Home
Login.
Artikelilmiahs
49535
Update
RISTIA SAHRANISYA ARUM
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN BODY IMAGE, INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, DAN TINGKAT STRES DENGAN RISIKO GANGGUAN MAKAN PADA MAHASISWI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Gangguan makan merupakan gangguan psikologis terkait kebiasaan makan yang sering terjadi pada masa remaja hingga dewasa awal yang dapat dipicu oleh adanya ketidakpuasan terhadap tubuh akibat dari penggunaan media sosial yang adiktif serta stres yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image, intensitas penggunaan media sosial, dan tingkat stres dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 111 mahasiswi menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk variabel body image, intensitas penggunaan media sosia, tingkat stres, dan gangguan makan adalah BSQ-16B, kuesioner intensitas penggunaan media sosial, PSS-10, dan EAT-26. Pada analisis univariat menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji kolmogorov smirnov. Pada analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk variabel body image dan intensitas penggunaan media sosial, serta uji fisher exact untuk variabel tingkat stres karena tidak memenuhi syarat uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara body image (p=0,001), intensitas penggunaan media sosial (p=0,000) dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Namun tidak memiliki hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,187) dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hubungan antara body image dan intensitas penggunaan media sosial dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Namun tidak memiliki hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan risiko gangguan makan pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Eating disorders are psychological disorders related to eating habits that often occur in adolescence and early adulthood. They can be triggered by body dissatisfaction resulting from addictive social media use and high stress. This study aims to determine the relationship between body image, intensity of social media use, and stress levels with the risk of eating disorders in female students. Methodology: This study used an analytical observational method with a cross-sectional approach. The number of samples was 111 female students and using a purposive sampling technique. The instruments used for the variables of body image, intensity of social media use, stress level, and eating disorders are BSQ-16B, social media use intensity questionnaire, PSS-10, and EAT-26. Univariate analysis used descriptive statistics and Kolmogorov-Smirnov test. Bivariate analysis used chi-square test for body image and intensity of social media use, and Fisher exact test for stress levels. Results: The results of this study indicated a relationship between body image (p=0.001) and intensity of social media use (p=0.000) and the risk of eating disorders in female college students at Jenderal Soedirman University. However, there was no significant relationship between stress levels (p=0.187) and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University. Conclusion: There was a relationship between body image and intensity of social media use and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University. However, there was no significant relationship between stress levels and the risk of eating disorders in female students at Jenderal Soedirman University.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save