Artikel Ilmiah : G1A021129 a.n. ANNIDA BIL HAQQI

Kembali Update Delete

NIMG1A021129
NamamhsANNIDA BIL HAQQI
Judul ArtikelAnalisis Faktor Risiko Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. Penularan ini dapat terjadi karena kontak langsung seperti berjabat tangan, tidur bersama penderita skabies serta hubungan seksual dan tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, sprei, serta selimut. Faktor risiko skabies diantaranya pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan. Pondok pesantren merupakan salah satu tempat skabies berkembang karena lingkungan yang padat, lembab, dan sanitasi yang buruk sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji faktor risiko yang ada di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian skabies di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Banyumas. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Data dikumpulkan dari 60 santri yang terdiri dari 30 santri yang mengalami skabies dan 30 santri tidak mengalami skabies. Data demografi dan faktor risiko tingkat pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan diambil melalui kuesioner, observasi langsung, serta diagnosis klinis oleh dokter. Data kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Faktor risiko pengetahuan, personal hygiene dan sanitasi lingkungan menggunakan Chi square serta kepadatan hunian menggunakan Fischer’s Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000; OR=9,75), personal hygiene (p<0,001; OR=13,143), dan sanitasi lingkungan (p<0,001; OR=1,500) dengan kejadian skabies. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies (p=0,424). Kesimpulan: Rendahnya tingkat pengetahuan, personal hygiene yang buruk, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan faktor-faktor yang berkontribusi signifikan terhadap kejadian skabies di pondok pesantren tersebut. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pendidikan kesehatan dan peningkatan kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyebaran skabies di lingkungan pesantren.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabiei. Transmission can occur through direct contact, such as handshaking, sleeping with someone infected, or sexual contact, as well as indirect contact via contaminated items such as clothing, towels, bed sheets, and blankets. Risk factors for scabies include knowledge level, housing density, personal hygiene, and environmental sanitation. Islamic boarding schools are one of the environments where scabies can thrive due to crowded conditions, high humidity, and poor sanitation. Therefore, this study was conducted to examine the risk factors associated with scabies at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School. Objective: This study aimed to identify the risk factors influencing the incidence of scabies at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School in Banyumas. Methodology: The research design used was observational analytic with a case-control approach. Data were collected from 60 students, consisting of 30 who had scabies and 30 who did not. Demographic data and risk factors including knowledge level, housing density, personal hygiene, and environmental sanitation were obtained through questionnaires, direct observation, and clinical diagnosis by a physician. The data were then analyzed using SPSS software. Risk factors such as knowledge, personal hygiene, and environmental sanitation were analyzed using the Chi-square test, while housing density was analyzed using Fisher’s Exact test. Results: The results showed significant associations between scabies incidence and level of knowledge (p=0.000; OR=9.75), personal hygiene (p<0.001; OR=13.143), and environmental sanitation (p<0.001; OR=1.500). However, there was no significant relationship between housing density and scabies incidence (p=0.424). Conclusion: Low levels of knowledge, poor personal hygiene, and inadequate environmental sanitation are significant contributing factors to the incidence of scabies in the boarding school. Therefore, health education and improvements in personal and environmental hygiene are necessary to prevent the spread of scabies within such settings.
Kata kunciHunian padat, pengetahuan, personal hygiene, sanitasi lingkungan, Sarcoptes scabiei, skabies.
Pembimbing 1Nurlaela, S.Ag, M.Ag
Pembimbing 2dr. Rizma Haidif Firinda, M.Biomed
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-06-16 10:07:05.53514
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.