Artikelilmiahs
Menampilkan 49.261-49.280 dari 49.495 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 49261 | 52095 | L1A022012 | Valuasi Ekonomi dengan Pendekatan Travel Cost Method (TCM) pada Kawasan Ekowisata Taman Edukasi Mangrove (TEM) Desa Gedangan, Purwodadi, Purworejo | Ekosistem mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang penting, salah satunya melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Taman Edukasi Mangrove (TEM) Demang Gedi di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan kawasan ekowisata mangrove yang dikelola oleh masyarakat, namun nilai ekonomi non-pasarnya belum terukur secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi kawasan ekowisata TEM menggunakan pendekatan Travel Cost Method (TCM) serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan wisatawan. Penelitian dilaksanakan pada November - Desember 2025 dengan melibatkan 38 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kunjungan sebanyak 2.984 kunjungan per tahun dengan rata-rata biaya perjalanan Rp 27.395 per orang per kunjungan. Surplus konsumen tercatat sebesar Rp 1.637.230.031 per tahun dengan rata-rata frekuensi kunjungan individu 78 kali per tahun, sehingga surplus konsumen per individu mencapai Rp 43.085 per tahun. Nilai ekonomi total kawasan ekowisata TEM Demang Gedi diperkirakan sebesar Rp 128.565.642,5 per tahun. Seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan. Hasil ini menunjukkan bahwa TEM Demang Gedi memiliki potensi ekonomi yang nyata dan layak dikembangkan secara berkelanjutan. | Mangrove ecosystems have important ecological and economic value, one of which is through the development of conservation-based ecotourism. The Demang Gedi Mangrove Education Park (TEM) in Gedangan Village, Purwodadi District, Purworejo Regency is a mangrove ecotourism area managed by the community, but its non-market economic value has not been measured quantitatively. This study aims to estimate the economic value of the TEM ecotourism area using the Travel Cost Method (TCM) approach and to analyse the factors that influence tourist visit frequency. The study was conducted in November–December 2025, involving 38 respondents selected using accidental sampling. Data analysis was performed descriptively and quantitatively using multiple linear regression. The results show that there are 2,984 visits per year with an average travel cost of Rp 27,395 per person per visit. Consumer surplus is recorded at Rp 1,637,230,031 per year with an average individual visit frequency of 78 times per year, resulting in a consumer surplus per individual of Rp 43,085 per year. The total economic value of the TEM Demang Gedi ecotourism area is estimated at £128,565,642.5 per year. All independent variables simultaneously have a significant effect on visit frequency. These results indicate that TEM Demang Gedi has real economic potential and is worth developing sustainably. | |
| 49262 | 52116 | K1B022085 | Pendekatan Aljabar Min-Plus pada Penentuan Lintasan Terpendek untuk Distribusi Tahu di Oemah Produksi Tahu Purwokerto | Lintasan terpendek merupakan rute paling efisien yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan dari titik asal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lintasan terpendek menggunakan pendekatan aljabar min-plus dan mengaplikasikannya pada distribusi tahu di Oemah Produksi Tahu Purwokerto. Penentuan panjang lintasan terpendek dilakukan dengan menghitung akumulasi bobot lintasan untuk berbagai kemungkinan jumlah sisi yang dilalui, mulai dari lintasan dengan satu sisi hingga lintasan dengan jumlah sisi maksimum pada graf, yang diperoleh melalui matriks bobot hasil representasi graf berarah berbobot. Penentuan rute lintasan terpendek dilakukan dengan menggunakan Algoritma Bellman-Ford yang direpresentasikan dengan operasi penjumlahan dan perkalian pada aljabar min-plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang lintasan terpendek dari titik vi ke titik vj merupakan penjumlahan dari entri baris ke-i dan kolom ke-j pada matriks yang memuat bobot minimum melalui titik perantara dalam aljabar min-plus. Berdasarkan Algoritma Bellman-Ford, rute lintasan terpendek diperoleh melalui proses pembaruan nilai panjang lintasan terpendek secara berulang pada setiap sisi graf sebanyak empat iterasi hingga diperoleh urutan titik yang membentuk lintasan dengan panjang lintasan terpendek. Lebih lanjut, pada studi kasus distribusi tahu di Oemah Produksi Tahu Purwokerto diperoleh panjang lintasan terpendek dari Oemah Produksi Tahu Purwokerto menuju Rita Supermall Purwokerto sebesar 8,5 km dengan rute yang dilalui yaitu Oemah Produksi Tahu Purwokerto, Pasar Tambaksogra, Table Nine Resto Purwokerto, Aston Hotel & Convention Center Purwokerto, SMA Negeri 4 Purwokerto, RSIA Bunda Arif, Rita Pasaraya Isola Purwokerto, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, hingga Rita Supermall Purwokerto. Berdasarkan studi kasus, diperoleh bahwa aljabar min-plus dan Algoritma Bellman-Ford saling melengkapi, dengan aljabar min-plus digunakan untuk menentukan panjang lintasan terpendek, sedangkan Algoritma Bellman-Ford digunakan untuk menentukan rute yang dilalui. | The shortest path is the most efficient route that can be used to reach a destination from a startin point. This study aims to determine the shortest path using the min-plus algebraic approach and apply it to tofu distribution at the Oemah Produksi Tahu Purwokerto. The shortest path length is determined by calculating the accumulation of path weights for various possible numbers of sides passed, starting from paths with one side to paths with the maximum number of sides on the graph, which is obtained through the weight matrix resulting from the weighted directed graph representation. The shortest path route was determined using the Bellman-Ford algorithm, which was represented by addition and multiplication operations in min-plus algebra. The results show that the shortest path length from point vi to point vj is the sum of the i-th row and j-th column entries in the shortest path matrix through intermediate points in min-plus algebra. Based on the Bellman-Ford algorithm, the shortest path is obtained through a process of repeatedly updating the shortest path length on each side of the graph for four iterations until a sequence of points is obtained that forms the path with the shortest path length. Furthermore, in the case study of tofu distribution at Oemah Produksi Tahu Purwokerto, the shortest route from Oemah Produksi Tahu Purwokerto to Rita Supermall Purwokerto was 8,5 km, with the route passing through Oemah Produksi Tahu Purwokerto, Pasar Tambaksogra, Table Nine Resto Purwokerto, Aston Hotel & Convention Center Purwokerto, SMA Negeri 4 Purwokerto, RSIA Bunda Arif, Rita Pasaraya Isola Purwokerto, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, to Rita Supermall Purwokerto. Based on the case study, it was found that min-plus algebra and the Bellman-Ford algorithm complement each other, with min-plus algebra used to determine the length of the shortest path, while the Bellman-Ford algorithm is used to determine the route taken. | |
| 49263 | 52055 | K1B022094 | ANALISIS SENTIMEN PENGGUNA MEDIA SOSIAL X TERHADAP GOOGLE GEMINI MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE | Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) chatbot generatif telah menarik perhatian global, salah satunya adalah Google Gemini yang diluncurkan oleh Google sebagai asisten AI berbasis Large Language Model (LLM) multimodal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polaritas sentimen positif dan negatif terhadap Google Gemini serta mengevaluasi performa algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam melakukan analisis sentimen di media sosial X. Klasifikasi dilakukan dengan tahapan text preprocessing, ekstraksi fitur Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), dan dilanjutkan klasifikasi menggunakan algoritma SVM. Penelitian dilakukan dengan tiga rasio pembagian data training dan data testing, yaitu 70:30, 80:20, dan 90:10. Fungsi kernel yang digunakan, yaitu linear, polinomial, Radial Basis Function (RBF), dan sigmoid dengan nilai parameter cost (C) sebesar 0,1; 1; dan 10 pada setiap kernel untuk mengeksplorasi pengaruh regularisasi terhadap kompleksitas model dan kemampuan generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif lebih dominan dibandingkan sentimen negatif. Performa klasifikasi tertinggi dengan akurasi sebesar 90,91% diperoleh pada rasio 80:20 dan 90:10 menggunakan kernel linear dan sigmoid dengan C = 1. Temuan ini memvalidasi efektivitas SVM dalam menganalisis sentimen pengguna terhadap chatbot AI generatif, serta menunjukkan bahwa kombinasi kernel linear atau sigmoid dengan parameter regularisasi yang tepat menghasilkan performa optimal untuk evaluasi teknologi AI berbasis bahasa alami di platform media sosial. | The development of generative artificial intelligence (AI) chatbot technology has attracted global attention, one of which is Google Gemini launched by Google as an AI assistant based on a multimodal Large Language Model (LLM). This study aims to identify positive and negative sentiment polarity towards Google Gemini and evaluate the performance of the Support Vector Machine (SVM) algorithm in conducting sentiment analysis on 𝕏 social media. Classification was carried out through text preprocessing stages, Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) feature extraction, followed by classification using the SVM algorithm. The study was conducted with three ratios of data training and data testing division, namely 70:30, 80:20, and 90:10. The kernel functions used were linear, polynomial, Radial Basis Function (RBF), and sigmoid with cost parameter (C) values of 0.1, 1, and 10 for each kernel to explore the effect of regularization on model complexity and generalization capability. The results showed that positive sentiment was more dominant than negative sentiment. The highest classification performance with an accuracy of 90.91% was obtained at ratios of 80:20 and 90:10 using linear and sigmoid kernels with C = 1. These findings validate the effectiveness of SVM in analyzing user sentiment towards generative AI chatbots, and demonstrate that the combination of linear or sigmoid kernels with appropriate regularization parameters yields optimal performance for evaluating natural language-based AI technology on social media platforms. | |
| 49264 | 52056 | C1C022061 | AI dan Performa Akademik Mahasiswa Akuntansi: Pendekatan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 | Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Salah satu bentuk implementasi AI yang banyak digunakan adalah chatbot berbasis AI yang mampu memberikan respons interaktif, penjelasan konseptual, serta dukungan akademik secara cepat dan fleksibel. Dalam konteks pembelajaran akuntansi yang menuntut pemahaman konsep, ketelitian analitis, dan kemampuan pemecahan masalah, kehadiran chatbot AI menjadi salah satu alternatif sumber belajar yang dapat diakses kapan saja. Mahasiswa memanfaatkan teknologi ini untuk memperoleh penjelasan materi, mencari contoh penerapan konsep akuntansi, membantu penyusunan tugas, serta melakukan latihan soal secara mandiri. Meskipun pemanfaatannya semakin meningkat, tingkat penerimaan dan penggunaan chatbot AI di kalangan mahasiswa tidak selalu seragam. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, dorongan sosial, kebiasaan, maupun kondisi pendukung yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan dan penggunaan aktual chatbot AI dalam pembelajaran mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman, serta untuk menguji hubungan antara penggunaan aktual chatbot AI dan performa akademik mahasiswa. Kerangka teoretis yang digunakan adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), yang secara komprehensif menjelaskan determinan penerimaan dan penggunaan teknologi. Variabel independen yang diuji meliputi ekspektasi kinerja, ekspektasi upaya, pengaruh sosial, kondisi pendukung, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan sebagai prediktor niat penggunaan chatbot AI. Selain itu, penelitian ini juga menguji pengaruh niat penggunaan, kondisi pendukung, dan kebiasaan terhadap penggunaan aktual chatbot AI, serta hubungan antara penggunaan aktual chatbot AI dan performa akademik mahasiswa. Performa akademik dalam penelitian ini dipahami sebagai capaian akademik mahasiswa yang tercermin dalam indikator kuantitatif maupun persepsi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Akuntansi yang telah menggunakan chatbot AI dalam kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji validitas dan reliabilitas model pengukuran serta kekuatan hubungan antarvariabel dalam model struktural. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan niat penggunaan chatbot AI. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung memiliki niat yang lebih tinggi untuk menggunakan chatbot AI ketika mereka memandang teknologi tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan efektivitas belajar, memperoleh dukungan dari lingkungan sosial, memberikan pengalaman penggunaan yang menyenangkan, serta dianggap memiliki nilai yang sepadan dengan manfaat yang diperoleh. Kebiasaan penggunaan teknologi digital juga berperan dalam membentuk kecenderungan untuk terus menggunakan chatbot AI dalam aktivitas akademik. Sebaliknya, ekspektasi upaya dan kondisi pendukung tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan niat penggunaan. Hal ini dapat mencerminkan bahwa mahasiswa telah terbiasa dengan teknologi digital sehingga aspek kemudahan penggunaan bukan lagi menjadi pertimbangan utama, dan ketersediaan fasilitas pendukung bukan merupakan faktor dominan dalam membentuk niat penggunaan chatbot AI. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa niat penggunaan dan kebiasaan memiliki pengaruh yang signifikan dengan penggunaan aktual chatbot AI. Mahasiswa yang memiliki niat tinggi dan kebiasaan menggunakan teknologi cenderung lebih aktif dalam memanfaatkan chatbot AI dalam kegiatan belajar. Sementara itu, kondisi pendukung tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penggunaan aktual, yang mengindikasikan bahwa faktor internal pengguna lebih dominan dibandingkan faktor eksternal dalam mendorong penggunaan nyata teknologi tersebut. Lebih lanjut, penggunaan aktual chatbot AI memiliki hubungan positif dan signifikan dengan performa akademik mahasiswa. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan antara intensitas pemanfaatan chatbot AI dan capaian akademik mahasiswa. Namun demikian, hubungan yang ditemukan dalam penelitian ini tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan sebatas menunjukkan adanya asosiasi yang signifikan dalam konteks dan populasi penelitian yang diteliti. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai adopsi teknologi berbasis AI dalam pendidikan tinggi, khususnya dengan mengintegrasikan model UTAUT2 dalam konteks pembelajaran akuntansi dan mengaitkannya dengan variabel performa akademik. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan strategi integrasi AI yang lebih terarah, serta bagi pengembang teknologi untuk menyesuaikan fitur chatbot AI dengan kebutuhan akademik mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan responden yang terbatas pada satu program studi dan satu institusi, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian, mempertimbangkan variabel moderasi atau mediasi tambahan, serta mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan chatbot AI pada mahasiswa. | The development of Artificial Intelligence (AI) in recent years has brought significant changes across various sectors, including higher education. One widely adopted form of AI implementation is AI-based chatbots, which are capable of providing interactive responses, conceptual explanations, and academic support in a fast and flexible manner. In the context of accounting education which requires conceptual understanding, analytical precision, and problem-solving skills, the presence of AI chatbots has become an alternative learning resource that can be accessed anytime. Students utilize this technology to obtain explanations of course materials, explore examples of accounting concept applications, assist in completing assignments, and practice problem-solving independently. Despite its increasing utilization, the level of acceptance and use of AI chatbots among students is not always uniform. These differences may be influenced by factors such as perceived usefulness, perceived ease of use, social influence, habits, and facilitating conditions. Therefore, this study aims to analyze the factors influencing behavioral intention and actual use of AI chatbots in learning among Accounting students at Universitas Jenderal Soedirman, as well as to examine the relationship between actual use of AI chatbots and students’ academic performance. The theoretical framework employed in this study is the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), which comprehensively explains the determinants of technology acceptance and use. The independent variables examined include performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, and habit as predictors of behavioral intention to use AI chatbots. In addition, this study investigates the effects of behavioral intention, facilitating conditions, and habit on actual use of AI chatbots, as well as the relationship between actual use and students’ academic performance. Academic performance in this study is defined as students’ academic achievement reflected in both quantitative indicators and perceptions of learning outcomes. This research adopts a quantitative approach with a survey design. Primary data were collected through questionnaires distributed to Accounting students who have used AI chatbots in their learning activities. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the validity and reliability of the measurement model and the strength of relationships among variables in the structural model. The results indicate that performance expectancy, social influence, hedonic motivation, price value, and habit have a positive and significant effect on behavioral intention to use AI chatbots. These findings suggest that students are more likely to intend to use AI chatbots when they perceive the technology as beneficial for enhancing understanding and learning effectiveness, receive support from their social environment, experience enjoyment in using the technology, and perceive that the value obtained is worth the cost. Digital technology usage habits also play a role in shaping the tendency to continue using AI chatbots in academic activities. Conversely, effort expectancy and facilitating conditions do not show a significant effect on behavioral intention. This may reflect that students are already accustomed to digital technology, making ease of use no longer a primary consideration, and that the availability of supporting facilities is not a dominant factor in forming their intention to use AI chatbots. Furthermore, the findings show that behavioral intention and habit significantly influence the actual use of AI chatbots. Students with higher intention and established technology usage habits tend to use AI chatbots more actively in their learning activities. Meanwhile, facilitating conditions do not have a significant relationship with actual use, indicating that internal user factors are more dominant than external factors in driving the real use of the technology. Moreover, actual use of AI chatbots has a positive and significant relationship with students’ academic performance. This result indicates an association between the intensity of AI chatbot utilization and students’ academic achievement. However, the relationship identified in this study cannot be interpreted as a direct causal relationship; rather, it demonstrates a significant association within the context and population examined. Theoretically, this study contributes to the development of literature on AI-based technology adoption in higher education, particularly by integrating the UTAUT2 model into the context of accounting education and linking it with academic performance variables. Practically, the findings may serve as a reference for higher education institutions in designing more targeted AI integration policies and strategies, as well as for technology developers in aligning AI chatbot features with students’ academic needs. Nevertheless, this study is limited by its focus on respondents from a single study program and institution; therefore, the generalization of findings should be approached with caution. Future research is recommended to expand the research scope, consider additional moderating or mediating variables, and combine quantitative and qualitative methods to obtain a more comprehensive understanding of AI chatbot usage among students. | |
| 49265 | 52057 | C1A021030 | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Pelaku UMKM Batik Paoman di Kabupaten Indramayu | UMKM berperan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia karena menjadi salah satu sektor yang beragam dan dinamis, salah satunya yaitu UMKM Batik Paoman yang berperan untuk melestarikan warisan budaya dan identitas lokal Indonesia. UMKM memiliki tujuan untuk menghasilkan pendapatan yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari modal, tenaga kerja, dan inovasi produk terhadap pendapatan pelaku UMKM Batik Paoman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pelaku UMKM Batik Paoman. Sementara itu, inovasi produk tidak berpengaruh terhadap pendapatan karena tidak ada perbedaan antara UMKM yang melakukan inovasi produk dan UMKM yang tidak melakukan inovasi produk. Implikasi penelitian ini menekankan pada pentingnya pengelolaan modal yang optimal, penyesuaian jumlah tenaga kerja, dan diferensiasi untuk menciptakan produk yang memiliki keunggulan kompetitif. | MSMEs play an important role in moving the Indonesian economy because it is one of the diverse and dynamic sectors, one of which is the Batik Paoman MSMEs which plays a role in preserving Indonesia’s cultural heritage and local identity. MSMEs aim to generate maximum income to meet their needs and ensure business sustainability. This study analyzes the influence of capital, labor, and product innovation on the income of Batik Paoman SME actors. This study uses a quantitative method with multiple linear regression analysis to analyze the data. The result of this study indicate that capital and labor have a positive and significant effect on the income of Batik Paoman MSMEs. Meanwhile, product innovation does not affect income because there is no difference between MSMEs that implement product innovation and those that do not. The implications of this study emphasize the importance of optimal capital management, adjusting the number of workers, and differentiation to create product with competitive advantages. | |
| 49266 | 52113 | J1A022063 | ||||
| 49267 | 52101 | B1A022007 | Aktivitas Superoksida Dismutase dan Katalase Tikus Putih yang Dipapar Air Rebusan Plastik Hitam dan Diberi Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) | Plastik hitam polikarbonat merupakan jenis plastik yang banyak digunakan dalam industri karena sifatnya yang kuat, tahan panas dan ringan. Jenis plastik ini memiliki kode dengan nomor 7. Plastik hitam mengandung berbagai senyawa toksik, seperti Bisphenol A (BPA), ftalat, timbal (Pb), kromium (Cr), kadmiun (Cd), serta Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH), yang berpotensi terlepas saat pemanasan. Salah satu contoh penggunaan plastik hitam yang paling sering dijumpai adalah wadah makanan dan minuman. Paparan plastik hitam dapat meningkatkan produksi spesies oksigen reaktif yang menyebabkan stres oksidatif dan menurunkan aktivitas antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase. Tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung likopen, senyawa antioksidan kuat yang mampu menangkap radikal bebas dan berpotensi meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol tomat terhadap aktivitas superoksida dismutase dan katalase darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipapar air rebusan plastik hitam, serta menentukan dosis efektif ekstrak etanol tomat yang dapat meningkatkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase tikus putih yang dipapar air rebusan plastik hitam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini berupa tikus putih jantan. Adapun perlakuan yang dicobakan, yaitu: K+ (kontrol positif): tikus diberi aquades (K+), K- (kontrol negatif): tikus diberi air rebusan plastik hitam (K-), P1: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 5 mg/kg BB ekstrak etanol tomat, P2: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 10 mg/kg BB ekstrak etanol tomat, dan P3: tikus diberi air rebusan plastik hitam dan 20 mg/kg BB ekstrak etanol tomat. Perlakuan ekstrak etanol tomat diberikan setelah pemberian air rebusan plastik hitam selama 3 jam. Hari ke-8 dilakukan pengambilan darah melalui kapiler mata untuk mendapatkan plasma darah. Plasma darah digunakan untuk mengukur aktivitas superoksida dismutase pada panjang gelombang 520 nm dan katalase pada 240 nm menggunakan spektrofotometer. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan dikarenakan terdapat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan rebusan plastik hitam menyebabkan penurunan aktivitas superoksida dismutase dan katalase pada tikus putih. Pemberian ekstrak tomat mampu meningkatkan aktivitas kedua enzim secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol negatif. Peningkatan aktivitas superoksida dismutase dan katalase terjadi seiring dengan peningkatan dosis ekstrak tomat, dengan dosis 20 mg/kg BB menunjukkan efek paling optimal. Ekstrak tomat terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas antioksidan dan berpotensi melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat paparan rebusan plastik hitam. Tikus putih yang dipapar plastik hitam dan diberi ekstrak tomat menunjukkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol negatif (K−). Peningkatan aktivitas superoksida dismutase mengindikasikan bahwa pemberian ekstrak tomat mampu memperbaiki sistem pertahanan antioksidan terhadap stres oksidatif akibat paparan plastik hitam, sedangkan peningkatan aktivitas katalase menunjukkan peran ekstrak tomat dalam meningkatkan kemampuan tubuh untuk menguraikan hidrogen peroksida sehingga dapat menurunkan stres oksidatif. Berdasarkan hasil penelitian, dosis ekstrak tomat 20 mg/kg BB terbukti sebagai dosis yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas superoksida dismutase dan katalase. | Black polycarbonat plastic is a type of plastic widely used in industry due to its strenght, heat resistance, transparency, and lightweight properties. This type of plastic is classified polycerbonae-based plastic is in food and beverage containers. Black plastic contains several toxic compounds, including Bisphenol A (BPA), phthalates, lead (Pb), chromium (Cr), cadmium (Cd), and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), which may leach out when the plastic is subjected to heating. Exposure to black polycarbonate plastic can increase the production of reactive oygen species, leading to oxidative stress and decrease in the activity of endogenous antioxidant such ad superoxide dismutase and catalase. Tomatoes (Solanum lycopersicum L.) contain lycopene, a potent antioxidant enzymes in the body. This study aimed to determined the effect of tomato extract administration on the levels of superoxide dismutase and catalase in the blood of white rats (Rattus norvegicus) exposed to black plastic, as well as to identify the effective dose of tomato extract that can increase both enzyme level. This study employed a completely randomized design with five treatment groups and five replications. The experimental animals used were male white rats. The treatments consisted of a positive control group receiving ditilled water (K+), a negative control group receiving boiled black plastic solution (K-), and treatment groups receiving boiled black plastic solution combined with tomato extract at doses of 5 mg/kg body weight (P1), 10 mg/kg body weight (P2), and 20 mg/kg body weight (P3). Tomato extract was administered three hours after Bisphenol A exposure, on the 8 day, blood samples were collected via the ocular capillary to obtain blood plasma. Plasma samples were used to measure superoxide dismutase levels at a wavelength of 520 nm and catalase at 240 nm using a spectrophotometer. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA, and significant differences among treatments were further analyzed using Duncan’s multiple range test. The results showed that exposure to black plastic caused a decrease in superoxide dismutase and catalase enzyme levels in white rats. The results of the study showed that exposure to boiled black plastic caused a decrease in superoxide dismutase and catalase levels in white rats. Administration of tomato extract significantly increased the levels of both enzymes (p < 0.05) compared to the negative control group. The increase in superoxide dismutase and catalase levels occurred in line with increasing doses of tomato extract, with a dose of 20 mg/kg body weight showing the most optimal effect. Tomato extract was proven to be effective in enhancing antioxidant enzyme activity and has the potential to protect the body from oxidative stress caused by exposure to boiled black plastic. White rats exposed to black plastic and treated with tomato extract showed higher levels of superoxide dismutase and catalase compared to the negative control group (K−). The increase in superoxide dismutase levels indicates that tomato extract administration is able to improve the antioxidant defense system against oxidative stress induced by black plastic exposure, while the increase in catalase levels demonstrates the role of tomato extract in enhancing the body’s ability to decompose hydrogen peroxide, thereby reducing oxidative stress. | |
| 49268 | 52114 | C1A022100 | ANALISIS PENGARUH TINGKAT INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH, DAN SUKU BUNGA TERHADAP KEYAKINAN KONSUMEN PADA PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2021-2024 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Indonesia dengan menggunakan variabel tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga pinjaman. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang menggunakan data time series periode 2010–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang hanya tingkat suku bunga pinjaman yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IKK, sedangkan variabel inflasi dan nilai tukar rupiah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan biaya pinjaman memiliki peran dominan dalam memengaruhi persepsi dan keyakinan konsumen, di mana peningkatan suku bunga cenderung menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan suku bunga yang stabil dan responsif oleh lembaga keuangan guna menjaga daya beli dan optimisme masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. | This research aims to analyze the influence of macroeconomic variables on the Consumer Confidence Index (CCI) in Indonesia by using inflation rate, exchange rate, and lending interest rate as explanatory variables. The analytical method employed is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to identify both short-run and long-run relationships using time series data from 2010 to 2024. The results indicate that in the long run, only the lending interest rate has a negative and significant effect on the CCI, while inflation and exchange rate variables do not show a significant impact. These findings suggest that changes in borrowing costs play a dominant role in shaping consumer perceptions and confidence, where an increase in interest rates tends to reduce consumer confidence in economic conditions. The policy implication of this study highlights the importance of maintaining stable and responsive interest rate management by financial authorities to preserve purchasing power and public optimism in supporting economic growth. | |
| 49269 | 52085 | C1B021035 | Analisis Akurasi Indikator Vortex, Chaikin Money Flow, dan Exponential Moving Average pada Saham LQ45 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi indikator teknikal Vortex Indicator, Chaikin Money Flow, dan Exponential Moving Average dalam memberikan sinyal jual dan beli pada saham yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode Juni 2024 hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa harga saham harian yang meliputi harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dari 36 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sinyal jual dan beli diperoleh melalui penerapan indikator Vortex (VI-14), Chaikin Money Flow (CMF-20), serta Exponential Moving Average (EMA 20 dan EMA 50). Pengujian akurasi dilakukan dengan mengevaluasi kesesuaian antara sinyal indikator dan pergerakan harga penutupan saham tiga hari setelah sinyal muncul. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vortex Indicator tidak terbukti akurat dalam memberikan sinyal jual dan beli, sedangkan Chaikin Money Flow dan Exponential Moving Average terbukti akurat. Temuan ini mengindikasikan bahwa indikator berbasis volume dan indikator tren yang lebih responsif cenderung lebih efektif dalam kondisi pasar saham yang dinamis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan analisis teknikal serta menjadi referensi bagi investor dalam memilih indikator yang tepat untuk mendukung pengambilan keputusan investasi. | This study aims to analyze the accuracy of technical indicators, namely the Vortex Indicator, Chaikin Money Flow, and Exponential Moving Average, in generating buy and sell signals for stocks listed in the LQ45 Index during the period of June 2024 to June 2025. This research employs a quantitative approach using secondary data in the form of daily stock prices, including opening, closing, highest, and lowest prices from 36 companies selected through purposive sampling. Buy and sell signals were generated using the Vortex Indicator (VI-14), Chaikin Money Flow (CMF-20), and Exponential Moving Average (EMA 20 and EMA 50). The accuracy test was conducted by evaluating the alignment between the indicator signals and the stock closing prices three days after the signal occurred. Data analysis was performed using the non-parametric Mann-Whitney U Test with a significance level of 5%. The results indicate that the Vortex Indicator is not accurate in generating buy and sell signals, while Chaikin Money Flow and Exponential Moving Average are proven to be accurate. These findings suggest that volume-based indicators and more responsive trend indicators tend to be more effective in dynamic market conditions. This study is expected to provide empirical contributions to the development of technical analysis and serve as a reference for investors in selecting appropriate indicators to support investment decision-making | |
| 49270 | 52059 | L1B022017 | Pengaruh Pemberian Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) dengan Dosis Berbeda terhadap Kepadatan dan Laju Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) pada Media Nannochloropsis oculata | Larva merupakan fase kritis dalam budidaya ikan karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna dan bersifat sensitif terhadap kondisi lingkungan, terutama ketersediaan pakan. Salah satu jenis pakan larva ikan yaitu pakan alami rotifera (Brachionus plicatilis), yang umumnya dikultur menggunakan mikroalga, salah satunya Nannochloropsis oculata atau dengan tambahan suplementasi untuk pengkayaan. Selain itu, rotifera juga dapat diberi pakan dengan bahan alternatif seperti ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Namun, ragi roti harus diberikan dengan dosis yang tepat karena pemberian yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan rotifera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi roti dengan dosis berbeda terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (A: Nannochloropsis oculata 10 mL/L/hari (kontrol), B: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 10 mL/L/hari, C: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 20 mL/L/hari, D: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 30 mL/L/hari) dalam skala 2 L. Bahan perlakuan menggunakan larutan stok N. oculata kepadatan 10⁴ sel/mL dan pengenceran ragi roti dengan dosis 8 gram/ L. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dengan tahapan persiapan alat dan bahan, sterilisasi, kultur, pengamatan kepadatan, pemanenan, dan analisis data. Data kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi roti dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan D yang menghasilkan kepadatan 118 individu/mL dan laju pertumbuhan 0,411 individu/mL/hari dengan waktu penggandaan diri selama 37,1 jam. | Larvae are a critical phase in fish farming because their digestive systems are not yet fully developed and are sensitive to environmental conditions, especially feed availability. One type of fish larval feed is natural feed rotifers (Brachionus plicatilis), which are generally cultured using microalgae, one of which is Nannochloropsis oculata or with additional supplementation for enrichment. Additionally, rotifers can also be fed with alternative materials such as baker's yeast (Saccharomyces cerevisiae). However, baker's yeast must be administered in the correct dosage because excessive administration can disrupt rotifer growth. This study aims to determine the effect of administering baker's yeast at different dosages on the density and growth rate of the rotifer population. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates (A: Nannochloropsis oculata 10 mL/L/day (control), B: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 10 mL/L/day, C: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 20 mL/L/day, D: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 30 mL/L/day) on a 2 L scale. The treatment materials used a stock solution of N. oculata with a density of 10⁴ cells/mL and bread yeast dilution at a dose of 8 grams/L. Maintenance was carried out for 8 days with stages of preparation of tools and materials, sterilization, culture, density observation, harvesting, and data analysis. The density and growth rate data of the rotifer population were analyzed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney tests. The results showed that the administration of bread yeast at different doses had a significant effect (p<0.05) on the density and growth rate of the rotifer population. The best treatment was treatment D, which produced a density of 118 individuals/mL and a growth rate of 0.411 individuals/mL/day with a doubling time of 37.1 hours. | |
| 49271 | 52075 | K1C022008 | Pendekatan Analytical Hierarchy Process dalam Analisis Peta Mikrozonasi Bahaya Gempabumi di Kota Bandung dan Cimahi sebagai Upaya Mitigasi Bencana | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat zona bahaya gempabumi di Kota Bandung dan Cimahi melalui kajian mikrozonasi. Data mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Metode ini digunakan untuk memperoleh frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan kecepatan gelombang geser rata-rata 30 meter (Vs30). Parameter tersebut dikombinasikan dengan kemiringan lereng, nilai Peak Ground Acceleration batuan dasar dan permukaan, nilai Ground Shear Strain (γ), serta kepadatan penduduk dan bangunan sebagai indikator exposure. Kontribusi masing-masing parameter ditentukan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah studi terbagi menjadi tiga zona bahaya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona rendah didominasi area dengan amplifikasi kecil daan dihuni sekitar 658.048 jiwa penduduk dan 90.450 unit bangunan. Zona sedang mencakup sebagaian besar wilayah penelitian, dengan 2.185.145 jiwa penduduk dan 252.402 unit bangunan, menunjukkan kombinasi kerentanan geologi dan exposure yang tinggi. Zona tinggi berada pada area dengan nilai amplifikasi besar dan dihuni 55.809 jiwa penduduk dan 4.623 unit bangunan, sehingga memiliki potensi dampak kerusakan tertinggi. Variasi respon tanah yang dipengaruhi kuat oleh faktor amplifikasi dengan bobot AHP 48,2 %. Temuan ini menunjukkan bahwa kajian mikrozonasi bahaya gempabumi berkontribusi sebagai dasar dalam upaya mitigasi dan perencanaan tata ruang di masa mendatang. | This study aims to analyze the level of earthquake hazard zones in the cities of Bandung and Cimahi through microzonation studies. Microtremor data were processed using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. This method was used to obtain the dominant frequency (f0), amplification factor (A0), seismic vulnerability index (Kg), and average shear wave velocity at 30 meters (Vs30). These parameters were combined with slope inclination, Peak Ground Acceleration values of bedrock and surface, Ground Shear Strain (γ) values, and population and building density as exposure indicators. The contribution of each parameter was determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. The results showed that the study area was divided into three hazard zones, namely low, medium, and high. The low zone is dominated by areas with small amplification and is inhabited by approximately 658.048 people and 90.450 buildings. The medium zone covers most of the study area, with 2.185.145 people and 252.402 buildings, indicating a combination of high geological vulnerability and exposure. The high zone is located in an area with high amplification values and is inhabited by 55.809 residents and 4.623 buildings, thus having the highest potential for damage. Soil response variation is strongly influenced by amplification factors with an AHP weight of 48.2%. These findings indicate that earthquake hazard microzonation studies contribute to future mitigation and spatial planning efforts. | |
| 49272 | 52061 | J1A022059 | A Semiotic Analysis of Signs of Self-Motivation in the Instagram Posts by @toyoufromsteph | Penelitian ini mengkaji bagaimana pesan motivasi diri dibangun dalam unggahan Instagram akun @toyoufromsteph. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna tanda-tanda dan memahami cara pesan motivasi diri dikonstruksi melalui elemen visual dan verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan Self-Determination Theory sebagai kerangka untuk mengelompokkan jenis motivasi yang muncul. Hasil analisis menunjukkan bahwa 37 unggahan mengandung motivasi diri. Terdapat unggahan autonomy (37.8%), competence (32.4%), relatedness (5.4%), autonomy-competence (19%), dan competence-relatedness (5.4%). Pesan motivasi diri dibangun melalui simbol visual seperti figur perempuan aktif, elemen alam, dan warna kuning, serta diperkuat oleh elemen verbal berupa pernyataan afirmatif, pilihan kata yang menekankan batas diri, dan penggunaan tipografi sans serif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa unggahan motivasi diri di Instagram dibentuk oleh elemen verbal yang didukung oleh elemen visual. | This research analyzes how self-motivation messages are constructed through visual and verbal signs in Instagram posts on the @toyoufromsteph account. It aims to identify the denotative, connotative, and mythical meanings of the elements in these posts and to explain how the account owner represents self-motivation messages. The analysis was conducted using Roland Barthes' semiotic approach with a qualitative descriptive method, with Self-Determination Theory as a framework for classifying types of self-motivation. The results showed that of the 37 self-motivation posts, there were posts on autonomy (37.8%), competence (32.4%), relatedness (5.4%), autonomy-competence (19%), and competence-relatedness (5.4%). Self-motivation is built through recurring visual elements such as active female figures, natural elements, and yellow colors, combined with verbal elements using sans serif fonts that contain boundary-setting words, affirmative statements, shared experience expressions, action verbs, and shared achievement expressions. These findings indicate that self-motivational posts on Instagram are not only constructed through language, but also through visual signs. | |
| 49273 | 52062 | C1A022001 | Pengaruh Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, dan Luas Panen Padi terhadap PDB Subsektor Tanaman Pangan di Indonesia | Subsektor tanaman pangan memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional. Namun, kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor ini menunjukkan fluktuasi dan bahkan mengalami pertumbuhan negatif pada beberapa periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, nilai tukar rupiah, dan luas panen padi terhadap PDB subsektor tanaman pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan data sekunder time series periode 2000–2024. Dalam jangka panjang, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan nilai tukar rupiah dan luas panen padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB subsektor tanaman pangan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kebijakan moneter serta perlindungan dan peningkatan produktivitas lahan pertanian untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan produksi subsektor tanaman pangan di Indonesia. | The food crop subsector plays a strategic role in the Indonesian economy as it is the main foundation of national food security. However, the Gross Domestic Product (GDP) performance of this subsector has fluctuated and even experienced negative growth in some periods. This research aims to analyze the effect of interest rates, the rupiah exchange rate, and rice harvest area on the GDP of the food crop subsector in the short and long term. The study uses a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method using secondary time series data for the period 2000–2024. In the long term, interest rate has a negative and significant effect, while the rupiah exchange rate and rice harvest area have a positive and significant effect on the GDP of the food crop subsector. These findings highlight the importance of monetary policy management as well as the protection and improvement of agricultural land productivity to maintain the stability and sustainability of food crop subsector production in Indonesia. | |
| 49274 | 52064 | H1D021047 | Perbadingan Metode Grid Search, Random Search, Bayesian Optimization dalam Optimasi Hyperparameter Model BERT untuk Analisis Sentimen pada Platform X terhadap Website Coretax | Layanan perpajakan digital Website Coretax yang baru disahkan pada awal tahun 2025 memicu beragam opini masyarakat di platform media sosial X. Analisis sentimen terhadap opini tersebut penting dilakukan untuk mengevaluasi kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas tiga metode optimasi hyperparameter, yaitu Grid Search, Random Search, dan Bayesian Optimization, pada model Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) untuk klasifikasi sentimen. Model yang digunakan adalah indobert-base-p1 dengan dataset sebanyak 31.586 tweet yang dibagi dengan rasio 80:10:10. Parameter yang dioptimasi meliputi learning rate, batch size, epochs, dan weight decay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode optimasi berhasil meningkatkan performa dibandingkan base model (akurasi 93,84%, presisi 88,98%, recall 87,94%, F1-Score 88,44%). Bayesian Optimization terbukti menjadi metode terbaik dengan peningkatan performa paling signifikan, menghasilkan akurasi 95,00%, presisi 91,86%, recall 91,59%, dan F1-score 91,72% pada kombinasi learning rate 1,04 × 10⁻⁵, epoch 4, batch size 16, dan weight decay 0,22. Analisis sentimen menunjukkan bahwa mayoritas pengguna memberikan respon negatif terhadap Website Coretax sebesar 47% (10.428 tweet). Selain itu, penelitian ini mengimplementasikan dashboard interaktif berbasis website untuk visualisasi hasil analisis dan model. | The digital tax service, Coretax Website, launched in early 2025, has triggered various public opinions on the X social media platform. Sentiment analysis of these opinions is crucial for evaluating service quality. This study aims to compare the effectiveness of three hyperparameter optimization methods—Grid Search, Random Search, and Bayesian Optimization—on the Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) model for sentiment classification. The model used is indobert-base-p1 with a dataset of 31,586 tweets split at an 80:10:10 ratio. The optimized parameters include learning rate, batch size, epochs, and weight decay. The results show that all three optimization methods improved performance compared to the base model (Accuracy 93.84%, Precision 88,98%, Recall 87,94%, F1-Score 88.44%). Bayesian Optimization proved to be the superior method with the most significant performance increase, achieving 95.00% accuracy, 91.86% precision, 91.59% recall, and a 91.72% F1-score with a configuration of learning rate 1.04 × 10⁻⁵, 4 epochs, batch size 16, and weight decay 0.22. Sentiment analysis revealed that the majority of users expressed negative sentiments toward the Coretax Website at 47% (10,428 tweets). Furthermore, this research implemented an interactive web-based dashboard for visualization of the analysis results and model. | |
| 49275 | 52065 | J0B022041 | PEMBUATAN BUKU PANDUAN PERJALANAN WISATA DIGITAL DWIBAHASA INDONESIA DAN MANDARIN SEBAGAI MEDIA PROMOSI BIRO JASA BOEMI DIENG GRUP | Dieng merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Wonosobo yang menarik banyak wisatawan mancanegara, terutama wisatawan penutur bahasa Mandarin untuk berkunjung ke Dieng. Namun. belum adanya buku panduan perjalanan wisata berbahasa Mandarin sebagai media promosi. Oleh sebab itu, tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan buku panduan perjalanan wisata dwibahasa Indonesia dan Mandarin sebagai media promosi biro jasa boemi dieng grup yang berada di Wonosobo untuk wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara khususnya wisatawan penutur bahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Observasi, Wawancara, Studi Pustaka, dan Jelajah Internet. Penulis terlebih dahulu membuat buku panduan perjalanan wisata digital dalam bahasa Indonesia yang kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dengan menggunakan metode komunikatif. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini adalah buku panduan perjalanan wisata digital yang diunggah pada website Boemi Dieng Grup. Dengan adanya buku panduan ini yang dapat digunakan sebagai media promosi biro jasa Boemi Dieng grup kepada wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara khususnya wisatawan penutur bahasa Mandarin. | Dieng is one of the favourite tourist destinations in Wonosobo that attracts many foreign tourists, especially Mandarin-speaking tourists to visit Dieng. However, there is no travel guidebook in Mandarin as a promotional medium. Therefore, the objective of this internship is to produce a bilingual travel guidebook in Indonesian and Mandarin as a promotional tool for the Boemi Dieng Group travel agency in Wonosobo, targeting both local and international tourists, particularly Mandarin-speaking tourists. The data collection methods used include Observation, Interviews, Literature Review, and Internet Research. The author first created a digital travel guidebook in Indonesian, which was then translated into Mandarin using the communicative method. The outcome of this internship activity is a digital travel guidebook uploaded to the Boemi Dieng Group website. This guidebook can be used as a promotional tool for the Boemi Dieng Group travel agency to attract local and international tourists, particularly Mandarin-speaking tourists. | |
| 49276 | 52058 | K1B022064 | Analisis Perbandingan Tabel Mortalitas CSO 1980 dan TMI 1993 Melalui Perhitungan Premi Bersih Asuransi Jiwa | Penentuan premi bersih merupakan aspek penting dalam asuransi jiwa karena berkaitan dengan keseimbangan risiko dan keberlanjutan keuangan perusahaan. Perbedaan tabel mortalitas dapat menghasilkan nilai premi yang berbeda sehingga diperlukan analisis komparatif untuk mengevaluasi pengaruh penggunaannya. Penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis perbedaan premi bersih pada asuransi jiwa seumur hidup, berjangka 10 tahun, dan dwiguna 10 tahun menggunakan tabel mortalitas CSO 1980 dan TMI 1993 pada usia masuk 0–70 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif melalui perhitungan premi bersih dengan metode simbol komutasi berdasarkan asumsi tingkat bunga konstan. Selanjutnya, perbedaan premi dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hipotesis nol menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara premi bersih yang dihitung menggunakan tabel CSO 1980 dan TMI 1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tabel mortalitas tidak selalu menimbulkan perbedaan signifikan pada seluruh produk asuransi. Perbedaan signifikan terjadi pada premi tertanggung perempuan berdasarkan tabel CSO 1980 dan TMI 1993, sedangkan premi tertanggung laki-laki yang dihitung menggunakan kedua tabel tersebut tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan tabel mortalitas memengaruhi besaran premi bersih sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik demografis agar menghasilkan perhitungan yang lebih akurat. Kata Kunci: premi bersih, simbol komutasi, CSO 1980, TMI 1993, uji Mann–Whitney U. | The determination of net premiums is a critical aspect of life insurance because it is closely related to risk balance and the financial sustainability of insurance companies. Differences in mortality tables may produce different premium values, making comparative analysis necessary to evaluate the impact of their use. This study aims to calculate and analyze differences in net premiums for whole life insurance, 10-year term life insurance, and 10-year endowment insurance using the CSO 1980 and TMI 1993 mortality tables at entry ages 0–70 years. This research applies a comparative quantitative approach by calculating net premiums using the commutation function method under the assumption of a constant interest rate. Premium differences are further examined using the Mann–Whitney test. The null hypothesis states that there is no significant difference between net premiums calculated using the CSO 1980 and TMI 1993 mortality tables. The results indicate that differences in mortality tables do not consistently lead to significant differences across all insurance products. A significant difference is identified in the premiums for female insured individuals based on the CSO 1980 and TMI 1993 tables, while premiums for male insured individuals calculated using both tables do not show a significant difference. These findings confirm that the selection of an appropriate mortality table influences the level of net premiums, so its application should align with demographic characteristics to support more accurate premium calculations. Keywords: net premium, commutation function, CSO 1980, TMI 1993, Mann–Whitney U test. | |
| 49277 | 52239 | C0A023011 | OPTIMALISASI PEMASARAN PRODUK HAJI DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH DI PT BANK MUAMALAT INDONESIA | Artikel ini membahas optimalisasi pemasaran Haji oleh Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk meningkatkan pemahaman, minat, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran Haji yang diterapkan selama kegiatan magang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung terhadap aktivitas pemasaran, meliputi penyebaran brosur, kegiatan sosialisasi, pengelolaan data nasabah, serta tindak lanjut melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan secara bertahap mampu memperluas jangkauan informasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mempermudah proses pendftaran Haji bagi calon nasabah. Meskipun demikian, keberhasilan pemasaran masih dipengaruhi oleh tingkat respon nasabah dan keterbatasan alat pendukung pemasaran. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan kepada Bank Muamalat Indonesia pada penguatan kompetensi pegawai serta penggunaan akun WhatsApp resmi untuk meningkatkan kepercayaan nasabah. Dengan langkah-langkah tersebut, optimalisasi pemasaran produk Haji diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah nasabah dan mendukung pertumbuhan layanan perbankan syariah. | This paper discusses the optimization of Hajj marketing by Bank Muamalat Indonesia (BMI) to enhance public understanding, interest, and trust in Islamic banking services. Thia study aims to analyze the effectiveness of Hajj marketing strategies implemented during the internship program. The research method employed is a descriptive qualitative approach through observation of marketing activities, including brochure distribution, socialization programs, customer data management, and follow up through digital media. The results indicate that the staged marketing strategies were able to expand information outreach, , increase public understanding, and facilitate the Hajj registration process for prospective customers. Nevertheless, the success of marketing efforts is still influenced by customer response levels and the limitations in marketing support tools. Therefore, this study recommends that Bank Muamalat Indonesia strengthen employee competencies and utilize official WhatsApp accounts to enhance customer trust. Through these efforts, the optimization of Hajj product marketing is expected to contribute to an increase in the number of customers and support the growth of Islamic banking services. | |
| 49278 | 52068 | C1A022025 | Analisis Pengaruh Penerimaan Daerah dan Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021-2024 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh instrumen kebijakan fiskal yang meliputi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Belanja Modal, serta Belanja Barang dan Jasa terhadap pertumbuhan ekonomi di 35 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah pada periode 2021-2024. Urgensi penelitian ini didasarkan pada posisi strategis Jawa Tengah sebagai penyumbang ekonomi nasional yang besar, namun masih menghadapi fluktuasi laju pertumbuhan ekonomi yang sering kali berada di bawah provinsi lain di Pulau Jawa. Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, penelitian ini menerapkan metode analisis regresi data panel melalui pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, secara parsial ditemukan bahwa Belanja Modal serta Belanja Barang dan Jasa berpengaruh positif dan signifikan dalam menstimulus ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur dan pemenuhan permintaan domestik. Sebaliknya, Pajak Daerah tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena porsi penerimaannya masih cenderung terserap untuk pembiayaan rutin birokrasi, sementara Retribusi Daerah menunjukkan pengaruh negatif yang tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa beban pungutan pasca pandemi belum diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang memadai. Keseluruhan model ini memiliki nilai R-Squared sebesar 39 persen, yang mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah ini masih sangat bergantung pada faktor eksternal di luar model, terutama ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat. | This study aims to analyze the effect of fiscal policy instruments, including Local Taxes, Local Levies, Capital Expenditures, and Goods and Services Expenditures, on economic growth in 35 regencies/cities in Central Java Province during the period 2021-2024. The urgency of this research is based on Central Java's strategic position as a major contributor to the national economy, yet it still faces fluctuations in economic growth rates that are often below those of other provinces on the island of Java. Using secondary data from the Central Statistics Agency and the Directorate General of Fiscal Balance, this study applies a panel data regression analysis method through a Fixed Effect Model (FEM) approach. The results show that, simultaneously, all independent variables have a significant effect on economic growth. However, partially, it was found that Capital Expenditure and Goods and Services Expenditure have a positive and significant effect in stimulating the regional economy through infrastructure development and meeting domestic demand. Conversely, Local Taxes did not show a significant effect because the portion of revenue tends to be absorbed by routine bureaucratic financing, while Local Levies showed a non-significant negative effect, indicating that the burden of post-pandemic levies has not been offset by adequate improvements in public service quality. The overall model has an R-Squared value of 39 percent, which suggests that economic growth in this region is still highly dependent on external factors outside the model, particularly dependence on transfer funds from the central government. | |
| 49279 | 52069 | I1B022088 | PENGARUH SEDUHAN FERMENTASI BIJI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) DENGAN YOGURT TERHADAP PENURUNAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) | Pendahuluan : Diabetes melitus ditandai oleh terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) yang berhubungan erat dengan peningkatan stres oksidatif. Kondisi stres oksidatif memicu terjadinya peroksidasi lipid sehingga menyebabkan peningkatan kadar malondialdehyde (MDA) sebagai penanda kerusakan sel. Biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berperan dalam menghambat proses peroksidasi lipid sehingga meminimalisir peningkatan kadar MDA. Pada penelitian ini, fermentasi menggunakan yogurt berfungsi untuk menghasilkan aroma yang khas serta meningkatkan cita rasa biji rambutan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain True Experimental dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah 35 ekor tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu kelompok kontrol sehat, kontrol negatif (induksi streptozotocin), kontrol positif (vitamin C), serta empat kelompok perlakuan seduhan fermentasi biji rambutan dengan yogurt pada durasi fermentasi 0, 3, 5, dan 7 hari. Kadar MDA diukur menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) dengan Spektrofotometri. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian seduhan fermentasi biji rambutan dengan yogurt efektif menurunkan kadar MDA secara signifikan (P < 0,05). Penurunan kadar MDA paling optimal ditemukan pada kelompok perlakuan dengan durasi fermentasi hari ke-3 (0,3895 ± 0,0190 nmol/L) dan ke-7 (0,3895 ± 0,0604 nmol/L). Kesimpulan : Seduhan fermentasi biji rambutan dengan yogurt berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar Malondialdehyde (MDA) pada hewan uji yang diinduksi Streptozotocin (STZ). | Introduction : Diabetes mellitus is characterized by elevated blood glucose levels (hyperglycemia), which is closely associated with increased oxidative stress. Oxidative stress triggers lipid peroxidation, leading to increased levels of malondialdehyde (MDA), a marker of cell damage. Rambutan seeds (Nephelium lappaceum L.) are known to contain antioxidant compounds such as flavonoids, polyphenols, and tannins, which play a role in inhibiting lipid peroxidation, thereby minimizing the increase in MDA levels. This research, fermentation using yogurt serves to produce a distinctive aroma and enhance the taste of rambutan seeds. Method : This study used a true experimental design with a pretest–posttest control group design. The subjects were 35 male wistar rats (Rattus norvegicus) divided into seven groups, namely a healthy control group, a negative control group (streptozotocin induction), a positive control group (vitamin C), and four treatment groups of fermented rambutan seed infusion with yogurt at fermentation durations of 0, 3, 5, and 7 days. MDA levels were measured using the Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) method with spectrophotometry. Result : This study showed that the administration of infusion fermented rambutan seed with yogurt significantly reduced MDA levels (P < 0,05). The most optimal reduction in MDA levels was found in the treatment groups with fermentation durations of 3 days (0.3895 ± 0.0190 nmol/L) and 7 days (0.3895 ± 0.0604 nmol/L). Conclusion : Brewing fermented rambutan seeds with yogurt had a significant effect in reducing Malondialdehyde (MDA) levels in test animals induced by Streptozotocin (STZ). | |
| 49280 | 52070 | J1D022019 | Studi Komparasi Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI Jurusan Vokasional dan Nonvokasional di MAN 2 Banyumas | Pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 2 Banyumas baik jurusan vokasional maupun nonvokasional cenderung sama dan tidak mempertimbangkan perbedaan latar kebutuhan siswa. Kondisi tersebut terlihat pada beberapa kegiatan pembelajaran, salah satunya menulis karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XI jurusan vokasional dan nonvokasional di MAN 2 Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif komparatif. Fokus penelitian berupa analisis struktur penulisan dan aspek kebahasaan dalam karya ilmiah siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data kualitatif dilakukan dalam tiga tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis karya ilmiah siswa jurusan nonvokasional tergolong lebih unggul dibanding siswa jurusan vokasional, baik dari segi struktur penulisan maupun aspek kebahasaan. Perbedaan yang paling mencolok antara karya ilmiah siswa jurusan vokasional dengan siswa jurusan nonvokasional yaitu pada alasan pemilihan masalah pada pendahuluan. Meskipun demikian, seluruh data yang dianalisis sudah memuat ide pokok. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan saran terkait pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya menulis karya ilmiah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pentingnya menekankan pembelajaran mengenai struktur penulisan dan aspek kebahasaan sesuai dengan tujuan pembelajaran. | Indonesian language instruction at MAN 2 Banyumas, both vocational and non-vocational, tends to be similar and does not consider the differences in student backgrounds. This condition can be seen in several learning activities, one of which is writing scientific papers. This study aims to determine and compare the scientific writing skills of eleventh-grade vocational and non-vocational students at MAN 2 Banyumas. This study used a qualitative, comparative descriptive approach. The focus of the study was the analysis of the writing structure and linguistic aspects of students' scientific papers. Data collection techniques used documentation, interviews, and observation. Qualitative data analysis was conducted in three stages: data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the scientific writing skills of non-vocational students are superior to those of vocational students, both in terms of writing structure and linguistic aspects. The most striking difference between the scientific papers of vocational and non-vocational students is in the reasoning for choosing the problem in the introduction. Nevertheless, all analyzed data already contain the main idea. The conclusions of this study provide suggestions related to Indonesian language learning, especially scientific writing, tailored to students' needs. In addition, the importance of emphasizing learning about writing structure and linguistic aspects in accordance with learning objectives. |