Artikelilmiahs

Menampilkan 1.041-1.060 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
10417038G1B009075FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBUTUHAN DARAH PADA PENDERITA TALASEMIA DI RSUD BANYUMASTalasemia adalah sekelompok heterogen gangguan genetik pada sintesis hemoglobin yang ditandai dengan tidak ada atau berkurangnya sintesis rantai globin.Prevalensicarrier talasemia pada penduduk dunia sekitar 7%. Di Indonesia prevalensi carrier talasemia sekitar 3-8%, artinya 3-8 dari 100 orang Indonesia membawa sifat talasemia. Di Jawa Tengah prevalensi talasemia juga cukup tinggi sekitar 5%. Talasemia mayor merupakan penyakit yang diderita seumur hidup dan sangat bergantung dengan transfusi darah untuk mempertahankan hidupnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan darah pada penderita talasemia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, dengan sampel penelitian berjumlah 79 orang. Sumber data pada penelitian ini merupakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis statistik yaitu univariat, bivariat (uji korelasi) dan multivariat (regresi linier ganda dengan metode enter). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara bersama-sama antara umur (p value = 0,000), berat badan (p value = 0,000) dankadar Hb (p value = 0,000) dengan kebutuhan darah.Saran dari penelitian ini adalah pemberian transfusi darah pada penderita talasemia harus sesuai dengan kebutuhannya. Bagi unit pelayanan talasemia, perlu mempertimbangkan variabel umur pasien talasemia terutama pada anak-anak dalam menghitung jumlah kebutuhan darah transfusinya.Thalassemia is a heterogeneous group of genetic interferences at hemoglobin synthetic marked by nothing or reduce globin chain synthetics. Thalassemia carrier prevalence in the world is about 7%. Thalassemia carrier prevalence in Indonesia is about 3-8% means 3-8 peoples from 100 Indonesians carrier thalassemia characteristic. Thalassemia Prevalence In Central Java is sufficient great, about 5%. Major Thalassemia is disease suffered long life and hung of blood transfusion in order to be survive. The research goal is to know factors influence blood need for thalasemia patients. This research used Cross Sectional Study Approach. Data in this research is secondary one. Data analytic used statistic analytic that is univariate, bivariate and multivariate .The result shows there is influence simultaneously among age (p value =0,000), weight (p value =0,000) and Hb degree (p value -0,000) with blood need. The recommendation is blood transfusion giving for thalassemia patients have to accurate with the patience need. For thalassemia service unit should predict blood need for thalasemia patients in order to describe blood need that been ready.
10427040P2AA11015KAJIAN KERONTOKAN BUNGA DAN POLONG BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA PEMBERIAN URIN SAPI DAN KAMBINGPermasalahan yang sering dijumpai pada tanaman kedelai adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan polong. Kerontokan bunga dan polong dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tingginya kandungan etilen dan rendahnya kandungan auksin dan GA. Urin sapi banyak mengandung hormon auksin, sedangkan urin kambing banyak mengandung GA. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk : (1) mengetahui keragaman tingkat kerontokan bunga dan polong beberapa varietas kedelai; (2) mengetahui pengaruh pemberian urin sapi maupun kambing terhadap tingkat kerontokan bunga dan polong serta hasil beberapa varietas kedelai; (3) mengetahui pengaruh interaksi antara varietas dengan pemberian urin terhadap tingkat kerontokan bunga dan polong serta hasil.
Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, dengan ketinggian tempat 240 m dpl. Waktu penelitian dimulai bulan November 2012 sampai Pebruari 2013. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 3 x 5 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas kedelai dan pemberian urin. Varietas kedelai terdiri dari : Panderman, Burangrang dan Anjasmoro. Pemberian urin terdiri dari : tanpa pemberian urin (K0), pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l, pemberian urin sapi konsentrasi 60 ml/l, pemberian urin kambing konsentrasi 30 ml/l dan pemberian urin kambing konsentrasi 60 ml/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kerontokan bunga dan polong diantara varietas kedelai yang dicoba. Pemberian urin berpengaruh terhadap jumlah bunga rontok dan persentase bunga rontok. Persentase bunga rontok pada varietas Panderman dapat dikurangi dengan pemberian urin sapi maupun kambing, sedangkan pada varietas Burangrang dapat dikurangi hanya dengan pemberian urin sapi. Pada varietas Anjasmoro pemberian urin baik sapi maupun kambing tidak dapat mengurangi persentase bunga rontok. Penurunan persentase bunga rontok tertinggi pada varietas Panderman dan Burangrang diperoleh dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l yaitu masing-masing sebesar 7,90% dan 6,24%. Bobot biji per hektar pada varietas Panderman dapat meningkat hanya dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l. Pada varietas Burangrang dapat meningkat dengan pemberian urin sapi baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. Pada varietas Anjasmoro dapat meningkat dengan pemberian urin kambing baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l.
Problems are often found in soybean plants is the high level of flower and pods abscission. Flower and pods abscission can be caused by various factors such as high concentration of ethylene and low auxin and GA. Cow urine contains a lot of auxin, while goat urine a lot of GA. The aims of the research was to study effect of urine application on flower and pods abscission of soybean varieties. The experiment arranged using Randomized Completelly Block Design, consist of 2 factors, first factor was soybean varieties : Panderman, Burangrang and Anjasmoro. Second factor was urine application : without urine, concentration of cow urine (30 and 60 ml/l), concentration of goat urine (30 and 60 ml/l). Data were analyzed with F test, and were continuid with DMRT test at 5 percent when significant. Results showed that urine application effected on the number and percentage of flower abscission. The percentage of flower abscission on Panderman variety decreased with cow or goat urine application, while on Burangrang variety, just cow urine application decreased the percentage of flower abscission. On Anjasmoro variety, cow or goat urine application not decreased the percentage of flower abscission. The highest decreased of the percentage flower abscission on Panderman and Burangrang varieties were cow urine application with concentration of 30 ml/l, each were 7.90% and 6.24%.
10437066P2AA11032VIABILITAS BENIH TIGA KULTIVAR KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) PADA BAHAN PENGEMAS DAN SUHU PENYIMPANAN YANG BERBEDA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui viabilitas benih dari tiga kultivar kacang panjang dalam bahan pengemas yang berbeda. Mengetahui perbedaan viabilitas benih tiga kultivar kacang panjang dalam suhu penyimpanan yang berbeda. Mengetahui kultivar mana yang memiliki viabilitas benih tertinggi pada bahan pengemas dan suhu penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Benih, Laboratorium Kimia dan Screen House. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) menggunakan 3 faktor yaitu faktor pertama adalah kultivar benih kacang panjang yang terdiri atas 3 macam yaitu Neon, Lumut dan Katrina. Faktor ke dua adalah bahan pengemas yang terdiri atas 3 macam yaitu plastik bening, plastik hitam dan kain gandum. Faktor ke tiga adalah suhu penyimpanan terdiri atas 3 macam yaitu suhu 15oC (refrigerator), suhu 20oC (AC) dan suhu 30oC (ruang penyimpanan) dengan 3 ulangan, benih diuji selama 4 bulan. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan apabila terdapat beda nyata dilakukan dengan uji Duncan Multiple Range (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan viabilitas antar kultivar pada bahan pengemas yang berbeda. Viabilitas pada kultivar Lumut lebih tinggi dibandingkan Neon dan Katrina. Viabilitas pada bahan pengemas plastik bening atau plastik hitam lebih tinggi dibandingkan pada bahan pengemas kain gandum. Viabilitas kultivar Lumut, Neon dan Katrina terbaik pada bahan pengemas plastik bening yang tidak berbeda dengan plastik hitam. Terdapat perbedaan viabilitas antar kultivar pada suhu penyimpanan yang berbeda. Viabilitas pada kultivar Lumut lebih baik dibandingkan pada kultivar Neon dan Katrina. Kultivar Lumut, Neon dan Katrina terbaik pada bahan pengemas plastik pada suhu 20oC. The aims of the research were determine the different of seed viability of three cowpea cultivars in different packing materials, determine the different of seed viability of three cowpea cultivars in in different storage temperatures, and to find out which cultivars have the highest seed viability in different packing materials and storage temperatures. The research was conducted within the laboratory of seed technology, laboratory of chemistry and screen house. The trial was set in RCBD (Randomized Complete Block Design) with three factors, the first factor is cultivars of cowpea which consist of three kinds : neon, lumut and katrina. The second factor is packing material which consist of three kinds : transparent plastic, black plastic and gunny sack. The third factor is storage temperature which consist of three kinds : 150C (refrigerator), 200C (AC) and 300C (storage room). All records were based on three replicates. The time frame for this activity is 4 months. Data were analyzed using F-test at significance level of 95% followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at significance level of 5%. The result showed that there was viability difference between cultivars on different packaging material. Viability in Lumut cultivars was higher than the cultivars Neon and Katrina. Viability in transparent plastic packaging materials or black plastic was higher than in grain fabric packaging materials. Viability cultivars Lumut, Katrina and Neon were the best in transparent plastic packaging materials that was less different from black plastic. There were different viabilities in cultivars at different storage temperatures. Viability in Lumut cultivars was higher than the Neon and Katrina cultivars. Viability Lumut, Neon and Katrina cultivars were on the best storage temperature 20oC. Lumut, Neon dan Katrina cultivars were the best on plastic packaging materials at the temperature of 20oC.
10447041P2CA12010ANALISIS KETAHANAN PANGAN KOMODITAS GULA PASIR TAHUN 1990 – 2011 (Studi Kasus Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten)Ketahanan pangan merupakan terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup baik dari segi jumlah dan kualitasnya, aman, merata, dan terjangkau. Gula pasir yang merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok, telah menerima perhatian khusus oleh pemerintah Indonesia guna mewujudkan ketahanan pangan. Jumlah pasokan gula pasir dalam negeri tidak dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat akibat dari peningkatan jumlah penduduk, industri makanan dan minuman. Di Jawa Tengah ada dua pabrik gula (PG), yaitu PG.Mojo di Kabupaten Sragen dan PG. Gondang Winangoen di Kabupaten Klaten.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian pangan gula pasir di Sragen dan Klaten, untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan komoditas gula pasir di kedua kabupaten periode 1990-2011, dan untuk menganalisis nilai elastisitas faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan komoditas gula pasir di kedua kabupaten periode 1990-2011. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi jumlah penduduk, pendapatan per kapita, harga gula pasir, dan luas lahan tebu.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari PG. Mojo dan PG. Gondang Winangoen, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, dan Dewan Gula Nasional Kementerian Pertanian periode 1990-2011 dengan jumlah pengamatan sebanyak 44. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) selama periode penelitian produksi gula pasir PG. Mojo berfluktuasi, dan peramalan produksi untuk 2012-2016 menunjukkan pertumbuhan yang positif, sedangkan produksi gula pasir PG. Gondang Winangoen selama periode penelitian serta peramalan untuk 2012-2016 menunjukkan penurunan yang drastis, (ii) Sragen telah mandiri pangan komoditas gula pasir periode 1990-2011, sementara Klaten belum mandiri pangan komoditas gula pasir periode 1998-2011, (iii) jumlah penduduk dan harga gula pasir berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan komoditas gula pasir, sedangkan pendapatan per kapita dan luas lahan tebu memiliki pengaruh positif terhadap ketahanan pangan komoditas gula pasir, (iv) lahan tebu memiliki nilai elastisitas tertinggi. Diharapkan hasil penelitian ini akan dipertimbangkan untuk membuat kebijakan guna meningkatkan ketahanan pangan.
Food security is the fulfillment of food for the household, as reflected in the availability of safe, equitable and affordable food with adequate quantity and quality. Sugar, one of the nine basic needs, has received special concern by the Indonesian government to maintain food security. The domestic supply of sugar cannot meet the increasing demand resulting from the increasing population, food and beverage industry. In Central Java there are two sugar mills, i.e. PG. Mojo in Sragen district and PG. GondangWinangoen in Klaten district.
This study aims to analyze sugar sufficiency in Sragen and Klaten, to analyze the factors that affect sugar sufficiency in both districts during 1990-2011, and to analyze the elasticity of the factors that affect sugar sufficiency in both districts during 1990-2011. The independent variables include number of population, income per capita, price of sugar,and sugarcane land area.
Thisstudy used secondary data from PG. Mojo and PG. Gondang Winangoen, Central Statistics Agency (BPS) of Sragen and Klaten districts, Department of Agriculture, Department of Forestry and Plantation, and the National Sugar Board, Ministry of Agriculture during 1990 -2011 with the 44 observations. Panel data regression with Random Effect Model (REM) was used to analyze the data.
The results showed that(i) during the study period PG. Mojo production fluctuated, and production forecast for 2012 - 2016 indicated positive growth, whereas the production of PG. Gondang Winangoen during the study period as well as forecast for 2012 – 2016 showed a dramatic decrease; (ii) Sragen has been sugar sufficient during 1990 – 2011, while Klaten has not been sugar sufficient during 1998 - 2011, (iii) number of population and sugar price affect negatively on sugar sufficiency, while income per capita and sugarcane land area has a positive effect on sugar sufficiency; (iv) sugarcane land area has the highest elasticity value. It is expected that the results of this study will be considered for making the policy to improve food security.
10457084G1A006060A STUDY OF SLOGAN MEANING IN THE ADVERTISEMENT OF FEMALE'S PERFUME IN COSMOPOLITAN MAGAZINE EDITION OF FEBRUARY-MARCH 2010Penelitian ini yang berjudul analisis semiotik iklan parfum di Majalah Cosmopolitan edisi February sampai maret tahun 2010 ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disebutkan dalam perumusan masalah dan menginterpretasikan makan yang ada di dalam slogan iklan perfum yang berbahasa inggris tersebut. Penelitian ini menggunakan penekatan semiotik yaitu teori dari John Fiske karena semiotik membahas tentang penggunaan makna yang ada di dalam slogan iklan tersebut.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data diperoleh dari majalah Cosmopolitan pada kurun waktu yang telah peneliti tentukan yaitu February sampai Maret 2010. Majalah Cosmopolitan dipilih karena majalah ini merupakan salah satu majalah yang populer baik lokal maupun mancanegara dan memiliki slogan yang berbahasa inggris.
Sumber datanya adalah teks yang terdapat pada iklan parfum. Data diambil dari majalah Cosmopolitan. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sampelnya karena datanya adalah menggunakan kriteria tertentu iklan parfum.
Dari penelitian ini diperoleh 10 iklan yang memenuhi kriteria dan semua slogan tersebut menggambarkan penggunaan semiotik seperti yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure yaitu persepsi an pandangan kita tentang realitas, dikonstruksikan oleh kata-kata dan tanda-tanda lain yang digunakan dalam konteks sosial. Salah stu pendekatan yang digunakan untuk memepelajari hal tersbut adalah semiotik, yaitu suatu ilmu, kajian atau metode analisis untuk mengkaji suatu tanda. Ini menunjukan bahwa pengiklan mencoba untuk membuat sebuah komunikasi yang efektif sehingga pembaca dapat menangkap dari pengiklan.
Kata kunci: Semiotic, Slogan, Meaning, Advertisement, Cosmopolitan Magazine.
The research entitled analysis of perfume product advertisement in Cosmopolitan magazine February to march 2010 edition has purposes to answer mentioned questions in the chapter of research problem and to give interpretation of the perfume product in the english advertisement. The research uses semiotic approach which is John Fiske theory because it explains about the meaning using in the advertisement.
In this research, the writer used qualitative method to analyze data. The data were taken from Cosmopolitan Magazine issued from February to March 2010.
The data sources are text taht are taken from the perfume product advertisement in Cosmopolitan Magazine. The writer uses purposive sampling technic in choosing the sample because the data have certain criteria of perfume product advertisement.
There are ten advertisements that fullfil the criteria in the research and they describe the using of semiotic as explained by ferdinand de Saussure which is perception and our view about reality. One of the approach which is used in this research is semiotic. Semiotic is a science or analysis method to explore signs. It shows that the advertisement maker try to make an effective communication so the readers can catch the meaning of advertisment.
Keyword: Semiotic, Slogan, Meaning, Advertisement, Cosmopolitan Magazine
10467043H1D007062ANALISIS KEBUTUHAN PANJANG LANDASAN PACU (RUNWAY)
DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ACHMAD YANI SEMARANG
INTISARI

Ari Alwi Rumfot1),Hery Awan Susanto,ST.,MT2),Eva Wahyu Indriyati,ST.,MT3). 2013. Analisis Kebutuhan Panjang Landasan Pacu (Runway) Di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang. Laporan Tugas Akhir. Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Sains Dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat terbang setiap tahunnya berdampak pada kebutuhan runway dalam melayani pesawat terbang di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang, Melihat kondisi ini, kebutuhan panjang runway existing berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan operasional Bandara Udara.
Perhitungan desain runway terhadap pesawat terbang existing, meliputi Panjang dan Lebar Runway, Runway Shoulder, Runway Strip, RESA, Clearway, Stopway, masih dapat melayani pesawat terbang existing dengan baik, kecuali panjang runway pesawat terbang existing untuk pesawat Boeing B737-800 kurang 36 m dan B737-900 kurang 27 m, sehingga perlu diadakan penambahan panjang runway dan fasilitas lainya yang berkaitan, sehingga lebih aman dalam melakukan kegitan penerbangan di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang.
Perhitungan desain runway terhadap pesawat terbang rencana yaitu Boeing 767-300, AirBus A330-200, dan AirBus A380 meliputi panjang dan lebar runway, runway shoulder, runway strip, RESA, clearway, stopway ternyata dimensi dari Runway dan fasilitas lain tidak memenuhi dalam melayani pesawat terbang rencana, karena dimensi runway yang dibutuhkan untuk pesawat terbang rencana Boeing 767-300 Panjang : 2889 m dan Lebar 55 m, AirBus A330-200 Panjang : 3009 m dan Lebar 67,8 m, AirBus A380 Panjang : 3611 dan Lebar 87,3 m, sedangkan pada kondisi existing dimensi dengan Panjang : 2680 m dan Lebar : 45 m. sehingga perlu dilakukan pemanjangan runway existing atau perencanaan runway baru agar dapat melayani pesawat terbang rencana tersebut.
ABSTRACT


Ari Alwi Rumfot1) ,Hery Awan Susanto ,ST .,MT2),Eva Wahyu Indriyati ,ST., MT3). 2013. Runway Length Requirements Analysis ( Runway ) In Achmad Yani International Airport Semarang . Final report . Civil Engineering Program Study, Faculty of Science and Engineering , University Of Jenderal Soedirman Purwokerto.
Increasing the number of passengers and aircraft movements annually impact on serving the needs of the aircraft runway at Achmad Yani International Airport in Semarang , Seeing this condition , the existing runway length requirements play an important role in supporting the smooth operations Airport .

Runway design calculations for existing aircraft, including Runway Length and Width , Shoulder Runway , Runway Strip , RESA , Clearway, Stopway, can still serve existing aircraft well , except for the long runway to the existing aircraft Boeing B737 - 800 aircraft approximately 36 m B737 - 900 and less than 27 m , so that there should be additional runway length and other related facilities , making it safer to conduct flight activity at Achmad Yani International Ariport in Semarang

Calculation of the aircraft runway design plans that Boeing 767-300, Airbus A330 - 200 , Airbus A380 and covering the length and width runway, runway shoulders , runway strip , RESA , ClearWay , stopway turns dimensions of Runway and other facilities do not meet in servicing aircraft plan to fly, because the dimensions of runway needed to plan aircraft Boeing 767-300 length : 2 889 m and width of 55 m , the Airbus A330 - 200 length : 3009 m and a width of 67.8 m , AirBus A380 length : 87.3 Width 3611 and m , while the dimensions of the existing condition length : 2680 m Width : 45 m . so we need lengthening existing runway or runway planning new aircraft to serve the plan.

10477044P2BA11017UJI EFEKTIVITAS ZAT ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN SALURAN PENCERNAAN SECARA IN VITRO Hampir setiap daerah di Indonesia mengenal ramuan obat yang berasal dari tanaman yang digunakan untuk pengobatan tertentu secara tradisional. Obat tradisional tersebut perlu diteliti dan dikembangkan sehingga dapat bermanfaat secara optimal untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa daun jambu biji mengandung beberapa senyawa fitokimia yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati suatu penyakit, karena sifat daun jambu biji sebagai antioksidan, antidiare dan anti- DBD (Demam Berdarah Dengue).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh zat antibakteri ekstrak daun jambu biji daging buah putih lokal dengan daun jambu biji daging buah putih non lokal dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen (Staphylococcus aureus, Bacilus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enteriditis) secara in vitro, (2) menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun jambu biji daging buah putih lokal dan non lokal (Psidium guajava) terhadap zona hambat bakteri patogen (Staphylococcus aureus, Bacilus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enteriditis) secara in vitro, (3) menentukan jumlah konsentrasi minimal ekstrak daun jambu biji daging buah putih lokal dan non lokal (Psidium guajava) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (Staphylococcus aureus, Bacilus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enteriditis) secara in vitro.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Jendral Sudirman Purwokerto dan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Galuh Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengolahan data analisis varian (ANOVA) 3 faktor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat puluh dua perlakuan dan tiga pengulangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis varian (ANOVA) tiga faktor yaitu untuk mengetahui perbedaan pengaruh pada setiap perlakuan terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri secara in vitro.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui ekstrak daun ambu biji yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. enteriditis adalah ekstrak etanol daun jambu biji non lokal, sedangkan bakteri S. aureus dan B. subtilis adalah ekstrak etanol daun jambu biji lokal.
Konsentrasi ekstrak daun jambu yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. enteriditis adalah ekstrak etanol daun jambu biji non lokal pada konsentrasi 60 mg/ml dengan besar diameter zona hambat 19.9 mm dan 20.8 mm, sedangkan bakteri S. aureus dan B. subtilis adalah ekstrak etanol daun jambu biji lokal pada konsentrasi 50mg/ml dan 60 mg/ml dengan besar diameter zona hambat 18.5 mm dan 23.5 mm.
Konsentrasi minimum (MIC) yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli (ekstrak etanol daun jambu biji lokal pada konsentrasi 10 mg/ml), S. enteriditis (ekstrak etanol daun jambu biji non lokal pada konsentrasi 10 mg/ml), S. aureus (ekstrak heksana daun jambu biji non lokal pada konsentrasi 10 mg/ml), B. subtilis (ekstrak etanol daun jambu biji non lokal pada konsentrasi 10 mg/ml)
The aims of this research were to determine the activity of guava leaf extract local white fruit flesh with guava leaf extract non-local white fruit flesh in inhibiting the growth of pathogenic bacteria (Staphylococcus aureus, Bacilus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enteriditis) in vitro; determine the levels of minimum inhibitory concentration (MIC) of guava leaf extract local white fruit flesh with guava leaf extract non-local white fruit flesh in inhibiting the growth of pathogenic bacteria. The experiments used factorial design, were analyzed with analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's multiple range test. The results showed guava leaf extracts effectively inhibited the growth of E.coli and S. enteriditis is ethanol extract of guava leaves non local, while the bacteria S. aureus and B. subtilis is the ethanol extract of guava leaves local. Concentration of guava leaf extract at inhibiting the growth of bacteria E.coli and S. enteriditis is ethanol extract of guava leaves on a non local concentration 60 mg/mlwith a large inhibition zone diameter of 19.9 mm and 20.8 mm. while the bacteria S. aureus and B. subtilis is ethanol extract of guava leaves on a local concentration of 50 mg/ml and 60 mg/ml with a large inhibition zone diameter of 18.5 mm and 23.5 mm. Minimum inhibitory concentration (MIC), which effectively inhibits the growth of bacteria E.coli (ethanol extract of guava leaves non local at concentration of 10 mg/ml), S. enteriditis (ethanol extract of guava leaves non local at concentration of 10 mg/ml), S. aureus (hexane extract of guava leaves non local at concentration of 10 mg/ml), B. subtilis (ethanol extract of guava leaves non local at concentration of 10 mg/ml).
10487045G1D009003PENGARUH TERAPI EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR IAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Wilayah Puskesmas Purwokerto Timur I.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment pendekatan non randomized pretest-postest with control group design. 32 lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling dan kemudian kelompok perlakuan diberikan terapi selama 1 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan terapi.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama satu hari pada kelompok perlakuan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (TDS) sebelum dan sesudah terapi EFT diberikan (p=0,000), tetapi tidak ada perbedaan pada tekanan darah diastolik (TDD) (p = 0,699). Sedangkan kelompok kontrol tidak ada perbedaan baik TDS (p=0,343) maupun TDD (p=0,620). Analisis lebih lanjut untuk mengetahui TDS dan TDD setelah perlakuan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapatkan hasil TSD (p=0,121) dan TDD (p=0,260). Artinya tidak ada perbedaan TDS dan TDD setelah perlakuan pada kedua kelompok. Namun, ketika tingkat penurunan dibandingkan, kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam TDS (p=0,014), tetapi tidak begitu pada TDD (p=0,582).
Abstract: Hypertension is a condition in which blood pressure is elevated. The blood pressure decreased by taking medication. However anti hypertensive drugs may have side effects. Emotional freedom technic therapy (EFT) is one of non-pharmacological intervention to decrease blood pressure.
Objective: To determine the effect EFT therapy to lower blood pressure among elderly whit hypertension East Purwokerto Health Center 1.
Method: This study used quasi experiment method with non randomized pretest-posttest with control group design. 32 elder people with hypertension were selected using consecutive sampling technique and then treatment group received EFT therapy over 1 days, while control group received no treatment.
Results: Based on the results of research conducted during one day in the treatment group showed no significant difference in systolic blood pressure (SBP) before and after EFT therapy administered (p = 0.000), but there was no difference on diastolic blood pressure (DBP) (p = 0.699). While in the control group there was no difference in either the SBP (p = 0.343) and DBP (p = 0.620). Further analysis determined SBP and DBP after treatment between the treatment group and the control group showed SBP (p = 0.121) and DBP (p = 0.260). There was no difference in SBP and DBP after treatment in both groups. However, whenthe rate of decline compared, both groups showed a significant difference in SBP (p = 0.014), but not showed a significant on DBP (p = 0.582).

Suggestion: Consider confounding factors (stress, smoking, salt intake, and activity), add the number of respondents.
Conclusion: : EFT therapy can decrease systolic blood pressure in older adults with hypertension.
10497046P2EA11030PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN KONSEP RESTORATIVE JUSTICE (Studi di Wilayah Hukum Polres Cilacap)
Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan jenis kekerasan yang memiliki sifat-sifat khas yakni pelaku dan korban adalah anggota keluarga serta seringkali dianggap bukan sebagai bentuk kekerasan, selain itu proses peradilan yang panjang, rasa malu, tidak mengakomodir kepentingan korban, dan sistem sanksi yang tidak efesien menjadikan kasus KDRT banyak yang tidak dilaporkan. Oleh karenanya, Penyidik UPPA di Polres Cilacap dalam menyelesaikan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga, mengambil penyelesaian yang adil demi kelangsungan rumah tangga yang bersangkutan, sehingga muncul pemikiran penggunaan mediasi penal sebagai pengembangan dari konsep pemikiran restorative justice yang mengupayakan penyelesaian yang tidak memihak sebagai jalan tengah yang menitik beratkan pada pemulihan keadaan korban yang mengikutsertakan pelaku dan juga masyarakat demi tercapainya rasa keadilan bagi semua pihak.
Berdasarkan latar belakang diatas maka muncul permasalahan yakni bagaimanakah penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan konsep restorative justice di polres cilacap, dan apa kendala- kendala yang ditemukan dalam penerapan konsep restorative justice guna penyelesaian tindak pidana KDRT di polres cilacap. Menjawab permasalahan diatas, maka penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Jenis data yang digunakan adalah data primer melalui studi lapangan dan data sekunder melalui studi pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri atas Penyidik pada Unit PPA di Polres Cilacap dan Korban serta Pelaku Tindak Pidana KDRT yang memilih jalan Mediasi Penal sebagai implementasi dari Konsep Restorative Justice. Keseluruhan data diolah secara kualitatif.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa praktek penyelesaian mediasi penal sebagai pengembangan dari konsep restorative justice, sangat efektif diterapkan untuk menyelesaikan Tindak Pidana KDRT di Polres Cilacap. Hal ini terbukti dari penggunaan konsep restorative justice oleh Polres Cilacap ternyata telah dipilih oleh 69,73% korban dari keseluruhan kasus yang ditangani oleh Polres Cilacap selama kurun waktu 5 tahun hingga Juli 2013. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman anggota polisi khususnya penyidik UPPA Polres Cilacap terhadap konsep restorative justice dan belum adanya payung hukum yang jelas mengenai penerapan Restorative Justice.
Domestic Violence is a type of violence that have distinctive properties that the perpetrator and victim are family members and are often regarded not as a form of violence , but it is a long judicial process , a sense of shame , not to accommodate the interests of victims , and inefficient system of sanctions which makes many domestic violence cases are not reported . Therefore , investigators UPPA in Cilacap Police in solving the Crime of Domestic Violence , took a fair settlement for the survival of the household , so it appears as thought the use of penal mediation development of the concept of restorative justice thinking that seeks settlement with win - win solutions that focuses on the recovery of victims involving state actors and communities in order to achieve a sense of justice for all parties.
Based on the above it appears that the problem How Settlement of cases of domestic violence to the concept of Restorative Justice in Cilacap Police , and what the constraints are found in the application of Restorative Justice concept to completion of the Crime of Domestic Violence in Cilacap Police . Answering the above problems , this research uses socio-juridical approach . Type of data used are primary data through field studies and secondary data through library . Informants in this study consists of the Unit Investigator PPA in Cilacap Police and Crime Victims and Perpetrators of domestic violence who choose the path of Penal Mediation as an implementation of the concept of Restorative Justice . Overall qualitative data is processed .
From the results of that research to the practice of mediation penal settlement as the development of the concept of restorative justice , it is effectively applied to solve the Crime of Domestic Violence in Cilacap Police . This is evident from the use of restorative justice concept by Cilacap Police appeared to have been selected by 69.73 % of the total victim cases handled by Cilacap Police during the period of 5 years until July 2013 . While the obstacles faced is the lack of understanding of police investigators UPPA especially Cilacap Police against the concept of restorative justice and the absence of a clear legal framework regarding the application of Restorative Justice.
10507047G1B009040STUDI DESKRIPTIF PENYAKIT ENSEFALITIS (Encephalitis)
DI RSUD BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2011-2012
Ensefalitis adalah proses peradangan pada otak. Penyakit ini jarang terjadi, namun merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia karena memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Insiden ensefalitis adalah bervariasi, tetapi umumnya antara 3,5-7,4 kasus per 100.000 penduduk per tahun di dunia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penyakit ensefalitis di RSUD Banyumas Kabupaten Banyumas Tahun 2011-2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi yaitu penderita ensefalitis yang menjalani rawat inap di RSUD Banyumas mulai dari 01 Januari 2011 sampai 31 Desember 2012 yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 111 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita ensefalitis sebagian besar berumur 0-1 tahun sebanyak 29 kasus (26,1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 56 kasus (50,5%), belum sekolah 46 kasus (41,4%), gejala demam sebanyak 69 kasus (62,2%), memiliki penyakit penyerta diare sebanyak 14 kasus (12,6%), dengan keadaan keluar meninggal sebanyak 28 kasus (25,2%). Berdasarkan variabel tempat, sebagian besar kasus ditemukan di Kabupaten Banyumas sebanyak 55 kasus (49,5%), kecamatan terbanyak adalah Kecamatan Kroya sebanyak 9 kasus (8,1%), serta desa terbanyak adalah Desa Kejawar sebanyak 3 kasus (2,7%). Berdasarkan variabel waktu sebagian besar lama rawat penderita ensefalitis 0-7 hari sebanyak 56 kasus (50,5%) dan tertinggi pada bulan Maret, Agustus dan Oktober 2012 sebanyak 8 kasus (7,2%), serta terjadi peningkatan kasus dari tahun 2011 ke tahun 2012 sebanyak 11 kasus (24,4%). Saran bagi masyarakat terutama yang mempunyai anak-anak usia pra-sekolah agar mendampinginya dalam beraktivitas serta memberikan asupan makanan yang bergizi agar anak tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit ensefalitis.Encephalitis is defined by the presence of an inflammatory process of the brain. The disease is rare, however this disease is an important public health problem worldwide because it has a high morbidity and mortality. The incidence of clinically diagnosable encephalitis is between 3,5-7,4/100.000 population/year. The research purpose is to describe the encephalitis in Banyumas Regional Public Hospital 2011-2012. The research uses descriptive research. The sample in this research are all members of the population, namely encephalitis patients who undergo inpatient hospital in Banyumas starting from 01 January 2011 to 31 December 2012, which matching the criteria that is as much as 111 samples. The results showed that patients with encephalitis mostly aged 0-1 years of as much as 29 cases (26,1%), male-sex as much as 56 cases (50,5%), pre-school 46 cases (41,4%), fever symptoms as much as 69 cases (62,2%), has a companion disease diarrhea by as much as 14 cases (12,6%), with as many as died 28 cases (25,2%). Based on the variables place, most of the cases were found in the Regency of Banyumas as many as 55 cases (49,5%), the largest subdistrict is Kroya as much as 9 cases (8,1%), as well as the largest village is Kejawar as much as 3 cases (2,7%). Based on the variable of time most of the old hospital patients with encephalitis 0-7 days as many as 56 cases (50,5%) and the highest in March, August and October 2012 as many as 8 cases (7,2%), as well as an increase in cases from 2011 to 2013 a total of 11 cases (24,4%). Suggestions for the community especially with kids ages pre-school to accompany her in activities and provide nutritious food intake so that children grow up healthy and to avoid encephalitis.
10517015G1B009035FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB)
(Studi di Wilayah Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas)
Indonesia menduduki peringkat keempat insiden kasus tuberkulosis di dunia. Upaya penanggulangan tuberkulosis yang telah dilakukan salah satunya dengan pengobatan selama 6 bulan. Proses pengobatan memerlukan kepatuhan agar pengobatan berhasil. Banyak ditemukan kasus pengobatan yang tidak berhasil karena faktor kepatuhan penderita tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan tuberkulosis di wilayah Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel Penelitian adalah 37 penderita tuberkulosis dalam masa pengobatan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian yang dilakukan menyatakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan (p = 0,000), motivasi (p = 0,017), peran petugas kesehatan (p = 0,001), dan peran PMO (p = 0,001). Sedangkan variabel sikap dan keterjangkauan jarak ke pelayanan kesehatan tidak terbukti berhubungan dengan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Saran dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan dengan memberikan informasi kepada penderita tuberkulosis melalui penyuluhan oleh petugas kesehatan.
Indonesia was ranked the fourth largest incident tuberculosis cases in the world. Pulmonary tuberculosis control that one was efforts the treatment done during 6 months. The process of treatment needs adherence for successful the treatment. There are so many cases about not successful tuberculosis treatment found and that cause by adherence treatment of tuberculosis. The purpose of this study was to determine the factors associated with adherence treatment of tuberculosis in the public health’s center Kembaran II. The method used analytical method with a cross-sectional approach. Research sample was 37 tuberculosis sufferers during treatment period. The analysis data used the chi-square test for univariate and bivariate analysis. Result of the research clarify that factors associated with adherence were knowledge (p=0,000), motivation (p = 0,017), health employee roles (p = 0,001), and treatment observed roles (p = 0,001). While the attitude and affordability to health care was not shown to be associated with adherence treatment of tuberculosis. The suggestion from this research is to increase the adherence gave the information from health employee to sufferer about tuberculosis by illumination.
10527048G1B009076FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA USIA 12-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 KROYA KABUPATEN CILACAPGizi buruk adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada balita usia 12-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas 1 Kroya, Kabupaten Cilacap. Jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus kontrol. jumlah sampel yang digunakan yaitu 78 (kasus 39, kontrol 39). Teknik Pengambilan sampel kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah Consecutive sampling, sedangkan pada kontrol menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat (mean, standar deviasi) bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kejadian gizi buruk pada balita usia 12-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas 1 Kroya Kabupaten Cilacap adalah pendapatan keluarga dengan nilai p value= 0.001 dan OR=5.179. Adapun faktor-fakor yang tidak berhubungan dengan kejadian gizi buruk yaitu pola asuh anak (p value=0.245 ), pengetahuan gizi ibu (p value=0.598) perilaku keluarga sadar gizi (p value=0.515), sanitasi lingkungan (p value=0.113 ), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p value=1.000). Saran yang dapat diberikan yaitu dengan melakukan kerjasama lintas sektor dan kewirausahaan untuk menyediakan atau memberikan lapangan pekerjaan bagi keluarga dengan pendapatan yang masih di bawah Upah Minimum Kabupaten, dan memberikan pelatihan keterampilan kerja. Malnutrition is a state of severe levels of malnutrition caused by low energy and protein intake from daily food and occurs in a long time. The general objective in this study to analized the factors associated with the incidence of malnutrition among children ages 12-60 months at the Center Publict Health 1 Kroya, Cilacap regency. Type of research design used in this study is a case control. number of sample used is 78 (39 cases, 39 controls). The sampling technique used in the case of this study is Consecutive sampling, where as the control using simple random sampling. Analysis of the data used is the univariate analysis (mean, standard deviation) bivariate with chi-square, and multivariate with logistic regression. Based on this research, it is known that factors related to the events of malnutrition among children aged 12-60 months at the Center Publict Health 1 Kroya Cilacap is the family income with p value = 0.001 and Odds Ratio = 5,179. The factors that are not relate to the incidence of malnutrition that is taking care of children (p value = 0.245), maternal nutrition knowledge (p value = 0598) nutrition conscious family behavior (p value = 0.515), environmental sanitation (p value = 0.113) , utilization of health services (p value = 1.000). Advice that can be given is to perform cross-sector collaboration, and entrepreneurship to provide or provide jobs for families with incomes below the minimum wage is still the District, and provide vocational skills training.
10537049L1A006100BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA OUTSOURCHING BAGIAN KNITTING PT. TIGA PUTRA ABADI PERKASA PURBALINGGAPT . Tiga Putra Abadi Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi bulu mata sintetis di Purbalingga . perusahaan untuk memulai produksi harus mempersiapkan bahan untuk bulu mata sintetis . Semua bahan diproduksi oleh tenaga kerja outsourcing , yang ditempatkan di 11 plasma dengan total tenaga kerja 1143 orang . pekerjaan buruh target oleh perusahaan yang berbasis , tenaga kerja harian harus menghasilkan 25 pasang bulu mata . tetapi tidak semua tenaga kerja sesuai dengan target . Tuntutan pekerjaan yang tinggi ditambah pekerjaan monoton yang dapat menyebabkan kelelahan psikologis akan mempengaruhi kinerja dan produktivitas tenaga kerja . Oleh karena itu , peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada sejumlah faktor yang berhubungan dengan produktivitas tenaga kerja pada tenaga kerja bagian merajut PT . Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga . Penelitian ini adalah analitik cross-sectional . Jumlah sampel 89 , diambil menggunakan teknik quota sampling . Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner , pengukuran pada pencahayaan dan beban kerja responden . Variabel yang diteliti adalah beban kerja psikologis , usia , asupan makanan , masa kerja , upah , keterampilan , pencahayaan dan durasi kerja .
Analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa dari enam variabel independen dianggap berhubungan dengan variabel dependen , ada tiga variabel yang berhubungan dengan produktivitas tenaga kerja adalah intensitas cahaya ( Exp.β = 24.510 ) , masa kerja ( Exp.β = 21,427 ) , dan asupan makanan ( Exp.β = 11,457 ) . merekomendasikan bahwa perusahaan harus mengurangi hal-hal yang dapat menyebabkan tekanan psikologis pada tenaga kerja sehingga produktivitas tenaga kerja dapat dipertahankan .

Keywords : Terkait Faktor Tenaga Kerja Produktivitas
Sastra : 45 ( 2000-2011 ) .
PT. Tiga Putra Abadi Perkasa is one of the companies producing synthetic lashes in Purbalingga. the company to commenced production must prepare material for synthetic eyelash. All material is produced by labor outsourcing, which was placed in a 11 plasma with a total workforce of 1143 people. labor work based targets by company, daily labor should produce 25 pairs of eyelashes. but not all of the workforce according to the targets. High job demands coupled monotonous work that can result in psychological fatigue will affect the performance and productivity of labor. Therefore, researchers interested in conducting research on a number of factors related to labor productivity in the workforce part knitting PT. Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga. This study is a cross-sectional analytic. Number of samples 89, were taken using a quota sampling technique. Data were obtained through interviews using questionnaires, measurements on lighting and workload respondents. The variables studied were psychological workload, age, food intake, working period, wages, skills, lighting and work duration.
Multivariate analysis using logistic regression showed that of the six independent variables thought to relate to the dependent variable, there are three variables related to labor productivity is light intensity (Exp.β = 24.510), working period (Exp.β = 21.427), and food intake (Exp.β = 11.457). recommends that companies should reduce the things that can lead to psychological distress in labor so that labor productivity can be maintained.

Keywords: Related Factor Labor Productivity
Literature: 45 (2000 – 2011).
10547050G1B009069STUDI RANCANGAN MEJA DAN KURSI BELAJAR SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KARANGWANGKAL KECAMATAN PURWOKERTO UTARASekolah Dasar merupakan institusi formal tempat proses belajar mengajar berlangsung dan sebagian besar proses belajar mengajar dilaksanakan dalam posisi duduk sehingga diperlukan adanya penerapan aspek ergonomi pada meja-kursi siswa. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan meja dan kursi ergonomis berdasarkan antropometri siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 2 Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 18 responden populasi total. Hasil rancangan meja ergonomis memiliki ukuran tinggi meja yang dapat diatur dengan tinggi minimal 40 cm dan maksimal 55 cm, panjang meja 50 cm, lebar meja 40 cm, sedangkan rancangan kursi ergonomis memiliki ukuran tinggi kursi yang dapat diatur dengan tinggi minimal 27 cm dan maksimal 37 cm, lebar alas kursi 35 cm, panjang alas kursi 26 cm dan tinggi sandaran 34 cm. Saran penelitian ini agar dalam pembuatan meja dan kursi belajar disesuaikan dengan antropometri siswa.Primary school is a formal institution which is teaching and learning process take place and most of the process implemented with sitting potition, so . Primary school started from first grade that is followed by children in early childhood category that is substancial fase that need an early treatment. The purpose of this study is to make an ergonomics desk and chair design based in student anthropometry. This research used a descriptive approach with cross sectional design study. The sample will use total sampling which will have 18 respondents from entire population. Desk and chair design proposed utilize an anthropometry principle that can be operate in several range with requirement that the desk high can be adjustable with minimal high is 40 cm and maximal high is 55 cm, desk leght is 50 cm, desk width is 40 cm, chair high can be adjustable with minimal high is 27 cm and maximal high is 37 cm, chair width is 35 cm, seat depth is 26 cm and backrest high is 34 cm. Suggestion from this research is in making a desk and chair must be adapted to student antrhopometry.
10557097P2AA11028RESPONS PERTUMBUHAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP EKSTRAK GULMAPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui respons pertumbuhan padi gogo terhadap ekstrak gulma, (2) mengetahui varietas padi gogo yang tahan terhadap ekstrak gulma dan (3) mengetahui ekstrak gulma yang paling menekan pertumbuhan padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House dan pembuatan ekstrak gulma dilakukan di laboratorium kimia Departemen Agronomi Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Cianjur, Jawa Barat pada bulan September-Desember 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) terdiri atas 2 faktor. Petak utama untuk ektrak gulma terdiri dari tanpa ekstrak gulma, Echinochloa crusgalli (Jajagoan), Cyperus rotundus L. (rumput teki), dan Portuluca oleraceae L. (krokot), dan anak petak untuk varietas padi gogo yaitu Situpatenggang, Situbagendit, dan Batutegi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gulma Cyperus rotundus memberikan hambatan yang paling menekan pada semua pengamatan karakter morfologi padi gogo. Varietas padi gogo tidak tahan terhadap semua ekstrak gulma dengan daya kecambah yang menurun lebih dari 25%The objectives of this study were to know (1) the growth responses of upland rice on weeds extract, (2) the tolerance effect varieties of upland rice on weeds extract, (3) most suppressed of weeds extract on growth of upland rice. The studies were done in Screen House and Weeds extract were made in chemical laboratory the Department Agronomy Development Center of Education Resource and empowering in Cianjur, West Java on September to December 2012. Split plot design was applied with two factors i.e. main plot viz non-weed extracts and extracts of Echinochloa crusgalli (Barnyardgrass), Cyperus rotundus L. (Purple nutsedge), and Portuluca oleraceae L. (krokot), sub plot for the variety of upland rice viz Situpatenggang, Situbagendit, and Batutegi. The results showed that weeds extract of Cyperus rotundus gave the most suppress to all morphological characters of upland rice. Upland rice varieties were not tolerance to all weeds extract with a germination rate decreased by more than 25%
10567051G1B009079PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG FUNGSI PENGGUNAAN BUKU KIA DI DESA KALIBAGORKABUPATEN BANYUMAS
Optimalisasi penggunaan buku KIA adalah salah satu langkah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.Selain sebagai instrumen pencatatan status Kesehatan Ibu dan anak (KIA), buku KIA juga merupakan sarana edukasi bagi ibu dan keluarganya (Departemen Kesehatan RI, 2009). Selama ini penggunaan buku KIA masih sebatas sebagai sarana pencatatan status kesehatan saja, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya untuk mengoptimalkan penggunaan buku KIA tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu balita. Upaya pendidikan kesehatan tersebut adalah dengan pemberian media leaflet fungsi penggunaan buku KIA kepada ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang fungsi penggunaan buku KIA. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan pre and post test design with control group design. Sampel yang digunakan adalah 40 ibu balita pada kelompok perlakuan dan 40 ibu balita pada kelompok pembanding.Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon,paired t-test dan U Mann-Whitney.Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan fungsi penggunaan buku KIA (p=0,000) dan sikap fungsi penggunaan buku KIA (p=0,000) setelah pendidikan kesehatan dengan media leafletfungsi penggunaan buku KIA. Ada perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding (p=0,000) dan perbedaan sikap yang signifikan antara kelompok perlakuan dan pembanding (p=0,000) setelah pendidikan kesehatan dengan media leaflet pada kelompok perlakuan. Dengan demikian media leaftet dapat disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita.Optimizing the use of books MCH is one step to improve the health of mothers and children. Besides being an instrument of recording of mother and children health status, MCH book is also knowledge sources for mothers and their families (Department of Health, 2009). So far, the use of MCHbook is only for instrument of recording of mother and children health status, therefore there should be work on optimizing the use of the KIA book. We can give the mother health education through giving them the leaflet of usage of MCH books. The purpose of this study is to determine the effect of leaflet onthe improvement of knowledge and attitudes of mother about the using of MCH books. This study usequasi-experiment with the design of the pre and post test design with control group design. The samples are 40 mothersand it will be compared toanother 40 mothers. The analysis of the data use the Wilcoxon test, paired t-test and Mann-Whitney U. The result of this study showed there is significant difference in the knowledge and attitudes of using MCH books(p = 0.000) after the health education through leaflet. Thus, leaflet can be suggested to improve the knowledge and attitudes of mother about the using of MCH books.
10577052G1B009042STUDI PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2013 (STUDI KASUS PADA PENGELOLAAN LINEN)Infeksi nosokomial merupakan infeksi akibat transmisi organisme pathogen ke pasien yang sebelumnya tidak terinfeksi yang berasal dari lingkungan rumah sakit. Resiko infeksi nosokomial selain dapat terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, dapat juga terjadi pada para petugas rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu dengan membuat gambaran deskriptif mengenai pengelolaan linen di RSUD Gunung Jati Cirebon. Subyek penelitian ini adalah petugas instalasi laundry di RSUD Gunung Jati Cirebon. Analisis data terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan analisis data dengan standar. Hasil penelitian menunjukkan dalam input (instalasi laundry terdapat 5 ruangan dengan ruangan laundry yang disatukan, terdapat peralatan yang rusak, dan jumlah linen perhari 300kg), plan (terdapat regulasi, kebijakan dari Pemkot dan RS), do (tahap pengumpulan, penerimaan, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, penyimpanan dan distribusi terdapat kendala seperti kepatuhan petugas dalam memakai APD), check (sesuai dengan SOP namun pembiayaan kurang mencukupi) dan act (adanya evaluasi dan monitoring 6 bulan sekali), output (mengandung 200 spora spesies Bacillus per inci persegi. Simpulan tahap input laundry terdiri dari linen infeksius dan non infeksius, tahap plan sudah baik, tahap do sudah baik kecuali pencucian, tahap check sudah baik kecuali anggaran, tahap act sudah baik, tahap output sesuai dengan standar.Nosocomial infections are infections caused by transmission of pathogenic organisms into a previously infected patients originating from the hospital environment. The risk of nosocomial infections but can occur in patients who are hospitalized, may also occur on the hospital staff. Patient handling procedures allow officers exposed to bacteria originating from the patient. This research is a descriptive qualitative is to create a descriptive overview of the management of linen in Gunung Jati Regional General Hospital Cirebon. The subject of this study was the installation officer laundry in Gunung Jati Regional General Hospital Cirebon. Data analysis consisted of three components: data reduction, data display, conclusion and data analysis with standard. The results showed in the input (installation there are 5 rooms with laundry room that adjoined, there is broken equipment, amount of linen per day 300kg), plan (There are regulations, and policies of the City Government hospital), do (gathering stage, receiving, washing, drying, ironing, storage and distribution are constraints such as compliance officers in the use of personal protective equipment), check (accordance with SOP but insufficient financing) and act (the evaluation and monitoring every 6 months ) well enough, in output (containing 200 species of Bacillus spores per square inch. Conclusions of input stage consists of a linen laundry infectious and non-infectious, stage plan is good, do have good stage except washing, check stage has been good except for the budget, the stage act is good, according to the standard output stage.
10587053P2PA11021KAJIAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL PADA IKAN BELANAK YANG TERTANGKAP DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENCEMARAN DI SEGARA ANAKAN CILACAPPermasalahan ekosistem pesisir seperti kerusakan sumberdaya alam, musnahnya berbagai spesies hayati, instrusi air laut, berkembangnya berbagai jenis penyakit, bahkan pencemaran perairan. Kandungan logam berat Pb pada air di Segara Anakan mengalami peningkatan setiap tahun. Logam berat yang terakumulasi ke dalam tubuh biota perairan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap lingkungan akan berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada air, insang, hati; kerusakan jaringan insang dan hati ikan Belanak; serta persepsi masyarakat terkait pencemaran logam berat Pb di Perairan Segara Anakan Cilacap. Penelitian dilakukan antara Januari-Maret 2013. Teknik pengambilan sampel air dan ikan Belanak menggunakan Purposive Sampling yang terdiri dari 6 stasiun yang mewakili kawasan industri, pemukiman, dan pertanian, serta kawasan perairan yang didominasi pohon mangrove sebagai kontrol. Data persepsi masyarakat diperoleh dari wawancara terstruktur terpimpin menggunakan kuisioner semi terbuka. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat Pb pada air berkisar 0,186-1,846 µg/l, insang ikan Belanak berkisar 0,043-0,303 mg/kg, dan hati berkisar 0,100-0,628 mg/kg. Insang ikan Belanak (Mugil dusssumieri) yang tertangkap telah mengalami brankhitis, kongesti, dan dugaan keberadaan potongan parasit, sedangkan hati ikan Belanak telah mengalami degenerasi melemak, foki nerotik, perihepatitis, dan nekrosis, tetapi masih terdapat beberapa insang dan hati ikan Belanak yang tidak mengalami patologi spesifik. Keberadaan logam berat Pb pada perairan Segara Anakan dipengaruhi oleh ketidaktahuan masyarakat akan pencemaran logam berat. Masyarakat hanya mengetahui pencemaran yang terjadi di Segara Anakan akibat keberadaan industri minyak. Masyarakat juga tidak mengetahui jika logam berat Pb merupakan sumber pencemar perairan dan berdampak pada biota perairan serta kesehatan manusia. Kandungan logam berat Pb pada air mengakibatkan akumulasi logam berat Pb pada insang dan hati ikan Belanak dan menyebabkan kerusakan jaringan insang dan hati ikan Belanak.The problems of coast ecosystem are natural resources damage, extinction of biological species, seawater intrusion, development of various diseases, and water pollution. Each year there is an increase in lead (Pb) level and unfortunately people consume aquatic biota that contains this heavy metal. Public perception towards environment also relates to their perception towards pollution.
The aim of this study is to know the Pb level in water, fish gills, liver; to know the cells damage in mullet gills and liver; to know the public perception concerning the Pb pollution; and to analyses the relationship among Pb level in water, fish gills, liver; the cells damage in mullet gills and liver; and the public perception concerning the Pb pollution in Segara Anakan Cilacap.
The study is conducted in between January and March 2013. The samples of water and the mullets are taken by purposive sampling from six different locations representing industrial areas, settlements, agricultural areas, and aquatic regions dominated by mangroves. On the other hand, the data of public perception is obtained by interview and questionnaire.
The result reveals that the level of Pb in water is between 0.186-1.84 µg/l, in the mullet gills is between 0.043-0.303 mg/kg, and the liver is between 0.100-0.628 mg/kg. In addition, the mullet gills (Mugil dusssumieri) are known to have bronchitis, congestion, and are supposed to contain parasites; whereas the liver is detected to degenerate, to have neurotic foci, perihepatitis virus, and necrosis but there are some gills and livers that do not have specific pathology. The Pb in Segara Anakan is influenced by the public unawareness of the heavy metal pollution because they only know that the pollution is caused by the presence of oil industry. Moreover, they do not even understand that the Pb has become the water contaminant that may affect the aquatic biota as well as the public health. The Pb level in waters, caused accumulation in the mullet gills and liver, and affected the damage of gills and liver of the mullets.
10597054P2CD10038ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIAUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah terbukti ketangguhannya dalam menghadapi krisis moneter yang melanda Indonesia. Kinerja UMKM yang cenderung relatif resisten terhadap goncangan ekonomi semakin membuktikan peranan penting UMKM dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Kontribusi yang signifikan telah diberikan oleh UMKM dalam penyerapan tenaga kerja, peningkatan Produk Domestik Bruto Nasional dan sebagai dasar bagi pertumbuhan industri. Mengingat potensi besar yang dimiliki oleh UMKM, sudah tentu UMKM membutuhkan dukungan dari sektor perbankan yang salah satu fungsinya adalah menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan. Peran perbankan melalui pembiayaan yang berpihak kepada UMKM sangat diperlukan, akan tetapi kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor internal atau faktor-faktor yang merujuk kepada kondisi internal bank, yaitu dana pihak ketiga (DPK), permodalan, profitabilitas, risiko dan likuiditas terhadap pembiayaan UMKM pada perbankan syariah di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan gabungan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) yang tercatat di Statistik Perbankan Syariah (website Bank Indonesia) sebagai subjek penelitian. Periode penelitian adalah tahun 2008 sampai dengan bulan Juni tahun 2013, akan tetapi karena keterbatasan data yang disajikan Statistik Perbankan Syariah, untuk tahun 2008 dan 2009 data yang diamati adalah data triwulanan, yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember, sedangkan untuk tahun 2010 sampai dengan bulan Juni 2013, datanya adalah data bulanan sehingga penelitian ini menggunakan 50 waktu amatan. Data observasi dianalisis secara regresi menggunakan SPSS Statistics 17.0.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang secara signifikan mempengaruhi pembiayaan UMKM pada perbankan syariah di Indonesia selama periode penelitian adalah DPK dan likuiditas, sedangkan faktor-faktor internal lainnya yaitu permodalan, profitabilitas dan risiko, tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan UMKM.
Berdasarkan hasil penelitian, untuk meningkatkan pembiayaan UMKM maka bank syariah hendaknya meningkatkan penghimpunan DPK dan likuiditas. Bank syariah dapat meningkatkan penghimpunan DPK dengan melakukan berbagai upaya agar masyarakat tertarik untuk menyimpan dana mereka di bank syariah. Upaya-upaya tersebut diantaranya dengan meningkatkan pelayanan yang baik dan profesional kepada nasabah agar nasabah menjadi loyal dan tidak beralih ke bank konvensional. Hal ini tentu saja dapat terwujud jika sumber daya manusia yang dimiliki oleh bank syariah memiliki kemampuan dan keahlian yang memadai guna mendukung operasional bank syariah. Selain itu, untuk meningkatkan penghimpunan DPK, bank syariah hendaknya memperluas jaringan pelayanan hingga ke pelosok-pelosok agar mudah diakses oleh masyarakat. Untuk menarik minat masyarakat agar menyimpan dana mereka di bank syariah, bank syariah dapat menyelenggarakan sejumlah program reward yang menarik, misalnya dengan memberikan berbagai hadiah kepada nasabah yang memiliki simpanan atau deposito di bank syariah, memberikan diskon di berbagai merchant bagi pemegang kartu ATM bank syariah, memberikan margin yang kompetitif kepada nasabah dan memberikan keringanan kepada nasabah dalam hal biaya pemeliharaan rekening. Sedangkan untuk meningkatkan likuiditas, bank syariah hendaknya meningkatkan penghimpunan deposito, meningkatkan pendanaan jangka panjang, misalnya dengan menerbitkan sukuk (semacam obligasi) dan melalui program tabungan haji. Selain itu, bank syariah hendaknya senantiasa meningkatkan kinerjanya agar dapat mencapai profit yang tinggi. Profit yang diperoleh ini tentunya akan meningkatkan sumber dana bank syariah.
Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan, yaitu hanya menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan UMKM dari sisi internal perbankan, periode pengamatan kurang luas karena keterbatasan data yang disajikan dan data yang digunakan dalam penelitian ini terbatas pada laporan yang telah dihimpun oleh Bank Indonesia sehingga menyebabkan ketidaksesuaian hasil pengujian dengan hipotesis yang diajukan.
It is a fact that the UMKM’s are resistant due to monetary crisis in Indonesia. It proves UMKM’s significant and important roles of the economic development in establishing employment, improving National Gross Domestic Product and developing national industries. Because of these potentials of UMKM’s, banks should provide assistantships by providing their loan as financial aids. It is however, influenced by some factors such as internal and external factors.
The aim of this research was to analyze the influence of internal factors which refers to internal bank condition such as third party funds (DPK), capitals, profitability, risk and liquidity toward UMKM’s at syaria banking in Indonesia.
The data of the study were taken from general syaria bank (BUS) and syaria business unit (UUS) which were provided in the syaria banking statistic from Indonesian central bank (official website of BI) from 2008 up to Juni 2013. Due to the limited data provided in syaria banking statistic, the 2008 and 2009 data were three-monthly: March, June, September and December while the 2010 to Juni 2013 data were monthly. Thus, there were 50 time series of observation. The data were analyzed by using regression provided in 17.0 ver. SPSS.
The result of regression test shows that internal factors which significantly influenced UMKM’s finance at syaria banking were the DPK and liquidity, whereas the other factors such as the capital, profit and risk had no significance on the financing UMKM’s.
10607055P2FB11004PROCESS REENGINEERING AND PERFORMANCE INNOVATION BADAN USAHA MILIK DAERAH “STUDI TENTANG ELECTRONIC MARKETING DALAM PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DAERAH OWABONG KABUPATEN PURBALINGGA”
Owabong sebagai Badan Usaha pemerintah yang bergerak pada bidang layanan wisata alam yang mengedepankan kualitas layanan prima kepada masyarakat. Kompetisi usaha mengharuskan Owabong untuk berinovasi dalam bidang layanan yang bertujuan pada meningkatnya jumlah pengunjung dan berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah. Usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan iovasi kinerja melalui teknologi komunikasi sebagai sarana efiseinsi dan efektvitas layanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi yang telah dilakukan unit organisasi pemerintah dalam mengoptimalkan layanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan pendapatan daerah. Pemanfaatan teknologi informasi khususnya media sosial sebagai sebuah terobosan budaya organisasi dalam melakukan transformasi layanan. Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Media sosial digunakan sebagai sarana layanan informatif dan promosi bagi perusahaan yang sangat efektif dalam menjalin komunikasi antara perusahaan terhadap masyarakat. Kontinuitas atau keberjanjutan hubungan antara kedua pihak menjadi hasil nyata dalam penerapan inovasi ini. Transformasi layanan yang dilakukan oleh Owabong memberikan semangat perubahan yang positif dalam perkembangan organisasi pemerintahan yang lainnya.
Owabong as government enterprises are engaged in the field of nature tourism services have contributed greatly to the economic development Purbalingga . Competition requires Owabong effort to innovate in the field of services aimed at increasing the number of visitors and result in increased revenue . The work done is by doing iovasi performance through technology and communication as a means efiseinsi efektvitas service.
This study aims to analyze mendescripsikan and innovations that have been made in optimizing unit of government organizations and public services to optimize revenue . Utilization of social media , especially information technology as a breakthrough in transforming the organizational culture of service. The use traditional qualitative research approach . Research data collection using in-depth interviews , observation , and documentation.
Social media is used as a means of informative and promotional services for companies that are highly effective in establishing communication between the corporate community. Continuity or keberjanjutan relationship between the two parties into tangible results in the application of this innovation . Transformation services performed by Owabong encourage positive change in the development of other government organizations .