Artikel Ilmiah : C1C012031 a.n. ULIN NUHA FAIQOH ULWI
| NIM | C1C012031 |
|---|---|
| Namamhs | ULIN NUHA FAIQOH ULWI |
| Judul Artikel | EVALUASI PENILAIAN KEMBALI ASET TETAP DALAM HUBUNGAN DENGAN PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN BADAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014, yang melakukan revaluasi aset tetap terhadap seluruh aset tetap kecuali tanah atau seluruh aset tetap termasuk tanah. Penelitian ini mengambil judul: “Evaluasi Penilaian Kembali Aset Tetap dalam Hubungan dengan Penghematan Pajak Penghasilan Badan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara Pajak Penghasilan Badan jika perusahaan tidak melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap dan jika perusahaan melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap; dan untuk menghitung dan mengetahui apakah terjadi penghematan Pajak Penghasilan Badan pada masing-masing perusahaan setelah perusahaan melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan paired sample T-test menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pajak Penghasilan Badan jika perusahaan melakukan revaluasi aset tetap dan jika perusahaan tidak melakukan revaluasi aset tetap, (2) Dengan melakukan revaluasi aset tetap, pada PT Holcim Indonesia Tbk; PT KMI Wire and Cable Tbk; dan PT Polychem Indonesia Tbk terjadi penghematan PPh Badan (non final), sedangkan pada PT Indofarma Tbk dan PT Eterindo Wahanatama Tbk tidak terjadi penghematan PPh Badan (non final). Namun, apabila mempertimbangkan PPh Final 10% yang dikenakan atas selisih lebih revaluasi aset tetap, tidak terjadi penghematan PPh pada seluruh perusahaan yang menjadi sampel penelitian, justru meningkatkan besarnya pajak yang harus dibayar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is a survey research on the manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2014, that are performs fixed assets revaluation for the entire fixed assets except land or the entire fixed assets including land. The aims of research is to analyze whether there is a significant difference between the Corporate Income Tax if the company does not performs fixed assets revaluation and if the company performs fixed assets revaluation; and to calculate and find out whether Corporate Income Tax savings occurred on each company after company performs fixed assets revaluation. Based on the results of data analysis and hypothesis test using paired samples T-test showed that: (1) there was no significant difference between the Corporate Income Tax if the company performs fixed assets revaluation and if the company doesn't performs fixed assets revaluation, (2) by performing a fixed assets revaluation, on PT Holcim Indonesia Tbk; PT KMI Wire and Cable Tbk; dan PT Polychem Indonesia Tbk can reduce the Corporate Income Tax (non-final), whereas in PT Indofarma Tbk and PT Eterindo Wahanatama Tbk can not reduce the Corporate Income Tax (non-final). However, if considering the Final Income Tax 10% imposed on surplus of the fixed assets revaluation, Corporate Income Tax savings does not occur in all companies that become samples of research, thus increasing the amount of the tax to be paid. |
| Kata kunci | Fixed assets, revaluation, fixed assets revaluation, Corporate Income Tax |
| Pembimbing 1 | Drs. Sukirman, M.Si, Ak |
| Pembimbing 2 | Drs. Saras Supeno, M.Si, Ak |
| Pembimbing 3 | Dra. Yusriyati Nur Farida, M.Si, Ak |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-08-19 13:35:16.827682 |