| NIM | J1B022082 |
| Namamhs | JOYCE ARTHA KAFI |
| Judul Artikel | PERKEMBANGAN FONOLOGI BAHASA JAWA BANYUMASAN ANAK USIA DINI MELALUI PERTUNJUKAN WAYANG BEBEK
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan fonologi bahasa Jawa Banyumasan pada anak usia 6–8 tahun melalui paparan pertunjukan tradisional Wayang Bebek Banyumas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Subjek penelitian adalah 5 siswa kelas satu SD Muhammadiyah Cipete. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta perekaman audio-video pelafalan kosakata bahasa Jawa Banyumasan oleh anak-anak sebelum dan sesudah menonton pertunjukan Wayang Bebek Banyumas berjudul Balapan Renang. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan membandingkan transkripsi fonetik pada kedua kondisi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam kemampuan fonologis anak setelah pertunjukan, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan dan konsistensi pelafalan, terutama dalam pengucapan bunyi-bunyi khas Banyumasan seperti vokal, konsonan nasal, dan hentian glotal. Anak-anak juga menunjukkan kemampuan imitasi yang lebih baik terhadap bunyi onomatope yang relevan dengan konteks budaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Wayang Bebek Banyumas berfungsi sebagai stimulus linguistik yang efektif dalam mendukung perkembangan fonologi anak sekaligus berkontribusi pada pelestarian bahasa Jawa Banyumasan sebagai bahasa daerah.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to describe the phonological development of Banyumasan Javanese in children aged 6–8 years through exposure to the traditional performance Wayang Bebek Banyumas. The research employed a qualitative descriptive method with a psycholinguistic approach. The subjects were 5 first-grade students of SD Muhammadiyah Cipete. Data were collected through observation, interviews, and audio-video recordings of children’s pronunciations of Banyumasan Javanese vocabulary before and after watching the Wayang Bebek Banyumas performance entitled Balapan Renang. The data were analyzed using an interactive analysis model by comparing phonetic transcriptions across the two conditions. The results show a clear improvement in children’s phonological abilities after the performance, indicated by increased accuracy and consistency in pronunciation, particularly in producing Banyumasan-specific sounds such as vowels, nasal consonants, and glottal stops. Children also demonstrated better imitation of onomatopoeic sounds relevant to the cultural context. These findings suggest that Wayang Bebek Banyumas serves as an effective linguistic stimulus that supports children’s phonological development while contributing to the preservation of Banyumasan Javanese as a regional langue. |
| Kata kunci | perkembangan fonologi, bahasa Jawa Banyumasan, bahasa anak, Wayang Bebek Banyumas, psikolinguistik. |
| Pembimbing 1 | Octaria Putri Nurharyani,S.S.,M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Ika Oktaviana, S.S., M.A. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2026-03-12 15:02:15.94624 |
|---|