Home
Login.
Artikelilmiahs
52242
Update
FERDY BAGUS SETYAWAN
NIM
Judul Artikel
Interpretasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Gunungapi Ambang Sulawesi Utara Berbasis Data Gravitasi Satelit
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah Gunungapi Ambang di Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah prospek panas bumi yang menjanjikan di Indonesia, ditandai dengan aktivitas vulkanik serta adanya manifestasi permukaan berupa fumarol dan solfatara. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan struktur geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi zona potensi reservoir panas bumi berdasarkan analisis data gravitasi satelit. Data yang digunakan adalah data gravitasi GGMplus yang diolah melalui beberapa tahapan, meliputi koreksi anomali Bouguer, serta pemisahan anomali regional dan residual menggunakan metode upward continuation. Struktur patahan diidentifikasi menggunakan metode Second Vertical Derivative (SVD), sedangkan pemodelan densitas bawah permukaan dilakukan dengan metode inversi dua dimensi (2D) menggunakan perangkat lunak ZondGM2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer berkisar antara 146,2 hingga 158,4 mGal, yang mencerminkan heterogenitas densitas batuan bawah permukaan. Terdapat tiga zona utama anomali—rendah, sedang, dan tinggi—yang berkaitan dengan variasi topografi dan litologi. Berdasarkan hasil analisis SVD, teridentifikasi empat belas struktur patahan yang terdiri atas patahan normal dan patahan naik. Patahan-patahan ini berperan penting dalam mengontrol manifestasi panas bumi di sekitar Gunungapi Ambang. Hasil pemodelan inversi 2D menunjukkan rentang densitas antara 2,31–2,75 g/cm³, yang diinterpretasikan sebagai batuan endapan aluvial, batu pasir, aglomerat, dan andesit. Zona berdensitas rendah diinterpretasikan sebagai lapisan penutup (cap rock), zona berdensitas sedang sebagai zona reservoir panas bumi, dan zona berdensitas tinggi sebagai intrusi vulkanik yang berfungsi sebagai sumber panas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Volcano Ambang area in North Sulawesi is one of Indonesia’s promising geothermal prospect zones, characterized by volcanic activity and surface manifestations such as fumaroles and solfataras. This study aims to interpret the subsurface geological structures and identify potential geothermal reservoir zones based on satellite gravity data analysis. The gravity data used in this research were obtained from GGMplus and processed through several stages, including complete Bouguer anomaly correction, flat-field reduction, and anomaly separation using the upward continuation method. Fault structures were identified using the Second Vertical Derivative (SVD) method, while subsurface density modeling was performed using two-dimensional (2D) inversion with the ZondGM2D software. The results show that the Bouguer anomaly values range from 146.2 to 158.4 mGal, indicating heterogeneity in subsurface rock densities. Three main anomaly zones— low, medium, and high—were identified, corresponding to variations in topography and lithology. Based on SVD analysis, fourteen fault structures were detected, consisting of both normal and reverse faults. These faults play a significant role in controlling geothermal manifestations around Ambang volacano. The 2D inversion modeling results show density values ranging from 2.31 to 2.75 g/cm³, interpreted as alluvial deposits, sandstone, agglomerate, and andesitic rocks. Low-density zones are interpreted as cap rock layers, medium-density zones as geothermal reservoir zones, and high-density zones as volcanic intrusions acting as the main heat source.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save