Artikelilmiahs
Menampilkan 12.241-12.260 dari 49.530 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12241 | 5212 | H1C006003 | Karakterisasi Sfat Optik dan Listrik Rhoeo discolor Sebagai Pewarna Solar Sel | Penelitian mengenai karakterisasi sifat optik dan listrik ekstrak daun Rhoeo discolor pada titanium dioxide sebagai pewarna solar sel telah dilakukan. Susunan sel surya terdiri dari elektroda kerja, elektroda karbon dan elektrolit. Elektroda kerja terdiri dari TiO2 dan dye. Elektrolit yang digunakan yaitu elektrolit cair yang terdiri dari potassium iodide (KI), acetonitrile dan iodin (I2). Dye yang digunakan berasal dari ekstrak daun Rhoeo discolor dengan variasi konsentrasi 4%, 6% dan 8%. Variasi lama penyerapan dye pada lapisan TiO2 yaitu 1 jam dan 24 jam untuk masing-masing konsentrasi. Karakterisasi sifat optik dengan menggunakan pSpektrometer UV-Vis dan SEM. Menghasilkan panjang gelombang dan absorbansi untuk konsentrasi 4% sebesar 658 nm dan 0,940, konsentrasi 6% sebesar 658 nm dan 1,408, konsentrasi 8% sebesar 657 nm dan 1,794. Karakterisasi listrik sel surya dianalisis menggunakan sumber dari cahaya OHP. Tegangan dan arus maksimum sel surya untuk penyerapan dye selama 1 jam dan 24 jam terjadi pada konsentrasi 8%. Nilai tegangan dan arus maksimum untuk penyerapan dye selama 1 jam sebesar 280 mV dan 0,022 mA, sedangkan untuk penyerapan selama 24 jam sebesar 480 mV dan 0,013 mA. Daya dan efisiensi maksimum untuk penyerapan dye selama 1 jam sebesar 6,16 mW dan 0,015%, sedangkan untuk penyerapan dye selama 24 jam sebesar 6,24 mW dan 0,015%. | A research about relation with characterization of the optical and electrical properties Rhoeo discolor leaf extract on titanium dioxide as dye solar cells has been conducted. Solar cell structure consists of a working electrode, carbon electrode and electrolyte. Working electrode consists of TiO2 and dye. Electrolyte used is a liquid electrolyte consisting of potassium iodide (KI), acetonitrile and iodin (I2). Dye that is derived from Rhoeo discolor leaf extract with various concentration 4%, 6% and 8%. Variation on the old dye absorption TiO2 layer is 1 hour and 24 hour for each concentration. Characterization of the optical properties by using UV-Vis and SEM. Produce wavelengths and absorption for the concentration of 4% are 658 nm and 0,940, the concentration of 6% are 658 nm and 1,408, the concentration of 8% are 657 nm and 1,794. Electrical characterization of solar cells were analyzed using a illumintion of OHP. Maxsimum voltage and maximum flow solar cells for the absorption of dye during 1 hour and 24 hour occurred at concentration 8%. Maximum voltage and maximum flow value for the absorption of the dye during 1 hour are 280 mV and 0,022 mA, whereas for the absorption of the dye during 24 hour as 480 mV and 0,013 mA. Maximum power and efficiency value for the absorption of the dye during 1 hour are 6,16 mW and 0,015%, whereas for the absorption of the dye during 24 hour as 6,24 mW and 0,015%. | |
| 12242 | 5210 | A1L008087 | KAJIAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN SP-18 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA ANDOSOL | Tujuan dari penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang ayam serta dosis yang optimal terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada andosol. Mengkaji pengaruh pemberian SP-18 serta dosis yang optimal terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada andosol. Mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan SP-18 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada andosol. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama 3 bulan yaitu pada bulan Juni sampai September 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu dosis pupuk kandang ayam (5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha) dan dosis pupuk SP-18 (0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, 300 kg/ha). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, DMRT 5% dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang ayam hingga 15 ton/ha berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, volume akar, tetapi belum mencapai dosis optimum. Pemberian pupuk SP-18 hanya memberikan pengaruh pada jumlah daun bawang daun dan dosis optimal pupuk 159 kg SP-18/ha sebanyak 17,02 helai/tanaman. Tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang ayam dengan SP-18 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun | The research aims to study the effect of chicken manure and the optimal dose to increased growth and yield of bunching onion on andosol. Study the effect of SP-18 and optimal dose to increased growth and yield of bunching onion on andosol. Determine interaction effect between dose of chicken manure and SP-18 on growth and yield of bunching onion on andosol. The research was conducted in screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, for 3 months in June 2012 until September 2012. The research used Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial with three replications. The factors are chicken manure consist of 3 level (5 t /ha, 10 t/ha, 15 t/ha) and dose of SP-18, consist of 4 level (0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, 300 kg/ha). Data were analyzed using the F test, DMRT 5% and regression. Research results showed chicken manure up to 15 ton/ha increased the plant height, leaf area and root volume but has not yet reached the optimum dose. SP-18 fertilizer only give effect to the number of bunching onion and optimal dose of fertilizer 159 kg SP-18/ha as much as 17.02 leaf/plant. There is no interaction between chicken manure with SP-18 on the growth and yield bunching onion. | |
| 12243 | 5213 | B1J008091 | ISOLASI, SELEKSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PROTEOLITIK ASAL KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR | Enzim protease memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena aplikasinya yang luas pada bidang industri. Industri pengguna protease di antaranya ialah industri deterjen, kulit, tekstil, makanan, hidrolisat protein, pengolahan susu, farmasi, bir, film, dan limbah. Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas, sehingga memiliki keanekaragaman mikroba yang tinggi. Eksplorasi dan skrining bakteri proteolitik perlu dilakukan untuk memperoleh isolat bakteri dengan karakteristik spesifik dan mampu memproduksi enzim dengan aktivitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas proteolitik dari isolat terpilih yang diisolasi dan diseleksi dan mengidentifikasi isolat terpilih berdasarkan 16S rRNA.. Metode yang dilakukan meliputi isolasi dan seleksi bakteri penghasil protease, pengukuran aktivitas enzim serta identifikasi secara molekuler berdasarkan 16S rRNA. Berdasarkan hasil isolasi, isolat KW 012 yang diisolasi dari air laut Pantai Lasiana memiliki aktivitas spesifik tertinggi sebesar 304,47 U/mg. Karakterisasi berdasarkan 16S rRNA isolat KW 012 memiliki kekerabatan terdekat dengan species Kytococcus sedentarius strain DSM 20547 dan memiliki similiaritas sebesar 98%. Bakteri yang diperoleh diharapkan menjadi koleksi dan bahan penelitian lebih lanjut tentang protease. | The enzyme protease has a high economic value because broad application in industry. Industrial users protease of which is industrial detergents, leather, textiles, food, protein hydrolyzate, milk processing, pharmaceuticals, beer, movies, and waste. Indonesia is a country with megabiodiversitas, so it has a high microbial diversity. Exploration and proteolytic bacteria screening needs to be done to obtain bacterial isolates with specific characteristics and are able to produce an enzyme with high activity. The purpose of this study was to determine the proteolytic activity of selected isolates were isolated and selected isolates were selected and identified by 16S rRNA. Method was conducted on the isolation and selection of protease-producing bacteria, the enzyme activity measurements and molecular identification based on 16S rRNA. Based on the results of isolation, KW 012 isolates were isolated from sea water Lasiana Beach has the highest specific activity of 304.47 U / mg. Characterization of isolates by 16S rRNA has 012 KW closest kinship with Kytococcus sedentarius strain DSM 20547 and has similiaritas by 98%. Acquired bacterial collections and materials are expected to be more research on the protease. | |
| 12244 | 5214 | D1E009194 | KAJIAN JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT PADA BERBAGAI JENIS ITIK LOKAL BETINA YANG PAKANNYA DI SUPLEMENTASI PROBIOTIK | Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode experimental yang dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan, yang diulang 3 kali setiap unit ada 3 ekor itik lokal betina. Perlakuan yang diuji adalah pemberian suplementasi probiotik yang berbeda dengan jenis itik lokal betina yang berbeda yaitu i1p0 (Itik Magelang yang tidak diberi probiotik), i1p1 (Itik Magelang yang diberi probiotik 3 g/kg pakan), i1p2 (Itik Magelang yang diberi probiotik 6 g/kg pakan), i2p0 (Itik Mojosari yang tidak diberi probiotik), i2p1 (Itik Mojosari yang diberi probiotik 3 g/kg pakan), i2p2 (Itik Mojosari yang diberi probiotik 6 g/kg pakan), i3p0 (Itik Tegal yang tidak diberi probiotik), i3p1 (Itik Tegal yang diberi probiotik 3 g/kg pakan), i3p2 (Itik Tegal yang diberi probiotik 6 g/kg pakan). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara jenis itik dan level probiotik (ixp) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah leukosit maupun diferensial leukosit (limfosit, monosit, neutrofil, eousinofil), namun jenis itik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah leukosit dan jumlah limfosit. Hasil uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah leukosit dan limfosit, dengan rataan leukosit paling tinggi pada itik Tegal sebesar 12738,89±3149,581 sel/µl dan paling rendah pada itik Magelang sebesar 8688,889±1537,404 sel/µl, sedangkan rataan limfosit paling tinggi pada itik Tegal sebesar 5795±1716,142 sel/µl dan paling rendah pada itik Magelang sebesar 3274,556±1303,853 sel/µl. Kesimpulan dari penelitian ini adalah interaksi antara jenis itik dan level probiotik belum dapat menaikkan atau menurunkan jumlah leukosit dan diferensial leukosit, itik Tegal memproduksi leukosit dan limfosit yang paling tinggi dibanding dengan itik yang lain, pemberian probiotik sampai dengan level 6 g/kg pakan belum dapat meningkatkan produksi leukosit dan diferensial leukosit terhadap itik lokal betina. | Experimental method was used according to completely randomized design (CRD), factorial pattern consisted of 9 treatments, each treatment was repeated 3 times and each unit 3 female local ducks. The treatments tested were of different probiotic supplementation in the feed of different female local ducks that i1p0 (Magelang Ducks that were not given probiotics), i1p1 (Magelang Ducks that were given probiotics 3 g/kg of feed), i1p2 (Magelang Ducksthat were given probiotics 6 g/kg of feed), i2p0 (Mojosari ducks that were not given probiotics), i2p1 (Mojosari ducks that were given probiotics 3 g/kg of feed), i2p2 ( Mojosari ducks that were given probiotics 6 g/kg of feed), i3p0 (Tegal Ducks that were not given probiotics), i3p1 (Tegal Ducks that were given probiotics 3 g/kg of feed), i3p2 (Tegal Ducks that were given probiotics 6 g/kg of feed). The analysis variance showed that the interaction between ducks and probiotic level (IXP) had no significant effect (P>0,05) on the leukocyte count and differential leukocytes (lymphocytes, monocytes, neutrophils, eousinofil), but the types of ducks significant effect (P<0,05) against leukocyte count and lymphocyte count. HSD test results further showed that is significant effect on different (P<0,05) agains of leukocyt and lymphocyt, with the highest average of leukocytes in Tegal ducks at 12738,89 ± 3149,581 cells/mL and the lowest in ducks Magelang at 8688,889 ± 1537,404 cells/mL, while the highest average of lymphocytes in Tegal ducks at 1716,142 ± 5795 cells/mL, and the lowest in ducks Magelang at 3274,556 ± 1303,853 cells/mL. As conclusion of this study is the interaction between the type of duck and probiotic levels can not increase or decrease against of leukocytes and differential leukocytes, Tegal ducks leukocytes and lymphocytes produce the highest compared with the other ducks, probiotics up to the level of 6 g/kg of feed has not been able to increase the production of leukocytes and differential leukocytes to the female local ducks. | |
| 12245 | 5216 | C1C009115 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) ATAS KESIAPAN PENERAPAN SAK ETAP (Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atas kesiapan penerapan SAK ETAP dan variabel mana yang berpengaruh paling signifikan. Faktor-faktor tersebut antara lain pengetahuan akuntansi, pengalaman dalam informasi akuntansi, minat dan motivasi. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang bergerak di bidang perdagangan yang terdaftar di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas serta memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) menengah. Sampel penelitian ini berjumlah 57 UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan menggunakan kuesioner sebagai sumber data utama. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akuntansi, pengalaman dalam informasi akuntansi, minat dan motivasi berpengaruh terhadap persepsi kesiapan penerapan SAK ETAP. Pengalaman dalam informasi akuntansi merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap persepsi kesiapan penerapan SAK ETAP di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan minat dan motivasi pelaku UMKM agar terus berupaya mempelajari SAK ETAP guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya fungsi dan kegunaan SAK ETAP bagi kelangsungan usaha. Untuk mendukung upaya ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Banyumas dapat turut serta berperan aktif dalam memberikan pelatihan akuntansi serta sosialisasi tentang pengetahuan dan penerapan SAK ETAP secara memadai kepada para pelaku UMKM. | This research aims to determine the factors that influence the perception of the perpetrators of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) on the readiness of the implementation of SAK ETAP and which variables are the most significant influence. The factors are accounting knowledge, experience in accounting information, interest and motivation. The population in this research is trading SMEs listed in the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas and have a medium Trade Business License. Sample size was 57 SMEs in Banyumas. This research is quantitative survey method using questionnaires as the main data source. The analytical tool used is multiple regression analysis. Based on the test results it can be concluded that the accounting knowledge, experience in accounting information, interest and motivation affect the perception of the readiness of the implementation of SAK ETAP. Experience in accounting information is the variable that most significantly influence the perception of SAK ETAP implementation readiness in Banyumas. The implication of this research is to increase the interest and motivation of SMEs in order to continue to learn SAK ETAP in order to provide an understanding of the importance and usefulness of SAK ETAP functions for business continuity. To support this effort, the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas can participate actively in providing accountancy training, dissemination of knowledge and the application of SAK ETAP to the SMEs. | |
| 12246 | 4940 | C1C009134 | Pengaruh Kompetensi, Independensi, Motivasi, dan Etika Profesi Pemeriksa terhadap Kualitas Audit Inspektorat dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris pada Inspektorat Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pemeriksa keuangan daerah pada Inspektorat Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Kompetensi, Indpendensi, Motivasi, dan Etika Profesi Pemeriksa terhadap Kaualitas Audit Inspektorat dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris pada Inspektorat Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi, motivasi, dan etika profesi pemeriksa terhadap kualitas audit inspektorat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemeriksa keuangan daerah di Inspektorat Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 37 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden dengan kriteria pemeriksa pada tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (2) Independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (3) motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, dan (4) Etika Profesi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kualitas audit inspektorat, para pemeriksa harus mempertahankan kompetensi, independensi, dan etika profesi yang sudah cukup memadai. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan diklat secara rutin untuk pemeriksa, selain itu juga bisa dengan adanya motivation training. | This research is a survey research on local auditors in Banyumas Inspectorate. The Analysis of “Effect of Competence, Independence, Motivation, and Professional Ethics Auditors Inspectorate on Audit Quality in the Area of Financial Supervision (Empirical Studies in Banyumas Inspectorate) “. The aims of research is to find out the effect of competence, independence, motivation, and professional ethics auditors on audit quality inspectorate. The research population are all local auditors in Banyumas Inspectorate. There were 37 chosen as respondents of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondents. Based on result of research and data analysis using Multiple Regression Analysis, it has got the conclusions: (1) competence has a positive effect on audit quality, (2) independence has a positive effect on audit quality, (3) motivation has a positive effect on audit quality, and (4) professional ethics has a positive effect on audit quality. As implication of the conclusion above, in order to increase it s audit quality, local auditors must maintain competence, independence, and professional ethics that is sufficient. It attempts to do is to conduct training and regular training for local auditors, but it also can be a motivation training. | |
| 12247 | 5217 | G1B009038 | PENGARUH PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PADA PETUGAS PENYULUH KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Tingginya AKI secara tidak langsung dipengaruhi faktor edukasi pada ibu hamil. Edukasi pada ibu hamil erat kaitannya dengan kemampuan petugas penyuluh kesehatan dalam menjalankan tugasnya yaitu meracang media untuk penyebarluasan informasi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan petugas penyuluh kesehatan maka diperlukan sebuah pelatihan pengembangan media promosi kesehatan ibu hamil dengan harapan dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan media. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan pengembangan media promosi kesehatan ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada petugas penyuluh kesehatan di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and postest design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 32 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxcon. Hasil penelitian ini menunjukan pada perbandingan pretest dan postest I ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kesehatan ibu hamil (P=0,003) dan keterampilan pembuatan media (P=0,000) dan pada perbandingan postest I dengan postest II menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kesehatan ibu hamil (P=0,002) dan keterampilan pembuatan media (P=0,011). Dengan demikian pelatihan dapat disarankan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada pembuatan media promosi kesehatan lainnya. | High maternal mortality has indirect relation influenced by motherhood education. Motherhood education has inderect reletion to the ability of the health promotor is design the media for dissemination the information. In order to improve ability of heatlh promotor’s, traning development on motherhood health promoting media is required. The purpose of this study was to know the effect of motherhood health promotion media development training on health promotor’s knowledge and skill in the district Banyumas. The method was a quasi experimental with one-group pretest and posttest design. Sampel which were 32 people obtained by using purposive sampling technique. Analysis of data used is wilcoxcon test. The results comparisons between the pretest and posttest I showed there were significant differences in maternal health knowledge (P=0,003) and skill of making media (P=0,000). The results comparisons between the postest I and posttest II showed there were significant difference in maternal health knowlegde (P=0,002) and skill of making media (P=0,011). The suggested that training to use in increasing their knowledge and skills in designing another health promotion media. | |
| 12248 | 5218 | A1L008078 | POTENSI BIO P60 UNTUK MENEKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) | Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan Bio P60 mengendalikan penyakit antraknosa dan mengetahui pengaruh Bio P60 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2012 sampai Januari 2013. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, pemberian fungisida, perendaman benih dengan Bio P60 selama 30 menit dan penyemprotan Bio P60 1, 3, 5, dan 7 kali. Variabel yang diamati meliputi: masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, jumlah buah, bobot tanaman, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot buah, dan analisis kandungan fenol secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Bio P60 belum mampu menekan intensitas penyakit antraknosa dan belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. | This research was aimed at determining the capability of Bio P60 in controling the disease and in influencing the growth and yield of red peppers. The experiment was conducted at the Laboratory of Plant Protection and in the screen house the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman Purwokerto. The study was conducted from October 2012 to January 2013. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) consisted of 6 treatments and 5 replications. The treatments tested include: control, provision of fungicides, seed submersion with Bio P60 for 30 minutes and Bio P60 spraying for 1, 3, 5, and 7 times. Variables observed were: incubation period, the intensity of the disease, plants’ height, root’s length, number of leaves, number of fruits, plants’ weight, fresh root weight, dry root weight, fruit’s weight, and network analyses qualitatively. The results showed that the treatment of Bio P60 had not been able to suppress the intensity of anthracnose disease and to increase the growth and yield of red pepper. | |
| 12249 | 5226 | A1C008008 | HUBUNGAN DEMONSTRASI PLOT USAHATANI KEDELAI VARIETAS UNGGUL DI DESA KALISARI DENGAN PERSEPSI PETANI KEDELAI DI DESA SOKAWERA KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia, baik sebagai bahan makanan manusia, pakan ternak, bahan baku industri maupun bahan penyegar. Hasil varietas unggul Batan terus dimasyarakatkan ke berbagai daerah agar hasil litbang didayagunakan oleh masyarakat luas. Tahun 2012 UNSOED melakukan uji produksi bersama masyarakat, salah satunya masyarakat Desa Kalisari Kecamatan Cilongok sebagai salah satu pusat produksi tahu tempe. Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan sehingga studi tentang persepsi petani sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui profil usahatani kedelai di Desa kalisari dan Desa Sokawera, (2) Menganalisis kinerja usahatani kedelai anorganik dari aspek biaya dan pendapatan, R/C Ratio, dan BEP di Desa Kalisari dan Desa Sokawera, (3) Mengetahui persepsi petani terhadap demonstrasi plot yang dilakukan oleh petani di Desa Kalisari. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalisari dan Desa Sokawers dengan metode penelitian studi kasus, rancangan pengambilan sample menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan persepsi petani kedelai terhadap demonstrasi plot serta analisis finansial antara lain analisis biaya dan pendapatan, Break Even Point (BEP), dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas unggul yang paling bagus adalah varietas slamet dengan penerimaan sebesar Rp3.812.240, pendapatan sebesar Rp1.597.886,11, R/C ratio sebesar 1,72. Persepsi petani kedelai terhadap demonstrasi plot tergolong sulit dengan komponen persepsi syarat tanah dan keberadaan benih tergolong sangat sulit, budidaya dan hasil produksi tergolong sulit, serta harga benih tergolong mudah. | Abstract Soybean is a much-needed agricultural commodities in Indonesia, both as human food, animal feed, industrial raw materials and ingredients fresheners. Results Batan varieties continue to be promoted to various areas of research and developement results utilized by the public. In 2012 UNSOED production test with the community, one of the villagers Kalisari Cilongok district as a center for the production of tofu. This activity is carried out for the first time that the study of the perception of farmers is needed. This study aims to: (1) Knowing the profile of soybean farming in the village Sokawera and the village Kalisari, (2) Analyzing the performance of soybean inorganic aspects of costs and revenues, R / C ratio, and BEP in the Village Sokawera and the Village Kalisari, (3) Perceptions of farmers on demonstration plots conducted by farmers in the village Kalisari. The research was conducted in the village of Kalisari and Sokawera with case method design using Simple Random Sampling, The method used is descriptive analysis to describe the perception of soybean farmers to demonstration plots as well as financial analysis, among others, the cost and revenue analysis, Break Even Point (BEP), and R / C Ratio. The results showed that the best varieties are varieties slamet with income of Rp3.812.240, revenue Rp1.597.886, 11, R / C ratio of 1.72. Soybean farmers' perceptions of the demonstration plot has been difficult with the perception component of the soil conditions and the presence of seeds classified as very difficult, cultivation and production has been difficult, and the price of seed is relatively easy. | |
| 12250 | 5219 | C1C009089 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PAJAK PADA UKM (Survei Pada Pengusaha UKM Di Kota Tasikmalaya) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak. Penelitian ini terdiri dari lima variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah persepsi yang baik atas efektivitas sistem pajak, kesadaran perpajakan, kualitas pelayanan perpajakan, pemahaman perpajakan,dan ketegasan sanksi perpajakan. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan pajak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana data diperoleh dari kuesioner. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda, dan data yang diperoleh diolah dengan menggunakan software statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi yang baik atas efektivitas sistem pajak, kesadaran perpajakan, kualitas pelayanan perpajakan, pemahaman perpajakan, dan ketegasan sanksi perpajakan secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap kepatuhan pajak. Selain itu, ketegasan sanksi perpajakan merupakan faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan pajak. | This study aimed to analyze the influence of the factors that affect tax compliance. This study consists of five independent variables and a dependent variable. The independent variable in this study is a good perception of the effectiveness of the tax system, tax awareness, quality of service taxes, taxation of understanding, firmness sanctions. While the dependent variable in this study is tax compliance. This study uses quantitative research methods, where the data obtained from the questionnaires with purposive sampling method. The statistical test used is multiple linear regression, and the data obtained were processed using SPSS statistical software. The results showed that a good perception of the effectiveness of the tax system, tax awareness, quality of service taxes, taxation of understanding, firmness sanction that all factors simultaneously and partial effect on tax compliance. Additionally, firmness sanctions have a dominant effect on tax compliance. | |
| 12251 | 5220 | A1L008157 | Pengaruh Konsentrasi dan Macam Zat Pengatur Tumbuh terhadap Stek Batang Melati Gambir (Jasminum officinale L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh macam ZPT IAA, IBA dan Sitokinin terhadap stek batang melati gambir, mengetahui konsentrasi yang optimum dari masing-masing ZPT yang digunakan dan mengetahui interaksi antara macam ZPT dengan taraf konsentrasinya. Penelitian dilakukan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah inseptisol, pasir dan pupuk kandang. Pelaksanaan penelitian mulai bulan November 2012 sampai Februari 2013. Percobaan faktorial yang dilakukan terdiri dari macam ZPT dan taraf konsentrasi diulang sebanyak 3 kali dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Macam ZPT meliputi IAA, IBA dan sitokinin, sedangkan taraf konsentrasi ZPT terdiri dari 100, 200 dan 300 ppm. Hasil penelitian berpengaruh pada persentase hidup dicapai oleh IAA sebesar 97,77%, panjang tunas dicapai oleh sitokinin sebesar 9,18 cm, luas daun dicapai oleh IBA sebesar 2,3 cm2, jumlah akar dicapai oleh IBA sebesar 10,45 buah dan bobot kering tunas dicapai oleh IBA sebesar 0,33 g. panjang tunas stek dipengaruhi oleh adanya interaksi antara macam ZPT dan taraf konsentrasinya. Pemberian sitokinin dengan konsentrasi 200 ppm menghasilkan panjang tunas terpanjang yaitu sebesar 11,6 cm. | This study aimed to assess the effect of plant growth regulator IAA sorts, IBA and Cytokines for gambier jasmine cuttings, knowing that the optimum concentration of each of the plant growth regulator used and the interaction between the kinds of PGR concentration level. The study was conducted in Screen House Faculty of Agriculture, University General Sudirman, Grendeng Village, District of North Purwokerto, Banyumas. Planting medium used was a mixture of soil inseptisol, sand and manure. Implementation of the study from November 2012 to February 2013. Factorial experiments are performed consisting of a wide PGR and concentration level was repeated 3 times with Randomized Complete (RAKL). PGR covers a wide IAA, IBA and cytokinin, whereas PGR concentration level of 100, 200 and 300 ppm. The results affect the percentage of survival was achieved by 97.77% of IAA, shoot length of 9.18 achieved by cytokinin cm, leaf area is achieved by the IBA at 2.3 cm2, the number of roots is achieved by the IBA for fruit and dry weight 10.45 achieved by the IBA shoots of 0.33 g. long shoot cuttings is influenced by the interaction between the kinds of PGR and concentration level. Giving cytokines with concentration 200 ppm produced the longest shoot length of 11.6 cm. | |
| 12252 | 5221 | A1C007026 | Keuntungan dan Skala Usaha Perajin Keripik Pisang di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Pengolahan pisang menjadi keripik pisang dapat meningkatkan nilai tambah dan menambah pendapatan perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok. Usaha keripik pisang termasuk industri pangan berskala kecil. Industri kecil dikenal sebagai penggerak roda perekonomian dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Perajin menjalankan usaha selayaknya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan maksimal. Harga faktor-faktor produksi yang berubah-ubah, perajin yang kurang mampu dlam mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan tepat dan kurangnya pengetahuan perajin tentang skala usaha yang sedang dijalani mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok, (2) Mengetahui pengaruh perubahan harga faktor produksi terhadap keuntungan perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok, (3) Mengetahui keadan skala usaha perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel dengan sensus. Jumlah perajin yang menjadi responden dalam penelitian sebanyak 22 perajin. Data dianalisis menggunakan analisis Biaya dan Keuntungan, analisis Fungsi Keuntungan Cobb-Douglas, dan analisis skala usaha. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi keripik pisang sebanyak 2189,5 kg, dengan biaya produksi sebesar Rp 9.856.145,00, penerimaan sebesar Rp 11.627.272,00, dan keuntungan sebesar Rp 1.772.127,00 per bulan. Keuntungan keripik pisang dipengaruhi oleh perubahan harga minyak goreng, harga plastik kemasan, dan biaya transportasi. Kondisi skala usaha perajin keripik pisang di Kecamatan Cilongok berada pada kondisi increasing return to scale. | Banana is a superior horticulture commodity in Indonesia. Making Banana Chip from Banana is able to add value and increasing banana chip producer income in Cilongok Sub District. Banana chip is a small food industry. Small industry is known as economy wheel and community empowerment in village. Producer aims to get highest profit. The price changing of production factor, producer unable to allocate production factor effectively and low knowledge about business scale are influencing profit level. This research aims: (1) Knowing profit level of banana chip producer in Cilongok Sub District, (2) Knowing the impact of price changing of production factor on profit level, (3) Knowing business scale condition of banana chip producer in Cilongok Sub District.Survey was the research method by using census as sampling method. The respondents were 22 producers. Cost and benefit analysis, Cobb-Douglas function, and business scale analysis were the data analysis technique.The result shows that average production monthly of banana chip was 2,189.5 kg, with production cost of Rp 9,856,145.00, income for Rp 11,627,272.00, and profit for Rp 1,772,127.00. the profit was influenced by cooking oil price fluctuation, plastic wrapper price, and transportation costs. Business scale condition was in increasing return to scale. | |
| 12253 | 5232 | H1L008066 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SAPI PERAH VBC (VILLAGE BREEDING CENTRE) MENGGUNAKAN FRAMEWORK CAKEPHP (STUDI KASUS BBPTU SAPI PERAH BATURRADEN) | Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturraden merupakan balai yang mengembangkan bibit unggul sapi perah untuk menghasilkan ternak unggulan, dimana dalam pencatatan data sapi menggunakan sistem manual. Hal tersebut mengakibatkan sering terjadi kesalahan dalam pencatatan data sapi dan kurang efisiennya dalam pencetakan laporan. BBPTU sebagai penyalur bibit ternak unggul kepada kelompok ternak Village Breeding Centre (VBC) harus mampu mengolah data-data sapi perah dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perancangan dan pembangunan sistem yang dapat mengolah data-data sapi di BBPTU. Aplikasi ini dirancang dengan metode waterfall, dirancang menggunakan Data Flow Diagram sebagai alat bantu analisis serta menggunakan framework Cakephp dan dalam membuat aplikasinya menggunakan aplikasi Netbeans 7.2. Sistem informasi sapi perah VBC ini dapat membantu dalam mengolah data-data di BBPTU. Staff tidak lagi kerepotan dalam pencarian data yang semakin hari semakin banyak sehingga membuat kinerja BBPTU lebih efisien. | Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturraden is a center which develop high quality dairy cattle to produce prime livestock. BBPTU is still using manual system to record dairy cattle’s data, which often bring mistake in cattle’s data recording and lack of efficiency in producing report. BBPTU as a distributor of superior livestock to the livestock group of Village Breeding Centre (VBC) must be capable to process the data of those dairy cattle. Therefore it is necessary to design and develop information systems that can process the data of dairy cattle in BBPTU. This application was designed with Waterfall method, using Data Flow Diagram as analysis medium, using Cakephp framework and Netbeans 7.2. This information system of VBC dairy cattle can help the data processing in BBPTU. The staff will not get busy anymore to look up the data which become numerous everyday therefore can makes BBPTU performance become more efficient. | |
| 12254 | 5932 | E1A007223 | PENERAPAN PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR DI KABUPATEN BANYUMAS | Pengaturan akan penataan dan pemberdayaan Pedagang Pasar Tradisional perlu dilakukan agar dapat meningkatkan penerimaan bagi Pendapatan Asli Daerah yang salah satunya adalah Retribusi Daerah. Di antara bermacam-macam Retribusi Daerah tersebut salah satunya adalah retribusi pelayanan pasar, dimana retribusi pasar pelayanan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah. Berkaitan dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di wilayah Banyumas, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Kriteria Pedagang Pasar yang diwajibkan membayar retribusi diatur dalam peraturan daerah tersebut. Ketentuan akan kriteria pedagang tersebut, kemudian diatur lebih lanjut oleh Peraturan Bupati Nomor 116 Tahun 2011 Tentang petunjuk pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Penerapan Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010. Pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Banyumas merupakan wewenang dan tanggung jawab Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Sub Dinas Seksi Pengelolaan Pasar sebagai unsur pelaksana koordinasi kegiatan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi. Kewenangan DINPERINDAGKOP untuk melakukan penataan dan pemberdayaan pedagang pasar di wilayah Banyumas merupakan pelimpahan kewenangan secara delegasi oleh Bupati Banyumas. | The setting will be the arrangement and the empowerment of Traditional Market Traders need to be done in order to increase acceptance of the original revenue Areas, one of which is the Local Levy. Among the assortment of Retribution the area one is market services levy, levy's service market which contributes a sizable Revenue to the area. With regard to efforts to increase the income of the region's Original Area of Banyumas, Banyumas District Government issued local regulations No. 5/2010 concerning Levy of service markets. Merchant criteria required Markets to pay the levy provided for in the regulations of the area. The provisions of the merchant, the criteria will then be arranged further by the Regents Regulation No. 116 in 2011 About regional regulatory guidelines no. 5/2010 concerning Levy of service markets. The application of Levies in Banyumas District Service Market has been carried out in accordance with local regulations No. 5/2010. Management of Market Services Levy in Banyumas district is the authority and responsibilities of the Department of industry, trade and Cooperatives in Banyumas and executed entirely by Market Management Office of the Sub Sections as implementing elements of coordination activities of the Department of industry, trade and cooperatives. DINPERINDAGKOP authority for organising and mobilising the market traders in the area of delegation of authority in Banyumas is delegated by the Regent of Banyumas. | |
| 12255 | 5227 | A1L008102 | KAJIAN PRODUKTIVITAS TANAMAN JERUK SIAM ( Citrus nobilis var .microcarpa ) DI KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan budidaya jeruk siam yang dilakukan oleh petani, mengetahui produktivitas jeruk siam, dan mengetahui faktor yang menjadi kendala dalam budidaya jeruk siam di wilayah penelitian. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Cilacap, dengan wilayah penelitian meliputi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Karangpucung, Jeruklegi, dan Sampang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2012 sampai Januari 2013. Metode yang digunakan adalah metode survai. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive random sampling. Setiap Kecamatan ditetapkan 2 desa sampel, sampel responden disetiap desa diambil masing-masing antara 6 sampai 8 petani. Variabel yang diamati meliputi ketinggian tempat, pH tanah, dan aspek budidaya yang dilakukan petani. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif komparatif dan data kuantitatif dianalisis dengan uji f pola tersarang (Nested analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rata-rata per tanaman jeruk siam di Kecamatan Karangpucung 16,01 kg/pohon, Kecamatan Jeruklegi 34,52 kg/pohon, dan Kecamatan Sampang 26,87 kg/pohon. Produksi jeruk siam antar Kecamatan tidak berpengaruh nyata, tetapi pada Desa Brebeg dan Jeruklegi Kulon berpengaruh sangat nyata pada produksi rata-rata per tanaman dalam Kecamatan Jeruklegi. Teknik budidaya tanaman jeruk siam di wilayah penelitian sebagian besar masih dilakukan secara sederhana. | This study aimed to determine the application of siam orange cultivation by farmers, knowing citrus productivity, and identify factors that become obstacles in citrus cultivation in the study area. The study was conducted in Cilacap regency and the study area includes three Districts, they were Karangpucung, Jeruklegi, and Sampang. The study was conducted from December 2012 to January 2013. The method used was survey method. Sampling was done by purposive random sampling. 2 sample villages were set in each District; the sample of respondents in each village took 6 to 8 farmers. Observed variables included altitude, soil pH, 2 and aspects of cultivation by farmers. Qualitative data were analyzed by comparative descriptive and quantitative data were analyzed with a nested pattern of F test (Nested analysis). The results showed that the average yield per citrusplant in Karangpucung District was 16,01 kg/tree, Jeruklegi District was 34,52 kg/tree, and Sampang District was 26,87 kg/tree. Siam orange production between the Districts had no significant effect, but in Brebeg village and Jeruklegi Kulon had very significant effect on the average production per plant in Jeruklegi District. Siam orange cultivation techniques in the research area were still largely done in simple ways. | |
| 12256 | 5246 | H1L009045 | RANCANG BANGUN FRAMEWORK PHP TERINTEGRASI DENGAN NOSQL DATABASE | PHP merupakan bahasa pemrograman web yang berkembang cukup pesat. Salah satu hasil perkembangannya adalah muncul banyaknya framework PHP. Framework PHP secara umum hanya terintegrasi dengan berbagai database relasional walaupun terdapat database lain yang saat ini sedang berkembang, yaitu database NoSQL. Penelitian bertujuan untuk merancang dan membangun framework PHP yang terintegrasi dengan database Nosql. Metode incremental digunakan sebagai metode pengembangan sistem. Framework menggunakan MVC, factory dan registry pattern. Penelitian ini menghasilkan framework PHP baru yang terkoneksi dengan database NoSQL dan mempunyai fitur generate model dan CRUD yang dapat mempercepat pengembangan aplikasi web. | PHP is a web programming language that growing rapidly. One result of its development is the appearing of many PHP frameworks. PHP Framework generally is only integrated with relational database, although there are other databases that are currently being developed, the NoSQL database. The research aims to design and build an integrated PHP framework with a NoSQL database. Incremental method is used as a method of system development. Framework using MVC, factory and registry pattern. This research resulted a new PHP framework which is connected with NoSQL databases and have the model and CRUD generating features that can accelerate the development of web applications. | |
| 12257 | 5222 | H1L008072 | RANCANG BANGUN APLIKASI PENDATAAN SAPI PERAH BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL SAPI PERAH BATURRADEN) | BBPTU SP Baturraden memfasilitasi setiap rekorder dengan telepon selular android untuk melakukan pendataan produksi susu dan pendataan perkawinan/kelahiran sapi perah. Dalam melakukan pendataan, rekorder membutuhkan koneksi internet untuk mengakses halaman web yang sudah disediakan oleh BBPTU SP Baturraden. Hal ini tidak efektif dan efisien apabila pada wilayah tempat rekorder melakukan rekording tidak terdapat jaringan internet yang memadai sehingga rekorder mengalami hambatan dalam melakukan pendataan sapi perah. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi pendataan sapi perah berbasis android. Aplikasi ini dapat dioperasikan tanpa harus terkoneksi langsung dengan internet. Data yang dimasukkan oleh rekorder dapat disimpan langsung pada ponsel android. Selanjutnya apabila terdapat koneksi internet, data akan dikirim menuju pusat data untuk kemudian diproses oleh BBPTU SP. | BBPTU SP Baturraden facilitate each recorder with android mobile phone to conduct data collection of milk production and marriage/birth of dairy cows. In collecting data, recorder requires an internet connection to access the web pages that have been provided by BBPTU SP Baturraden. It is not effective and efficient when there is insufficient connection with internet network in the area where the recorder collected data, so that the recorder had problem in collecting data. The result of this study is a data collection application of dairy cows based on android. This application can be operated without internet connection. Data entered by the recorder can be stored directly on the android mobile phone. Furthermore, if there is an internet connection, data will be sent to the data center for processing by BBPTU SP Baturraden. | |
| 12258 | 5223 | A1L008151 | MENGUJI KEMEMPANAN PRODUK FERMENTASI LIMBAH UDANG DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) PADA TANAMAN PADI | Penyakit hawar daun bakteri (HDB) merupakan salah satu kendala dalam memperoleh produksi padi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) pengaruh larutan hasil fermentasi limbah udang pada pengendalian penyakit HDB pada padi yang diinokulasi agen HDB; 2) pengaruh larutan hasil fermentasi limbah udang pada pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juni sampai Maret 2013. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan. Perlakuannya meliputi kontrol air (KA), larutan hasil fermentasi alami limbah udang 1 bulan (FA1), larutan hasil fermentasi alami limbah udang 2 bulan (FA2), larutan hasil fermentasi alami limbah udang 3 bulan (FA3), kontrol bakterisida (KB), larutan hasil fermentasi limbah udang dengan inokulan Bacillus subitilis 1 bulan (FB1), larutan hasil fermentasi limbah udang dengan inokulan Bacillus subitilis 2 bulan (FB2), dan larutan hasil fermentasi limbah udang dengan inokulan Bacillus subitilis 3 bulan (FB3). Data diperoleh dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dengan larutan hasil fermentasi limbah udang tidak memberikan pengaruh pada daya kecambah, tetapi benih yang direndam FA2 dan FB3 memiliki epikotil lebih panjang dari pada epikotil benih yang direndam dengan KA. Perendaman benih dan penyemprotan tanaman dengan larutan hasil fermentasi limbah udang dapat meningkatkan tinggi tanaman pada tanaman yang diberi perlakuan FA2. Tingkat serangan patogen HDB pada tanaman yang diberi perlakuan FA1, FA2, FA3, dan FB3 lebih rendah dari pada tanaman yang diberi perlakuan air/kontrol. | Bacterial leaf blight (BLB) is one of the obstacles in obtaining the maximum rice production. This study aimed to determine 1) the influence of solution of shrimp waste fermentation product on BLB disease control in rice inoculated by BLB agen. 2) the influence of solution of shrimp waste fermentation product on the growth of rice plants. The experiment was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture and Research Laboratory of General Soedirman University Purwokerto from June until March 2013. A completely randomized design was used with 8 treatments. The treatment were water control (KA), solution of 1 month shrimp waste natural fermentation product (FA1), solution of 2 month shrimp waste natural fermentation product (FA2), solution of 3 month shrimp waste natural fermentation product (FA3), control bactericidal (KB), solution of 1 month shrimp waste Bacillus subitilis. fermentation product (FB1), solution of 2 month shrimp waste Bacillus subitilis fermentation product (FB2), and solution of 3 month shrimp waste Bacillus subitilis fermentation product (FB3). The data obtained were analyzed by F test, and followed by DMRT at 5% error level. The results showed that soaking the seeds with a solution of shrimp waste fermentation product had no effect on the germination, but significantly increased the epicotyl length of seed treated by FA2 and FB3. Soaking seed and spraying plant by FA2 increased the plant height. The rate of BLB’s attack of plant treated by FA1, FA2, FA3, and FB3 was lower than that of the plant treated by control. | |
| 12259 | 5224 | A1C008045 | ANALISIS KAPABILITAS PETANI DALAM PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI DAN KAITANNYA DENGAN PRODUKSI PADA USAHATANI KENTANG DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Komoditas kentang (Solanum tuberosum L) mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan. Usahatani kentang yang baik bilamana penggunaan jumlah input (faktor produksi) sesuai dengan dosis anjuran. Hal ini dapat tercapai jika para petani mempunyai kapabilitas kuat dalam melaksanakan usahataninya. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) Kapabilitas petani dalam penggunaan sarana produksi, dan (2) perbedaan produksi antar tingkat kapabilitas petani dalam penggunaan sarana produksi. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, dengan metode penelitian survai. Rancangan pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling, dan diperoleh 36 responden dari populasi 252 petani. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan bantuan teknis pengukuran skoring untuk menggambarkan kapabilitas petani kentang. Metode uji beda menggunakan Independent sample t test untuk mengetahui beda pencapaian produksi antar tingkat kapabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas petani kentang secara rata-rata tergolong cukup dengan komponen pembentuk kapabilitas modal, pupuk organik dan pestisida tergolong lemah dan faktor produksi pupuk anorganik, bibit, dan tenaga kerja tergolong cukup. Secara terinci terdapat 22 persen petani berkapabilitas lemah dan 78 persen petani berkapabilitas cukup. Hasil produksi pada petani tingkat kapabilitas cukup lebih tinggi daripada petani tingkat kapabilitas lemah, yang berarti tingkat kapabilitas petani berpengaruh terhadap hasil produks | Commodity potatoes (Solanum tuberosum l.) has bright prospects for development. Potato farming is good when the use of the number of input (factor of production) in accordance with the dosage advice. This can be achieved if farmers have strong capabilities in carrying out enterprises. This research aims to analyze: (1) the Capability of farmers in the use of the means of production, (2) the difference between the level of production capabilities of farmers in the use of the means of production. The location of the research was District Karangreja Purbalingga, with survey research methods. Design of sampling is Simple Random Sampling, and retrieved 36 respondents from a population of 252. The method used is descriptive analysis with technical assistance measures skoring to describe the capabilities of potato farmers. Different test method using Independent samples t test to find out the difference between the level of production achievement capability. The results showed that the Potato farmers ' capabilities are classified fairly average with components forming capability of capital, organic fertilizers and pesticides is weak and the production of inorganic fertilizers, seeds, and manpower is enough. In detail there are 22 percent farmer with capabilities weak and 78 percent farmer with capabilities enough. The production capability is fairly level farmers higher than farmers ' level of capability is weak, which means the level of farmers ' capability to produce results | |
| 12260 | 5225 | E1A006011 | HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA BERDASARKAN UUD 1945 | Perdebatan konseptual seputar penggunaan pidana mati sebagai sarana penanggulangan kejahatan telah muncul sejak berkembangnya falsafah pembinaan dalam pemidanaan, namun perdebatan antara yang pro dan kontra terhadap pidana mati semakin gencar seiring meningkatnya isu global tentang hak asasi manusia. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penerapan hukuman mati dalam perspektif perlindungan hak asasi manusia berdasarkan UUD 1945. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa eksistensi dan penjatuhan/penerapan hukuman mati tidak bertentangan dengan UUD 1945 karena hak-hak asasi manusia yang diatur dalam UUD 1945 tidak ada yang bersifat mutlak. Demikian halnya dengan hak asasi manusia yaitu “hak untuk hidup” sebagaimana diatur dalam Pasal 28A dan Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 keberlakuannya tidak bersifat mutlak namun ada pembatasan, bahwa dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib menghormati HAM orang lain dan wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang sebagaimana diatur dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945. Dengan adanya tafsir resmi Mahkamah Konstitusi dalam beberapa putusannya terkait dengan pambahasan HAM di Indonesia, yaitu khususnya dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2-3/PUU-V/2007 dalam Perkara Permohonan Pengujian UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika terhadap UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 15/PUU-X/2012 dalam Perkara Permohonan Pengujian Pasal 365 ayat (4) KUHP terhadap UUD 1945, telah memberikan kejelasan bahwa tidak ada satupun hak asasi manusia di Indonesia yang bersifat mutlak dan tanpa batas. | The conceptual debate about the usage of death punishment as the precaution tools of crime has appeared since the development of guidance philosophy about the condemnation but the debate between pro and contra to the death punishment is being more often in accordance with the global issue about the human right. Based on the above explanation, so the writer is interested to do the research about the implementation of death punishment in the protection perspective of human right based on the 1945 Constitusion. This research uses juridical approach, research specification is analytical descriptive, and the material source of law uses the material la w of primary and secondary that have been collected through the identification and inventory to the the law regulation and book literature then they are analyzed by using method of qualitative normative. Based on the result of research and discussion it is obtained the conclusion that the existence and the implementation of death punishment does not being contradicted with the 1945 Constitusion because the human rights that are regulated in 1945 Constitusion doest not has the absolute characteristic. Moreover the human rights are “the right to live” as regulated in the Article 28A and Article 28I (1) 1945 Constitusion its valid does not has the absolute characteristic but there is the boundaries, that in running the right and freedom every people obligate to honor the Human Right of other people and must comply to the boundaries that is determined with the ordinance as regulate in the Article 28J (2) 1945 Constitusion. With the legal interpretation the Constitution Court is in their some decisions related with the discussion of Human Right in Indonesia, especially in the Constitution Court Decision Number 2-3/PUU-V/2007 in the Examination Request Case Ordinance Number 22 in 1997 about the narcotic to the 1945 Constitusion and Constitution Court Decision Number 15/PUU-X/2012 in the Examination Request Case Article 365 (4) KUHP to the 1945 Constitusion has given the explanation that there is no any human right in Indonesia that has absolute characteristic and without boundaries. |