However, information about species diversity and their phylogenetic relationship, especially Cyprinidae from upstream of Ciliwung River have not been widely reported. This research aims to know the number of Cyprinids species collected at upstream of the Ciliwung River and their phylogenetic relationships. This research used survey method and purposive sampling technique. The research material was Cyprinids species which is the collection at Animal Taxonomy Laboratory Faculty of biology UNSOED. The research steps include sorting specimens, species identification and determination, and recontruction of phylogenetic tree. The observed variables were morphological characters with the parameters were number of scales, fin rays, caudal fin, mouth position, total length, body height, standard and caudal peduncle height. Morphological data were analyzed descriptively to obtain complete description of each species. Phylogenetic tree was reconstructed cladistically using maximum parsimony algorithm with the help of the PAUP software (Phylogenetic Analysis Using Parsimony) 4.0 b10. Identification and determination resulted a total of six species of Cyprinids that are Rasbora aprotaenia, Barbodes gonionotus, Puntius binotatus, Puntius sp1, P. microps, and P. microcephalus. Phylogenetic tree prove that the member of Cyprinidae formed a monophyletic group with Rasbora aprotaenia as a primitive species, and Puntius microps and Puntius microcephalus were as advanced species and have the closet relationship. | |
| 12343 | 5314 | G1D009040 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERUBAHAN PERILAKU PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK VCT BUNGA HARAPAN RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Kabupaten Banyumas merupakan daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS yang cukup tinggi. Untuk itu diperlukan adanya perubahan perilaku pada penderita pasien HIV/AIDS berupa perilaku pencegahan penularan HIV, agar tidak terjadi peningkatan kejadian HIV/AIDS. Pasien HIV/AIDS di klinik VCT Bunga harapan RSUD Banyumas sebagian besar telah melakukan perubahan perilaku. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perubahan perilaku pada pasien HIV/AIDS di klinik VCT Bunga Harapan RSUD Banyumas Metode: Jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan kohort restropektif. Sampel penelitian berjumlah 55 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 56 item. Analisis bivariat dengan Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada faktor dukungan keluarga dengan p=0,000 (p<0,05), faktor motivasi dengan p=0,004 (p<0,05), faktor pengetahuan dengan p=0,019 (p<0,05) berdasarkan uji statistik ada pengaruh perubahan perilaku, sedangkan faktor kualitas stimulus dengan p=0,411 (p>0,05) berdasarkan uji statistik tidak ada pengaruh terhadap perubahan perilaku. faktor dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan perilaku dengan nilai exp B faktor dukungan keluarga =31,536 (dibulatkan menjadi 32). Kesimpulan: Faktor dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan perilaku. | Background: Banyumas regency is the area which has high rate HIV/AIDS. Therefore, behavior changing of HIV/AIDS suffers that is prevent act of HIV/AIDS spreading is needed to make HIV/AIDS case can be decreased. Most of HIV/AIDS patient in VCT Bunga Harapan clinic Banyumas hospital has changed their behavior. Purpose: Know the factors of influence behavior change patient HIV/AIDS in a VCT clinic at Banyumas hospital. Method: This type of kuantitatif, study with kohort restropektif approach. Sampel of study are 55 patient. Sampling technique used total sampling. Measuring instruments used were questionaire consisting 56 items. Analysis with fisher’s exact and multivariate logistik regression. Result: Based on data analysis performed on factors family support with p= 0,000 (p<0,05), factor motivation with p= 0,004 (p<0,05), factor knowledge with p= 0,019 (p<0,05) based on statistic test there are significant association with behavior change, while factor stimulus quality with p= 0,411 (p>0,05) based on statistic test no significant association with behavior change. Factor of family support is the most dominant factor in the behavior change value exp B factoe of family support= 31,536 (rounded to 31) Conclusion: Factor of family support is the most dominant factor in the behavior change. | |
| 12344 | 5316 | G1D009006 | Hubungan Spiritualitas dengan Kompetensi Perawat dalam Asuhan Spiritual Pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga | Asuhan spiritual berkaitan dengan spiritualitas perawat. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku perawat dalam memberikan asuhan spiritual. Pemahaman terhadap spiritualitas sendiri dapat memberdayakan diri dalam memberikan asuhan terhadap kebutuhan spiritual pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan kompetensi perawat dalam asuhan spiritual pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian korelasional terhadap 59 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisa data dengan uji Spearman Rank. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara spiritualitas dengan kompetensi perawat dalam asuhan spiritual pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan rho=0,504, p=0,000. Ada hubungan antara spiritualitas dengan kompetensi perawat dalam asuhan spiritual pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. | Spiritual care is related to nurses spirituality. Many factors influence nurses behaviour in addressing patients spiritual need. Mastering self spirituality will empower nurses themselves to meet patients spiritual needs. This research was to identify the relationship between spirituality and nurse competency in adressing patient spiritual care at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. A correlational research was conducted to 59 respondents which are selected by simple random sampling technique. Spearman Rank was applied for data analyse. Correlational test showed a significant correlation between spirituality and nurse competency by rho=0.504; p=0.000 (α=0.05). There was a correlation between spirituality and nurse competency in patient spiritual care at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. | |
| 12345 | 5317 | C1A008055 | ANALISIS PENGARUH MUNCULNYA MINIMARKET TERHADAP PERUBAHAN PERMINTAAN MINYAK GORENG KEMASAN PADA PEDAGANG TRADISIONAL (Studi Kasus pada Pedagang Tradisional di sekitar Minimarket Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Munculnya Minimarket Terhadap Perubahan Permintaan Minyak Goreng Kemasan pada Pedagang Tradisional”. Permasalahan penelitian ini adalah apakah harga minyak goreng kemasan, jarak tempat usaha, tempat usaha, kemasan minyak goreng dan keberadaan sebelum dan sesudah adanya minimarket berpengaruh terhadap perubahan permintaan minyak goreng kemasan dengan munculnya minimarket di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Hipotesis penelitian ini adalah harga, jarak, tempat usaha, kemasan dan permintaan sebelum dan sesudah adanya minimarket diduga berpengaruh signifikan terhadap permintaan minyak goreng kemasan pada pedagang tradisional. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan variabel harga dan kemasan berpengaruh signifikan terhadap perubahan permintaan minyak goreng pada pedagang tradisional, sedangkan jarak, tempat usaha, dan permintaan sebelum dan sesudah adanya minimarket tidak berpengaruh signifikan, Sebagai implikasi, berdirinya supermarket hendaknya diantisipasi secara positif sehingga para pedagang tradisional terus berusaha meningkatkan kualitas bisnis dengan persaingan yang sehat. Strategi pemasaran yang gencar dari minimarket dan harga yang kompetitif hendaknya dapat diantispasi dengan baik oleh para pedagang dengan meningkatkan kualitas pelayanan. | This research entitled "Analysis of Change Requests Emergence Minimarket Against Edible Oil Packaging at Trader Traditional ". The research problem is whether the price of cooking oil packaging , distance business premises , business premises , cooking oil packaging and where abouts before and after the minimarket affect the demand for cooking oil packaging change with the advent of the minimarket in Tambaksogra, Sumbang, Banyumas. The hypothesis of this study is the price, distance, place of business, packaging and demand before and after the alleged significant effect on the demand for edible oil packaging at traditional merchants. Based on the results of the analysis showed variable pricing and packaging significantly influence changes in demand for edible oils in traditional traders, while the distance, place of business, and demand before and after the mini does not have a significant effect As an implication, the establishment of supermarkets should positively anticipated that traditional traders continue to try to improve the quality of business with healthy competition. Vigorous marketing strategies from a minimart and competitive prices should be anticipated well by the traders to improve quality of care. | |
| 12346 | 5273 | C1B007116 | Analisis Pengaruh Role Ambiguity Role Conflcit dan Role Overload terhadap kKinerja Karyawan dengan Komitmen Organisasi sebagai variabel Moderasi (Studi kasus pada Karyawan PMI Kabupaten Banyumas) | ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the negative effect of role ambiguity on job performance, role conflict on job performance, role overload on job performance, organizational commitment as a relation moderating variable of role ambiguity to job performance, organizational commitment as a relation moderating variable of role conflict to job performance and organizational commitment as a relation moderating variable of role overload to job performance. The samples used were employees of Palang Merah Indonesia Kabupaten Banyumas as many as 82 respondents. The method used for sampling is Proporsionate Clusster Random sampling method, while the method used for data analysis is multiple linear regreassion analysis, with the help of SPSS Statistics 17.0 program. Result of this research shows that : 1). Role ambiguity has negative influence on job performance, 2). Role conflict has negative influence on job performance, 3). Role overload has negative influence on job performance 4). organizational commitment didn’t moderated relationship of role ambiguity to job performance, 5). organizational commitment didn’t moderated relationship moderated of role conflict to job performance, 6). organizational commitment didn’t moderated relationship moderated of role overload to job performance. | ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the negative effect of role ambiguity on job performance, role conflict on job performance, role overload on job performance, organizational commitment as a relation moderating variable of role ambiguity to job performance, organizational commitment as a relation moderating variable of role conflict to job performance and organizational commitment as a relation moderating variable of role overload to job performance. The samples used were employees of Palang Merah Indonesia Kabupaten Banyumas as many as 82 respondents. The method used for sampling is Proporsionate Clusster Random sampling method, while the method used for data analysis is multiple linear regreassion analysis, with the help of SPSS Statistics 17.0 program. Result of this research shows that : 1). Role ambiguity has negative influence on job performance, 2). Role conflict has negative influence on job performance, 3). Role overload has negative influence on job performance 4). organizational commitment didn’t moderated relationship of role ambiguity to job performance, 5). organizational commitment didn’t moderated relationship moderated of role conflict to job performance, 6). organizational commitment didn’t moderated relationship moderated of role overload to job performance. | |
| 12347 | 5318 | C1A009084 | ANALISIS PENDAPATAN DAN KONSUMSI RUMAH TANGGA PEKERJA KERAJINAN BAMBU DESA KEMUTUG KIDUL KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul analisis pendapatan dan konsumsi rumah tangga pekerja kerajinan bambu Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui hubungan hasil produksi, lama kerja, dan usia dengan upah pekerja kerajinan bambu. Kedua, mengetahui hubungan produktivitas industri dengan upah pekerja kerajinan bambu. Ketiga, mengetahui hubungan produktivitas tenaga kerja dengan upah pekerja kerajinan bambu. Keempat, untuk mengetahui konstribusi pendapatan pekerja kerajinan bambu terhadap pendapatan rumah tangga. Kelima, untuk mengetahui pendapatan rumah tangga terhadap pemenuhan pengeluaran rumah tangga. Keenam, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang di lihat dari tingkat pendapatan pekerja kerajinan bambu di Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 60 responden yang diambil menggunakan rumus Slovin. Analisis yang digunakan adalah analisis tabulasi silang dan uji Chi Square serta uji korelasi untuk mengetahui hubungan dua variabel. PMP untuk mengetahui kontribusi pendapatan dari kerajinan bambu terhadap pendapatan rumah tangga. APC untuk mengetahui pendapatan rumah tangga terhadap pemenuhan pengeluaran rumah tangga pekerja kerajinan bambu. Kesejahteraan dihitung dengan membandingkan pendapatan perkapita dengan KHL Banyumas 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi, lama kerja, usia, dan produktivitas tenaga kerja berhubungan dengan upah pekerja kerajinan bambu sedangkan produktivitas industri tidak berhubungan dengan upah pekerja kerajianan bambu. Secara keseluruhan pendapatan pekerja dari industri bambu di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas memiliki kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga, dan sudah dapat memenuhi pengeluaran rumah tangga, namun pendapatan pekerja rata-rata belum dapat memenuhi nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas tahun 2012. Implikasi dari penelitian ini adalah pekerja kerajinan bambu harus menghemat pengeluaran dan mengupayakan tabungan yang mungkin dapat digunakan pada waktu-waktu tertentu dan pekerja kerajinan bambu diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitasnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sebaiknya ikut mempromosikan hasil kerajinan bambu agar kerajinan bambu dapat lebih dikenal oleh masayarakat luas sehingga dapat memperluas pemasaran sampai ke luar negeri yang nantinya akan dapat menambah jumlah permintaan kerajianan bambu dari konsumen. | The titled of this research is analysis of income and consumption of bamboo craft industry’s workers in Kemutug Kidul Village, Baturaden Sub District, Banyumas Regency. The aims of this research are first, to find out correlation of productivity rate, working hours, and workers’ age to the wage of bamboo craft workers. Second, to find out correlation of the productivity of industry to the wage of bamboo craft workers. Third, to find out correlation of workers’ productivity to the wage of bamboo craft workers. Forth, to find out contribution of bamboo craft workers income to their household income. Fifth, to find out correlation of household income to fulfillment of household consumption. Sixth, to find out fulfillment of expedient life’s needs (KHL) based on income rate of bamboo craft workers in Kemutug Kidul village, Baturraden sub district, Banyumas regency. The samples of the research are 60 respondents taken by using Slovin formula. The method of data analysis is cross tabulation analysis, Chi Square test, and correlation rest to find out the correlation of two variables. PMP is applied to find out the contribution of bamboo craft income to household income. APC is applied to find out correlation of household income to household consumption fulfillment of bamboo craft workers. The prosperity is calculated by comparing per capita income and Banyumas KHL in the period 2012. The results of the research indicate that productivity rate, working hours, and workers’ age have a correlation to the wage of bamboo craft workers, while the productivity of industry do not have a correlation to the wage of bamboo craft workers. Overall, the income of bamboo craft company’s workers in Kemutug Kidul village, Baturraden sub district, Banyumas regency has a great contribution to household income and is able to fulfill the household consumption. However, the average of workers’ income has not been able to fulfill KHL of Banyumas regency in the period 2012. The implication of the research is that the workers should cut down on their consumptions and attempt to save their money to overcome unpredictable needs. Moreover, the workers are expected to improve their productivity rate. Local government of Banyumas regency should participate in promoting bamboo craft to people around; therefore, its marketing can possibly be expanded overseas which can increase bamboo craft demand from costumers. | |
| 12348 | 5315 | H1F008038 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR DAERAH BAMBAPUANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN ANGGAREJA, KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN | Pulau sulawesi merupakan pulau yang bentuknya seperti huruf K. Hal ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Sulawesi. Gejala tektonik Pulau Sulawesi disebabkan oleh pertemuan tiga lempeng besar dan satu lempeng kecil. Daerah Bambapuang merupakan daerah yang berada di Sulawesi Selatan yang dilewati oleh salah satu sesar geser besar yaitu Sesar Palukoro. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam, Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan pengukuran penampang stratigrafi yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 4 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 4 satuan batuan yang dua diantaranya diendapkan di laut dangkal dengan sistem pengendapan turbidit dan satu diantaranya diendapkan di darat. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar mendatar dan sesar naik. | Celebes is an island which a shape like “K” characters. This case is an expression from tectonic phenomenon in Celebes island. Indication Tectonic who can make Celebes island like this is subduction from three tectonic plate from north, south and east. Bambapuang district is an area that located in southern of Celebes Island that be passed by one of main Palukoro fault in Celebes. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology. The investigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 4 geomorphology units. Stratigraphy with 4 litology units, that 3 of them are deposited in shallow marine by submarine fan system and 1 of them is deposited in shore. Geology structure of investigation area is thrust faut and transform fault | |
| 12349 | 5304 | I1B006030 | GERUSAN DASAR SUNGAI DI SEKITAR PILAR JEMBATAN AKIBAT KRIB | Rusaknya suatu jembatan biasanya ditimbulkan oleh kerusakan pada struktur bagian bawahnya akibat gerusan lokal. Gerusan lokal terjadi karena aliran sungai yang terhambat oleh bangunan seperti pilar. Akan tetapi gerusan yang terjadi dapat dikurangi agar gerusan yang terjadi dapat sedangkal mungkin atau berkurang. Salah satu cara untuk mengurangi gerusan yang terlalu besar adalah dengan cara mendirikan bangunan seperti krib. Dimana salah satu manfaat bangunan krib sendiri adalah untuk mengurangi suatu gerusan yang terjadi di sekitar pilar jembatan Aliran sungai yang mengalir secara terus menerus akan menyebabkan penggerusan tanah dasar di sekitar pilar akibat adanya perubahan pola aliran dan arah aliran. Untuk mengetahui penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh perubahan arah aliran dan pola aliran karena adanya pilar, maka dilakukan penelitian tentang gerusan lokal di sekitar pilar dengan variasi bentuk pilar dan jumlah tiang krib terhadap arah aliran dengan maksud untuk mengetahui pola gerusan dan besarnya kedalaman gerusan. Penelitian bertujuan agar penempatan suatu pilar dan bangunan krib dapat meminimalisir gerusan yang terjadi dan tidak membahayakan pilar ataupun krib itu sendiri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hidraulika Universitas Jenderal Soedirman menggunakan flume dengan panjang 5 m, lebar 0,15 m, dan tinggi 0,25 m. Penelitian menggunakan 2 variasi bentuk pilar yaitu persegi dan lenticular dengan masing-masing sudut pilar yang diteliti adalah 0° serta model bangunan krib. Material dasar saluran yang digunakan adalah pasir yang lolos ayakan no. 20 dan tertahan di ayakan no. 200 dengan nilai d50 = 0,62 mm. Debit yang direncanakan adalah Q = 0,875 lt/det selama waktu running 90 menit untuk tiap-tiap bentuk pilar dan krib. Kondisi aliran dalam penelitian ini menggunakan aliran clear water scour atau aliran tanpa pasokan sedimen. Pola gerusan yang dibentuk memberikan suatu pemahaman tentang gerusan lokal di sekitar pilar jembatan yang mungkin terjadi akibat variasi bentuk pilar dan kerapatan dari bangunan krib itu sendiri terhadap arah aliran. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa gerusan dengan kedalamannya paling besar terjadi pada pilar persegi tanpa bangunan krib yaitu sebesar 11 mm. Sedangkan gerusan dengan kedalamannya paling kecil terjadi pada pilar lenticular dengan bangunan krib yaitu sebesar 5 mm. Kedalaman gerusan maksimum untuk pilar persegi dengan dan tanpa bangunan krib berturut-turut adalah 11 mm, 8 mm. Sedangkan untuk pilar lenticular dengan dan tanpa bangunan krib berturut-turut adalah 6 mm, 5 mm. Kedalaman gerusan menurun seiring dengan bertambahnya jumlah tiang krib dan kerapatannya serta waktu yang diperlukan. Pilar yang mempunyai bentuk lenticular dengan sudut 0° dan dengan adanya bangunan krib adalah pilar yang paling aman terhadap gerusan lokal. | Damage to the bridge is usually caused by the influence of structure causing the local scour. The local scour occurs because the flows of river is obstructed by buildings such as the pillars. But occurrence of scour can be reduced in order that it occurs as shallow as possible. One way to reduce scours that are too large is to build a crib. One of the benefits of crib is to reduce the scours which occurred around pillar. The Stream which flows continuously will cause the subgrade scouring around pillars due to changes in flow patterns and flow direction. To know the the causes and the impact by changes in flow direction and flow patterns due to the pillar, then we conducted research of local scour around the pillars with various shapes and pillar angles to the direction of flow with the purpose to know the pattern of scour and magnitude of scour depth caused by each shape and angle of pillars. The purpose of this research is to know arrangement of a pillarand cribs that can minimize scour and not in dangered the pillars. The research was conducted at the Hydraulics Laboratory of General Soedirman university using a flume with a length of 5 m, width 0.15 m, and height 0,25 m. Research using two shape variations that is square and lenticular with both pillar angles studied were 0° and cribs. The subgrade of channel is sand which pass sieve no. 20 and retained on sieve no. 200 with a value of d50 = 0.62 mm. The discharge was Q = 0.875 lt/sec during the 90-minute running time for each shape and angle of pillar. The flows in this research using the condition of clear water scour or stream without sediment supply. The results of this research are obtained the patterns of scour such as a contour with measured scour depth. The pattern of scour formed provide an understanding of local scour around pillar that may occur due to variations in the shape and existence of crib to the flow direction of the pillar. The results show that the deepest scour occurs in a square pillar without the crib is equal to 11 mm. While the smallest depth of scour occurs in lenticular pillar with 0° angle with a crib structure is equal to 5 mm. The maximum scour depth for square pillar with and without crib structure, respectively are, 11 mm, and 8 mm. While for pillar lenticular with and without crib stucture, respectively are, 6 mm, and 5 mm. Scour depth decreases as the number of without crib pile and density as well as the time required. Pillar that has a lenticular shape with a crib structure is the safest to scour. | |
| 12350 | 5320 | C1A008129 | PENGARUH SEKTOR PRIMER SEKTOR SEKUNDER DAN SEKTOR TERSIER TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2000-2010 | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Sektor Primer, Sektor Sekunder dan Sektor Tersier Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Banyumas Tahun 2000-2010”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier, dan sektor yang paling kuat terhadap penyerapan tenaga kerja serta arah perkembangan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumast ahun 2000-2010. Penelitian ini menggunakan metode survai dan jenis penelitian exsplanatory dengan menggunakan data sekunder dari BPS dan DISNAKERTRANS Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Regresi Linier Berganda dan analisis Trend Linear Kuadrat Terkecil. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS versi 16 menunjukan bahwa sektor primer, sektor sekunder dan sektor tersier berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas. Hal ini ditunjukan dengan nilai F (13,7302) > F (4,3468) dan arah perkembangan penyerapan tenaga kerja mengalami peningkatan positif setiap tahunnya. Implikasi dari penelitian ini adalah (1) Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas diharapkan adanya kebijakan yang dapat mempercepat peningkatan sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier agar kontribusinya baik pada nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun penyerapan tenaga kerja dapat lebih ditingkatkan. Hal ini penting, karena sektor sekunder dan tersier merupakan sektor yang diharapkan dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja terutama tenaga kerja yang berpendidikan. Untuk itu diperlukan adanya pelatihan tenaga kerja, untuk mempersiapkan para tenaga kerja baik tenaga kerja yang baru masuk ke pasar kerja maupun tenaga kerja dari sektor primer yang akan beralih ke sektor sekunder dan sektor tersier. (2) Dalam hal menciptakan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja hendaknya pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong para investor untuk menanamkan modalnya pada setiap lapangan usaha,karena dengan meningkatnya investasi maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi, dan kemudian dapat mendorong permintaan akan tenaga kerja sehingga akan terjadi penyerapan tenaga kerja di seluruh sektor eknomi yang ada di Kabupaten Banyumas. | This research entitled "The Effect of Primary Sector, Secondary Sector and Tertiary Sector Toward Manpower Absorption in Banyumasin 2000-2010". This study aimed to determine the effect of Regional Gross Domestic Product (RGDP) primary sector, secondary sector and the tertiary sector, and the most robust sector of the labor market absorption as well as the direction of the development of labor absorption in Banyumas in 2000-2010. This research using survey research methods and types of exsplanatory using secondary data from BPS and DISNAKERTRANS Banyumas Regency. The analytical method used is the Multiple Linear Regression analysis and Least Squares Linear Trend Analysis. Based on the results of research and data analysis using SPSS version 16 indicates that the primary sector, secondary sector and tertiary sector have a significant effect to labor absorption in Banyumas. This is showed by the value of F (13.7302) > F (4.3468)and direction of development of the labor absorption experiencing a positive increase every year. The implication of this study is (1) Banyumas regency government expected to issue policy that can accelerate the increase in the primary sector, secondary sector and tertiary sector in order to better contribute to the value of the Regional Regional Domestic Product (RGDP) and labor absorption can be further improved. This is important, because the secondary and the tertiary sector expected to absorb more labor, especially highly educated workforce. It requires a workforce training, to prepare the workforce of labor either workforce new to the job market or labor from the primary sector which will switch to the secondary sector and the tertiary sector. In terms of creating and improving employment Banyumas regency government should encourage investors to invest I nany business field, due to thein creased investment will stimulate economic growth, and then to drive the demand for laborso that there will be employment in all sectors economics that existin Banyumas. | |
| 12351 | 5321 | G1A009097 | KUALITAS HIDUP PASIEN EPILEPSI ANAK DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Epilepsi pada anak merupakan salah satu kondisi gangguan neurologis dengan prevalensi tinggi dan masih menjadi beban global di bidang neurologis. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, epilepsi merupakan jumlah kunjungan tertinggi ketiga ke klinik anak setelah faringitis akut dan tuberkulosis paru. beberapa penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien epilepsi anak lebih rendah dibandingkan dengan anak normal yang bebas dari penyakit kronis, dan anak dengan penyakit kronis lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien epilepsi anak di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. rancangan penelitian kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur pada domain fisik, emosi, sosial, dan kognitif. informan adalah pasien epilepsi anak dan informan pendukung orang tua pasien epilepsi anak. jumlah informan sebanyak 8. hasil penelitian ini yaitu pada domain fisik: kelelahan dan kebutuhan tidur berlebih; domain emosi: perasaan malu, takut, marah; domain sosial: adanya isolasi sosial karena stigma, bullying, dan pembatasan aktivitas oleh keluarga; domain kognitif: defisit kognitif dan ketertinggalan di sekolah. kondisi normal, terbebas dari kejang, dan sehat seutuhnya merupakan harapan-harapan pasien epilepsi anak di masa depan dan persepsi mereka pada kualitas hidupnya yang perlu diperjuangkan oleh semua peran yang terlibat untuk tatalaksana yang komprehensif. | Epilepsy among children is one of neurology disorder with high prevalence and contributing as global burden in neurology science. Epilepsy is the three most visited to pediatric clinic at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital after acute pharyngitis and tuberculosis. Some quantitative studies found that the quality of life on epileptic children was lower than normal children (free from cronic condition) and children with other cronic conditions. The objective of this study was to explore the quality of life among children with epilepsy at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This study used a qualitative design with semi-structured interview method. The informants consisted of children with epilepsy and also their parents as supported informants. The number of informants was 8. The result of this study was excessive fatigue and need for sleep on phisical domain; embarassment, worry, fear, and anger on emotional domain; social isolation because of stigmatisation, bullying, and activity limitation by parents on social domain; cognitive deficit, discontinous and fragmented learning on cognitive domain. The normal condition, free from seizures, and health completely are the expectations of children with epilepsy. Perception to the quality of life on children with epilepsy found in this study should be improved by all roles involved | |
| 12352 | 5322 | F1F007078 | THE EFFECTIVENESS OF USING SNAKES AND LADDERS GAME IN IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY (A study of the fifth grade students at SDN 1 Tanjung Purwokerto) By: Dian Nurul Maemunah F1F007078 MINISTRY OF EDUCATION AND CULTURE JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCES DEPATMENT OF HUMANITIES ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE STUDY PROGRAM PURWOKERTO 2013 | ABSTRAK Fokus dari penilitian ini adalah tentang keefektifan penggunaan snakes and ladders game sebagai media dalam pengajaran kosakata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui tingkat kemampuan kosakata siswa setelah menggunakan permainan snakes and ladders dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam vocabulary siswa kelas V SDN 1 Tanjung Purwokerto,(2) mengetahui keefektifan penggunaan permainan snakes and ladders sebagai media dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam vocabulary pada siswa SDN 1 Tanjung Purwokerto. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari siswa kelas V SDN 1 Tanjung Purwokerto. Jumlah seluruh siswa adalah 52 yang terdiri dari 2 kelas, kelas A dan kelas B. Pengumpulan data melalui test, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hal itu dapat dilihat dari hasil rata-rata grup eksperimen yang meningkat dari 61.4 pada pre test menjadi 79.5 pada post test. Hasil itu didukung dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa pada grup eksperimen merasa lebih tertarik dalam belajar kosakata menggunakan permainan snakes and ladders game. Berdasarkan hasil penelitian diatas, penggunaan permaian snakes and ladders memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kemampuan kosakata siswa. | ABSTRACT The main concern of this research is about “the effectiveness of using snakes and ladders game of improving students’ vocabulary mastery. The purposes of this research are (1) to find out the level of students’ vocabulary mastery after using snakes and ladders game in improving students’ vocabulary mastery of the fifth grade at SDN 1 Tanjung Purwokerto (2) to find out the effectiveness of using snakes and ladders game in improving students’ ability in vocabulary mastery of the fifth grade at SDN 1 Tanjung Purwokerto. The data used for the analysis were taken from the fifth grade students of SDN 1 Tanjung Purwokerto. The total number of students are 52 divided into 2 classes, namely class A and class B. The data were taken from test, observation, interview and documentation. The result showed an improvement on students’ vocabulary mastery. It could be seen from the mean of experimental group which increased from 61.4 in pre test to 79.5 in post test. It was supported by the result of observation in experimental group showing that most of the students felt more interested in learning vocabulary by using snakes and ladders game. Based on the results above, it shows that the use of snakes and ladders game gave good effect in improving the students’ vocabulary mastery. | |
| 12353 | 5325 | I1B006004 | PENGARUH GRADASI SEDIMEN TERHADAP POLA DAN KEDALAMAN GERUSAN DI SEKITAR PILAR JEMBATAN | Sungai merupakan saluran drainase yang terbentuk secara alami, setiap sungai mempunyai sedimen dasar (bed load) berbeda-beda. Aliran air pada sungai dengan dasar bergerak memiliki kemungkinan terhadap gerak sedimen dapat berupa erosi dan deposisi. Data sedimen diperlukan untuk perencanaan jembatan. Rusaknya suatu struktur jembatan bukan hanya disebabkan oleh faktor konstruksi saja, namun gerusan lokal (local scouring) juga bisa menyebabkan terjadinya degradasi konstruksi berakibat pada ketidakstabilan struktur maupun keruntuhan struktur pilar jembatan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu masukan bagi para konsultan perencana dalam kaitannya dengan perencanaan jembatan, khususnya dalam menaikkan tingkat keamanan konstruksi pilar jembatan terhadap gerusan local. Penelitian menggunakan metode eksperimen di Laboratorium Universitas Jenderal Soedirman. Dari hasil penelitian didapat sedimen (bed load) Sungai Ciwulan memiliki berat jenis spesifik yang paling tinggi yaitu 2,85 diikuti dengan Sungai Ciyanduy 2,83 dan Sungai Serayu 2,80. Berdasarkan ASTM D-2487-98, AGU (American Geosphysical Union) dan Folk Ward (1957) nilai Cu dan Cc sungai Citanduy dan Ciwulan termasuk Poorly-Graded Sand atau pasir bergradasi jelek sedangkan sungai Serayu termasuk Well-Graded Sand atau pasir dengan gradasi bagus. Kedalaman gerusan maksimum dengan sampel sedimen (bed load) Sungai Citanduy 0,5 cm, Sungai Ciwulan 0,4 cm dan Sungai Serayu 0,6 cm. Terdapat hubungan yang erat antara gradasi sedimen dengan kedalaman gerusan lokal pada pilar lenticular. Sehingga pola dan kedalaman gerusan sangat dipengaruhi oleh ukuran butir, keseragaman butir, koefisien keseragaman dan koefisien gradasi sedimen (bed load). Semakin tinggi nilai koefisien keseragaman dan koefisien gradasi maka resiko gerusan lokal pada pilar akan semakin besar, dan kedalaman gerusan yang dihasilkan akan semakin dalam. Pola yang diberikan dari ketiga sampel sedimen mempunyai pola yang mirip dan cenderung simetris. Adanya suatu penumpukan sedimen pada bagian belakang pilar diakibatkan oleh sedimen yang bergerak berasal dari hulu menuju sisi pilar dan menumpuk di belakang pilar. | The river is a drainage channel that is formed naturally, every river have different bed load sediments. Water flow on the river with the basic moves have the possibility to move sediment. Sediment movement can be erosion and deposition. Sediment motion will not only change but also change the flow of the river/canal that high elevation base, slope of grain constituent and roughness of constituent grain bottom of the river/canal. Sediment data needed for planning the bridge. Damage to a bridge structure is not only caused by construction factors, but scours can also cause construction degradation resulting in structural instability and collapse of the pillars of the bridge structure. Scour that occurs due to a building named as local scour. The results can be used as an input for the planning consultants in relation to the planning of the bridge, specifically in raising the security level of the bridge construction pillar of local scour. Research using experimental methods at University Laboratory of General Sudirman. From the results obtained bed load sediment Ciwulan River has a specific gravity of 2,85 is the highest followed by the River Ciyanduy 2,83 and Serayu River 2,80. Based on ASTM D-2487-98, AGU (American Geosphysical Union) and Folk Ward (1957) Cu and Cc values Citanduy river and Ciwulan including Poorly-Graded Sand river while Serayu including Well-Graded Sand. The maximum scour depth with sediment samples (bed load) River Citanduy 0.5 cm, Ciwulan River 0.4 cm and River Serayu 0.6 cm. There is a strong relationship between the sediment gradation on local scour depth lenticular pillars. So the pattern and depth of scour is strongly influenced by the grain size, uniformity of grain, coefficient of uniformity and coefficient of gradation of bed load sediment. The higher the coefficient of uniformity and coefficient of gradation, the risk of scours on the pillars will be even greater. The resulting scour depth will be deep. Given pattern of three sediment samples have similar patterns and tend symmetrical. The existence of a buildup of sediment on the rear pillar caused by moving sediment from the upstream side of the pillar to the rear pillar and accumulate. | |
| 12354 | 5327 | F1A009081 | CITRA PEREMPUAN DALAM INFOTAINMENT (Studi Hermeneutik dalam Tayangan "Silet") | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam tayangan infotainment “Silet” yang terkait dengan gaya pacarannya atau dalam menjalin suatu hubungan dengan lawan jenisnya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan alat analisis hermeneutik. Hasil dari penelitian ini adalah perempuan dicitrakan negatif sedangkan laki-laki dicitrakan positif oleh tayangan “Silet”. pada tayangan ini perempuan dicitrakan sebagai penakluk laki-laki, keibuan, pencemburu, emosional, cerewet, lemah, termarginal, objek, inferior, dan patuh pada laki-laki. Sedangkan laki-laki dicitrakan sebagai materialistis, rasional, pemimpin, dan superior. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori feminis psikoanalisis, teori ini menitikberatkan pada keirian perempuan terhadap penis yang dimiliki oleh laki-laki “penis envy” dari adanya penis tersebut sebagai simbol kekuasaan laki-laki, sehingga perempuan selalu kalah dengan laki-laki. Perempuan sering sekali menjadi objek media sehingga tidak heran bila sering menjadi korban. Hal ini dikarenakan kedekatannya dengan media, dan karena memang pemilik media (kapital) adalah laki-laki jadi dalam membuat acara berdasarkan konsep pemikiran laki-laki yang pada akhirnya semakin melegitimasi budaya patriarki. Hal ini terlihat pada penayangan “Silet” yang ditayangkan di RCTI. | This research aims to describe the women image on Silet infotainment related to the style of relationship with the men. The researcher uses qualitative method by using hermeneutic analysis instrument. The result of the research is that women's image is always bad or negative, while the men is good or positive. Women are considered as men conqueror, mature, jealousy, loyal to men, etc. Then, men are considered as materialist, rational, leader, and superior. This research uses feminist psychoanalysis theory which focuses on women jealousy to men “ penis envy” penis that is symbol of power of men, so that women are always under men domination. Women always become news object for capitalist tool because of their relationship with the media so it is not surprising that they always become the victim. And also because the man is a capital owner of the media, they become more and more legitimatize the patriarchy culture in it. It is seen on “Silet” that is broadcasted on RCTI channel. | |
| 12355 | 5329 | C1B009006 | ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SEBELUM DAN SESUDAH MERGER (Studi Kasus pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Hasil Merger Periode 2004-2008) | Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang perbandingan kinerja keuangan antara bank sebelum dengan bank sesudah merger. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan dari Direktori Perbankan Indonesia, dimana terdapat tiga Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Devisa hasil merger selama 2004-2008. Ketiga BUSN Devisa hasil merger tersebut adalah PT. Bank Century, Tbk, PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk dan PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Kinerja keuangan dalam penelitian ini mencakup aspek permodalan, kualitas aset, rentabilitas, dan likuiditas selama tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah merger. Data diproses menggunakan metode statistik dan alat uji hipotesisnya adalah uji t. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan antara rasio CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO dan LDR pada bank sebelum dengan bank sesudah merger. Oleh karena itu sinergi belum memberikan manfaat ekstra pada peningkatan kinerja keuangan bank yang diteliti. | This research aims to obtain empirical evidence about the comparison of financial performance between pre-merger banks and post-merger banks. It used financial reports from Direktori Perbankan Indonesia which merged Bank Swasta Umum Devisa are listed during 2004-2008. The merged bank on 2004-2008 are 3 banks, those are PT. Bank Century, Tbk, PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk and PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Financial performance of this research are covered by capital, asset, earning, and liquidity ratios during three years before and three years after merger. The data was processed by using statistic method and as a tool to test hypothesis, it used paired sample t test. The result indicates that there are no difference between CAR, NPL, ROA NIM, BOPO, and LDR of pre-merger and post-merger banks. Therefore, merger’s synergy have not impacted any benefit on financial performance for three years. | |
| 12356 | 5330 | H1C009031 | IDENTIFIKASI MODEL TEMPORAL DEBIT AIR DI PLTA KETENGER BATURRADEN DENGAN METODE ANFIS (ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM) | ABSTRAK Identifikasi mengenai model temporal debit air dalam prosespembangkitan tenaga listrik memiliki peran yang penting agar dapat menghasilkan manajemen, perencanaan, dan penggunaan sumber daya listrik secara efektif dan efisien. Banyak metode yang dapat digunakan dalam pembuatan model tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan metode ANFIS(adaptive neuro fuzzy inference system). Dalam pemodelan dilakukan mekanisme pelatihan, dimana data yang digunakan untuk pelatihan adalah data jumlah air masuk (inflow) rata-rata harian dan data jumlah air keluar (outflow) rata-rata harian di PLTA Ketenger Baturraden dari tahun 2006 sampai 2012. Untuk data jumlah inflow dikelompokan menjadi 2 kelompok data, yakni data rata-rata bulanan dan data rata-rata 2 mingguan. Dalam pelatihan ini, digunakan 2 variasi data masukan, yakni data masukan 6 bulan dan 7 bulan. Dalam proses pelatihan dan pengujian, untuk data rata-rata bulanan diperoleh model terbaik adalah menggunakan jenis fungsi keanggotaan Generalized bell-shaped (gbellmf) dengan jumlah masukan 7 bulan, yakni menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 2,663, serta nilai RMSE pengujian sebesar 8,130. Model terbaik yang diperoleh dari pelatihan dan pengujian debit air data rata-rata 2 mingguan adalah menggunakan jenis fungsi keanggotaan gaussian (gaussmf) dengan jumlah masukan 7 bulan, model tersebut menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 2,203 dan nilai RMSE pengujian sebesar 9,000. Dari hasil pelatihan dan pengujian data air masuk (inflow) di PLTA Ketenger, maka dipilih model terbaik, yakni menggunakan data rata-rata bulanan dengan jenis fungsi keanggotaan Generalized bell-shaped (gbellmf) dan jumlah masukan 7 bulan. Nilai hasil prediksi debit air masuk (inflow) rata-rata untuk 4 tahun (2013-2016) adalah sebesar 0,715 m3/s. Proses prediksi potensi daya pembangkitan selama 4 tahun (2013-2016) menghasilkan nilai potensi daya maksimum sebesar 2,596 (bulan Desember 2016) potensi daya minimum sebesar 0,653 MW (bulan Juli 2015), serta potensi daya rata-rata 4 tahun (2013-2016) sebesar 1,506 MW. | ABSTRACT Identification of the temporal model of water flow in the power generation process has an important role in order to produce the management, planning, and the use of power resources effectively and efficiently. Many methods can be used in the manufacture of such models, one of which is by using ANFIS (adaptive neuro fuzzy inference system). In modeling conducted training mechanism, where the data is used for training incoming data on the number of water (inflow) and the daily average amount of water out of data (outflow) daily average in hydropower KetengerBaturraden from 2006 to 2012. For data on the number of inflow data is grouped into 2 groups, ie monthly average data and average data 2 weekly. In this training, used two variations of the input data, the input data is 6 months and 7 months. In the process of training and testing, for a monthly average of data obtained using the best model is the type of membership function Generalized bell-shaped (gbellmf) 7 months the number of inputs, which produces training RMSE value of 2.663, as well as testing RMSE values of 8.130. Best model obtained from the training and testing of water flow rate data using type 2 weekly is gaussian membership function (gaussmf) 7 months the number of inputs, the model produced RMSE values of 2,203 training and testing RMSE value of 9.000. From the results of the training and testing of incoming water data (inflow) in hydropower Ketenger, then selected the best model, which uses data on average monthly with the membership function type Generalized bell-shaped (gbellmf) and the number of inputs 7 months. Results predicted value water discharge (inflow) on average for 4 years (2013-2016) amounted to 0.715 m3/ s. Potential predictive power generation process for 4 years (2013-2016) produces maximum power potential value of 2,596 (in December 2016) the potential minimum of 0.653 MW (in July 2015), as well as the potential for an average of 4 years (2013-2016) amounted to 1,506 MW. | |
| 12357 | 5332 | H1F008058 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR DAERAH CIKAKAK DAN SEKITARNYA KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH Geology And Structure Analsys of Cikakak Area And Surrounding, Ajibarang Distric, Banyumas Regency, Central Java. | Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa.Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan)menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah.Daerah penelitian terletak di sekitar daerah Cikakak – Cirahab – Jambu Kabupaten Banyumas, Jawa tengah yang termasuk dalam sub cekungan Banyumas. Daerah ini umumnya di dominasi oleh endapan turbidit dengan sesar-sesar mendatar dan lipatan yang menghasilkan tinggian dan cekungan yang membentuk suatu control struktur di daearah penelitian yang menarik untuk dapat dilakukan penelitian lebih rinci. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 3 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 4 satuan batuan yang dua diantaranya diendapkan di laut dalam dengan sistem pengendapan kipas bawah laut (sub marine fan) dan satu diantaranya diendapkan di laut dangkal.Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar - sesar mendatar, antiklin dan sinklin dengan pemendekan regional berkisar 40% - 21 %. Kata kunci : geologi, kontrol struktur, pemendekan, Cikakak, Ajibarang. | Abstract Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. The research areais locatedin the vicinity of Ciakakak – Cirahab – Jurangbahas Banyumas regency, Central Java of sub basins Banyumas.This area Is generally dominated by turbidite deposition by cesarean-section and horizontal folds that produce height sand hollows that form a control structure area interesting research to do more detailed research. The investigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 6 geomorphology units. Stratigraphy with 4 litology units, that 2 of them are deposited in submarine by submarine fan system and 1 of them is deposited in shallow marine. Geology structure of investigation area is Tear fault, transform fault anticline and sincline with regional shortening is approximately 40% - 21 % and depth of detachment is approximately 1.756,743 m – 4.962,641 m. | |
| 12358 | 5331 | H1D009076 | ANALISIS BATAS KECEPATAN MAKSIMUM KENDARAAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN ARTERI ANTAR KOTA DI KABUPATEN BANYUMAS (ANALYSIS OF THE MAXIMUM SPEED LIMIT FOR TRAFFIC SAFETY OF VEHICLE ON THE RURAL ARTERI ROADS IN BANYUMAS REGENCY) | ANALISIS BATAS KECEPATAN MAKSIMUM KENDARAAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN ARTERI ANTARKOTA DI KABUPATEN BANYUMAS JENAL ARIPIN Angka kematian kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jawa Tengah selalu terjadi peningkatan dari tahun ke tahunnya. Menurut data dari Satlantas Kabupaten Banyumas, diperoleh informasi bahwa tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi peningkatan jumlah kasus kecelakaan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yaitu dari kelalaian pengguna jalan seperti penggunaan kecepatan yang tinggi ketika berkendara. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya utuk mengetahui lokasi daerah kecelakaan (black spot) dan usulan nilai batas kecepatan maksimum kendaraan yang dapat digunakan oleh pengguna jalan untuk mengurangi tingkat fatalitas kejadian kecelakaan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Data sekunder dari Satlantas Kabupaten Banyumas berupa data kecelakaan lalu lintas dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, dan Dinas Bina Marga berupa data kelas dan fungsi jalan. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menghitung Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) menggunakan Metode Pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Data primer diperoleh dari hasil survei lapangan dan data primer dari hasil survei tersebut dianalisis dengan 3 parameter yaitu kecepatan rencana, jarak pengereman, dan tingkat fatalitas. Dari hasil analisis data sekunder yang dilakukan diperoleh lokasi daerah rawan kecelakaan (black spot) yaitu Jalan Raya Wangon, Desa Wangon, Jalan Raya Sumpiuh, Desa Sumpiuh, dan Jalan Raya Parungkamal, Lumbir. Pelanggaran yang dilakukan pengemudi terhadap batas kecepatan yang berlaku untuk ruas Jalan Raya Wangon, Desa Wangon untuk sepeda motor 18%, mobil penumpang 26%, pick up 20%, bus 30%, truk 18,57%, untuk ruas Jalan Raya Sumpiuh, Desa Sumpiuh untuk sepeda motor 35,8%, mobil penumpang 47,50%, pick up 33,33%, bus 20%, truk 22,50%, untuk ruas Jalan Raya Parungkamal, Lumbir untuk sepeda motor 26,50%, mobil penumpang 21%, pick up 33,33%, bus 13,33%, truk 2,5%. Nilai usulan batas kecepatan maksimum kendaraan yang dapat digunakan oleh pengguna jalan dari hasil analisis 85 persentil untuk Jalan Raya Wangon, Desa Wangon yaitu kendaraan roda 2 sebesar 63 km/jam dan kendaraan roda 4 sebesar 62,5 km/jam. Untuk Jalan Raya Sumpiuh, Desa Sumpiuh yaitu kendaraan roda 2 sebesar 67 km/jam dan kendaraan roda 4 sebesar 63,75 km/jam. Untuk Jalan Raya Parungkamal, Lumbir yaitu kendaraan roda 2 sebesar 64 km/jam dan kendaraan roda 4 sebesar 60 km/jam. Kata kunci : Batas Kecepatan Maksimum, Keselamatan Lalu Lintas, Jalan Arteri, Kabupaten Banyumas, Metode Pembobotan | ANALYSIS OF THE MAXIMUM SPEED LIMIT FOR TRAFFIC SAFETY OF VEHICLE ON THE RURAL ARTERI ROADS IN BANYUMAS REGENCY JENAL ARIPIN The death rate of traffic accidents in Central Java always increase from year to year. Data from the Traffic Unit Banyumas reveals the information that there was increment of traffic accidents for last three years (2010-2012) in Banyumas, Central Java. The most common cause of traffic accident is the negligence of road users such as driving in high speed. On that condition there must be an essential attempt to check the regional location of accident (black spots) and the proposed value of the maximum speed limit of vehicles that can be used by road users to reduce the fatality rate of accidents and increase traffic safety. Secondary data of the traffic unit Banyumas is a traffic accident data from 2010 until 2012, and the Department of Highways is class data and road function. The data were then analyzed by counting the number Equivalent Accident (AEK) using the weighting method refers to the Guidelines for Construction and Building Ministry of Settlement and Regional Infrastructure Rev. 09-2004 T-2004-B. Primary data were obtained from the results of the field survey and primary data from the survey results were analyzed by three parameters, design speed, braking distance, and the fatality rate. From the analysis of secondary data obtained the location of the accident-prone areas (black spots), they are Wangon Highway, Wangon Village, Sumpiuh Highway, Sumpiuh Village, and Parungkamal Highway , Lumbir. Violation that drivers do toward speed limit in Wangon Highway, Wangon Village for motorcycle 18%, passenger car 26%, pick up 20 %, bus 30%, truck 18,57%, for segmen sumpiuh Highway, Sumpiuh Village for motorcycle 35,80%, passenger car 47,50%, pick up 33,33%, bus 20%, truck 22,50%, for segmen Parungkamal Highway, Parungkamal Village for motorcycle 26,5%, passenger car 21%, pick up 33,33 %, bus 13,33%, truck 2,5%. Proposal value of the maximum vehicle speed limit that can be used by road users from the analysis of 85 percentile for Wangon Highway, Village Wangon the 2- wheel vehicle is 63 km/h and 4-wheel vehicle is 62.5 km/h. For Sumpiuh Highway, Village Sumpiuh the 2-wheel vehicle is 67 km/h and 4-wheel vehicle is 63.75 km/h. For Highway Parungkamal, Lumbir the 2-wheel vehicle is 64 km/h and a 4-wheel vehicle is 60 km/h." Keywords : Maximum Speed Limit, Traffic Safety, Arteri Road, Banyumas Regency, Weighting Method | |
| 12359 | 5333 | H1C007029 | PENCARIAN LOKASI PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DENGAN METODE NORMALIZED CROSS-CORRELATION PADA CITRA DIGITAL | Pengenalan plat nomor kendaraan bermotor adalah sebuah sistem keamanan yang berbasis pengolahan citra. Sistem ini dapat digunakan untuk berbagai hal. Misalnya dalam bidang pengamanan lalu lintas, dapat digunakan untuk melacak mobil yang tercuri, sebagai alat tilang otomatis, mengidentifikasi kendaraan dan lain – lain. Sebagai langkah awal untuk mengenali plat nomor kendaraan adalah pencarian lokasi plat nomor yang dilakukan secara otomatis. Pada aplikasi ini akan digunakan kamera digital. Kamera sebagai sensor bertugas untuk mengambil gambar kendaraan lalu gambar disimpan untuk diolah di komputer. Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan metode korelasi. Korelasi yang digunakan adalah korelasi silang yang dinormalkan (normalized cross-correlation). Penulis meniliti 100 citra sepeda motor yang diperoleh dengan kriteria tertentu sehingga dapat membuat sistem yang mampu mencari dan memotong bagian platnya saja. Hasilnya sekitar 84 citra berhasil diperoleh plat nomornya. Jadi persentase keberhasilannya cukup tinggi yaitu 84%. | Motor vehicle number plate recognition is a security system based on image processing. This system can be used for various things. For example in the field of traffic safety, can be used to track stolen cars, as a means of speeding tickets automatically,identifying the vehicle, etc. As a first step to recognize the vehicle number plate is a number plate location search is done automatically. In this application using the digital camera. The camera as a sensor assigned to take pictures ofthe vehicle and then the image is stored in the computer for more processing. The method that used by the author in this research is to use the correlation method. The correlation used is the normalized cross-correlation. The author will investigate100motorcycle images obtained with certain criteria so that we can create a system that can locate and cut the license plate only. And the results are about 84 images successfully obtained its license plate. So the percentage of success is high at 84%. | |
| 12360 | 5334 | B1J009136 | HUBUNGAN FILOGENETIK IKAN FAMILIA CYPRINIDAE DARI SUNGAI CIJALU KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP | Organisme yang hidup di sungai diantaranya adalah beberapa spesies ikan anggota familia Cyprinidae yang merupakan familia ikan air tawar yang jumlah anggotanya terbanyak, terdiri atas lebih kurang 220 genera dan 2.420 spesies. Akan tetapi, informasi tentang keanekaragaman ikan dari familia Cyprinidae di Sungai Cijalu belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah spesies ikan dari familia Cyprinidae yang tertangkap di Sungai Cijalu dan hubungan filogenetiknya berdasarkan karakter morfologi. Materi penelitian meliputi beberapa spesies ikan anggota familia Cyprinidae yang tertangkap di Sungai Cijalu. Metode yang digunakan adalah survey, dengan teknik pengambilan sampel yaitu clustered random sampling. Cara kerja penelitian meliputi pengambilan sampel, pengawetan sampel, serta pengamatan sampel di laboratorium, yang meliputi identifikasi, determinasi, penentuan karakter morfologi, penentuan spesies ikan dan hubungan filogenetiknya berdasarkan morfologi. Pendekatan klasik dalam filogenetik yaitu dengan menggunakan karakter morfologi. Karakter morfologi yang diamati meliputi bentuk tubuh, posisi mulut, tipe sisik, spesifikasi sirip pada tubuh, panjang tubuh total, panjang baku, tinggi badan, dan lain-lain. Data yang diperoleh berupa karakter kualitatif ditransformasi menjadi data biner kuantitatif untuk dibuat tabel atau matriks. Hubungan filogenetik ikan sampel dikaji berdasarkan hasil pengelompokkan dengan analisis kladistik menggunakan algoritma maximum parsimony melalui program PAUP (Phylogenetic Analysis Using Parsimony) versi 4.0b10 agar terbentuk pohon evolusi atau kladogram dan hasil disajikan dalam bentuk kladogram. Hasil pengambilan sampel diperoleh 6 spesies ikan, yaitu Puntius binotatus, Puntius microps, Osteochilus vittatus, Mystacoleucus marginatus, Labiobarbus kuhlii, dan Rasbora argyrotaenia. Hasil analisis menunjukkan bahwa familia Cyprinidae bersifat monofiletik. Pohon filogenetik menunjukkan Osteochilus vittatus merupakan kelompok monofiletik bersama Labiobarbus kuhlii (sister taxa) dengan nilai bootstrap 100%, nilai indeks konsistensi (CI) sebesar 0,8286 dan nilai indeks retensi (RI) sebesar 0,6471. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jumlah spesies ikan familia Cyprinidae yang tertangkap di Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap serta hubungan filogenetik berdasarkan morfologinya. | Many species of organisms live in the rivers, incuding Cyprinidae is the richest freshwater fish family with approximately of 220 genera and 2420 species. However, information about the diversity of Cyprinidae in the Cijalu River has not been reported. Therefore, the research was conducted to determine the number of fish species on Cyprinidae ccollected at Cijalu River and their phylogenetic relationships based on their morphological characters. Materials used includes several members of the familia Cyprinidae fish species.The method used was a survey, the sampling technique was clustered random sampling. The steps of the research include sampling, sample preservation, and sample observations in the laboratory, which includes identification, determination, the determination of morphological characters, the determination of fish species and their phylogenetic relationships based on morphological characters. Several morphological characters were observed including body shape, mouth position, type of scales, fins, total length, standard length, height, etc. The obtained qualitative characters data were transformed into quantitative binary data and was presentedon tables or matrices. Phylogenetic relationships was estimated using cladistic analysis based on maximum parsimony algorithm as implemented in PAUP (Phylogenetic Analysis Using parsimony) software version 4.0b10. Phylogenetic tree was presented in a cladogram. Identification and determination process resulted on 6 fish species, namely Puntius binotatus, Puntius microps, Osteochilus vittatus, Mystacoleucus marginatus, Labiobarbus kuhlii, and Rasbora argyrotaenia. The cladistic analysis showed that familia Cyprinidae formed a monophyletic group on the tree. Phylogenetic tree also shows that Osteochilus vittatus formed a monophyletic group with Labiobarbus kuhlii (as sister taxa) with a bootstrap value of 100%, the value of consistency index (CI) was 0.8286 and a retention index values (RI) was 0.6471. This research is expected to provide information about the number of species of fish of the family Cyprinidae caught in the Cijalu River and their phylogenetic relationships based on morphological. |