Artikel Ilmiah : H1A009049 a.n. DADY PAMULIA NURKO

Kembali Update Delete

NIMH1A009049
NamamhsDADY PAMULIA NURKO
Judul ArtikelMODIFIKASI KITOSAN DENGAN TEMBAGA(II)
SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)Aktivitas antibakteri kitosan sering digunakan pada berbagai bakteri dan jamur. Tetapi, aktivitas antibakteri kitosan tidak stabil dan sensitif terhadap banyak faktor seperti berat molekul, pH, kelarutan. Upaya yang dilakukan untuk menstabilkan kitosan yaitu memodifikasi struktur dengan penambahan logam tembaga yang diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli.
Kitosan yang telah disintesis memiliki derajat deasetilasi (DD) 83,9%. Modifikasi kitosan-tembaga dapat disintesis dengan menggunakan metode presipitasi. Karakterisasi dengan FTIR digunakan untuk mengetahui gugus-gugus pada kitosan-tembaga yang menunjukan adanya ikatan Cu-N pada daerah 586,36 cm-1 dan serapan sekitar 478,35 cm-1 yang menunjukan vibrasi rentangan Cu-O. karakterisasi dengan XRD menunjukan bentuk amorf dari kitosan-tembaga, sedangkan analisis AAS digunakan untuk mengetahui jumlah tembaga yang terikat pada kitosan. Hasil AAS menunjukan hanya 11,1441% (b/b) tembaga yang terikat pada kitosan untuk membentuk modifikasi kitosan-tembaga. Kitosan dan kitosan-tembaga diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Penentuan KHTM digunakan untuk mengetahui jumlah konsentrasi terkecil yang mampu menghambat bakteri E. coli dan S. aureus. Hasil menunjukan untuk KHTM pada S. aureus berturut-turut adalah kitosan 0,0625% dengan zona hambat 1,01 mm, sedangkan kitosan-tembaga 0,03125% dengan zona hambat 1,03 mm. Nilai KHTM pada E. coli untuk kitosan 0,03125% dengan zona hambat 0,57 mm sedangkan kitosan-tembaga 0,03125% dengan zona hambat 1,16 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)Chitosan antibacterial activity is often used in various bacteria and fungi. But the chitosan bacteria's activity is not stable and sensitive to many factors such as molecular weight, ph and solubility. The effort which is done to stabilize chitosan are modificating the structure by adding copper that is able to hamper the bacteria growth.
Chitosan which has synthesized has deasetilation degree 83,9%. Chitosan-copper modification can be synthesized by using presipitation method. Characterization of FTIR is used to know the groups of chitosan-copper that is shown bond of CU-N on 586,36 cm-1 and about 478,35 cm-1 to range vibration of Cu-O. Characterization of XRD shows amorphous from copper-chitosan. In otherwise AAS analysis is used to know the number of copper that is bound in chitosan. The AAS result shows only 11,1441% (b/b) copper is bound on chitosan to form chitosan-copper modification. Chitosan and copper-chitosan are tested the antibacterial activity by pitting diffusion method. Determination of KHTM is used to know the smallest concentration number that is able to hamper E. coli and S. aureus bacteria. the result shows for KHTM on S. aureus, chitosan is 0,0625 % with inhibitation zone 1,01 mm and the chitosan-copper is 0,03125% with inhibitation zone 1,03 mm. KHTM value on E. coli for chitosan is 0,03125% with inhibitation zone 0,57 mm and the chitosan-copper is 0,03125% with inhibitation zone 1,16 mm.
Kata kunci kitosan, tembaga, presipitasi, S. Aureus, E. Coli.
Pembimbing 1Anung Riapanitra, M.Sc
Pembimbing 2Dian Riana Ningsih, S.Si, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.