Artikelilmiahs
Menampilkan 1.001-1.020 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1001 | 6980 | C1B008040 | PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO | Manusia selalu melakukan proses belajar dalam kehidupan. Tercapai atau tidaknya tujuan dari belajarnya salah satunya dilihat dari prestasi belajarnya. Prestasi belajar dipengaruhi oleh motivasi dan kecerdasan. Kecerdasan yang memberikan pengaruh dominan diantaranya kecerdasan spiritual dan emosional. Dalam penelitian ini dipaparkan pengaruh kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Untuk mengumpulkan data, pengambilan sampel menggunaan metode nonprobability sampling pada mahasiswa yang berjumlah 120 responden. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, serta motivasi belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar. | People always in the learning process in their whole life. Whether or not the objectives of it have been accomplished can be seen from, for example, their learning achievement. learning achievement was affected by motivation and intelligence. Intelligence that gave dominant influence were spiritual and emotional intelligence. The objectives of this research were to determine the influence of spiritual and emotional intelligence to the learning motivation and learning achievement of college students. To collect data, this research used nonprobability sampling towards 120 college students. The data were analyzed using Structural Equation Modelling (SEM). The results of this research indicated that spiritual and emotional intelligence had a significant influence to learning motivation and learning achievement and that learning motivation had a significant influence to learning achievement. | |
| 1002 | 6985 | B1J009197 | Evaluasi Tahapan Sel Spermatogenik Ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.) yang Diisolasi dengan Metode Gradien Sentrifugasi Sukrosa pada Kecepatan dan Durasi Berbeda | Spermatogenesis merupakan proses pembentukan spermatozoa dengan melibatkan beberapa tahapan sel spermatogenik. Keberhasilan spermatogenesis memiliki peran yang sangat penting dalam reproduksi ikan nilem jantan untuk menghasilkan gamet jantan yang berkualitas. Pendekatan secara in vitro (kultur sel) dalam evaluasi sel spermatogenik ikan dirasa lebih efisien karena jumlah ikan yang digunakan lebih sedikit dibanding pendekatan secara in vivo. Sel spermatogenik ikan dapat diperoleh dengan cara mengisolasi sel tersebut dari testis menggunakan metode gradien sentrifugasi sukrosa. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor, yaitu kecepatan [K1 (300xg), K2 (350xg), K3 (400xg), K4 (450xg)] dan durasi sentrifugasi [W1 (5 menit), W2 (10 menit), W3 (15 menit)] sehingga terdapat 12 kombinasi perlakukan masing-masing dengan 5 ulangan. Kombinasi perlakuan yang dicobakan meliputi K1W1, K1W2, K1W3, K2W1, K2W2, K2W3, K3W1, K3W2, K3W3, K4W1, K4W2, K4W3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode isolasi gradien sentrifugasi sukrosa pada kecepatan dan durasi berbeda dapat memisahkan sel-sel spermatogenik dengan masing-masing karakteristik sel berbeda dan dapat dikelompokkan menjadi spermatogonia, spermatosit, spermatid dan spermatozoa. Perbedaan kombinasi perlakuan berpengaruh (p<0.05) terhadap proporsi spermatogonia dan spermatozoa namun tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap proporsi spermatosit, dan spermatid. Adapun posisi interfase berpengaruh (p<0,05) terhadap proporsi semua sel. Kombinasi kecepatan, durasi sentrifugasi dan posisi interfase juga berpengaruh (p<0,05) terhadap kepadatan dan viabilitas sel. Sel spermatogenik dengan proporsi sel dan viabilitas yang tinggi dalam penelitian ini berhasil diisolasi dengan kecepatan 350xg selama 15 menit pada interfase 1 (spermatogonia), 350xg selama 15 menit pada interfase 2 (spermatosit), 300xg selama 15 menit pada interfase 4 (spermatid) dan 350xg selama 15 menit pada interfase 3 (spermatozoa). | Spermatogenesis is the process of producing spermatozoa through several developmental stages. A successful spermatogenesis plays a very important role in fish reproduction. In vitro studies to understand spermatogenesis in fish become more favourable since these could reduce the usage of fish in research. In doing so, the spermatogenic cells need to be isolated using a particular method such as sucrose gradient centrifugation. This study has been conducted experimentally applying factorial completely randomized design. The first factor was speed of centrifugation consisted of [K1 (300xg) , K2 (350xg) , K3 (400xg) , K4 (450xg)] and the second factor was centrifugation time consisted of [W1 (5 minutes), W2 (10 minutes), W3 (15 minutes)]. There were 12 treatment combinations (K1W1 , K1W2 , K1W3 , K2W1 , K2W2 , K2W3 , K3W1 , K3W2 , K3W3 , K4W1 , K4W2 , K4W3) with 5 replicates. The results showed that the tested speed and centrifugation time could be used to isolate different type of spermatogenic cells. The spermatogonia could be collected from interphase 1 by centrifugation at 350xg for 15 minutes, spermatocytes could be collected from interphase 2 by centrifugation at 350xg for 15 minutes, spermatids could be collected from interphase 4 by centrifugation at 300xg for 15 minutes and spermatozoa could be collected from interphase 3 by centrifugation at 350xg for 15 minutes. | |
| 1003 | 6998 | B1J009035 | INTENSITAS, KELIMPAHAN, DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V.) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA POLIKULTUR DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.), adalah salah satu ikan air tawar yang dibudidayakan di wilayah Banyumas. Keberhasilan dalam budidaya polikultur salah satunya dipengaruhi oleh infeksi ektoparasit. Infeksi ektoparasit dalam jumlah besar dapat menimbulkan infeksi sekunder pada ikan nilem. Hal tersebut dapat mengurangi produksi dan nilai jual ikan nilem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas, kelimpahan, dan prevalensi ektoparasit pada ikan nilem yang dibudidayakan secara polikultur. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan penentuan lokasi sampling secara purposive sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dari kolam pemeliharaan sistem polikultur dan diulang sebanyak 4 kali. Pengambilan sampel dilakukan dalam selang waktu setiap satu minggu. Total sampel dari 4 kali sampling adalah 5 % dari populasi ikan nilem dari kolam budidaya sistem polikultur. Pemeriksaan dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi dengan membuat preparat rentang dari sirip punggung, sirip ekor, sirip anal, sirip abdomen, sirip dada, operkulum, sisik, dan insang. Parameter yang diukur meliputi jenis dan jumlah ektoparasit yang ditemukan pada ikan nilem, serta jumlah ikan nilem yang terinfeksi. Variabel yang diamati adalah intensitas, kelimpahan, dan prevalensi ektoparasit. Hasil penelitian ditemukan lima jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., Epystylis sp., Ichthyophthirius sp., Oodinium sp., dan Dactylogyrus sp. Intensitas dan kelimpahan, dan prevalensi tertinggi ditemukan pada Trichodina sp. masing-masing yaitu 5.00 ind/ekor, 2.66 dan 13%.. | Silver Sherkminow fish (Osteochilus hasselti C.V.) is one of freshwater fish wich is commonly cultivated in Banyumas. The sucsses of polyculture is influenced by ectoparasites infection. High quantities infections of ectoparasite will make sekunder infection. This case can be reduced production and selling value of silver sherkminow fish. The porpose of this study is to determine the intensity, prevalence, and abundance of ectoparasites on silver sherkminow fish that cultivated in polyculture system. The method research is survey method with determination of the sampling location by purposive sampling. Sampling technique is using random technique that maintenance repeated 4 times from polyculture system pond. Sampling was done with one week interval. Total sample of 4 times sampling is 5 % of silver sherkminow fish population in polyculture system pond. Examination and identification was done at Laboratory of Entomology and Parasitology Faculty of Biology by making range preparations from dorsal fin, tail fin, anal fin, abdominal fin, pectoral fin, operculum, scales, and gills. Parameters measured are include type and number of ectoparasites, and number of infected fish. Variable that observed are intensity, prevalence, and abundance of ectoparasites. This research was founding five types of ectoparasites, there are Trichodina sp., Epystylis sp., Ichthyophthirius sp., Oodinium sp., and Dactylogyrus sp.. The highest intensity and abundance is Trichodina sp. with 5.00 ind/fish, and 2.66 of abundance. Than the highest prevalence also found on fish that infected by Trichodina sp. with 13% of prevalence. | |
| 1004 | 6999 | P2CA11034 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI PADA SELURUH PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2007 - 2010 | Salah satunya tujuan dari usaha pembangunan ekonomi yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Meskipun bukan suatu indikator yang sempurna, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dijadikan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi karena dipandang lebih mencerminkan laju pertumbuhan output pada provinsi di seluruh Indonesia tentunya tidak lepas dari peranan investasi pemerintah (belanja modal), investasi swasta (PMDN dan PMA) maupun kredit perbankan (Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi) yang ditanamkan di wilayah tersebut, serta tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) untuk menggerakkan perekonomian melalui peningkatan produksi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal, PMDN, PMA, Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan tingkatpartisipasi angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi pada seluruh provinsi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data panel dengan cross section seluruh provinsi di Indonesia dan data time series kurun waktu tahun 2007-2010. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi linear berganda dengan metode kuadrat terkecil sederhana atau Ordinary Least Squares (OLS). Dari hasil regresi didapatkan hasil bahwa variabel Belanja Modal, PMA dan Kredit Investasi terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel-variabel PMDN, Kredit Modal Kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada seluruh provinsi di Indonesia. | One ofthe goalofeconomic developmenteffortswhichcreatehigh economicgrowth. Althoughnotaperfectindicator, the rate ofgrowth ofGross DomesticProduct(GDP) is an indicator ofeconomicgrowthbecause itis consideredmore reflective ofthe rate ofgrowth ofoutputinprovinces throughoutIndonesia certainlycan notbeseparatedfromthe role ofgovernmentinvestment(capital expenditure), private investment(domestic and FDI) andbank credit(working Capital Loan andInvestment Loan) areinvestedin the region, as well as thelabor force participation rate(LFPR) todrive the economythrough increasedproductionof goodsandservices. This study aimedto analyzetheirnfluence ofcapital expenditure, domesticinvestment, FDI, Working Capital Loan, Investment Loanandthelabor force participation rateof economicgrowthinall provinceInIndonesia. The data usedis thecross sectionpanel datawithall provincesinIndonesiaand thetime series dataover theyears2007-2010. The analytical method usedwasmultiple linearregression modelwitha simpleleast squaresmethodor theOrdinary LeastSquares(OLS). From theregression resultsshowed thatthe variableCapital Expenditure, ForeignInvestmentandLoansproven effecton economic growth, whiledomesticvariables, Working Capital Loanand thelabor force participation ratehas no effect oneconomicgrowthinall provincesinIndonesia. | |
| 1005 | 7000 | P2FB09036 | KUALITAS PELAYANAN PADA PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) KARTIKA KABUPATEN KEBUMEN | Persoalan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak, merupakan fenomena gunung es yang hanya kelihatan puncaknya sedikit tetapi faktanya dilapangan yang jauh lebih besar. Sejak tahun 2006 hingga 2011 tindak kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di Kabupaten Kebumen mengalami peningkatan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen membentuk Tim Pengelola Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KARTIKA yang memiliki tugas: (1) mengkoordinasikan pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan anak serta penanganan korban kekerasan berbasis gender dan anak, (2) Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak serta perkembangan penanganan korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Kebumen, (3) Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati. Namun demikian diduga masih banyak kasus yang belum terungkap karena korban tidak berani mengadukan kasus yang menimpanya karena tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KARTIKA bagi korban kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di Kabupaten Kebumen. Untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi, penelitian ini menggunakan teori kualitas pelayanan (Servqual) yang terdiri dari lima dimensi pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan tipe penelitian ini diupayakan untuk memberi gambaran mengenai kualitas pelayanan pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kartika Kabupaten Kebumen secara terperinci. Pihak yang menjadi informan utama adalah masyarakat korban kekerasan, sedangkan untuk menjamin keabsahan data, yang menjadi informan tambahan antara lain: jajaran petugas P2TP2A Kartika, dan kelembagaan yang memiliki keterkaitan dengan P2TP2A Kartika. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisa data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2TP2A KARTIKA sebagai lembaga yang berbasis masyarakat sebagai lembaga perlindungan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, telah memenuhi standar pelayanan minimal yang diukur dengan lima aspek pelayanan yang meliputi aspek, reliability, responsivenes, assurance, emphaty dan tangible sesuai dengan komitmen untuk mencapai tujuan untuk mencegah dan menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak secara preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif. Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pelayanan P2TP2A KARTIKA, diantaranya adalah adanya kebijakan penempatan SDM oleh pemerintah daerah yang kurang mendukung kapasitas P2TP2A KARTIKA dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan kendala dalam penuntasan masalah adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum yang menyebabkan hilangnya barang bukti serta menghadapi pelaku yang sudah ahli sehingga sulit menjerat pelaku tindak kekerasan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam upaya mengembangkan kualitas pelayanan dan kapasitas P2TP2A KARTIKA melalui kegiatan pelatihan teknis dan penguatan kapasitas P2TP2A KARTIKA yang dimaksudkan guna memantapkan program yang mengarah pada kemandirian P2TP2A yang pada akhirnya mampu berperan lebih optimal di masyarakat seperti P2TP2A harus memiliki SOP, yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan. | The research aims to examine quality of service conducted by P2TP2A Kartika for violence victims in Kebumen. To find out the problem happened, this research using theory of service quality Consisting five dimension there are reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. This research use qualitative approach. With this type of research was carried out to give an idea of the quality of service at the Integrated Service Center for Empowerment of Women and Children (P2TP2A) Kartika Kebumen in detail. Parties became key informants are the victims of violence, while to ensure the validity of the data, which is an additional informant among others: Kartika P2TP2A officer ranks, and institutions that are associated with P2TP2A Kartika. Data collected through interviews, documentation and observation. The data analysis is using interactive model analysis. The results showed that P2TP2A Kartika as community-based organizations generally, women's empowerment and child protection, in compliance with the five aspects of services that consisting, reliability, responsivenesss, assurance, empathy and tangible in accordance with the commitment to achieve the goal to prevent and eliminate violence against women and children, preventive, curative, and rehabilitative. Constraints faced in the provision of services to the Office P2TP2A Kartika, among others, the staffing policies that lack sufficient capacity to provide services to the community. While the obstacles in the completion of the case is the lack of public understanding of the law that led to the loss of evidence and expert agents who are already facing so difficult to ensnare the perpetrators of violence. The efforts to develop the quality of service and capacity were through technical training and capacity building P2TP2A Kartika. Intended gather to program which direct to autonomous of P2TP2A finally able to play role more optimal in society e.g P2TP2A should have operating standard procedure appropriate with minimum standard of service those set in. | |
| 1006 | 7001 | B1J009120 | Kadar Kolesterol Total dan Low Density Lipoprotein (LDL) Tikus Diabetes Melitus yang diberi Ekstrak Batang Kapulaga (Amomum cardamomum) | Penderita Diabetes Melitus (DM) biasanya memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darahnya (hiperkolesterolemia). Kolesterol tinggi, terutama kadar Low Density Lipoprotein (LDL) memiliki korelasi dengan aterosklerosis dan dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Batang kapulaga dilaporkan mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C. Namun belum diketahui pengaruhnya terhadap kadar kolesterol dan LDL. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui kadar kolesterol total dan kadar LDL tikus sprague dawley diabetes melitus setelah diberi ekstrak batang kapulaga (EBK). Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan tikus putih betina galur sprague dawley sebanyak 12 ekor, dengan BB rata – rata 184 gr, umur 3 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan. Perlakuan I tikus diberi pellet dan EBK 100 mg/kg BB, dan perlakuan 2 tikus diberi pellet tanpa EBK (kontrol). Perlakuan tersebut dilakukan sebanyak enam kali ulangan. Perlakuan diberikan selama 14 hari secara berturut – turut. Kadar kolesterol dan LDL tikus diukur pada hari ke 0, 7 dan 14. Berdasarkan hasil uji terjadi penurunan kadar kolesterol total baik pada perlakuan EBK dari 112,5 mg/dl menjadi 61 mg/dl ataupun pada tikus kontrol dari 120,33 mg/dl menjadi 61,5 mg/dl (P > 0.05). Hasil pengukuran LDL juga mengalami penurunan baik pada perlakuan EBK dari 44,42 mg/dl menjadi 5,2 mg/dl ataupun pada tikus kontrol dari 43,9 mg/dl menjadi 9,48 mg/dl (P > 0.05). Hasil tersebut menunjukan bahwa EBK dosis 100 ml/kg BB tidak mempengaruhi kadar kolesterol total dan LDL | The patients of Diabetes Mellitus (DM) usually have high cholesterol levels in their blood (hypercholesterolemia). High cholesterol, especially the LDL level has a correlation with atherosclerosis, which can lead to coronary heart disease. Cardamom stem extract (CSE) is reported to contain flavonoid compound and vitamin C. However, it has not been known yet of its effect on cholesterol levels and Low Density Lipoprotein (LDL). The research would be carried out had aims to find out the level of total cholesterol and LDL levels of diabetes mellitus sprague dawley rat after given cardamom stem extract (CSE). The method was conducted by Experimental method that using white female sprague dawley furrow rat as much as 12, by weight average about 184gr, aged 3 months. The experimental design used Complete Random Designed (CRD) by 2 treatments. The treatment 1 a rat was given pellet and CSE 100 mg/kg body mass, and treatment 2 a rat was fed pellet without CSE as a control. The treatment was carried out as many as six repetitions. The treatment was given for 14 days successively. Then it had been measured the cholesterol levels and LDL of mice on day 0, 7 and 14. Based on the test, it occurred the cholesterol levels decline either on treatment CSE from 112,5 mg/dl be 61 mg/dl or control from 120,33 mg/dl be 61,5 mg/dl (P>0,05). The measurement result of LDL also get decline either on treatment CSE from 44,42 mg/dl be 5.2 mg/dl or control from 43,9 mg/dl be 9,48 mg/dl (P>0,05). The result shows that CSE doses 100 mg/kg body mass not influence total cholesterol levels and LDL. | |
| 1007 | 7002 | H1L009009 | RANCANG BANGUN APLIKASI ACCOUNTING BERBASIS WEB MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK | Akuntansi sangatlah penting dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan besar yang membutuhkan akuntan untuk mengelola transaksi keuangannya. Sistem informasi akuntansi dapat dilakukan secara manual dan terkomputerisasi. Kelemahan utama pada proses manual disebabkan karena adanya faktor human error. Banyak dari perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan aplikasi akuntansi. Namun, banyak dari perusahaan tersebut menggunakan aplikasi akuntansi yang berbasis desktop. Oleh karena itu penulis ingin merancang dan membangun sebuah Aplikasi Accounting Berbasis Web Menggunakan Yii Framework yang berfungsi untuk mempermudah proses transaksi keuangan seperti jurnal, neraca saldo, general ledger, laporan profit loss, dan laporan neraca. Pembuatan aplikasi tersebut menggunakan beberapa metode diantaranya studi pustaka dan studi literatur. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Setelah melalui proses pengujian aplikasi, didapat hasil dimana aplikasi accounting ini dapat digunakan oleh suatu perusahaan sebagai alat pencatatan transaksi keuangan. | Accounting is very important in the business world. Many big companies need accountants to manage their financial transactions. Accounting information system can be done manually and computerized. The main weakness in the manual process is human error. A lot of companies in Indonesia have used accounting applications. However, many of these companies use desktop-based accounting application. Therefore, the author wants to design and build a Web-Based Accounting Applications Using Yii Framework which can facilitate the processing of financial transactions such as journals, trial balance, general ledger, profit loss statements, and balance sheets.The application is made using several methods including literature and study of literature. The system development method is using the waterfall method. This application’s testing is done by localhost to test every function of this application can run properly and produce the appropriate output. After the application testing, the results that can be obtained is the accounting application can be used by the companies as a tools to record financial transactions. | |
| 1008 | 7036 | H1D007092 | PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH PEMBAKARAN BATUBARA (BOTTOM ASH) DENGAN AGREGAT HALUS PASIR SUNGAI KLAWING TERHADAP KUAT TEKAN BATAKO | Bertambahnya penduduk berkorelasi positif dengan bertambahnya kebutuhan pemukiman. Kebutuhan batako sebagai salah satu bahan dalam pembangunan pemukiman menuntut untuk mencari alternatif sebagai bahan dasar pembuatan batako. Kekuatan, keawetan dan sifat batako tergantung pada sifat-sifat bahan-bahan dasarnya, nilai perbandingan bahan-bahannya, cara pengadukan, cara pengerjaan selama penuangan adukan, cara pemadatan, dan cara perawatan selama proses pengerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi agregat bottom ash dan agregat halus sebagai bahan pembuat batako pejal terhadap kuat tekan batako, besar persentase kadar penyerapan air dari batako yang dihasilkan serta untuk mengetahui tingkatan mutu batako, mengacu pada SNI 03-0349-1989. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Benda uji penelitian ini menggunakan bahan campuran bottom ash 10%, 20%, 30%,40%, 50% dan 60% dari agregat penyusun batako serta 0% bottom ash sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan batako pejal dipengaruhi oleh persentase substitusi bottom ash dalam bahan penyusun batako. Nilai persentase penyerapan air meningkat sebanding dengan besar substitusi bottom ash. Hal tersebut disebabkan karena semakin banyak bottom ash maka semakin besar rongga-rongga udara dalam batako sehingga air akan lolos. Hasil pengujian kuat tekan batako dengan substitusi bottom ash sebesar 10%, 20%, 40%, 50%, dan 60% masih termasuk dalam mutu yang disyaratkan dalam SNI 03-0349-1989. Kuat tekan batako dan penyerapan air dengan perbandingan agregat dan semen sebesar 7 : 1 untuk substitusi bottom ash sebaiknya menggunakan bottom ash yang lolos ayakan lebih kecil dari 5 mm. | The more have positive infuence with more need housing The need of concrete block is one of material for make housing suc to look for alternative as the basic material in concrete block production. The strong preservation, and the characteristic of concrete brick depend on the characteristic, the value comparison, the way of mixing, and the production process of its basic material, the compaction way, and the treatment of its basic materials. The goal of this research is tto know the influence substitution bottom ash and smooth as the material of masive concrete block for strong presure concrete block, the big percent content reserve water from concrete block which is product wich for to know level quality of concrete block,rever on SNI 03-0349-1989. This recearce is the expenriment recearch. The experiment objest of this recearch use mix material bottom ash 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. From concrete block with 0% bottom ash as equivalent. The result of recearch show that strong presure concrete block influenced by substitution bottom ash on the material of concrete block. The presentation of value absorb water step up level as with the big of substitute bottom ash. That watter caused by increasingly more bottom ash., so the big more space pf air on concrete block until the water will slip off. The result of experiment strong presure concrete block with substitution bottom ash as big as 10%, 20%, 40%, 50%, and 60%, still on quality which is reavisite on SNI 03-0349-1989. The strrong presure concrete brick and cement as big as 7 : 1 for substitute bottom ash better use bottom ash which slip of sifter more small from 5 mm.. | |
| 1009 | 7003 | C1H008070 | ANALISA KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCE SCORECARD STUDI KASUS PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG CIBUBUR | ABSTRAK Penelitian ini merupaka studi kasus dengan judul “ Analisis Kinerja Perusahaan dengan Konsep Balanced Scorecard studi kasus pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Cibubur. Dewasa ini, disadari bahwa pengukuran kinerja yang hanya berfokus pada aspek keuangan saja untuk mengukur kinerja eksekutif tidak lagi memadai. Pengukuran kinerja dengan sistem ini menyebabkan orientasi perusahaan hanya pada keuntungan jangka pendek dan cenderung mengabaikan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dikembangkan suatu konsep pengukuran kinerja perusahaan yang cukup komprehensif yaitu Balanced Scorecard, yang terdiri dari empat perspektif yang meliputi perspektif keuangan, konsumen, proses internal bisnis, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengukuran kinerja PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Cibubur dengan konsep Balanced Scorecard. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode analisis yaitu mengetahui visi dan misi perusahaan, penetapan target dari masing-masing perspektif, serta pengukuran kinerja dari masing-masing perspektif. Untuk mendukung penelitian ini, peneliti menyebarkan kuisioner kepada nasabah dan karyawan. Polulasinya adalah seluruh nasabah dan karyawan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Cibubur, sedangkan sampel yang diambil masingmasing adalah 100 responden untuk nasabah dan 20 responden untuk karyawan. Kuisioner digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen dan karyawan. Hasil kuisioner tersebut juga telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil analisis pengukuran kinerja pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Cibubur dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard dapat disimpulkan bahwa dari keempat perspektif yang dianalisis ada beberapa kinerja yang belum baik atau belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perusahaan diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerjanya dengan menyeimbangkan antara kinerja dari aspek keuangan dan non keuangan guna mewujudkan misi dan visinya. | ABSTRACT The Reasearch are qualitative descriptive at PT. Bank Tabungan Negara branch of Cibubur. The method that use for this analisys are to understand the target for each perspective. For this research the reasearcher gives some quotioner to employment and for costumer. the analysis of performance measurements of PT. Bank Tabungan Negara branch of Cibubur that use balance score card method, can be conclusion that not all of four are good. because there are some perspective can't achieve the target. the company needs to develope their performance by equalize the finance aspect and non finance aspect in order to achieve the mission and visionof PT. Bank Tabungan Negara branch Cibubur. | |
| 1010 | 7006 | P2EA11009 | PENGATURAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) TERHADAP PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (Studi di Kabupaten Cilacap, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan) | Suatu perusahaan bukanlah bagian yang terpisah dari sebuah masyarakat dan lingkungan dimana dia berada, tetapi perusahaan merupakan bagian integral yang hanya dapat eksis jika memiliki legitimasi sosial yang kuat. Oleh karena itu setiap perusahaan wajib menjalankan tanggung jawab perusahaan terhadap sosial dan lingkungan hidup di sekitar area kegiatan, seperti yang telah ditentukan dalam Undang-Undang BUMN, Undang-Undang Penanaman Modal, Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan di tentukan pula dalam Pasal 68 huruf b Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa, “Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social resposibility/ CSR) terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Cilacap, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian disajikan dalam uraian yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode kualitatif. Pengaturan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social resposibility/ CSR) terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Cilacap, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan produk hukum yang dijadikan dasar hukum untuk mengatur tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social resposibility). Seperti di Kabupaten Cilacap dasar hukum pembentukan forum Corporate Social Resposibility dalam bentuk Surat Keputusan Bupati Cilacap Nomor 660.1/125/30/tahun2012, di Kota Cirebon pengaturan CSR ditentukan dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 14 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) di Kota Cirebon, dan di Kabupaten Kuningan diatur didalam Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 3 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengaturan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social resposibility/ CSR) terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup baik yang berbentuk Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati secara substansi memiliki kesamaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu didalam ketentuan Pasal 1 angka (6), ketentuan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 68 huruf b. | A corporation is not a separate part of a society and the environment in which it is located , but the company is an integral part that can only exist if it has a strong social legitimacy. Therefore, each company must execute the corporate social responsibility and environmental activities in the surrounding area, as defined in BUMN Act, the Investment Act, Limited Liability Company Act, and also specified in Article 68 letter b Act No. 32 of 2009 on the Protection and Management of the Environment that , " Any person engaged in the business and / or activity must maintain the sustainability of the environment". This study aims to identify and analyze the regulation of corporate social responsibility towards environment conservation by Act No. 32 of 2009 on the Protection and Environmental Management in Cilacap Regency, Cirebon City and Kuningan Regency. The research method used is normative. The results are presented in the description that systematically compiled and analyzed with qualitative methods. Arrangement corporate social responsibility towards environment conservation based on Law Number 32 Year 2009 on the Protection and Environmental Management in Cilacap , Cirebon and Kuningan district , it can be concluded that there are differences in laws that made products legal basis to regulate corporate social responsibility. As Cilacap regency legal basis of a forum in the form of corporate social resposibility is Cilacap’s Regent Decree No. 660.1/125/30/tahun2012; in Cirebon, CSR regulates specified in Cirebon’s Regional Regulation No. 14 of 2012 Cirebon on Implementation of Corporate Social Responsibility and Corporate Environment in Cirebon; Kuningan regency in Kuningan’s Regency Regulation No. 3 of 2012 on Corporate Social Responsibility. Based on the discussion, it can be concluded that the regulation of corporate social responsibility towards environment conservation both in the form of local regulation or decree has similarities substantially in accordance with Act No. 32 of 2009 on the Protection and Management of the Environment is within the provisions of Article 1 ( 6 ) , the provisions of Article 2 , Article 3 , and Article 68 letter b . | |
| 1011 | 6689 | G1B009092 | Evaluasi kinerja bidan dalam penanganan komplikais neonatal di wilayah kerja puskesmas II baturraden kabapaten banyumas tahun 2011-2012 | Data cakupan penanganan komplikasi neonatal di Puskesmas II Baturraden adalah 49,27%. Angka ini masih jauh dibawah target SPM tahun 2010 yaitu 80%. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, dikarenakan cakupan penanganan komplikasi neonatal merupakan salah satu indikator keberhasilan program KIA. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi angka cakupan penanganan komplikasi neonatal yaitu kinerja bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja bidan desa dalam upaya pencapaian cakupan penanganan komplikasi neonatal di Puskesmas II Baturraden Kabupaten Banyumas tahun 2011-2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 6 bidan desa yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas II Baturraden, dengan informan pendukung yaitu kepala puskesmas, bidan koordinator, petugas KIA puskesmas, dan petugas Jampersal Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data yaitu membandingkan hasil wawancara bidan desa dengan informan pendukung. Hasil wawancara menunjukan gambaran kinerja bidan desa dalam penanganan komplikasi neonatal sudah baik. Beberapa informan menyatakan telah melakukan penanganan komplikasi neonatal dan rujukan sesuai dengan standar pelayanan neonatal. Masih rendahnya angka cakupan penanganan komplikasi neonatal disebabkan karena sistem pelaporan dari tempat rujukan yang belum optimal. Dari hasil temuan dilapangan, terdapat beberapa faktor psikologi yang berkaitan dengan kinerja bidan desa yaitu variabel motivasi imbalan dan motivasi kebijakan tempat persalinan. Sedangkan faktor individu (kemampuan bidan) dan organisasi (peran pimpinan, imbalan) tidak berkaitan dengan kinerja bidan. Berdasarkan hasil penelitian ini, hendaknya puskesmas dapat mengoptimalkan manajemen pelaporan tindakan penanganan komplikasi dari tempat rujukan. | Data of neonatal complications handling coverage in community health center of Baturraden II is 49,27%. This number still far below the target of Minimum Services Standar in 2010 80%. This situation needs to be considered as a priority, since this coverage is one of indicators of MCH program effectiveness. Midwifes’ performance is identified as a factor related to it.This study aims to describe the performance of midwife’s achieving neonatal of complications handling coverage in community health center Baturraden II Banyumas distric, year 2011-2012. The subjects of this study consisted of 6 village midwife to served in the community health center Baturraden II and supporting informants are head of community health center, midwife coordinator, staff MCH in community health centers, and staff Jampersal in Banyumas Distric Board of health. Data analysis in this research are: data reduction, data presentation and conclusion drawing. Data validation is done by the data triangulation technique which compares the information from the subject to the answer from the supporting informant. The results of the interview shows a picture of the performance of midwife’s in already excellent neonatal of complications handling. Some informants claimed to have done the handling neonatal of complications and referral in accordance with the standards of neonatal care. The low numbers of neonatal complications handling coverage because the reporting system from the place of reference that is not optimal. This research also found that there are some psychological factors related to midwifes’ performance. Those are motivation of benefits and policy of childbirth place. While individual factors (ability midwives) and the organization (leadership roles, benefits) are not related to the midwife performance. Based on these results, it is needed to optimize the community health centers management reporting complications from the treatment measures the place referral. | |
| 1012 | 6946 | H1C009039 | PERBANDINGAN HASIL DETEKSI TEPI UTERUS TERHADAP MODIFIKASI KECERAHAN DAN KONTRAS PADA CITRA ULTRASONOGRAFI | Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu hasil dari adanya perkembangan teknologi. Dalam bidang medis ultrasonogafi dapat digunakan sebagai diagnostik berbasis teknik pencitraan medis untuk memvisualisasikan otot, tendon, dan organ, maupun anatomi tubuh perkembangan janin dalam rahim seorang ibu hamil. Citra yang dihasilkan oleh USG, khususnya citra USG 2 dimensi belum sepenuhnya dapat memberikan informasi secara tepat. Agar dapat mendapatkan informasi secara tepat kualitas citra hasil USG dapat ditingkatkan menggunakan teknik pengolahan citra digital. Salah satu teknik pengolahan citra yang dapat digunakan yaitu dengan memodifikasi kecerahan dan kontras. Deteksi tepi merupakan metode pengolahan citra yang digunakan untuk mendeteksi bentuk tepi suatu objek. Dengan menerapkan metode deteksi tepi terhadap citra USG yang telah memiliki kualitas citra yang baik diharapkan mampu memperoleh bentuk rahim yang baik.Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu hasil dari adanya perkembangan teknologi. Dalam bidang medis ultrasonogafi dapat digunakan sebagai diagnostik berbasis teknik pencitraan medis untuk memvisualisasikan otot, tendon, dan organ, maupun anatomi tubuh perkembangan janin dalam rahim seorang ibu hamil. Citra yang dihasilkan oleh USG, khususnya citra USG 2 dimensi belum sepenuhnya dapat memberikan informasi secara tepat. Agar dapat mendapatkan informasi secara tepat kualitas citra hasil USG dapat ditingkatkan menggunakan teknik pengolahan citra digital. Salah satu teknik pengolahan citra yang dapat digunakan yaitu dengan memodifikasi kecerahan dan kontras. Deteksi tepi merupakan metode pengolahan citra yang digunakan untuk mendeteksi bentuk tepi suatu objek. Dengan menerapkan metode deteksi tepi terhadap citra USG yang telah memiliki kualitas citra yang baik diharapkan mampu memperoleh bentuk rahim yang baik. | Ultrasonography ( USG ) is one of the results of the development of technology. In medical field, ultrasonography can be used as a diagnostic based on medical imaging technique to visualize muscles, tendons, and organs, and anatomy of fetal development in the womb of a pregnant woman. The image visualized by USG, in particular two dimensional USG image, cannot fully provide the precise information. In order to obtain precise information, the quality of USG image can be improved by applying digital image processing technique. One of the image processing techniques which can be used is brightness and contrast modifications. Edge detection is an image processing method used to detect the edges of an object’s shape. The application of this edge detection method for USG image is expected to visualize a more precise shape of the uterus. | |
| 1013 | 6995 | B1J009128 | EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KAPULAGA (Amomum cardamomum) TERHADAP AKTIVITAS KATALASE TIKUS DIABETES | Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan ketiadaan insulin absolut terhadap insulin. Keadaan ini membuat jumlah penderita DM di Indonesia meningkat. Salah satu pencetus DM adalah banyaknya radikal bebas. Substansi yang dapat meredam radikal bebas adalah antioksidan. Katalase merupakan enzim antioksidan endogen yang berperan mengurangi radikal bebas. Daun kapulaga berpotensi sebagai antioksidan eksogen yang mampu menperbaiki status antioksidan in vitro, didalamnya mengandung flavonoid dan vitamin C. Namun, uji lanjut terkait penggunaan antioksidan yang berasal dari ekstrak daun kapulaga secara in vivo, belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kapulaga (EDK) terhadap aktivitas katalase tikus diabetes. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan, terdiri dari 12 ekor tikus putih Sprague dawley diabetes, dengan rentang berat 250 – 300 gram. Pemberian ekstrak daun kapulaga (EDK) dengan dosis 100 mg/kg dan glibenklamid 2 mg/kg. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu selama 7 hari yaitu 0, 7 dan 14 hari. Parameter yang diamati yaitu pengukuran zat warna potassium bikromat K2CR2 0,5 % direduksi oleh H2O2 menjadi kromat dan memberikan warna pada panjang gelombang 570 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Aktivitas katalase meningkat dari 8,17 UI/mg protein menjadi 12,11 UI/mg protein (P<0,05) pada hari ke-14. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun kapulaga (EDK) mampu meningkatkan aktivitas katalase tikus diabetes. | Diabetes Mellitus is a disease characterized by the absence of insulin or the decrease of intensity relative cell to insulin. This condition makes total of diabetics in indonesia increasing. One of diabetes cause is free radical. Antioxidant is a substance which can cut down a free radical. Catalase is an endogen antioxidant enzyme which decrease a free radical. Cardamom's leaf is an exogen antioxidant which could repair antioxidant status in vitro, contain flavonoid and vitamin c also. But, the research about the using of antioxidant from cardamom's Leaf Extract (CLE) in vivo was not done. This research aims to know the effect of CLE and glibenklamide giving to catalase activity of diabetes rat. this experimental design used Completely randomize design with 2 treatment and 6 repetitive, consist of 12 diabetes white rat stain sprague dawley with a weight range between 250-300 grams. The CLE was gave by dosage 100 mg/kg and glibenclamide 2 mg/kg. The blood sampling was done three times with 7 days interval, that is in 0, 7, and 14 days. Data was analyzed using T test. Based on result, catalase activity increased in 14th day as much as 12,11 unit/mg protein (P<0,05). The conclusion is CLE could increase catalase activity of diabetes rat. | |
| 1014 | 7010 | G1A008091 | Hubungan Kejadian Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan Prestasi Belajar Siswa SD Negeri Ciberem Kabupaten Banyumas | Infeksi STH merupakan infeksi dengan angka prevalensi tertinggi di dunia dan di Indonesia mencapai 60-80% pada anak usia sekolah dasar. Infeksi STH dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius sehingga dapat mempengaruhi prestasi belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian infeksi STH dengan prestasi belajar siswa SD Negeri Ciberem Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik obsevasional dengan metode case-control. Sampel penelitian ini adalah siswa SD Negeri Ciberem Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2013/2014 Sampel diambil dengan cara consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel(n) sebanyak 46 siswa terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus (n1=23 siswa) dan kelompok kontrol (n2=23 siswa). Variabel yang diukur adalah infeksi STH dan prestasi belajar. Infeksi STH diketahui dengan pemeriksaan identifikasi telur cacing pada feses dengan metode Willis. Prestasi belajar diukur dengan perbandingan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS pada rapor semester ganjil dan genap tahun ajaran 2012/2013 dengan nilai standar ketuntasan minimal. Sebanyak 6 dari 46 siswa (13,04%) terinfeksi STH dan terdapat pada kelompok kasus. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test diperoleh nilai p=0,022 (p<0,05) dan OR=0,425 pada 95% CI=0,296-0,609 yang menunjukkan hubungan bermakna antara infeksi STH dengan prestasi belajar dan infeksi STH merupakan faktor risiko terhadap buruknya prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkanpat hubungan antara kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan prestasi belajar siswa SD Negeri Ciberem Kabupaten Banyumas. | STH infection is the biggest prevalence number in the world and in Indonesia it is up to 60-80% happened at children in elementary school age. STH infection can causes serious health problem which affect children school performance. The aim of this research is to know the relations between STH infection and student school performance in SD Negeri Ciberem, Banyumas. The design of this research is observational analytic with case-control study. The Subjects are students in SD Negeri Ciberem, Banyumas during school year of 2013/2014. Sampels are taken by consecutive sampling method based on inclusion and exclusion criteria. There are 46 students participate in this research (n) divided into 2 groups, case group (n1=23 students) and control group (n2=23 students). STH infection and school performance are measured in this research. STH infection can be detected by helminths egg examination in sampel’s feses. Willis method is taken. School performance is measured by comparing the score of Bahasa Indonesia, Math, Sains, Social subject and the minimum standart of score at that school. That subjects scores can be seen in the student report book during school year of 2012/2013. 6 from 46 students (13,04%) are infected, all of them are in case group. The datas is analyzed by Fisher Exact Test, with value of p=0,022(p<0,05) and OR=0,425 in 95% CI=0,296-0,609. The result shows that there is significant relation between STH infection and school performance and STH infection is the risk factor of bad school performance. Based the result, there is significant relation between STH infection and school performance. | |
| 1015 | 7014 | G1B009018 | STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JAMINAN PELAYANAN PENGOBATAN THALASSAEMIA (JAMPELTHAS) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 | Penyakit thalassaemia merupakan penyakit kelainan darah akibat kekurangan atau penurunan pembentukan hemoglobin yang diturunkan. Dalam pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan belum ada obatnya. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan membuat Kebijakan Jaminan Pelayanan Pengobatan Thalassaemia (Jampelthas). Pelaksanaan Jampelthas di Kabupaten Banyumas masih terdapat kendala antara lain tidak adanya pelaporan kegiatan pelaksanaan ke Dinas Kesehatan Kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Jampelthas di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini adalah Ketua YTI/POPTI cabang Banyumas, dan informan pendukung yakni 8 orang. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, pengamatan, dan telaah dokumen. Implementasi Kebijakan Jaminan Pelayanan Pengobatan Thalassaemia (Jampelthas) di Kabupaten Banyumas ini masih terdapat beberapa temuan mengenai komunikasi, sumberdaya, disposisi atau sikap dan struktur birokrasi yaitu masih terdapat penderita thalassaemia atau keluarga penderita thalassaemia yang tidak mengikuti sosialisasi Jampelthas, terdapat hambatan dalam sosialisasi Jampelthas di RSUD Banyumas, terdapat perbedaan pembiayaan Jampelthas dan Jamkesmas dengan Askes dari segi pemeriksaan ferritin, terkadang terjadi keterlambatan pendistribusian obat kelasi besi dan masih ada pasien yang tidak meminum obat secara teratur, ketidakpatuhan pasien terhadap jadwal pengobatan yang telah ditentukan dan keterbatasan persediaan darah di Penyedia Pelayanan Kesehatan (PPK), adanya perbedaan mekanisme pelayanan Jampelthas menurut Informan dengan mekanisme pelayanan menurut Permenkes RI No. 1109/MENKES/PER/VI/2011, terdapat kendala dalam proses klaim Jampelthas di Kabupaten Banyumas, serta tidak ada pelaporan pelaksanaan Jampelthas dari pihak RSUD Banyumas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. | Thalassaemia is a blood disorder disease caused by decreasing or deficiency of hemoglobin creation which is derived. Thalassaemia treatment needs a lot of money and its cure has not been yet founded because of thalasemia patient needs blood transfusion periodically. In order to overcome thalassaemia, Ministry of Health Republic of Indonesia made Thalassaemia Treatment Service Assurance Policy (Jampelthas). In Banyumas, thalassaemia patient has increased every year. Until April 2013, 205 people have become thalassaemia patients. The implementation of policy which is copulated by government still has some threats such as claim process which spend a lot of time besides no reporting activities about it to Health District Officer. The study aims to describe the implementation of Jampelthas policy in Banyumas. This study is classified as descriptive study with qualitative approach. The main research informants are Chairman YTI/POPTI of Banyumas Branch and 8 supporting informant. Collecting data technique which is used in this study consist of indepth interview, observation and literature review. Result of indepth interview describes communication, resources, disposition or attitude and bureaucratic structure. Communication has been applied by Jampelthas socialization, but there is still a patient who didn’t join it. Resources have already available optimally, but tardiness distribution of Iron Chelating Drugs sometimes happened. Based on disposition, Jampelthas implementation in Banyumas is supported by society. Furthermore, Bureaucratic structure focus on thalasemia patient data which is collected by Board of YTI/POPTI of Banyumas Branch, Banyumas Hospital and Health District Officer. Jampelthas services in Banyumas have appropriated to medical needs of thalasemia patient. Services complains is handled quickly and responsive by health care provider (PPK). The claim process is conducted by Jamkesmas verifiers. However, there is no reporting activities about Jampelthas Implementation to Health District Officer. | |
| 1016 | 7016 | G1B009016 | STUDI KOMPARASI SANITASI PADA PASAR WAGE DAN PASAR AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 | Pertumbuhan pasar tradisional sangat memprihatinkan, tahun 1985 dilaporkan bahwa pasar tradisional di Jakarta berjumlah 151 (78%) sedangkan pasar modern hanya (22%). Tetapi pada tahun 2005, pasar modern melonjak menjadi 449 pasar (7%) sedangkan pasar tradisional tetap berjumlah 151 atau 2% dari total pasar. Pasar tradisional yang memenuhi hygiene sanitasi yang baik maka dapat disebut bahwa pasar tersebut termasuk ke dalam pasar sehat. Pasar sehat adalah kondisi pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat yang terwujud melalui kerjasama seluruh stakeholder terkait dalam menyediakan bahan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2013 dengan tujuan untuk membandingkan gambaran tentang kondisi sanitasi pasar tradisional Pasar Wage dan Pasar Ajibarang di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian memaparkan bahwa Sanitasi air bersih, kamar mandi dan toilet, pengelolaan sampah, drainage, tempat cuci tangan, binatang penular penyakit/vektor, kualitas makanan/bahan makanan dan desinfeksi pasar yang ada di Pasar Wage dan Pasar Ajibarang keduanya tidak memenuhi standar yang sesuai dengan Kepmenkes Nomor 519/Menkes/SK/IV/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat. Maka dari itu pedagang/penghuni pasar harus bisa menjaga kebersihan fasilitas sanitasi yang ada,dan juga perlu adanya koordinasi dan komitmen baik dari pihak pengelola, pedagang dan pengunjung pasar untuk meningkatkan sanitasi pasar tradisional, baik dari upaya mandiri maupun bersama dengan sektor lain yang terlibat/ bertanggung jawab. | The Growth of traditional markets is very alarming, in 1985 it was reported that traditional markets in Jakarta totaled 151 (78%), meanwhile modern markets were only 22%. However in 2005, the number of modern markets increased to 449, whereas the number of traditional markets still totaled 151 or 2% of the total market. Traditional markets which fulfill the criteria of good hygienic sanitation included into healthy market category. Healthy market is a condition in which the market is clean, safe, comfortable, and healthy. This condition is the result of cooperation between all of stake holders who provide safe and nutritious groceries for the community. The research which was conducted in June 2013 has a purpose to compare the condition of sanitation in Wage traditional market and Ajibarang traditional market in Banyumas. This research is descriptive research. The result of this research explained that the clean water sanitation, bathroom and toilet, waste management, drainage, washbasin, carriers (animal passes a disease to human or other animal)/vector, food/groceries quality and market disinfectant that exist in Wage traditional market and Ajibarang traditional market does not fulfill the appropriate standard of Kepmenkes Nomor 519/Menkes/SK/IV/2008 about Healthy Market Coordination Guidelines. Thus the sellers must be able to keep the cleanness of the facilities. In addition, there should be coordination among managers, sellers, and visitors/costumers to increase the quality of sanitation in traditional markets. To increase the quality of sanitation need not only independent effort but also the cooperation with the other responsible sectors. | |
| 1017 | 6602 | E1A006191 | Kekuatan Pembuktian Visum et Repertum dalam tindak pidana pembunuhan di Baturraden (Studi Terhadap Putusan Perkara Nomor: 184/Pid.B/2012/PN,Pwt) | Penelitian ini berjudul “Kekuatan Pembuktian Visum et Repertum dalam tindak pidana pembunuhan di Baturraden” . Pembuktian di dalam persidangan antara lain memeriksa alat-alat bukti salah satunya alat bukti surat yang berbentuk Visum et Repertum. Berdasarkan fungsi dari alat bukti itu sendiri adalah untuk syarat dalam menjatuhkan putusan. Dalam proses pemeriksaan surat itu sendiri ditemukan persoalan-persoalan tentang kekuatan pembuktian alat bukti surat Visum et Repertum itu sendiri, dan fungsi utama dari Visum et Repertum itu sendiri dalam hakim menjatuhkan putusan. Alat bukti surat berupa Visum et Repertum dalam kasus ini bukanlah salah satunya alat bukti yang membuktikan bahwa korban mati dengan dibunuh, melainkan dianggap sebagai Alat bukti surat saja dan menjadi salah satu alat bukti yang sah yang dapat berdiri sendiri. Dan juga untuk memberikan gambaran tentang penemuan luka-luka yang terdapat dalam tubuh korban. Dalam proses pembuktian Visum et Repertum juga dapat berperan member petunjuk dalam hal atau alat-alat yang digunakan untuk membunuh korban serta dalam hal membenarkan atau tidak keterangan terdakwa dan saksi-saksi yang dihadapkan di persidangan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa alat bukti Visum et Repertum adalah suatu alat bukti surat yang harus ada dalam suatu kasus pembunuhan. | The title of this research is " The Power Proof Visum et Repertum in murders crime in Baturraden " . Proof in court , among others, examining the evidence, one of the is the documentary evidence in the form of Visum et Repertum. Based on the function of an item of evidence is for the requirement in verdict. In the inspection process itself, found issues about the strength of evidence Visum et Repertum letter, and the main function of Visum et Repertum in the verdict the judge . Documentary evidence in the form of Visum et Repertum in this case is not one of the evidence that proves that the victim died by being killed, rather than being seen as an Instrument of documentary evidence and be one of the valid evidence that can stand alone. And also to provide an overview about findings the wounds were found in the victim's body. In the process of proving the Visum et Repertum can also contribute in terms of giving instructions or tools used to kill the victim as well as in terms of confirming it or not testimony of the defendant and the witnesses were confronted in court. From these results, it can be concluded that the evidence Visum et Repertum is a documentary evidence that must exist in a court of case murder. | |
| 1018 | 7017 | G1B009010 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN PRIA DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN | Program KB adalah suatu program yang dimaksudkan untuk membantu para Pasangan Usia Subur (PUS) dalam mencapai tujuan reproduksi mereka. Salah satu masalah yang menonjol adalah rendahnya partisipasi pria dalam pelaksanaan program KB. Partisipasi pria dalam program KB masih sangat rendah. Berdasarkan data BKBPP Kabupaten Kuningan tahun 2012 jumlah peserta KB pria di Kecamatan Nusaherang hanya 1,41%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan pria dalam program KB di Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah 96 suami Pasangan Usia Subur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang KB dengan kepesertaan pria dalam program KB. Sedangkan tidak adanya hubungan antara sikap terhadap KB dengan kepesertaan pria dalam program KB, dukungan istri terhadap KB dengan kepesertaan pria dalam program KB, ketersediaan fasilitas pelayanan KB pria dengan kepesertaan pria dalam program KB. Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya peningkatan sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi melalui penyuluhan kelompok Pasangan Usia Subur untuk meningkatkan kepesertaan pria dalam program KB. | Family Planning is a program intended to help the eligible couples in achieving their reproductive goals. An issue stands out is the low participation of men in Family Planning program. Male participation in family planning programs is still very low. Based on the 2012 data of Board of Family Planning & Women Empowerment of Kuningan District, it was only 1,41% of men participated in family planning program, shown by the use of contraceptive methods. This study aimed to determine the factors associated with men’s participation in family planning in Subdistrict Nusaherang of Kuningan District. This study was a cross sectional study, the sample in this study is the husband 96 eligible couples. Sample was taken by cluster random sampling technique. The result of this study found that the knowledge of family planning among men is related to their participation in this program. While there is no relation of : attitude toward family planning, wife’s support and availability of family planning service to the participation of men in family planning program. It is suggested to increase socialization and Information Communication Education through group counseling to improve retention of men in family planning programs. | |
| 1019 | 7019 | G1F009033 | Analisis Tingkat Pengetahuan Keterampilan Komunikasi Mahasiswa Farmasi Universitas Jenderal Soedirman dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya | INTISARI Keterampilan komunikasi sangat penting dikuasai oleh apoteker, baik untuk berkomunikasi dengan pasien, maupun tenaga kesehatan lainnya dalam menetapkan terapi guna mendukung pengobatan yang rasional. Mahasiswa farmasi sebagai calon apoteker juga harus mempunyai keterampilan komunikasi yang baik agar nantinya dapat menjalankan tugas sebagai apoteker dengan baik. Untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik, terlebih dahulu harus memiliki pengetahuan keterampilan komunikasi yang baik pula. Penelitian cross sectional ini dilakukan terhadap 75 mahasiswa farmasi Unsoed dengan tujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2013 menggunakan instrumen kuisioner dengan hasil sebanyak 50,67% mahasiswa farmasi unsoed mempunyai tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi yang baik dan 49,33% mempunyai tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi kurang baik. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan hasil bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi adalah umur (p=0,004), tahun angkatan (p=<0,001), pengambilan mata kuliah Konseling (p=0,001), pengambilan mata kuliah PBL (p=0,002), dan pengalaman menjadi asisten praktikum (p=0,010). Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi adalah jenis kelamin (p=0,568) dan keaktifan berorganisasi (p=0,222). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi adalah faktor tahun angkatan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebanyak 49,33% mahasiswa farmasi mempunyai tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi yang kurang baik. oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan pelatihan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang komunikasi. Penelitian ini baru menganalisis tingkat pengetahuan keterampilan komunikasi mahasiswa, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan komunikasi mahasiswa. | ABSTRACT Communication skills is very important mastered by the pharmacist, both to communicate with patients and health professionals in the therapeutic setting to support a rational treatment. Pharmacy students as a future pharmacists should also have a good communication skills so they can perform the task as well as a pharmacist. To have a good communication skills, first they must have a good knowledge of communication skills. Cross-sectional study was conducted on 75 students of pharmacy Unsoed in order to analyze the knowledge level of communication skills and the factors that influence it. The research was conducted from May to August 2013 using a questionnaire instrument. The results showed that 50.67 % students of pharmacy Unsoed have good level of knowledge of communication skills and 49.33 % had less level. The result of Bivariate analysis with chi-square test showed that the influential factor of the knowledge level of communication skills were age (p = 0.004), years of class (p = < 0.001), taking class of Counselling (p = 0.001), taking class of PBL (p = 0.002), and the experience of being a lab assistant (p = 0.010). While the factors that do not influencing the knowledge level of communication skills were gender (p = 0.568) and organizational activity (p = 0.222). Multivariate analysis showed that the most dominant factors influence to the knowledge level of communication skills is the factor of years of class. The conclusion of this study is mostly (49.33%) pharmacy students still have less level of knowledge of communication skills. Therefore, it is necessary to do a communication training to improve knowledge about communication. This study is just analyzes the level of knowledge of communication skills of students, more research needs to be done about the communication skills of students. | |
| 1020 | 7020 | G1B009043 | PENGARUH METODE CERAMAH DETEKSI DINI KEKURANGAN GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA DI PUSKESMAS II SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Salah satu upaya pencegahan kekurangan gizi yaitu dengan melakukan deteksi secara dini. Faktor yang paling berpengaruh dalam upaya pencegahan kurang gizi pada balita adalah faktor ibu dimana ibu yang harus turun langsung memperhatikan asupan makanan anak dan kondisi tubuh anak. Diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan ibu melalui metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh metode ceramah terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini kekurangan gizi pada balita di Puskesmas II Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan non randomized control group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 405 orang, dan sampel diambil sejumlah 30 orang masing-masing pada kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji t test dan uji t independen. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kelompok pembanding skor pengetahuan pretest-posttest tidak ada perbedaan pengetahuan ibu yang signifikan, dan pada kelompok perlakuan skor pengetahuan pretest-posttest menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan ibu balita. Dengan demikian metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam deteksi dini kekurangan gizi, dan disarankan ibu lebih aktif dalam kegiatan posyandu guna menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan gizi, sehingga dapat menanggulangi terjadinya kekurangan gizi pada balita. | One of mal nutrition preventions is to conduct early detection. The most affective factor in mal nutrition prevention in toddlers is mother factor where mother has to directly pay attention towards their children’s food consumption and body condition. It needs to increase mothers’ knowledge through speech method. The objective of this research is to know the impacts of speech method towards mothers’ knowledge increase in the early detection of mal nutrition in toddlers at public health center II of Sumbang, Banyumas regency. The used method is experimental quasi with the design is non randomized control group pretest-posttest design. The populations are 405 people, and taken samples are 30 people from both treatment and standard of comparison group. The sampling technique is Purposive Sampling. The used data analyses are t independent and t test. The result of this research shows the pretest-posttest scores in the standard of comparison group that there is no significant difference of mothers’ knowledge, and in the treatment group, the pretest-posttest knowledge score shows significant difference in the knowledge of toddlers’ mothers. Therefore, speech method can increase mothers’ knowledge in early detection of mal nutrition, and mothers are suggested to be more active in Posyandu activities in order to enrich their insights and increase their knowledge of nutrition, so that they can overcome the problem of mal nutrition in toddlers. |