| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel berjudul “Korelasi Kondisi Lingkungan Kandang dengan Performa Ayam Broiler pada Ketinggian Lantai yang Berbeda”. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan kandang (suhu, kelembaban, dan heat indeks) dengan performa ayam broiler, serta mengetahui perbedaan performa ayam broiler pada ketinggian lantai kandang yang berbeda di kandang CV Dian Pratama yang dilaksanakan selama satu periode dari tanggal 17 September – 25 Oktober 2024 di Desa Bogohan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler dengan Strain Cobb CP-707 dengan populasi setiap lantainya berjumlah 16.000, pakan berupa S00 untuk umur 1 sampai 10 hari, S11 untuk umur 11 sampai 18 hari, S12G untuk umur 19 hari sampai panen atau akhir periode, vaksin, dan peralatan penunjang produksi lainnya. Metode analisis menggunakan analisis Korelasi Pearson dan Analisis Variansi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, kelembapan, heat index, pertambahan bobot badan harian (PBBH), deplesi, feed conversion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Hasil uji korelasi menunjukkan suhu dan heat index memiliki hubungan yang bervariasi terhadap performa produksi, dengan kecenderungan korelasi negatif terhadap PBBH dan IP serta korelasi positif terhadap FCR dan deplesi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketinggian lantai kandang (0 m, 2 m, dan 4 m) tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap performa produksi (P>0,05) dengan rata PBBH pada masing-masing lantai sebesar 62,79±34,30 g; 62,77±37,72 g; dan 59,94±37,64 g. Nilai deplesi berturut-turut sebesar 2,18±2,06%; 2,17±2,01%; dan 1,54±1,39%. FCR relatif seragam yaitu 1,35±0,13; 1,35±0,16; dan 1,36±0,15, sedangkan IP sebesar 281,49±90,50; 281,63±87,03; dan 280,39±81,07. Kondisi lingkungan kandang menunjukkan hubungan nyata yang negatif dimana semakin tinggi suhu dan heat index berdampak menurunkan performa produksi, sedangkan kelembaban mempunyai hubungan yang tidak nyata terhadap performa produksi ayam broiler. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The article entitled “Correlation between Housing Environmental Conditions and Broiler Chicken Performance at Different Floor Heights Introduction” aims to analyze the relationship between temperature, humidity, and heat index with broiler chicken performance and evaluate performance differences at floor heights of 0 m, 2 m, and 4 m. The study was conducted at the CV Dian Pratama poultry house in Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java, over a period of one month (September 17–October 25, 2024). The material used was Cobb CP-707 broiler chickens with a population of 16,000 birds per floor. Feed included S00 (1–10 days), S11 (11–18 days), and S12G (19 days–harvest), vaccines. The analysis methods used Pearson's correlation and ANOVA test. The parameters observed included temperature, humidity, heat index, daily weight gain (DWG), depletion, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The results showed that temperature and heat index tended to be negatively correlated with DGW and PI and positively correlated with FCR and depletion. However, floor height had no significant effect (P>0.05). The average DGM ranged from 59.94 to 62.79 g, depletion from 1.54 to 2.18%, FCR from 1.35 to 1.36, and PI from 280.39 to 281.69. The environmental conditions of the coop show a clear negative correlation, whereby higher temperatures and heat indices have a negative impact on production performance, while humidity has no significant effect on broiler chicken production performance. |