Artikel Ilmiah : F1A010061 a.n. ANGGI APRILLIA
| NIM | F1A010061 |
|---|---|
| Namamhs | ANGGI APRILLIA |
| Judul Artikel | DZIKIR FIDA (Antara Spiritualitas dan Solidaritas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Judul penelitian ini adalah DZIKIR FIDA (Antara Spiritualitas dan Solidaritas). Dzikir fida adalah dzikir untuk memohon kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka, baik untuk diri sendiri atau di peruntukkan pada orang yang telah meninggal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dzikir fida, motivasi jamaah dzikir fida, serta solidaritas sosial yang ada dalam dzikir fida di Desa Sidabowa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan metode analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menjelaskan tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran serta motivasi anggota jamaah dzikir fida yang dilaksanakan di Desa Sidabowa. Dengan menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sasaran dalam penelitian ini adalah anggota jamaah dzikir fida. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara, dan observasi pada lokasi penelitian. Dan data sekunder yang diperoleh dari Kantor Balai Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini adalah: Masyarakat Desa Sidabowa melakukan dzikir fida sebagai salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan. Dzikir fida yang dilakukan di Desa Sidabowa adalah dengan membaca kalimat laa illahaillallah sebanyak 70.000 kali. Motivasi setiap anggota jamaah mengikuti kegiatan tersebut berbeda-beda tergantung pada pandangannya terhadap dzikir fida. Berbagai motivasi yang mendasari diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dengan perantara mursyid atau guru, dimudahkan pada saat kematian, dorongan moral untuk menjaga tali silaturahmi meneruskan orang tua, dan mengamalkan torikoh sadziliyah. Pandangan anggota jamaah terhadap dzikir fida juga berbeda-beda, diantaranya adalah dzikir fida dijadikan sebagai bekal pada saat nanti meninggal, sebagai salah satu upaya untuk menebus dosa, dzikir fida dipandang sebagai zakat jiwa. Dzikir fida di Desa Sidabowa bermanfaat sebagai upaya untuk menciptakan kerukunan antar masyarakat desa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The title of this research is the DZIKIR FIDA (Between Spirituality and Solidarity). Fida DZIKIR is the dhikr to ask God to be saved from the fire of hell, either for themselves or in the designation of the person who has died. The purpose of this study to describe the implementation DZIKIR FIDA, DZIKIR FIDA's congregation motivation, and social solidarity in DZIKIR FIDA in Sidabowa Village. The method used in this study is a qualitative method, while the method of data analysis using descriptive qualitative. Descriptive qualitative research method aims to explain the purpose of research is to find overview of members of the congregation as well as the motivation of DZIKIR FIDA which held in Sidabowa Village. By using interactive analysis consisting of data reduction, data display, and conclusion. The target of this research is DZIKIR FIDA's congregation members. The location of this research is in the Sidabowa Village, Patikraja, Banyumas District. The type of data used is primary data obtained from interviews and observations at the study site. And secondary data obtained from the Office of the District Headquarters Sidabowa Patikraja Banyumas. The results of this study are: Villagers of Sidabowa doing DZIKIR FIDA as one of religious activity routinely. DZIKIR FIDA which conducted in the Sidabowa Village is to read the sentence laa illahaillallah 70.000 times. Motivation of every member of the congregation to follow the activities vary depending on their views of the DZIKIR FIDA. Various motivations underlying them are closer to God by intermediaries Murshid or teacher, facilitated at the time of death, the moral boost ties continue to keep parents and torikoh sadziliyah practice. Views of members of the congregation to the DZIKIR FIDA also vary, such as used as saving at the time of death later, as an effort to atone, DZIKIR FIDA is seen as soul charity. DZIKIR FIDA in Sidabowa Village useful as an attempt to create harmony among the villagers. |
| Kata kunci | Agama, Ibadah, Solidaritas |
| Pembimbing 1 | Dr. Rahmad Santosa, M. S |
| Pembimbing 2 | Drs. Dalhar Shodiq, M. Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Muslihudin, M. Si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2014-06-09 16:31:31.248446 |