Artikelilmiahs
Menampilkan 50.701-50.703 dari 50.703 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 50701 | 54112 | L1C022068 | Pemetaan Kesesuaian Habitat Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Berdasarkan Thermal front, Suhu Permukaan Laut, dan Klorofil-a di Laut Banda | Laut Banda merupakan bagian dari WPPNRI 714 yang memiliki dinamika oseanografi aktif akibat fenomena upwelling musiman, sehingga membentuk gradien suhu tajam yang dikenal sebagai thermal front dan berperan penting dalam menentukan kesesuaian habitat ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik spasial thermal front di Laut Banda tahun 2020–2024 serta memetakan distribusi spasial kesesuaian habitat cakalang berdasarkan integrasi suhu permukaan laut (SPL), klorofil-a, dan thermal front. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif berbasis pengolahan citra satelit AquaMODIS, dengan deteksi thermal front menggunakan algoritma Canny edge detection dan pemodelan Habitat Suitability Index (HSI) menggunakan pendekatan threshold-based model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian thermal front meningkat pada musim barat dan menurun pada musim timur dengan frekuensi tertinggi terjadi pada Desember 2024 (6.343 piksel) dan terendah pada Agustus 2023 (425 piksel). Luasan HSI menunjukkan pola serupa mengikuti siklus monsun, dengan luasan terluas pada musim timur (593.376 km² di September 2024) dan tersempit pada musim peralihan II (752 km² di November 2021). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembentukan thermal front dan HSI di Laut Banda dipengaruhi oleh siklus monsun tahunan serta variabilitas iklim ENSO, meskipun keduanya tidak selalu berhimpit secara spasial maupun temporal akibat adanya jeda waktu respon oseanografi. | The Banda Sea is part of WPPNRI 714 which has active oceanographic dynamics due to seasonal upwelling phenomena, thus forming a sharp temperature gradient known as the thermal front and plays an important role in determining the suitability of the habitat of the skipjack fish (Katsuwonus pelamis). This study aims to analyze the spatial characteristics of the thermal front in the Banda Sea in 2020–2024 and map the spatial distribution of skipjack habitat suitability based on the integration of sea surface temperature (SPL), chlorophyll-a, and thermal front. The method used is quantitative descriptive based on AquaMODIS satellite image processing, with thermal front detection using the Canny edge detection algorithm and Habitat Suitability Index (HSI) modeling using a threshold-based model approach. The results show that the incidence of thermal front increases in the western season and decreases in the eastern season with the highest frequency occurring in December 2024 (6,343 pixels) and the lowest in August 2023 (425 pixels). The HSI area shows a similar pattern following the monsoon cycle, with the widest area in the eastern season (593,376 km² in September 2024) and narrowest in the second transition season (752 km² in November 2021). Based on the results of this study, it is shown that the formation of thermal fronts and HSI in the Banda Sea is influenced by the annual monsoon cycle and the climate variability of ENSO, although the two are not always spatially or temporally confluent due to the time lag of oceanographic response. | |
| 50702 | 54113 | J0A023025 | Creating a Bilingual Promotional Video as a Marketing Strategy at Bimbel Cahaya Privat Banyumas. | Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Creating a Bilingual Promotional Videos as a Marketing Strategy at Bimbel Cahaya Privat Banyumas.” Kegiatan magang dilaksanakan di Bimbel Cahaya Privat, Sawangan, Kebasen, Banyumas, pada 4 Agustus - 31 Oktober 2025. Tujuan proyek ini adalah membuat tiga video promosi dwibahasa dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai strategi pemasaran melalui media sosial. Selama magang, penulis melakukan observasi, dokumentasi, kegiatan mengajar, penyusunan naskah, pengambilan gambar, penyuntingan video, dan pembuatan video promosi. Hasil akhir proyek berupa tiga video promosi seperti fasilitas yang dilengkapi dengan kepuasan siswa dan orang tua, program pembelajaran, serta tips belajar untuk siswa. Dalam pelaksanaannya, penulis menghadapi beberapa kendala, yaitu memahami karakter siswa yang beragam, mengembangkan ide konten promosi yang menarik, serta membagi waktu antara mengajar dan produksi video. Kendala tersebut diatasi melalui komunikasi yang baik, perencanaan yang matang, diskusi dengan mentor, dan manajemen waktu yang efektif. Melalui kegiatan magang ini, penulis memperoleh pengalaman dalam pembuatan video promosi, kegiatan mengajar, komunikasi, kreativitas, dan digital marketing sekaligus menghasilkan media promosi bagi Bimbel Cahaya Privat. | This Job Training Report is entitled “Creating a Bilingual Promotional Videos as a Marketing Strategy at Bimbel Cahaya Privat Banyumas.” The job training was conducted at Bimbel Cahaya Privat, Sawangan, Kebasen, Banyumas, from August 4 to October 31, 2025. The objective of the project was to create three bilingual promotional videos in English and Indonesian to support the institution’s marketing strategy through social media. During the job training, the writer was involved in observation, documentation, teaching activities, script writing, video recording, editing, and promotional video production. The final product consisted of three promotional videos introducing the institution’s facilities and testimonials, learning programs, and learning tips for students. During the project, the writer encountered several challenges, including understanding students’ diverse personalities, developing engaging promotional content, and balancing teaching responsibilities with video production. These challenges were overcome through effective communication, careful planning, discussions with the mentor, and good time management. Through this job training, the writer gained valuable experience in promotional video production, teaching, communication, creativity, and digital marketing while contributing promotional media for Bimbel Cahaya Privat. | |
| 50703 | 54114 | H1C022080 | STUDI GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN BIOMARKER UNTUK KORELASI OIL-OIL DAN OIL-SOURCE ROCK PADA LAPANGAN “PAR”, CEKUNGAN TARAKAN | Cekungan Tarakan yang terletak di timur laut Pulau Kalimantan memiliki kompleksitas lingkungan pengendapan mulai dari fluvial hingga laut dangkal yang menyebabkan variasi karakteristik batuan induk dan material organik, penelitian terdahulu dalam studi korelasi korelasi oil-oil dan oil-source rock masih menggunakan pendekatan parsial berupa interpretasi biomarker secara individual dan crossplot konvensional sehingga menghasilkan tingkat keakuratan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk meliputi kuantitas, kualitas, dan tingkat kematangan, serta mengetahui karakteristik biomarker meliputi litologi, asal material organik, lingkungan pengendapan, dan tingkat kematangan termal, serta menentukan korelasi oil-oil dan oil-source rock pada Lapangan "PAR", Cekungan Tarakan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis metode Chemometrics. Penelitian menggunakan data sekunder berupa tujuh sampel ekstraksi batuan Formasi Sembakung dan dua sampel minyak mentah, dengan analisis Total Organic Carbon dan Rock-Eval Pyrolysis untuk kuantitas, kualitas, dan kematangan, serta analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry untuk menghasilkan parameter biomarker, serta korelasi menggunakan metode Chemometrics yang dibagi menjadi tiga metode yaitu, Principal Component Analysis, Hierarchical Cluster Analysis, dan Multidimensional Scaling menggunakan perangkat lunak Orange. Hasil penelitian menunjukkan batuan induk tergolong poor hingga fair dengan tipe kerogen III-IV dan tingkat kematangan immature hingga postmature sehingga menjadi batuan induk yang kurang efektif, asal material organik didominasi tumbuhan darat dengan kontribusi material akuatik, terendapkan pada lingkungan transisi darat-perairan berkondisi redoks anoksik-suboksik hingga oksidatif. Ketiga metode Chemometrics secara konsisten menunjukkan sampel minyak bumi membentuk klaster tersendiri yang terpisah signifikan dari kelompok batuan induk, dengan nilai Kruskal Stress 0,112 yang mengonfirmasi kecocokan representasi data, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi genetik antara minyak bumi dengan batuan induk yang dianalisis, sehingga mengindikasikan adanya batuan induk lain yang lebih berpotensi sebagai sumber hidrokarbon di Cekungan Tarakan. | Tarakan Basin located in northeastern Kalimantan has a complex depositional environment ranging from fluvial to shallow marine which causes variations in the characteristics of source rocks and organic materials, previous research in the study of petroleum correlation with source rocks still uses a partial approach in the form of individual biomarker interpretation and conventional crossplots resulting in a low level of accuracy. This study aims to determine the geochemical characteristics of source rocks including quantity, quality, and maturity level, determine the characteristics of biomarkers including lithology, origin of organic material, depositional environment, and thermal maturity level, and determine the correlation of oil-oil and oil-source rock in the "PAR" Field, Tarakan Basin using a quantitative approach based on the Chemometrics method. The study uses secondary data in the form of seven rock extraction samples of the Sembakung Formation and two crude oil samples, with Total Organic Carbon and Rock-Eval Pyrolysis analysis for quantity, quality, and maturity, as well as Gas Chromatography-Mass Spectrometry analysis for biomarker parameters, as well as correlation using the Chemometrics method which is divided into three methods, namely, Principal Component Analysis, Hierarchical Cluster Analysis, and Multidimensional Scaling using Orange software. The results show that the source rock is classified as poor to fair with kerogen type III-IV and immature to postmature maturity levels so that it becomes a less effective source rock, as long as the organic material is dominated by terrestrial plants with aquatic material contributions, deposited in a land-water transition environment with anoxic-suboxic to oxidative redox conditions. The three Chemometrics methods consistently show that petroleum samples form their own clusters that are significantly separated from the source rock group, with a Kruskal Stress value of 0.112 which confirms the suitability of the data representation, so it can be concluded that there is no genetic correlation between petroleum and the source rock analyzed, thus indicating the existence of other source rocks that are more potential as a source of hydrocarbons in the Tarakan Basin. |