| NIM | D1A022199 |
| Namamhs | FARIDATUN NASHIHAH |
| Judul Artikel | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU DAN TEPUNG DAUN BAMBU SEBAGAI FEED ADITIF TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DAN KONVERSI PAKAN DOMBA LOKAL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan tepung daun Bambu tali (Gigantochloa apus) sebagai feed additive dalam pakan konsentrat terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan domba lokal. selama 3 bulan di Dusun II Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba lokal jantan dengan umur 1-1,5 tahun dan rataan bobot badan 37,18 ± 3,49 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental secara in vivo dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: P0 (kontrol: silase tebon jagung + konsentrat), P1 (P0 + 2,49 g tepung daun Waru/kg konsentrat), P2 (P0 + 1,87 g tepung daun Waru + 0,33 g tepung daun Bambu/kg konsentrat), dan P3 (P0 + 1,25 g tepung daun Waru + 0,65 g tepung daun Bambu/kg konsentrat). Variabel yang diukur adalah pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan. Hasil analisis variansi (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan tepung daun Bambu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PBBH dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap FCR domba lokal. Penambahan TDW dan TDB sebagai feed additive tidak diperlukan karena tidak meningkatkan performa domba lokal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to evaluate the effect of adding Waru leaf meal (Hibiscus tiliaceus) and Bamboo leaf meal (Gigantochloa apus) as feed additives in concentrate feed on the average daily gain (ADG) and feed conversion ratio (FCR) of local sheep. The research was conducted over three months in Dusun II, Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province, using 18 Rams aged 1–1,5 years with average body weight of 37,18 ± 3,49 kg. The research employed an in vivo experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and five replications, specifically: P0 (control: corn stover silage + concentrate), P1 (P0 + 2,49 g Waru leaf meal/kg concentrate), P2 (P0 + 1,87 g Waru leaf meal + 0,33 g Bamboo leaf meal/kg concentrate), and P3 (P0 + 1,25 g Waru leaf meal + 0,65 g Bamboo leaf meal/kg concentrate). The measured variables were ADG and FCR, and the analysis of variance (ANOVA) indicated that the addition of Waru and Bamboo leaf meals had a significant effect (P < 0.05) on average daily gain (ADG) and had no significant effect (P > 0.05) on the feed conversion ratio (FCR) of local sheep. The addition of Waru leaf meal (TDW) and Bamboo leaf meal (TDB) as feed additives is not necessary because they did not improve the performance of local sheep. |
| Kata kunci | Domba lokal, tepung daun waru, tepung daun bambu, pbbh, fcr |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr.sc.agr. Ir. Muhamad Bata, M.S. IPU |
| Pembimbing 2 | Dr. Tri Rachmanto Prihambodo, S.Pt., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2026-04-21 12:17:00.921713 |
|---|