Home
Login.
Artikelilmiahs
47322
Update
NATASYAH JELITA PUTRI
NIM
Judul Artikel
The Correlation Between Psychological Well-Being and Self-Management Behavior on Hypertensive Elderly at Karangnangka Village
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Manajemen diri pada lansia dengan hipertensi masih menjadi tantangan signifikan, ditandai dengan rendahnya kepatuhan dalam menerapkan pola hidup sehat, pengobatan, dan pemantauan kondisi kesehatan. Rendahnya kemampuan manajemen diri berpotensi meningkatkan risiko komplikasi hipertensi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku manajemen diri adalah kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan perilaku manajemen diri pada lansia hipertensi. Metodologi: Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 104 responden lansia hipertensi. Data diambil dengan menggunkan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) menggunakan skala likert. Analisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil univariat menunjukkan karakteristik responden mayoritas berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir tidak tamat sekolah, dan mengalami hipertensi selama 1-5 tahun. Mayoritas lansia memiliki tingkat kesejahteraan psikologis rendah sebesar 47,1%, tingkat perilaku manajemen diri hipertensi buruk sebesar 60,6%. Analisis uji Somers’d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan perilaku perawatan diri hipertensi dengan nilai p-value = <0,001 (p<0,05). Derajat kolerasi termasuk dalam kategori kuat dengan nilai r = 0,746. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis terhadap perilaku manajemen diri pada lansia dengan hipertensi dengan arah hubungan positif. Semakin tinggi kesejahteraan psikologis lansia, semakin baik perilaku manajemen diri hipertensi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Self-management in elderly individuals with hypertension poses a significant challenge, often marked by low adherence to healthy lifestyles, medication, and health monitoring. Poor self-management can heighten the risk of hypertension complications. Psychological well-being is one factor that influences self-management behavior. This study examines the relationship between psychological well-being and self-management behavior in elderly hypertension patients. Methods: A quantitative cross-sectional design was employed with a total sampling of 104 elderly hypertensive respondents. Data were gathered using the Psychological Well-Being Scale (PWBS) and the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), both employing Likert scales. Univariate analysis was performed using frequency distribution, and bivariate analysis used Somers'd test. Results: The univariate analysis revealed that most respondents were aged 60–69 years, female, had not completed school, and had hypertension for 1–5 years. Psychological well-being was low in 47.1% of respondents, and poor hypertension self-management behavior was reported in 60.6%. Bivariate analysis showed a significant relationship between psychological well-being and self-management behavior (p < 0.001), with a strong positive correlation (r = 0.746). Conclusion: There is a significant positive relationship between psychological well-being and self-management behavior in elderly individuals with hypertension. Improved psychological well-being corresponds to better self-management behaviors, emphasizing the importance of psychological support in managing hypertension.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save