Artikel Ilmiah : J1C021040 a.n. RANI TRI SULISTYOWATI

Kembali Update Delete

NIMJ1C021040
NamamhsRANI TRI SULISTYOWATI
Judul ArtikelOmotenashi Furumai pada Aspek Pelayanan Restoran Jimgu di Hotel Enowa Yufuin Oita Jepang
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji implementasi furumai pada aspek pelayanan Omotenashi di Restoran Jimgu, Hotel Enowa Yufuin. Omotenashi merupakan filosofi keramahtamahan Jepang yang mendalam, berakar pada ketulusan tanpa mengharapkan imbalan, dengan furumai sebagai perwujudan perilaku nyatanya. Kesenjangan dalam literatur mengenai eksplorasi langsung furumai dari perspektif pelaku layanan menjadi motivasi utama penelitian ini. Tujuan utama penelitian adalah mendeskripsikan bentuk penerapan furumai dalam pelayanan di Restoran Jimgu. Dengan menggunakan pendekatan autoetnografi, penelitian ini memanfaatkan pengalaman pribadi penulis selama magang sebagai sumber data primer dan lensa analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa furumai di Restoran Jimgu diwujudkan melalui empat nilai utama: sassuru (kepekaan implisit terhadap kebutuhan tamu, seperti penyesuaian meja untuk tamu kidal dan pemantauan halus melalui cermin/CCTV), saki mawari (antisipasi proaktif kebutuhan tamu sebelum diminta, didukung oleh laporan harian terperinci dan respons cepat terhadap isyarat nonverbal), magokoro (ketulusan hati dalam setiap tindakan pelayanan, tercermin dalam penjelasan menu yang penuh semangat, sesi mencicipi hidangan oleh staf, dan panduan etika internal), serta teinei (kesopanan dan ketelitian dalam penampilan dan tindakan, meliputi standar grooming ketat, gestur penyajian yang elegan, dan penggunaan bahasa hormat). Implementasi furumai ini bukan sekadar prosedur, melainkan praktik budaya yang terinternalisasi secara mendalam, mengubah pelayanan menjadi pengalaman yang holistik, empatik, dan berkesan bagi tamu.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research examines the implementation of furumai within the Omotenashi service aspect at Jimgu Restaurant, Enowa Yufuin Hotel. Omotenashi is a profound Japanese hospitality philosophy rooted in sincerity without expecting reciprocation, with furumai being its tangible behavioral manifestation. A gap in the literature regarding direct exploration of furumai from the service provider's perspective served as the primary motivation for this study. The main objective of the research is to describe the forms of furumai application in service at Jimgu Restaurant. Utilizing an autoethnographic approach, this study leverages the author's personal internship experience as the primary data source and analytical lens. The findings indicate that furumai at Jimgu Restaurant is manifested through four key indicators: sassuru (implicit sensitivity to guest needs, such as proactive table adjustments for left-handed guests and subtle monitoring via mirrors/CCTV), saki mawari (proactive anticipation of guest desires before explicit requests, supported by detailed daily reports and quick responses to non-verbal cues), magokoro (sincerity of heart in every service action, reflected in passionate menu explanations, staff menu tasting sessions, and internal ethical guidelines), and teinei (politeness and meticulousness in appearance and conduct, encompassing strict grooming standards, graceful serving gestures, and the use of honorific language). This implementation of furumai is not merely procedural but a deeply internalized cultural practice, transforming service into a holistic, empathetic, and memorable experience for guests.
Kata kunciAutoetnografi, Furumai, Omotenashi, Pelayanan Restoran.
Pembimbing 1Muammar Kadafi
Pembimbing 2Safrina Arifiani Felayati
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman103
Tgl. Entri2025-07-28 13:02:10.386021
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.