Artikelilmiahs

Menampilkan 12.301-12.320 dari 49.535 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
123015267H1B009025PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN PANAS MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA
SKEMA FORWARD TIME CENTERED SPACE
Panas merupakan suatu bentuk energi yang mengalir dari sebuah benda ke benda lain karena adanya perbedaan suhu di antara kedua benda tersebut. Persamaan panas yang diturunkan melalui peristiwa konduksi pada bahan homogen berbentuk persamaan diferensial parsial linier orde dua. Dalam paper ini dibahas tentang penyelesaian numerik persamaan panas metode beda hingga. Metode beda hingga yang digunakan adalah skema Forward Time Centered Space (FTCS). Hasil simulasi dipilih dan menunjukkan bahwa penyelesaian numerik skema FTCS mendekati penyelesaian analitik. Selanjutnya, berdasarkan syarat kestabilan von Neumann, skema FTCS akan stabil jika . Sementara itu, semakin besar nilai konduktivitas termal suatu bahan mengakibatkan kemampuan untuk menghantarkan panas akan semakin baik.A heat is an energy transfered from an object to another object due to thermal contact when the systems are at different temperatures. A heat equation which derived from conduction process in a homogeneus material is in the form of a second order linear partial differential equation. This paper discussed numerical solution of the heat equation uses finite difference method. Forward Time Centered Space (FTCS) scheme is applied to the heat equation. Simulation result uses and shows that the numerical solution FTCS scheme approaches the analytical solution. Furthermore, based on the von Neumann stability condition, FTCS scheme will be stable if . The greater thermal conductivity of a material, the better ability to conduct heat.
123025268H1B009012ESTIMASI PARAMETER MAXIMUM LIKELIHOOD PADA MODEL COX PROPORTIONAL HAZARDS MELALUI PENDEKATAN NUMERIK
Parameters Estimation of Maximum Likelihood on Cox Proportional Hazards Model Using Numerical Approximation
Setiap individu mempunyai resiko terkena penyakit yang dapat ditentukan oleh beberapa faktor resiko. Salah satu model analisis ketahanan hidup yang dapat digunakan untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang berpengaruh adalah model Cox proportional hazards (Cox PH). Permasalahannya adalah bagaimana cara menentukan estimator parameter pada model Cox PH. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dibahas mengenai estimasi parameter pada model Cox PH melalui metode maximum likelihood yang diselesaikan secara numerik melalui metode Newton-Raphson. Komputasi numerik dari estimasi parameter diselesaikan melalui program R versi 2.15.1. Sebagai contoh aplikasi, estimasi parameter diterapkan pada data 17 pasien leukemia dengan faktor resiko yang digunakan adalah jenis kelamin, jumlah sel darah putih (WBC), dan metode pengobatan. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai estimasi untuk masing-masing faktor resiko tersebut adalah 0,380, 1,852, dan 1,222. Nilai-nilai ini masing-masing menyatakan besar resiko kematian dari setiap faktor resiko.Each individual has a risk to get diseases which can be determined by some risk factors. One of models in survival analysis that can be used to identify the affected factors is Cox proportional hazards (Cox PH) model. The problem is how to find the parameter estimator of Cox PH model. To solve the problem, the research discusses about parameters estimation of Cox PH model using maximum likelihood method and the numerical computation using Newton-Raphson method. The computation were carried out by the help of program R version 2.15.1. As an application, the parameters estimation is applied to the case of 17 patients of leukemia given risk factors which are sex, white blood cell (WBC) count, and treatment. Result of the research showed that estimates of the risk factors are 0.380, 1.385, and 1.222. Each of the estimates represents the risk of death for the associated risk factors.
123035269C1A009017VALUASI EKONOMI PENCEMARAN UDARA PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA PURWOKERTO (ANALISIS WILLINGNES TO PAY)Penelitian ini berjudul “Valuasi Ekonomi Pencemaran Udara Penggunaan Mobil di Kota Purwokerto Tahun 2012 (Analisis Willingnes To Pay)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesediaan membayar (Willingnes To Pay) para pengguna mobil di Kota Purwoketo.
Penelitian ini merupakan survey terhadap masyarakat mengunakan metode kontingensi (Contingent Valuation Methods). Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga rumah tangga di Kota Purwokerto dengan 116 Kepala Keluarga menjadi sampelnya. Metode pengambilan sampel adalah perpaduan antara area sampling dan proportional convenience sampling.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh : (1) ada kesediaan membayar (Willingnes To Pay) para pengguna mobil di Kota Purwokerto, (2) nilai rata-rata kesediaan membayar (Willingnes To Pay) responden sebesarRp. 279,31 per liter, (3) faktor yang mempengaruhi responden dalam menentukan kesediaan dalam membayar (Willingnes To Pay) adalah tingkat tabungan rata-rata per bulan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan usia. Sedangkan faktor yang berpengaruh dalam menentukan besar kecilnya nilai Willingnes To Pay adalah tingkat pendidikan, (4) pemahaman masyarakat sudah cukup tinggi terkait emisi penggunaan mobil yang berlebihan dapat menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim.
Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) masyarakat dan pemerintah hendaknya mampu melakukan pengelolaan udara dalam rangka mengurangi polusi, pemanasan global dan perubahan iklim, (2) adanya kesediaan membayar menunjukkan bahwa masyarakat mau memberikan nilai terhadap lingkungan berpotensi untuk pajak lingkungan, (3) pemerintah hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mampu mempengaruhi kesediaan masyarakat dalam membayar dimana sebagai pertimbangan pemerintah dalam menentukan besaran pajak lingkungan, (4) pemahaman kepada masyarakat harus diperluas bahwa, polusi dari penggunaan mobil bentuknya dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait pemanasan global.
This research titled “Valuation Economy Air Polution of Cars in Purwokerto in 2012 (Willingness To Pay Analysis)”. The purpose of this research is to determine the Willingness To Pay of car user in Purwokerto.
This research survey towards people using Contingent Valuation Method. Population in this research are households families in Purwokerto with 116 heads of household being the sample. Sample method were combination between area sampling and proportional convenience sampling.
Based on the research, could be obtained: 1. there is willingness to pay of car user in Purwokerto, 2. average value of willingness to pay of respondent was by Rp 279,31 per liter, 3. factor affectong respondent in determining willingness to pay were average saving level per month, income level, education, sex and age. While factor affecting in determining the amount of willingness to pay are education, 4. people's knowledge is fair good on excessive car usage emission that could caused global warming and climate changes.


123045270H1B007030EKSENTRIK DIGRAF DARI GRAF CIRCULAR LADDER Misal G adalah graf dengan himpunan titikV(G) dan himpunan sisi E(G). Jarak dari titik u ke titik v di G merupakan panjang lintasan terpendek dari u ke v. Jarak maksimum dari titik u ke titik v disebut eksentrisitas u. Titik v disebut titik eksentrik dari u, jika jarak dari u ke v sama dengan eksentrisitas titik u. Eksentrik digraf dari graf G dinotasikan dengan ED(G), yaitu graf yang memiliki himpunan yang sama dengan V(G) dan himpuan sisi berarah dari u ke v, jika v merupakan titik eksentrik dari u. Artikel ini mengkaji konstruksi eksentrik digraf dari graf Circular Ladder CLn. Eksentrik digraf dari Circular Ladder CLn untuk n ganjil berupa graf lingkaran C2n dengan sisi berarah yang simetris, untuk n genap berupa graf gabungan terpisah dari graf lintasan P2 dan memiliki sisi berarah yang simetris.Let G be a graph with a set of vertices V(G) and a set of edges E(G). The distances from vertex u to vertex v in G is the length of the shortest path from u to v. Maximum distance from vertex u to any another vertices in G is eccentricity of vertex u . Vertex v is an eccentric vertex from u, if the distance from u to v is equal to the eccentricity of vertex u. The eccentric digraph of graph G denoted by ED(G), is a graph that has the same set of vertices as V(G) and directed edges from u to v, if v is eccentric vertex from u. This article which is discussed construction eccentric digraph of Circular Laddder graph. Eccentric digraph of Circular Laddder CLn graph for n odd is cycle graph C2n with symetrical directed edges , but for n even is graph disjoint of path graph P2 and have symetrical directed edges.
123055275H1B007037PELABELAN TOTAL SISI AJAIB SUPER PADA GRAF FIRECRACKERPelabelan graf adalah suatu pemetaan yang memasangkan elemen-elemen di graf (titik atau sisi) ke bilangan bulat positif. Pelabelan total sisi ajaib pada graf G dengan p buah titik dan q buah sisi adalah fungsi bijektif f dari V(G) ∪ E(G) ke {1, 2, 3, . ., p+q} sehingga untuk setiap x, y di G berlaku f(x)+f(xy)+f(y)=c, c adalah konstanta ajaib. Jika setiap titik di graf G dilabeli dengan bilangan terurut 1, 2, 3, . ., p dan setiap sisi dilabeli dengan p+1, p+2, p+3, . ., p+q maka dinamakan pelabelan total sisi ajaib super.
Artikel ini membahas pelabelan total sisi ajaib super pada graf Firecracker. Dari hasil pelabelan total sisi ajaib super, diperoleh formula label titik dan label sisi serta konstanta ajaib graf Firecracker Fn,k untuk k = 3, 4 dan 5.
Labeling of a graph is a mapping that pair graph elements (vertex or edge) with a positive integer. Edge magic total labeling of a graph G which p is vertices and q is edges is a bijective function f from V(G) ∪ E(G) to {1, 2, 3, . ., p+q} so that for each x, y of G such that f(x)+f(xy)+f(y)=c, c is a magic constant. If each vertex was labeled with numbers 1, 2, 3, . ., p and each edge was labeled with p+1, p+2, p+3, . ., p+q that was called super edge magic total labeling.
This article was studied the super edge magic total labeling on Firecracker graph. The result of super edge magic total labeling, obtained vertex label, edge label, and the magic constant of graph Firecracker Fn,k for k =3, 4 dan 5.
123065276F1C008101GAYA HIDUP PRIA METROSEKSUAL
(Studi Interaksionisme Simbolik tentang Pria Metroseksual di Kalangan Mahasiswa Unsoed Purwokerto)
Saat ini gaya hidup metroseksual telah muncul di berbagai kalangan, termasuk di kalangan mahasiswa Unsoed yang berada di kota Purwokerto yang relatif kecil. Pada sosok mahasiswa metroseksual memiliki simbol-simbol gaya hidup serta konsep ‘diri’ yang berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui simbol-simbol serta konsep ‘diri’ yang dimiliki mahasiswa metroseksual maka dilakukan suatu penelitian yang berjudul “Gaya Hidup Pria Metroseksual (Studi Interaksionisme Simbolik tentang Pria Metroseksual di Kalangan Mahasiswa UNSOED Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa metroseksual memaknai dan menunjukkan simbol-simbol gaya hidup mereka, untuk mengetahui peran significant others dan generelaized others dalam membentuk konsep ‘diri’ mahasiswa metroseksual, untuk mengetahui tahapan perkembangan ‘diri’ yang dialami mahasiswa metroseksual.Metode yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pemilihan informannya menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik untuk mendapatkan validitas data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan data yang dihimpun selama penelitian berlangsung, dapat ditarik kesimpulan, bahwa terdapat dua simbol gaya hidup yang melekat pada mahasiswa metroseksual yaitu good looking dan narcissim. Konsep diri mahasiswa metroseksual merupakan gambaran diri mereka yang terbentuk dari persepsi atau pandangan orang lain serta pengalaman pribadi masa lalu yang telah dialami mereka, peran significant others bagi mahasiswa metroseksual berasal dari keluarga serta tokoh yang diidolakan, sedangkan peran generelaized others bagi mahasiswa metroseksual berasal dari cara pandang mahasiswa metroseksual terhadap keseluruhan pandangan orang lain terhadap dirinya. Perilaku mahasiswa metroseksual yang selalu peduli terhadap penampilan merupakan perwujudan diri mereka untuk menemukan kepuasan tersendiri di dalam dirinya yang kemudian berpengaruh terhadap kepercayaan diri mereka ketika berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. ‘Diri’ mahasiswa metroseksual terbentuk melalui empat tahapan pekembangan diri, yaitu tahap persiapan yang muncul pada masa kanak-kanak, peran significant others pada tahap permainan, generelaized others pada tahap pertandingan, dan selanjutnya muncul reference group dimana ‘diri’ adalah satu orang dalam semua situasi yang ditemuinya.Metrosexual lifestyle Currently has appeared in various social structure, especially among the college students of University of general Soedirman. Although it’s located in a relatively small town. The figure of metrosexual students have lifestyle symbols and the concept of ‘self’ which is different from other average student. Therefore, to know the symbols and the concept of 'their self' of metrosexual college students me as the writer conducted a study entitled "Metrosexual Men's Lifestyle (Metrosexual Male Studies of Symbolic Interactionism among the college students of University of general Soedirman Purwokerto)". The objective of this study is to find out is how metrosexual students interpret and exhibit the metrosexual symbols of their lifestyle, is to determine the role of significant others and generelaized others in shaping the concept of ‘self’ in metrosexual students, and to understand the stage of development of ‘self’ which experienced by the metrosexual college students of University of General Soedirman.The method used in this study to analyze the data is qualitative method. The Informant selection techniques use purposive sampling. Collecting data process are using three techniques depth interviews, observation and documentation. Techniques used to obtain valid data is using triangulation of data validity. Based on the data collected during the study and research, it can be concluded, that there are two symbols which are attached to metrosexual students lifestyle that is good looking and narcissim. Metrosexual student is a self-concept of self-image of those which formed the perception of others people as well as the personal experience of the past which they have, the role of significant others for metrosexual students come from families and their idolized figures, while generelaized others role for metrosexual college students prespective of others people opinions towards themself. Metrosexual student behavior who always cared about they appearance embodies their concept to find satisfaction which affect their confidence when interacting with the social environment. 'Self' concept of metrosexual students formed through four stages of developments, which appear in the preparation stage of childhood, then the role of significant others appears at the period of play stage, and the generelaized others on game stage, and subsequently appeared the reference group where 'the self' is the one person in all of situation they encountered.
123075277C1L008041THE INFLUENCE OF TAXPAYER’S AWARENESS, THE SERVICE QUALITY, FIRMNESS OF SANCTION, AND TAX REGULATION UNDERSTANDING TOWARD INDIVIDUAL TAXPAYER’S COMPLIANCE IN KPP PRATAMA CIREBON ABSTRAK (RINGKASAN)


Penelitian ini berjudul "pengaruh kesadaran wajib pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan pemahaman peraturan, terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi di KPP Pratama Cirebon". Sebagai salah satu unsur penerimaan negara, pajak memiliki peran yang sangat besar untuk biaya pembangunan dan administrasi. kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk partisipasi dalam menunjang pembangunan negara dimaksudkan mendorong wajib pajak untuk membayar pajak, kualitas pelayanan juga dapat mendorong kepatuhan wajib pajak, denda pajak pada dasarnya dimaksudkan untuk menjaga orang-orang yang taat dan bersedia membayar kewajiban pajak dan Pemahaman dari sistem self assessment dalam pelaksanaan administrasi perpajakan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak. Sehingga, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan pemahaman peraturan terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Cirebon.

Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Cirebon. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode random sampling dengan total sampel 83 wajib pajak.

Hasil penelitian menunjukkan kesadaran wajib pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan pemahaman peraturan secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Cirebon. Kasadaran wajib pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan pemahaman peraturan secara parsial memberikan pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Cirebon dan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak adalah kualitas layanan.

ABSTRACT (SUMMARY)


The research entitled “The Influence of Taxpayer’s Awareness, The Service Quality, Firmness of Sanction, and Tax Regulation Understanding Toward Individual Taxpayer’s Compliance in KPP Pratama Cirebon”. As one element of state revenue, taxes have a very big role for the development and administration expenses. tax awareness is a form of participation in supporting the country's development meant encouraging taxpayers to pay taxes, service quality may also encourage the compliance of taxpayer, tax penalties basically intended to keep people obedient and willing to pay its tax liability and the understanding of the self assessment system in the implementation of tax administration is expected to increase taxpayer compliance. So that, this research tries to investigate the influence of, quality of service, firmness of sanctions, and the tax regulation understanding toward taxpayer compliance in KPP Pratama Cirebon.

This research used questionnaires those given to taxpayer who listed in KPP Pratama Cirebon. The data used is primary data that obtained directly from questionnaires results. The sampling technique method used was random sampling with the total sample of 83 taxpayers.

The results show awareness taxpayers, quality of service, firmness of sanction, and tax regulation understanding simultaneously give significant influence toward taxpayer compliance in KPP Pratama Cirebon. Awareness taxpayers, quality of service, firmness of sanction, and tax regulation understanding partially give significant influence toward taxpayer compliance in KPP Pratama Cirebon and the most dominant variable which influences taxpayer compliance is quality of service.
123085296H1D009005STUDI HIDRAULIKA BENDUNG KARET WALEDAN SUNGAI RAMBATAN INDRAMAYU MENGGUNAKAN HEC-RAS 4.1Sungai dibagian hilir perlu dimanfaatkan agar tidak terbuang ke laut sia-sia. Sungai Rambatan merupakan sungai bagian hilir dari DAS Cimanuk. Pemanfaatan Sungai Rambatan adalah dengan membangun Bendung Karet Waledan di dekat muara Cimanuk. Bendung Karet Waledan berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menaikkan muka air Sungai Rambatan. Bendung Karet Waledan memiliki tiga segmen yang dapat dikembangkan semua atau dikembangkan dikembangkan sebagian dan yang lain dikempiskan. Hal ini sama seperti pintu air pada bendung gerak. HEC-RAS merupakan software yang dapat memodelkan sungai dengan berbagai halangan seperti bendungan, bendung, gorong-gorong dan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian segmen bendung dan mengetahui seberapa panjang dari Sungai Rambatan yang bantaran sungai tersebut akan teraliri apabila karet bendung karet ini dikembangkan seluruhnya atau sebagian dengan input debit banjir rencana untuk berbagai kala ulang.
Debit dari Bendung Rentang sangat besar jika langsung dianalisis ke dalam Sungai Rambatan. Analisis debit koreksi dari Bendung Rentang yang telah dilakukan menghasilkan debit adalah Sungai Cimanuk sebesar 61,8 %, Sungai Cipelang sebesar 17,1 % dan Sungai Sindupraja sebesar 21,1 %. Analisis debit koreksi dari Sungai Cimanuk adalah Sungai Rambatan Sebesar 68,3 % dan Sungai Cimanuk bagian hilir sebesar 31,7 %. Debit Sungai Rambatan yang digunakan pada analisis HEC-RAS adalah kala ulang 2, 5, 10, dan 25 tahunan sebagai berikut : 247,11 m3/detik; 353,23 m3/detik; 425 m3/detik; dan 517,13 m3/detik.
Hasil analisis Sungai Rambatan terhadap Bendung Karet Waledan menggunakan HEC-RAS yang telah dilakukan sebagai berikut: debit banjir rencana kala ulang 2 tahunan, segmen bendung dikembangkan semua sehingga satu segmen karet bendung dengan panjang 35 meter dibuka; debit banjir rencana kala ulang 5 tahunan, segmen bendung yang dikembangkan yaitu segmen 1 dan 2 dengan panjang masing-masing 35 meter dan 20 meter; debit banjir rencana kala ulang 10 dan 25 tahunan, semua segmen bendung dikembangkan. Penelitian ini menyimpulkan perlu ada perbaikan tanggul Sungai Rambatan pada 1500 meter dari hulu Bendung Karet Waledan agar dapat dilewatkan oleh debit besar.
River downstream need to be utilized in order not thrown into the sea in vain. Rambatan River is the downstream of the Cimanuk watershed. Utilization of Rambatan River is built Waledan Rubber Weir in near the estuary of Cimanuk watershed. Function of Waledan Rubber Weir is hold up of seawater intrusion and increase water surface of Rambatan River. Waledan Rubber Weir has three segments that can be inflated all or in part inflated and the other deflated. It is the same as gate on the barrage. HEC-RAS is a software that can model the river with various obstacles such as dams, weirs, culverts and bridges. The purpose of the research is to determine operation of the weir segment and find out how the length of the Rambatan River, the banks of that river will be flowed if rubber segments of that weir was inflated all or in part with input flood design for various time.
Discharge of Rentang Weir is too huge if analyzed directly into the Rambatan River. Analysis of correction discharge Rentang Weir has been done resulting in river discharge is 61.8% Cimanuk River, 17.1% Cipelang River and River Sindupraja by 21.1%. Analysis of river correction discharge of Cimanuk River is 68.3% Rambatan River and 31.7% downstream of Cimanuk River. Discharge of Rambatan River used in the HEC-RAS analysis was repeated for 2, 5, 10, and 25 years as follows: 247.11 m3/second; 353.23 m3/second; 425 m3/second, and 517.13 m3/second.
Results of the analysis of Rambatan River to Waledan Rubber Weir using HEC-RAS show: flood design for return period 2 years, the first segment of that weir or 35 meters length of that segment is inflated; flood design for return period 5 years, first and second segment of that weir or 35 meters and 20 meters length of the segment is inflated; flood design for return period 10 and 25 years all segment of that weir is inflated. Conclusion of this research is needs to repair Rambatan River’s leeve about 1500 meters of Waledan Rubber Weir to through by a large discharge.
123095278H1B009015ESTIMASI REGRESI NONPARAMETRIK BIRESPON MENGGUNAKAN ESTIMATOR DERET FOURIER PADA DATA SKOR NIHSS PEMBERIAN MANITOL PASIEN STROKE HEMORAGIK
Regresi nonparametrik birespon merupakan analisis regresi dengan asumsi bahwa variabel respon yang digunakan terdiri dari dua variabel yang saling berkorelasi dan bentuk kurva regresinya tidak diketahui. Metode deret Fourier adalah salah satu metode statistika yang digunakan untuk mengestimasi distribusi data (kurva) regresi nonparametrik. Estimator yang dihasilkan disebut estimator deret Fourier. Hasil estimasi regresi nonparametrik deret Fourier pada data skor national institute of health stroke scale (NIHSS) sebelum dan setelah pemberian manitol pada pasien stroke hemoragik menunjukkan bahwa estimasi terbaik terjadi ketika atau pada saat nilai parameter penghalus λ = 0,000001. Dari perhitungan tersebut diperoleh nilai mean square error (MSE) sebelum dan setelah pemberian manitol masing-masing adalah 0,0000000008758166 dan 0,000000001184174. Birespon nonparametric regression is a regression analysis with the assumption that the response variable consists of two correlated variables and unkown curve regression. Fourier series method is one of the statistical methods to estimate the distribution (curve) of nonparametric regression. The result estimator is called Fourier series estimator. Nonparametric regression estimation results on score national institute of health stroke scale (NIHSS) before and after giving mannitol on hemoragic stroke patient showed that the best estimated regression occur for or smoothing parameter λ = 0.000001. From this calculation, the mean square error (MSE) of before and after giving mannitol are 0.0000000008758166 and 0.000000001184174.
123105302G1A009102HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN
KEJADIAN PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (PUD) PADA WANITA USIA PERIMENOPAUSE

ABSTRAK

Latar Belakang. Perdarahan uterus disfungsional (PUD) merupakan diagnosis eksklusi dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis dan sosial. Kasus PUD terjadi pada 40-60% kasus wanita dengan keluhan perdarahan menstruasi hebat (>80ml kehilangan darah). Sekitar 55-85% kasus merupakan PUD jenis anovulatorik. Gangguan keseimbangan emosional seperti stres yang meningkat selama masa transisi menopause dapat menyebabkan PUD anovulatorik.
Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause.
Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian yang dilibatkan adalah 47 ibu rumah tangga berusia 46-52 tahun serta memiliki pembantu rumah tangga. Subyek dengan status gizi berlebih, menderita DM, hipertiroid, sindroma cushing, anorexia nervosa serta menerima terapi hormon (HRT) dieksklusi. Data tingkat stres diperoleh menggunakan kuesioner DASS 42 yang telah dimodifikasi dan diisi oleh responden.
Hasil Penelitian. Subyek yang mengalami stres adalah 25,6% dan subyek yang terdiagnosis PUD adalah 29,8%. Subyek terdiagnosis PUD dan mengalami stres sebanyak 41,6%. Hasil analisis uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause (P > 0,465).
Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause

Kata kunci: Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD), tingkat stres, anovulasi kronik
ABSTRACT

Background. Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) is a diagnosis of ecxlusion and cause many medical and social complication. Case of DUB count in 40-60% women with excessive menstrual bleeding (>80 ml blood loss). About 55-85% case of DUB are anovulatoric. Emotional balance disturbances like stress that increases in menopause transition can cause anovulatoric DUB.
Objectives. To understand the association of stress level and DUB occurance in perimenopausal age women
Methods. This research is an analitic observational with cross sectional study. Subjects enrolled were 47 of housewives age 46-52, had housemaids. Subjects with overweight, had DM, hipertiroid, cushing syndrome, anorexia nervosa and received hormon therapy (HRT) were excluded. Data of stress level were collected by modified DASS 42 questionnaires.
Results. Subject with stress were 25,6% and subjects diagnosed with DUB were 29,8%. Subjects that diagnosed with DUB and experinced stess were 41,6%. The result of Fisher’s Exact Test analysis showed no significant assosiation between stress level and DUB occurance (p=0,465)
Conclusions. There was no association between stress level and DUB occurance in perimenopausal age women.

Keyword: dysfunctional uterine bleeding (DUB, stress level, chronic anovulation
123115279C1A008101KINERJA PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DI KABUPATEN CILACAP TAHUN 2003-2011Penelitian ini berjudul “KINERJA PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DI KABUPATEN CILACAP TAHUN 2003-2011”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja penerimaan pajak hotel dan restoran berdasarkan tingkat efisiensi dan efektivitas serta prospek perkembangan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Cilacap tahun 2003-2011.
Teknik analisis data menggunakan analisis efisiensi, efektivitas, dan trend linier dengan least square method yang berasal dari data sekunder, diperoleh dari data Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pusat Statistik, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap dengan time series dari tahun 2003-211.
Hasil dari penelitian ini adalah kinerja penerimaan pajak hotel, pajak restoran serta pajak hotel dan restoran berdasarkan tingkat efisiensi di Kabupaten Cilacap tahun 2003-2011 sudah efisien. Kinerja penerimaan pajak hotel, pajak restoran, serta pajak hotel dan restoran berdasarkan tingkat efektivitas di Kabupaten Cilacap tahun 2003-2011 sudah efektif. Prospek perkembangan penerimaan pajak hotel, pajak restoran, serta pajak hotel dan restoran mempunyai trend positif dan perkembangan dapat meningkat.
The purpose of this research to determine performance of revenue hotel and
restaurant tax based on the level of efficiency and effectiveness as well as the
prospects for the development of revenue hotel and restaurant tax in Cilacap
Regency 2003-2011.
Technical data analysis used was efficiency, effectiveness and linear trend
analysis with the least square method, derived from secondary data, obtained from
the Department of Regional Finance Revenue and Asset Management, Statistical
Central Agency, and the Department of Tourism and Culture Cilacap Regency
with time series from 2003-2011.
Results from this research was the performance of revenue hotel tax,
restaurant tax and then hotel and restaurant tax based on the level of efficiency in
Cilacap Regency 2003-2011 has been efficie nt. Performance of revenue hotel tax,
restaurant tax, and then hotel and restaurant tax based on the level of effectiveness
in Cilacap Regency 2003-2011 has been effective. Prospects for the development
of revenue hotel tax, restaurant tax, and then hotel and restaurant tax in Cilacap
Regency 2003-2011 have a positive trend and development can be increase.
123125280H1B008055ANALISIS VARIANSI PADA RANCANGAN ACAK LENGKAP FAKTORIAL DUA FAKTOR DENGAN METODE POLINOM ORTOGONALPercobaan faktorial adalah suatu percobaan yang melibatkan penelitian tentang pengaruh dari dua faktor atau lebih. Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan pada lingkungan yang homogen dan faktor-faktor bersifat kuantitatif sehingga digunakan RAL faktorial dengan metode polinom ortogonal. Melalui metode ini, diperoleh model pendekatan polinom ortogonal dengan derajat polinom dipilih berdasarkan kontras-kontras ortogonal yang nyata dari masing-masing faktor. Dari model pendekatan ini, peneliti dapat menentukan taraf dari masing-masing faktor yang mengoptimalkan respon.Factorial experiment is an experiment which involves the study of the effects of two or more factors. In this study, the experiment was made at a homogeneous area and the factors are quantitative so a completely randomized design was applied by the method of orthogonal polynomial. By this method, the approximation of orthogonal polynomial model can be found, where the polynomial order is given according to the orthogonal contrasts of each factor which significant. From this model, experimenter may set the levels of each factor which optimize the response.
123135295C1C009039Pengaruh Konflik Peran, Ambiguitas Peran, dan Gangguan Ekstern Terhadap Komitmen Independensi Auditor Internal Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konflik peran, ambiguitas peran dan gangguan ekstern secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap komitmen independensi auditor internal pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal Inspektorat kabupaten Purbalingga dan kabupaten Banyumas yang berjumlah 44 orang dimana semua auditor internal dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan ke seluruh responden. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik peran, ambiguitas peran dan gangguan ekstern berpengaruh negatif signifikan terhadap komitmen independensi auditor internal pemerintah daerah. Implikasi penelitian ini adalah menciptakan praktik kerja yang sehat yang tidak menyimpang dari standar professional auditor, menerapkan sistem pengelolaan tata kerja yang jelas dan tegas terkait dengan bidang tugas maupun tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam organisasi, mempunyai sistem pengendalian internal yang dapat mendeteksi dan mengidentifikasi gangguan. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan wawancara untuk mendapatkan data yang lebih akurat serta memperluas objek penelitian agar nantinya hasil penelitian dapat digeneralisasi.
This research aims to find out significant and negatively influence of role conflict, role ambiguity and external interference to the government internal auditor’s commitment to independence. The population of this research is in Inspectorate internal auditor of Purbalingga dan Banyumas Regency Inspectorate internal auditor, with the number of 44 internal auditor where all of them became the respondents for this research. The data taken from questionnaires distributed to all respondens. The data were analyzed using multiple regression analysis.
The result of this research show that role conflict, role ambiguity and external interference influence negatively and significantly to the government internal auditor’s commitment to independence. The research implications are to create a healthy working practices that do not deviate from the standard of professional auditors, working procedures to implement management systems that clearly and unambiguously associated with field duties or responsibilities of each part of the organization, has an internal control system that can detect and identify disorders. Future studies are expected to use interviews to obtain more accurate data and expand the research object so that the results can be generalized
123145281H1E007014Pengaruh Lama Waktu Ball Mill Terhadap Sifat Magnetik Pasir Besi Dari Desa Widara Payung Kecamatan Binangun Kabupaten CilacapPemanfaatan dan nilai ekonomis dari pasir besi di desa Widara Payung masih belum optimal. Salah satu cara untuk meningkatkan daya guna dan nilai ekonomis pasir besi adalah dengan cara memisahkan dan membuat ukuran partikel pasir besi yang lebih kecil. Ukuran partikel pasir besi berskala nano dan mikro dapat dimanfaatkan untuk magnetik optik. Pengaruh lama waktu penggilingan terhadap ukuran butiran terhadap sifat magnetik pasir besi akan dianalisis dengan menggunakan SEM dan VSM. Lama waktu penggilingan divariasi menjadi 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil karakterisasi SEM memperlihatkan ukuran yang semakin mengecil seiring dengan peningkatan lama waktu penggilingan dan morfologi permukaan yang beranekaragam. Sampel D merupakan sampel yang mempunyai ukuran partikel yang paling kecil yaitu kurang dari 1 µm. Hasil karakterisasi VSM menunjukkan bahwa suseptibilitas pasir besi yang telah di giling dipengaruhi oleh ukuran partikel. Nilai rentangan suseptibilitas dimulai dari 7,70 x 10-5 m3/kg sampai dengan 4,85 x 10-5 m3/kg. Berdasarkan nilai suseptibilitas, menunjukan bahwa pasir besir yang telah digiling bersifat paramagnetik. Utilization and economic value of Widara Payung’s iron sand is not optimum yet. Separation and milling iron sand are one of way in order to improve their effectiveness and economic values. The iron sand particles in nano and micro scales can be used for magneto-optic applications. Effect of milling duration on particle size and magnetic properties of the iron sand is analyzed using SEM and VSM. The duration is varied to 2, 4 and 6 h. SEM characterization results nereals show that size with increasing milling time duration and surface morphology of the iron sand are diverse. Sample D with mill duration of 6 h has the smallest particle size i.e. below 1 µm. VSM characterization results that the susceptibility of the milled iron sand is influenced by particle size. The susceptibility range is from 7.70 x 10-5 m3/kg to 4.85 x 10-5 m3/kg. It is proved that the milled iron sand exhibit paramagnetic properties.
123156503H1A009012MODIFIKASI PERMUKAAN SrTiO3 DENGAN ASAM OLEAT SERTA PENGARUHNYA PADA ADSORPSI DAN FOTOKATALITIK TERHADAP CONGO REDModifikasi permukaannya material sangat menarik untuk diteliti. Modifikasi permukaan biasanya dilakukan untuk merubah sifat-sifat pada permukaan material. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi permukaan material SrTiO3 dengan asam oleat pada proses sintesisnya dengan metode solvotermal. Modifikasi permukaan SrTiO3 bertujuan untuk merubah sifat permukaan SrTiO3 dengan mengikatkan gugus RCOO- pada permukaannya. Perubahan sifat ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan adsorpsi dan fotokatalitik dari SrTiO3 terhadap congo red. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya asam oleat pada proses sintesis tidak merubah struktur kubus perovskit dari SrTiO3, ini dilihat dari 2θ XRD yang sama. Perubahan terjadi pada permukaan SrTiO3 dengan adanya gugus RCOO- yang terikat pada permukaan SrTiO3. Ini dibuktikan dengan adanya serapan FTIR pada 1411 cm-1 dan 1506 cm-1 berasal dari streching simetris dan streching asimetris gugus (COO-). Diperkuat adanya serapan pada 2850 cm-1 dan 2922 cm-1 berasal dari streching simetris dan streching asimetris dari CH2 alkana (R). Bukan hanya itu penambahan asam oleat pada proses sintesis juga dapat menurunkan energi celah pita SrTiO3 dari 3,43 eV menjadi 3,3 eV. Hasil dari modifikasi permukaan ini ternyata mampu meningkatkan kemampuan kinetika adsorbsi modifikasi permukaan SrTiO3 dengan v 0,28636 mg/g.menit-1 dan qe 11,23 mg/g sedangkan tanpa modifikasi permukaan v 0,1936 mg/g.menit-1 dan qe 3,04 mg/g. Modifikasi permukaan ini juga mampu meningkatan aktifitas fotokatalitik SrTiO3 terhadap penurunan konsentrasi congo red dari 50 ppm menjadi 14.33 ppm dengan v2 0,251 ppm.menit-1 dibandingkan dengan tanpa modifikasi permukaan SrTiO3 34,14 ppm dengan v2 0,0641 ppm.menit-1.The modification of material surface is very interesting to study. Surface modification is usually done to change the characteristics of the material surface. The changes of characteristic in material surface is adapted to its use, such as the change of polarity to improve the adsorption capability of material. In this research, the surface modification of materials SrTiO3 with oleic acid in their synthesis used solvotermal method. SrTiO3 surface modification was aimed to change the surface characteristic of SrTiO3 by bonding RCOO- groups on its surface. The changes of characteristic is expected to increase the adsorption and photocatalytic fo SrTiO3 to congo red. The result indicate that the presence of oleic acid on the synthesis process does not alter the structure of SrTiO3 perovskite cube, it is seen from XRD date profile. The SrTiO3 bonded by RCOO- groups can be observed at 1411 cm-1 and 1506 cm-1 for COO- then 2850 cm-1 dan 2922 cm-1 for CH2 alkane (R) by FTIR. The surface modification also can decrease the band gap energy from 3.43 eV to 3.3 eV. Surface modification can increase the adsorption capacity of SrTiO3 to congo red of 50 ppm from 2.86 mg/g to 11.23 mg/g. Surface modification also can to increase the photocatalytic activity of SrTiO3 that can be seen from the decreasing of congo red concentration from 50 ppm to 14.33 ppm compared to 34.14 ppm with no surface modification.
123165265H1B009014APLIKASI ANALISIS KETAHANAN HIDUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE KAPLAN-MEIERWaktu ketahanan hidup adalah waktu dari awal pengamatan sampai terjadinya suatu kejadian atau peristiwa tertentu Metode Kaplan-Meier merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis waktu ketahanan hidup. Metode ini mengestimasi fungsi ketahanan hidup dan fungsi hazard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan hidup pasien penderita diabetes mellitus. Lebih lanjut, penelitian ini juga mempelajari dan menganalisis perbandingan antara dua kelompok data ketahanan hidup dari pasien diabetes mellitus berdasarkan status merokok dan penyakit jantung koroner dengan menggunakan uji Log-rank dan uji Wilcoxon. Hasil perhitungan diperoleh estimasi untuk fungsi ketahanan hidup dari pasien diabetes mellitus yang semakin menurun sedangkan estimasi untuk fungsi hazard semakin lama semakin meningkat kematian dari pasien tersebut. Perbandingan uji Log-rank dan uji Wilcoxon diperoleh kesimpulan yang sama yaitu untuk status merokok tidak adanya perbedaan yang nyata antara ketahanan hidup individu sebagai perokok pasif dan ketahanan hidup individu sebagai perokok aktif sedangkan untuk penyakit jantung koroner (CHD) adanya perbedaan yang nyata antara ketahanan hidup pasien diabetes mellitus yang tidak menderita penyakit jantung koroner dengan ketahanan hidup pasien diabetes mellitus yang menderita penyakit jantung koroner.Survival time is the time from the beginning of the observation to the occurrence of an incident or event. Kaplan-Meier method is one of the methods for analyzing the survival time. This method estimates the survival and hazard functions. This study aims to know the survival of diabetes mellitus patients. Further, this study also learned and analyzed comparison between two groups of survival data for diabetes mellitus patients based on the smoking status and coronary heart disease using Log-rank test and Wilcoxon test. The results are decreasing of the survival function of patients and increasing the hazard function of mortality patient. The Log-rank test and the Wilcoxon test released the same conclusion, that is, for smoking status was not a significant difference between the survival rates of individuals as passive smoking and survival rates of individuals as active smoking, while for coronary heart disease (CHD) there is a significant difference between the survival rates of diabetes mellitus patients who did not have coronary heart disease, and survival rates of diabetes mellitus patients who have coronary heart disease.
123175282D1E008126KAJIAN BOBOT TETAS, BOBOT BADAN UMUR 4 DAN 8 MINGGU SERTA KORELASINYA PADA BERBAGAI ITIK LOKAL (Anas plathyrynchos ) DAN ITIK MANILA (Cairina moscata) JANTANTujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan bobot tetas, bobot badan umur 4 dan 8 minggu serta mengetahui korelasinya antara bobot tetas dan bobot badan pada itik lokal dan itik Manila jantan. Materi digunakan dalam penelitian antara lain itik Manila jantan, itik Mojosari jantan, itik Magelang jantan, dan itik Tegal jantan umur 1 hari atau day old duck (DOD) masing-masing sebanyak 20 ekor. Pakan yang diberikan adalah BR1 dengan kadar air maksimum 12%, PK minimum 20,5%, ME 3000 kkal/kg, lemak kasar minimum 5%, serat kasar maksimum 4,5%, abu maksimum 7%, kalsium 0,9-1% dan phospor 0,7-0,9%. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas T1 : itik Magelang, T2 : itik Mojosari, T3 : itik Tegal dan T4 : itik Manila. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor itik. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan bila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji beda nyata jujur (BNJ). Uji regresi korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara bobot tetas dengan bobot badan umur 4 dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa itik berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot tetas, dan bobot tetas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan umur 4 dan 8 minggu. Cairina moscata sp menghasilkan bobot tetas dan bobot badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Anas plathyrynchos sp. Diantara Anas plathyrynchos sp itik Magelang mempunyai bobot tetas paling tinggi, sedangkan pada bobot badan umur 4 minggu itik Tegal mempunyai bobot badan paling tinggi dan itik Mojosari mempunyai bobot badan paling tinggi pada umur 8 minggu. Terdapat korelasi positif antara bobot tetas dan bobot badan umur 4 dan 8 minggu baik pada itik Manila maupun itik lokal (itik Magelang, itik Mojosari dan itik Tegal). Rataan bobot tetas tiap jenis itik adalah itik Magelang 55,93±9,15 g, itik Mojosari 39,82±1,90 g, itik Tegal 48,72±0,90 g dan itik Manila 63,54±10,80 g. Rataan bobot badan umur 4 minggu yang didapat dari tiap jenis itik adalah itik Magelang 350,38±30,21 g, itik Mojosari 317,80±17,11 g, itik Tegal 380,16±8,08 g dan itik Manila 426,10±65,70 g, serta rataan bobot badan umur 8 minggu dari jenis itik lokal dan itik Manila sebesar 693,26±29,61 g untuk itik Magelang, 809,08±73,64 g untuk itik Mojosari, 801,38±5,53 g untuk itik Tegal, dan 1119,86±284,69 g untuk itik Manila. Nilai korelasi tertinggi antara bobot tetas dengan bobot badan umur 4 minggu yaitu pada itik Tegal sebesar 0,810 dan nilai korelasi tertinggi antara bobot tetas dengan bobot badan umur 8 minggu yaitu pada itik Mojosari yaitu 0,942.

The objectives of the study were to determine differences in hatching weight, body weight 4 and 8 weeks of age on the local ducks (Anas plathyrynchos) and Manila ducks (Cairina moscata) and the correlation between hatching weight and body weight of local ducks and Manila ducks at age 4 and 8 weeks. The materials used in the study were male Manila ducks, Mojosari ducks, Magelang ducks, and Tegal ducks age of one day or day old duck (DOD). The number of respective ducks were 20 heads. The feed given were BR1 containing 20,5% crude protein and energy of 3000 kcal/kg, at least 5% crude fat, 4,5% crude fiber, 7% ash, 0.9-1% Phosphor. Completely Randomized Design (CRD) was applied in the current exsperiment. Treatment consisted of T1: Magelang duck, T2: Mojosari ducks, T3: Tegal ducks and T4: Manila ducks. Data were analyzed using analysis of variance and the test continued HSD (Honestly Significant Difference). Regression correlation test is used to determine the relationship between the weight of hatching with weight 4 and 8 weeks of age. The results showed that the breed of duck was highly significant effect (P<0.01) on the weight of hatching. Hatching weight had highly significant (P<0.01) on body weight aged 4 and 8 weeks. Cairina moscata sp. produce havier hatching weight and higher body weight compared with Anas plathyrynchos sp. Among Anas plathyrynchos sp. used in the current experimental, Magelang duck had the heviest hatching weight, whereas Tegal ducks had the highest body weight live weight at age of 4 weeks, but Mojosari ducks had the highest body weight at the age of 8 weeks. There was a positive correlation between weight and hatching weight at the age of 4 and 8 weeks of age both in Cairina moscata sp and Anas plathyrynchos sp. The average hatching weight of Magelang ducks 55.93 ± 9.15 g, Mojosari ducks 39.82 ± 1.90 g, 48.72 ± 0.90 g Tegal ducks and Manila ducks 63.54 g ± 10.80 g . Mean body weight at the age of 4 weeks of Magelang ducks, Mojosari ducks, Tegal ducks and Manila ducks were 350.38 ± 30.21 g, 317.80 g ± 17.11, 380.16 ± 8.08 426 g, 10 ± 65.70 g, respectively. The average body weight at 8 weeks of Anas plathyrynchos sp and Cairina moscata sp, Magelang ducks, Mojosari ducks, Tegal ducks, Manila ducks were 693.26 ± 29.61 g, 809.08 ± 73.64 g, 801.38 ± 5.53 g, and 1119.86 ± 284.69 g. The highest correlation coefficient between hatching weight and body weight at the age of 4 weeks the Tegal ducks i.e 0,810 and the highest correlation coefficient between hatching weight and body weight at 8 weeks of age i.e 0.942 was found in Mojosari ducks.

123185284B1J009008EKSPLORASI SUKU ARECACEAE DI BODOGOL TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO JAWA BARAT
Penelitian yang berjudul “Eksplorasi Suku Palem-paleman (Arecaceae) di Bodogol Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat” telah dilaksanakan di wilayah Pusat Pendidikan dan Konservasi Alam Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat dan telah dilakukan identifikasi spesimen di Herbarium Bogoriense, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Cibinong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, persebaran, habitat dan manfaat jenis Arecaceae yang terdapat di kawasan hutan Bodogol. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksploratif dengan menjelajahi setiap lokasi yang dapat mewakili setiap ekosistem di dalamnya. Sampel tumbuhan yang ddidapat diidentifikasi dengan cara mengamati ciri morfologi kemudian mencatat semua informasi mengenai penyebaran, habitat dan manfaatnya lalu membandingkan dengan pustaka. Sebanyak 19 jenis Arecaceae ditemukan di Bodogol. Jenis tersebut adalah Daemonorops rubra, D. melanochaetes, D. oblonga, D. longispatha, D. hystrix, Calamus javensis, C. ornatus, C.heteroideus, Arenga pinnata, A. obtusifolia, Pinanga javana, P. coronata, Salacca zalacca, Caryota mitis, C. maxima, Nenga pumila, Korthalsia junghuhnii, dan Plectocomia elongata. Terdapat satu jenis palem yang belum berhasil di identifikasi, sementara ini di duga merupakan jenis baru dari marga Salacca. Kelompok palem rambat (rotan) memiliki keragaman jenis terbanyak yaitu sebesar 63% (Sub famili Calamoideae), jenis palem tersebut memiliki persebaran yang luas karena hampir dijumpai di setiap lokasi. Beberapa pemanfaatan jenis Arecaceae di wilayah Bodogol diantaranya untuk makanan, kerajinan, tanaman hias, alat rumah tangga, obat tradisional, jebakan dan pakan hewan.
Kata Kunci: Eksplorasi, Arecaceae, Keanekaragaman, Bodogol.
A study entitled "The Exploration of Palms (Arecaceae) in Bodogol, The National Park of Mount Gede Pangrango West Java" has been done in the Education Center and Nature Conservation Bodogol, The National Park of Mount Gede Pangrango, West Java, and identification has been done at the Herbarium Bogoriense, Research Center for Biology-LIPI, Cibinong. This study aims to determine the diversity, distribution, habitat types and uses contained of Arecaceae in Bodogol forest. The research method used is exploratory method to explore every location of the forest that can represent each ecosystem in it. Samples obtained plants identified by observing morphological then record all the information regarding the distribution, habitat, and then compare the uses to the library. As many as 19 species of occurs in Bodogol. Those species are Daemonorops rubra, D. melanochaetes, D. oblonga, D. longispatha, D. hystrix, Calamus javensis, C. ornatus, C.heteroideus, Arenga pinnata, A. obtusifolia, Pinanga javana, P. Coronata, Salacca zalacca, Caryota mitis, C. maxima, Nenga pumila, Korthalsia junghuhnii and Plectocomia elongata. There is a species of palm that has not been successfully identified, while the suspect is a new type of clan Salacca. The climbing of palm group (rattan) has the highest species diversity is found in Bodogol by 63% (Sub-family Calamoideae), palm species has spread widely. Some utilization of Arecaceae in Bodogol them for food, crafts, plants, household items, traditional medicine, trapping and animal feed.
123195287C1A008022FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PARTISIPASI ANGGOTA KUD MINO SAROYO KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Anggota KUD Mino Saroyo Kabupaten Cilacap”. Tujuan peneltian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh lama menjadi anggota, tingkat pendapatan, dan jumlah tanggungan keluarga terhadap partisipasi anggota KUD Mino Saroyo Kabupaten Cilacap, (2) untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi anggota KUD Mino Saroyo Kabupaten Cilacap.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan analisis kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan uji Chi Square. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 anggota KUD Mino Saroyo yang terdiri dari 8 kelompok paguyuban nelayan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) lama menjadi anggota, tingkat pendapatan, dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi anggota KUD Mino Saroyo Kabupaten Cilacap, (2) variabel jumlah tanggungan keluarga merupakan varibel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi anggota KUD Mino Saroyo Kabupaten Cilacap.
Implikasi dalam penelitian ini, (1) diharapkan jasa (bunga pinjaman) yang diberikan oleh koperasi tidak terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan anggota koperasi untuk ikut berpartisipasi insentif pada koperasi. (2) Meningkatnya beban ekonomi yang harus ditanggung suatu keluarga mengakibatkan keberadaan KUD Mino Saroyo sangat bermanfaat bagi anggotanya, diharapkan KUD Mino Saroyo dapat memberikan pengarahan pada seluruh anggota koperasi tentang manfaat berpartisipasi insentif pada koperasi.
This research is entitled “The Influencing Factors to the Participation of the Members of Village Cooperative Units Mino Saroyo in Cilacap County.” The objectives of this research are (1) to identify the influence of membership length, income rate, bail of secured family, to the participation of the members of Village Cooperative Units Mino Saroyo in Cilacap County, (2) to identify the most influential variable to the participation of the member of Village Cooperative Units Mino Saroyo. This research uses quantitative and survey methods with the primer data which are collected by interviews and questioners. The technique of data analysis uses Chi Square Analysis. The respondents of this research are 100 members of Village Cooperative Units Mina Saroyo who are from eight groups of fisherman community in Cilacap. The result shows that, (1) membership length, income rate, and bail of secured family influence significantly to the participation of the member of Village Cooperative Units Mino Saroyo, (2) bail of secured family is the most influential variable to the participation of the member of Village Cooperative Units Mino Saroyo. The research implications are, (1) loan interest of cooperation is hopefully not too high so that it does not burden the members to participate incentively in cooperation activities. (2) the increasing of life cost makes Village Cooperative Units Mino Saroyo useful for the members. Village Cooperative Units Mino Saroyo hopefully can inform and guide the whole members about the advantages of incentive participation of cooperation activities.
123205285H1E009042ESTIMASI SEBARAN AIR LINDI BERDASARKAN SURVEI POTENSIAL DIR DI TPA GUNUNG TUGEL KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian sebaran air lindi telah dilakukan di sebelah selatan TPA Gunung Tugel dengan metode potensial diri menggunakan konfigurasi elektroda tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran air lindi dan menginterpretasikan objek anomali bawah permukaan. Data yang diperoleh diolah menggunakan software surfer 10, kemudian dihasilkan kontur isopotential. Dari kontur tersebut diketahui bahwa air lindi cenderung menyebar ke arah Selatan dan Barat Daya. Penyebaran tersebut dipengaruhi oleh keadaan topografi yang relatif miring ke arah Selatan dan keadaan geologi lokasi penelitian. Dengan menggunakan teori Rao dan Babu, kedalaman dan sudut polarisai dapat diperoleh sebagai parameter model lempeng 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona sebaran air lindi secara vertikal mempunyai kedalaman ujung atas antara (7,07-34,64) meter, kedalaman ujung bawah (7,39-44,63) meter dengan kemiringan berkisar (4,86-53,23) derajat.
The dispersion research of leachate has been conducted in the south of TPA Gunung Tugel. The research was used self potential method with base electrode configuration. This research aims was to analyze the dispersion of leachate and interpret the object of subsurface anomaly. Data processed used Surfer 8 software, which result was an isopotential contour map. From this contour, it is known that leachate spread to the South and Southwest. This dispersion is affected by topography that relative a slant to the South and the geology of research location. By using Rao and Babu theory, the depth and polarization angle was founded as the parameter of 2D plate model. The result of research shows that the dispersion of leachate vertically at the depth of the upper edges is (7.07-34.64) meter, lower edges is (7.39-44.63) meter and the polarization angle is (14.8-53.23) degree.