| NIM | L1A022018 |
| Namamhs | ZAKA SYAROF |
| Judul Artikel | ANALISIS BIOEKONOMI IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PANGANDARAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | TPI Pangandaran merupakan salah satu TPI dengan aktivitas pendaratan ikan yang tertinggi di Kabupaten Pangandaran. Salah satu komoditas yang didaratkan adalah ikan bawal putih (Pampus argenteus). Permintaan yang tinggi akan ikan bawal putih menyebabkan intensitas penangkapan meningkat yang dikhawatirkan akan menyebabkan overfishing, sehingga diperlukan analisis bioekonomi agar nelayan tetap dapat memperoleh hasil tangkapan dan keuntungan yang maksimal tanpa merusak kelestarian dari ikan bawal putih. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai potensi lestari dan bioekonomi dari ikan bawal putih. Metode yang diguakan dalam analisis ini adalah model bioekonomi Gordon-Schaefer. Hasil analisis potensi lestari ikan bawal putih di TPI Pangandaran adalah nilai C_MSY sebesar 39.736,00 kg/trip dengan nilai E_MSY 821,47 trip, dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 31.788,8 kg/trip. Tingkat pemanfaatan pada tahun 2018, 2019, dan 2024 sudah melebihi 100% mengindikasikan terjadinya overfishing. Nilai C_MEY sebesar 39.732,56 kg/trip dengan E_MEY 813,88 kemudian nilai C_OAE sebesar 1464,73 kg/trip dengan nilai E_OAE 1627,65 trip. Kondisi Maximum Economic Yield (MEY) lebih menguntungkan daripada kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Open Access Equilibrium (OAE). Usaha penangkapan ikan bawal putih masih layak untuk dijalankan dengan nilai Break Event Point (BEP) 0,90 kg dan nilai Revenue Cost Ratio (R/C) adalah 37,87. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pangandaran Fish Auction is one of the fish landing sites with the highest landing activities in Pangandaran Regency. One of the main commodities landed is silver pomfret (Pampus argenteus). The high demand for silver pomfret has increased fishing intensity, which raises concerns about potential overfishing. Therefore, a bioeconomic analysis is required to ensure that fishermen can obtain optimal catches and profits while maintaining the sustainability of the resource. This study aims to analyze the sustainable potential and bioeconomic value of silver pomfret fisheries. The analysis was conducted using the Gordon–Schaefer bioeconomic model. The results show that the Maximum Sustainable Yield (MSY) value of silver pomfret in TPI Pangandaran is 39,736.00 kg/trip with an E_MSY value of 821.47 trips, while the Total Allowable Catch (TAC) is 31,788.8 kg/trip. The utilization levels in 2018, 2019, and 2024 exceeded 100%, indicating the occurrence of overfishing. The Maximum Economic Yield (MEY) value is 39,732.56 kg/trip with E_MEY of 813.88 trips, while the Open Access Equilibrium (OAE) shows a catch value C_OAE of 1,464.73 kg/trip with an effort level E_OAE of 1,627.65 trips. The MEY condition provides greater economic benefits compared to MSY and OAE conditions. The silver pomfret fishing business remains economically feasible, with a Break Even Point (BEP) of 0.90 kg and a Revenue Cost Ratio (R/C) of 37.87. |
| Kata kunci | Gordon-schaefer, MEY, MSY, OAE, overfishing |
| Pembimbing 1 | Adinda Kurnia Putri, S.Pi., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ani Suryanti, S.Pi., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 68 |
| Tgl. Entri | 2026-04-08 08:57:08.677011 |
|---|