Artikel Ilmiah : B1J008041 a.n. INTAN PRATIWI

Kembali Update Delete

NIMB1J008041
NamamhsINTAN PRATIWI
Judul ArtikelPENGARUH HORMON IAA DAN PUPUK PAPA TERHADAP PERTUMBUHAN SUB KULTUR PLANLET ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Anggrek bulan merupakan jenis anggrek yang paling diminati masyarakat dibandingkan dengan jenis anggrek lain di Indonesia. Perbanyakan anggrek dengan tingkat keberhasilan tinggi dapat dilakukan dengan penambahan hormon dan pupuk melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hormon IAA dan pupuk PAPA terhadap pertumbuhan sub kultur planlet anggrek bulan (Phalaenopsis sp.) serta untuk menentukan interaksi hormon IAA dan pupuk PAPA yang terbaik untuk pertumbuhan sub kultur planlet anggrek Phalaenopsis sp. Percobaan dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk dengan tiga taraf perlakuan 5 cc/L, 10 cc/L, 15 cc/L dan faktor kedua adalah hormon IAA yang konsentrasinya terdiri dari empat taraf 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm sehingga ada 12 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati yaitu jumlah daun (6 mst, 12 mst), panjang daun terpanjang 12 mst, jumlah akar 12 mst dan panjang akar rata-rata 12 mst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi hormon IAA dan pupuk PAPA tidak berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis sp., akan tetapi penambahan pupuk PAPA 5 cc/L secara mandiri berpengaruh baik pada peningkatan jumlah daun sebesar 6,7 pada umur 12 mst.
Abtrak (Bhs. Inggris)Phalaenopsis sp. is now becoming the most popular orchid species in Indonesia. The highest success rate of orchids multiplication can be obtained by the addition of hormones and fertilizers through in vitro culture techniques. The aim of this study was to determine the effect of IAA hormone and PAPA fertilizer on the growth of subculture planlets Phalaenopsis sp. and to find out the best interaction of IAA hormones and PAPA fertilizer for growing of subculture those planlets. This study used Group Randomized Design (GRD) with 3x4 factorial pattern. Each treatment was replicated three times. First factor was PAPA fertilizer with 3 level treatments : 5 cc/L, 10 cc/L, 15 cc/L. The second factor was IAA hormone in 4 levels : 0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, 1.5 ppm. The observed parameters were number of leaves aged 6 weeks after planting (wap) and 12 wap, length of the longest leaf aged 12 wap, number of roots aged 12 wap, average roots length aged 12 wap. The result showed that the interaction of IAA hormone and PAPA fertilezer in the media didn’t affect all growth parameters of Phalaenopsis sp. planlets. However, the best effect of leave number aged 12 wap was shown on PAPA fertilizer 5 cc/L addition which was given independently, that was resulted 6.7 cm.
Kata kunciIAA, Phalaenopsis sp., pupuk PAPA
Pembimbing 1Dra. Kamsinah, M.P.
Pembimbing 2Drs. Iman Budisantoso, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2012
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.