Artikel Ilmiah : G1A009102 a.n. PRAMASANTI HERA KUMALASARI
| NIM | G1A009102 |
|---|---|
| Namamhs | PRAMASANTI HERA KUMALASARI |
| Judul Artikel | HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (PUD) PADA WANITA USIA PERIMENOPAUSE |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Latar Belakang. Perdarahan uterus disfungsional (PUD) merupakan diagnosis eksklusi dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis dan sosial. Kasus PUD terjadi pada 40-60% kasus wanita dengan keluhan perdarahan menstruasi hebat (>80ml kehilangan darah). Sekitar 55-85% kasus merupakan PUD jenis anovulatorik. Gangguan keseimbangan emosional seperti stres yang meningkat selama masa transisi menopause dapat menyebabkan PUD anovulatorik. Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian yang dilibatkan adalah 47 ibu rumah tangga berusia 46-52 tahun serta memiliki pembantu rumah tangga. Subyek dengan status gizi berlebih, menderita DM, hipertiroid, sindroma cushing, anorexia nervosa serta menerima terapi hormon (HRT) dieksklusi. Data tingkat stres diperoleh menggunakan kuesioner DASS 42 yang telah dimodifikasi dan diisi oleh responden. Hasil Penelitian. Subyek yang mengalami stres adalah 25,6% dan subyek yang terdiagnosis PUD adalah 29,8%. Subyek terdiagnosis PUD dan mengalami stres sebanyak 41,6%. Hasil analisis uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause (P > 0,465). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian PUD pada wanita usia perimenopause Kata kunci: Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD), tingkat stres, anovulasi kronik |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Background. Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) is a diagnosis of ecxlusion and cause many medical and social complication. Case of DUB count in 40-60% women with excessive menstrual bleeding (>80 ml blood loss). About 55-85% case of DUB are anovulatoric. Emotional balance disturbances like stress that increases in menopause transition can cause anovulatoric DUB. Objectives. To understand the association of stress level and DUB occurance in perimenopausal age women Methods. This research is an analitic observational with cross sectional study. Subjects enrolled were 47 of housewives age 46-52, had housemaids. Subjects with overweight, had DM, hipertiroid, cushing syndrome, anorexia nervosa and received hormon therapy (HRT) were excluded. Data of stress level were collected by modified DASS 42 questionnaires. Results. Subject with stress were 25,6% and subjects diagnosed with DUB were 29,8%. Subjects that diagnosed with DUB and experinced stess were 41,6%. The result of Fisher’s Exact Test analysis showed no significant assosiation between stress level and DUB occurance (p=0,465) Conclusions. There was no association between stress level and DUB occurance in perimenopausal age women. Keyword: dysfunctional uterine bleeding (DUB, stress level, chronic anovulation |
| Kata kunci | Kata kunci: Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD), tingkat stres, anovulasi kronik |
| Pembimbing 1 | dr Aditiyono, Sp.OG |
| Pembimbing 2 | dr. Hilma Paramita, Sp. KJ |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |