Artikel Ilmiah : P2AA11015 a.n. FAHRI ALI, S.P
| NIM | P2AA11015 |
|---|---|
| Namamhs | FAHRI ALI, S.P |
| Judul Artikel | KAJIAN KERONTOKAN BUNGA DAN POLONG BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA PEMBERIAN URIN SAPI DAN KAMBING |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Permasalahan yang sering dijumpai pada tanaman kedelai adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan polong. Kerontokan bunga dan polong dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tingginya kandungan etilen dan rendahnya kandungan auksin dan GA. Urin sapi banyak mengandung hormon auksin, sedangkan urin kambing banyak mengandung GA. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk : (1) mengetahui keragaman tingkat kerontokan bunga dan polong beberapa varietas kedelai; (2) mengetahui pengaruh pemberian urin sapi maupun kambing terhadap tingkat kerontokan bunga dan polong serta hasil beberapa varietas kedelai; (3) mengetahui pengaruh interaksi antara varietas dengan pemberian urin terhadap tingkat kerontokan bunga dan polong serta hasil. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, dengan ketinggian tempat 240 m dpl. Waktu penelitian dimulai bulan November 2012 sampai Pebruari 2013. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 3 x 5 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas kedelai dan pemberian urin. Varietas kedelai terdiri dari : Panderman, Burangrang dan Anjasmoro. Pemberian urin terdiri dari : tanpa pemberian urin (K0), pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l, pemberian urin sapi konsentrasi 60 ml/l, pemberian urin kambing konsentrasi 30 ml/l dan pemberian urin kambing konsentrasi 60 ml/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kerontokan bunga dan polong diantara varietas kedelai yang dicoba. Pemberian urin berpengaruh terhadap jumlah bunga rontok dan persentase bunga rontok. Persentase bunga rontok pada varietas Panderman dapat dikurangi dengan pemberian urin sapi maupun kambing, sedangkan pada varietas Burangrang dapat dikurangi hanya dengan pemberian urin sapi. Pada varietas Anjasmoro pemberian urin baik sapi maupun kambing tidak dapat mengurangi persentase bunga rontok. Penurunan persentase bunga rontok tertinggi pada varietas Panderman dan Burangrang diperoleh dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l yaitu masing-masing sebesar 7,90% dan 6,24%. Bobot biji per hektar pada varietas Panderman dapat meningkat hanya dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l. Pada varietas Burangrang dapat meningkat dengan pemberian urin sapi baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. Pada varietas Anjasmoro dapat meningkat dengan pemberian urin kambing baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Problems are often found in soybean plants is the high level of flower and pods abscission. Flower and pods abscission can be caused by various factors such as high concentration of ethylene and low auxin and GA. Cow urine contains a lot of auxin, while goat urine a lot of GA. The aims of the research was to study effect of urine application on flower and pods abscission of soybean varieties. The experiment arranged using Randomized Completelly Block Design, consist of 2 factors, first factor was soybean varieties : Panderman, Burangrang and Anjasmoro. Second factor was urine application : without urine, concentration of cow urine (30 and 60 ml/l), concentration of goat urine (30 and 60 ml/l). Data were analyzed with F test, and were continuid with DMRT test at 5 percent when significant. Results showed that urine application effected on the number and percentage of flower abscission. The percentage of flower abscission on Panderman variety decreased with cow or goat urine application, while on Burangrang variety, just cow urine application decreased the percentage of flower abscission. On Anjasmoro variety, cow or goat urine application not decreased the percentage of flower abscission. The highest decreased of the percentage flower abscission on Panderman and Burangrang varieties were cow urine application with concentration of 30 ml/l, each were 7.90% and 6.24%. |
| Kata kunci | Bunga rontok, polong rontok, urin sapi dan urin kambing |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Sakhidin, M.P |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Darjanto, SU |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |