Home
Login.
Artikelilmiahs
7041
Update
ANTENG PERWITASARI, S.E
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KETAHANAN PANGAN KOMODITAS GULA PASIR TAHUN 1990 – 2011 (Studi Kasus Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketahanan pangan merupakan terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup baik dari segi jumlah dan kualitasnya, aman, merata, dan terjangkau. Gula pasir yang merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok, telah menerima perhatian khusus oleh pemerintah Indonesia guna mewujudkan ketahanan pangan. Jumlah pasokan gula pasir dalam negeri tidak dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat akibat dari peningkatan jumlah penduduk, industri makanan dan minuman. Di Jawa Tengah ada dua pabrik gula (PG), yaitu PG.Mojo di Kabupaten Sragen dan PG. Gondang Winangoen di Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian pangan gula pasir di Sragen dan Klaten, untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan komoditas gula pasir di kedua kabupaten periode 1990-2011, dan untuk menganalisis nilai elastisitas faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan komoditas gula pasir di kedua kabupaten periode 1990-2011. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi jumlah penduduk, pendapatan per kapita, harga gula pasir, dan luas lahan tebu. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari PG. Mojo dan PG. Gondang Winangoen, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen dan Kabupaten Klaten, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, dan Dewan Gula Nasional Kementerian Pertanian periode 1990-2011 dengan jumlah pengamatan sebanyak 44. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) selama periode penelitian produksi gula pasir PG. Mojo berfluktuasi, dan peramalan produksi untuk 2012-2016 menunjukkan pertumbuhan yang positif, sedangkan produksi gula pasir PG. Gondang Winangoen selama periode penelitian serta peramalan untuk 2012-2016 menunjukkan penurunan yang drastis, (ii) Sragen telah mandiri pangan komoditas gula pasir periode 1990-2011, sementara Klaten belum mandiri pangan komoditas gula pasir periode 1998-2011, (iii) jumlah penduduk dan harga gula pasir berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan komoditas gula pasir, sedangkan pendapatan per kapita dan luas lahan tebu memiliki pengaruh positif terhadap ketahanan pangan komoditas gula pasir, (iv) lahan tebu memiliki nilai elastisitas tertinggi. Diharapkan hasil penelitian ini akan dipertimbangkan untuk membuat kebijakan guna meningkatkan ketahanan pangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Food security is the fulfillment of food for the household, as reflected in the availability of safe, equitable and affordable food with adequate quantity and quality. Sugar, one of the nine basic needs, has received special concern by the Indonesian government to maintain food security. The domestic supply of sugar cannot meet the increasing demand resulting from the increasing population, food and beverage industry. In Central Java there are two sugar mills, i.e. PG. Mojo in Sragen district and PG. GondangWinangoen in Klaten district. This study aims to analyze sugar sufficiency in Sragen and Klaten, to analyze the factors that affect sugar sufficiency in both districts during 1990-2011, and to analyze the elasticity of the factors that affect sugar sufficiency in both districts during 1990-2011. The independent variables include number of population, income per capita, price of sugar,and sugarcane land area. Thisstudy used secondary data from PG. Mojo and PG. Gondang Winangoen, Central Statistics Agency (BPS) of Sragen and Klaten districts, Department of Agriculture, Department of Forestry and Plantation, and the National Sugar Board, Ministry of Agriculture during 1990 -2011 with the 44 observations. Panel data regression with Random Effect Model (REM) was used to analyze the data. The results showed that(i) during the study period PG. Mojo production fluctuated, and production forecast for 2012 - 2016 indicated positive growth, whereas the production of PG. Gondang Winangoen during the study period as well as forecast for 2012 – 2016 showed a dramatic decrease; (ii) Sragen has been sugar sufficient during 1990 – 2011, while Klaten has not been sugar sufficient during 1998 - 2011, (iii) number of population and sugar price affect negatively on sugar sufficiency, while income per capita and sugarcane land area has a positive effect on sugar sufficiency; (iv) sugarcane land area has the highest elasticity value. It is expected that the results of this study will be considered for making the policy to improve food security.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save