Home
Login.
Artikelilmiahs
48792
Update
RAFIQ RIDWANSYAH
NIM
Judul Artikel
Diversity analysis of soil microbial communities in Inpari 32 rice fields following indigenous endophytic bacteria applications
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tantangan pertanian padi di Indonesia diperparah oleh degradasi lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia, yang semakin diperparah oleh perubahan iklim. Penggunaan bakteri endofit dalam pertanian padi merupakan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan keanekaragaman mikroba dan produktivitas tanah. Penelitian ini menyelidiki pengaruh aplikasi bakteri endofit indigenus terhadap keanekaragaman mikroba tanah di lahan padi Inpari 32 (Oryza sativa L.). Penelitian ini meliputi aplikasi bakteri endofit indigenus pada tanaman padi, isolasi dan karakterisasi bakteri tanah setelah aplikasi, dan evaluasi keanekaragaman mikroba dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Uji hipersensitivitas dilakukan untuk menilai keamanan dan kompatibilitas tanaman dengan bakteri. Penelitian ini mengaplikasikan formula bakteri endofit secara merata pada permukaan bawah dan atas daun padi dengan menggunakan sprayer, dengan perlakuan yang diberikan sebanyak lima kali pada 56, 62, 67, 72, dan 77 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tersebut meningkatkan keanekaragaman mikroba tanah, termasuk genera seperti Paenibacillus, Micrococcus, Methylobacterium, Streptomyces, Actinomyces, Acremonium, dan Penicillium. Indeks keragaman menunjukkan bahwa perlakuan dari: (i) Petanahan Kebumen; (ii) Karangwangkal Banyumas; (iii) Sumbang Banyumas, dan konsorsium; (iv) termasuk dalam kategori keragaman sedang. Uji hipersensitivitas menunjukkan bahwa isolat dengan kode C104 1 U2 menunjukkan gejala nekrosis yang mengindikasikan adanya patogenisitas, sedangkan isolat lainnya tidak menunjukkan gejala nekrosis yang menunjukkan bahwa isolat tersebut merupakan mikroba non-patogenik yang menguntungkan. Gejala nekrosis menunjukkan adanya mikroba patogen, sedangkan ketiadaan gejala nekrosis menunjukkan adanya mikroba yang menguntungkan. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk mengembangkan praktik pertanian inovatif untuk meningkatkan keanekaragaman mikroba dan ketahanan ekosistem dalam sistem budidaya padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The challenge of rice farming in Indonesia is exacerbated by land degradation resulting from the use of chemical fertilizers and pesticides, which is further intensified by climate change. The use of endophytic bacteria in rice farming is an environmentally friendly and sustainable approach that increases microbial diversity and soil productivity. This study investigates the effects of indigenous endophytic bacterial applications on soil microbial diversity in Inpari 32 rice (Oryza sativa L.) fields. The study involved the application of indigenous endophytic bacteria to rice plants, the isolation and characterization of soil bacteria following application, and the evaluation of microbial diversity using the Shannon-Wiener diversity index. A hypersensitivity test was conducted to assess the safety and compatibility of the plant with bacteria. The study applied the endophytic bacterial formula evenly to the lower and upper surfaces of rice leaves using a sprayer, with treatments administered five times at 56, 62, 67, 72, and 77 days after planting. The results demonstrated that the treatment enhanced the diversity of soil microbial, including genera such as Paenibacillus, Micrococcus, Methylobacterium, Streptomyces, Actinomyces, Acremonium, and Penicillium. The diversity index indicated that treatments from: (i) Petanahan Kebumen; (ii) Karangwangkal Banyumas; (iii) Sumbang Banyumas, and the consortium; (iv) fell into the moderate diversity category. The hypersensitivity test revealed that the isolate coded C104 1 U2 exhibited necrosis symptoms, indicating pathogenicity, while the other isolates showed no necrosis symptoms, suggesting they were beneficial non-pathogenic microbial. Necrosis symptoms indicate the presence of pathogenic microbial, whereas their absence confirms the presence of beneficial microbial. This study provides a scientific foundation for developing innovative agricultural practices to enhance microbial diversity and ecosystem resilience in rice cultivation systems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save