Artikel Ilmiah : K1C021021 a.n. FERDY BAGUS SETYAWAN

Kembali Update Delete

NIMK1C021021
NamamhsFERDY BAGUS SETYAWAN
Judul ArtikelInterpretasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Gunungapi Ambang Sulawesi Utara Berbasis Data Gravitasi Satelit
Abstrak (Bhs. Indonesia)Daerah Gunungapi Ambang di Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah
prospek panas bumi yang menjanjikan di Indonesia, ditandai dengan aktivitas
vulkanik serta adanya manifestasi permukaan berupa fumarol dan solfatara.
Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan struktur geologi bawah
permukaan dan mengidentifikasi zona potensi reservoir panas bumi berdasarkan
analisis data gravitasi satelit. Data yang digunakan adalah data gravitasi GGMplus
yang diolah melalui beberapa tahapan, meliputi koreksi anomali Bouguer, serta
pemisahan anomali regional dan residual menggunakan metode upward
continuation. Struktur patahan diidentifikasi menggunakan metode Second Vertical
Derivative (SVD), sedangkan pemodelan densitas bawah permukaan dilakukan
dengan metode inversi dua dimensi (2D) menggunakan perangkat lunak
ZondGM2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer berkisar
antara 146,2 hingga 158,4 mGal, yang mencerminkan heterogenitas densitas batuan
bawah permukaan. Terdapat tiga zona utama anomali—rendah, sedang, dan
tinggi—yang berkaitan dengan variasi topografi dan litologi. Berdasarkan hasil
analisis SVD, teridentifikasi empat belas struktur patahan yang terdiri atas patahan
normal dan patahan naik. Patahan-patahan ini berperan penting dalam mengontrol
manifestasi panas bumi di sekitar Gunungapi Ambang. Hasil pemodelan inversi 2D
menunjukkan rentang densitas antara 2,31–2,75 g/cm³, yang diinterpretasikan
sebagai batuan endapan aluvial, batu pasir, aglomerat, dan andesit. Zona berdensitas
rendah diinterpretasikan sebagai lapisan penutup (cap rock), zona berdensitas
sedang sebagai zona reservoir panas bumi, dan zona berdensitas tinggi sebagai
intrusi vulkanik yang berfungsi sebagai sumber panas.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Volcano Ambang area in North Sulawesi is one of Indonesia’s promising
geothermal prospect zones, characterized by volcanic activity and surface
manifestations such as fumaroles and solfataras. This study aims to interpret the
subsurface geological structures and identify potential geothermal reservoir zones
based on satellite gravity data analysis. The gravity data used in this research were
obtained from GGMplus and processed through several stages, including complete
Bouguer anomaly correction, flat-field reduction, and anomaly separation using
the upward continuation method. Fault structures were identified using the Second
Vertical Derivative (SVD) method, while subsurface density modeling was
performed using two-dimensional (2D) inversion with the ZondGM2D software.
The results show that the Bouguer anomaly values range from 146.2 to 158.4 mGal,
indicating heterogeneity in subsurface rock densities. Three main anomaly zones—
low, medium, and high—were identified, corresponding to variations in topography
and lithology. Based on SVD analysis, fourteen fault structures were detected,
consisting of both normal and reverse faults. These faults play a significant role in
controlling geothermal manifestations around Ambang volacano. The 2D inversion
modeling results show density values ranging from 2.31 to 2.75 g/cm³, interpreted
as alluvial deposits, sandstone, agglomerate, and andesitic rocks. Low-density
zones are interpreted as cap rock layers, medium-density zones as geothermal
reservoir zones, and high-density zones as volcanic intrusions acting as the main
heat source.
Kata kunciGunungapi Ambang, panas bumi, metode gravitasi, SVD, inversi 2D
Pembimbing 1Sehah, S.Si., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Agustya Adi Martha, M.T.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman70
Tgl. Entri2026-04-21 11:14:08.587256
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.