Artikel Ilmiah : G1B007113 a.n. ARI INDRIANI

Kembali Update Delete

NIMG1B007113
NamamhsARI INDRIANI
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN KESEHATAN NEONATUS PADA PRIMIPARA DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus di RSUD Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Angka Kematian Bayi 20 per 1000 kelahiran hidup terenggut nyawanya dalam rentang waktu 0-28 hari pasca kelahiran (Riskesdas 2007). Menurut Bappenas (2004) salah satu penyebab tingginya kematian bayi adalah rendahnya perilaku masyarakat dan keluarga yang dapat menjamin kehamilan, kelahiran, dan perawatan bayi baru lahir yang lebih sehat. Rendahnya perilaku dalam perawatan bayi baru lahir disebabkan kurangnya pengetahuan akan perawatan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kesehatan neonatus pada primipara di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan metode crossectional. Sampel penelitian ini ibu yang melahirkan anak pertama di RSUD Kab Purbalingga yang berjumlah 56 ibu. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Chi-Square).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,030) dan sumber informasi (p=0,001) dengan perilaku perawatan neonatus. Variabel yang tidak ada hubungan dengan perilaku perawatan neonatus, antara lain tingkat pendidikan (p=0,592) dan Usia (p=1,000). Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan penyuluhan perawatan bayi baru lahir untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu primipara beserta keluarga seperti suami ataupun orang tua yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di RSUD Kabupaten Purbalingga.
Abtrak (Bhs. Inggris)New-born mortality rate 20 per 1000 live births died in the time-span of 0-28 days after birth (Riskesdas 2007). According to the National Development Planning Agency (2004), one of the causes of high new-born mortality was the low behavior of communities and family that could guarantee more healthy pregnancy, birth and newborn care. The low behavior on newborn care was due to the lack of knowledge and treatments on newborn care. This study aimed to determine the factors related to neonatal health care behavior of primipara in Purbalingga. This study was an observational study using crossectional design method. This study samples were mothers who gave birth to their first child in Government Hospital of Purbalingga, amounting to 56 mothers. Analysis of data used univariate and bivariate analyses (Chi-Square test). The results showed that there were relationship between the behavior of neonatal care with knowledge (p = 0,000), behavior (p = 0,001), family support (p = 0,000), the role of health care personnel (p = 0.030) and sources of information (p = 0,001). Variables that had no relationship with the behavior of neonatal care were the level of education (p = 0,259) and age (p = 1,000). It is strongly advisable to improve education such as a simulation of newborn care to improve the knowledge and behavior of primipara mothers and their families such as husband or parents conducted by health personnel in Government Hospital of Purbalingga.
Kata kunciNeonatal Health Care Behavior, Primipara
Pembimbing 1Drs, Bambang Hariyadi, M.Kes
Pembimbing 2Colti Sistiarani, S.KM, M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2012
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.