Home
Login.
Artikelilmiahs
52241
Update
DIVA ARDIYAN PRATAMI
NIM
Judul Artikel
THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, FINANCIAL SLACK, SUSTAINABILITY OFFICERS, AND SUSTAINABILITY COMMITTEES ON GREEN BANKING DISCLOSURE WITH THE MEDIATION OF CAPITAL ADEQUACY RATIO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), Kelonggaran Keuangan (FS), Pejabat Keberlanjutan (SO), dan Komite Keberlanjutan (SC) terhadap Pengungkapan Perbankan Hijau (GBD), dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebagai variabel mediasi di sektor perbankan Indonesia. Penelitian ini didorong oleh semakin mendesaknya isu-isu lingkungan, yang mendorong bank untuk mengadopsi praktik keuangan berkelanjutan. GBD digunakan sebagai indikator untuk menilai pengungkapan keberlanjutan berdasarkan prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel terdiri dari 5 bank yang dipilih melalui sampling purposif, menghasilkan 50 observasi selama periode 2015–2024. GBD diukur menggunakan indeks pengungkapan berdasarkan Standar Global Reporting Initiative (GRI) dan peraturan OJK, sedangkan variabel lainnya diukur menggunakan proksi keuangan dan tata kelola yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap GBD. Namun, secara parsial, hanya Financial Slack (FS) yang memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan GCG, SO, SC, dan CAR tidak signifikan. CAR juga tidak terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan antara GCG dan GBD. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapasitas keuangan memainkan peran yang lebih kritis daripada mekanisme tata kelola dalam menentukan pengungkapan keberlanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the effect of Good Corporate Governance (GCG), Financial Slack (FS), Sustainability Officer (SO), and Sustainability Committee (SC) on Green Banking Disclosure (GBD), with Capital Adequacy Ratio (CAR) as a mediating variable in the Indonesian banking sector. The research is driven by the growing urgency of environmental issues, encouraging banks to adopt sustainable finance practices. GBD is used as an indicator to assess sustainability disclosure based on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. This study employs a quantitative approach using secondary data from annual and sustainability reports of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample consists of 5 banks selected through purposive sampling, resulting in 50 observations over the 2015–2024 period. GBD is measured using a disclosure index based on Global Reporting Initiative (GRI) Standards and OJK regulations, while other variables are measured using relevant financial and governance proxies. The results show that all independent variables simultaneously have a significant effect on GBD. However, partially, only Financial Slack (FS) has a positive and significant influence, while GCG, SO, SC, and CAR are not significant. CAR is also not proven to mediate the relationship between GCG and GBD. These findings indicate that financial capacity plays a more critical role than governance mechanisms in determining sustainability disclosure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save