Artikelilmiahs
Menampilkan 43.541-43.560 dari 48.816 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 43541 | 46904 | G1A021095 | Pengaruh Paparan Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar | Latar Belakang – Paparan elektromagnetik telepon seluler menimbulkan radiasi pada otak manusia dan berpengaruh terhadap hormon kortisol. Efek terhadap kortisol dapat berpengaruh terhadap kadar kolesterol dan trigliserida melalui jalur aksis hipotalamus hipofisis yang akan menurunkan HMG KoA reduktase dan meningkatkan lipolilis. Paparan elektromagnetik dapat dipengaruhi oleh lama paparan yang diberikan. Tujuan – Mengetahui pengaruh paparan elektromagnetik telepon seluler terhadap kadar kolesterol dan trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Metode Penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post-test only with control group design. Penelitian dilakukan pada 28 tikus jantan Rattus norvegicus Jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol). Kelompok perlakuan diberikan paparan elektromagnetik 2 jam/hari dengan durasi yang berbeda, kelompok 2 (15 hari) kelompok 3 (30 hari), dan kelompok 4 (45 hari). Analisis kadar kolesterol dan trigliserida dilakukan dengan One way ANOVA. Analisis perbedaan signifikan antar kelompok kadar trigliserida dilakukan dengan uji post hoc Tamhane. Hasil – Hasil analisis One way ANOVA paparan elektromagnetik telepon seluler dengan kadar kolesterol didapatkan nilai p=0,135 (p>0,05) dan trigliserida p=0,002 (p<0,05). Hasil post hoc Tamhane uji kadar trigliserida menunjukkan nilai p<0,05 pada kelompok 4 terhadap kelompok 2 dan 3. Kesimpulan – Terdapat pengaruh paparan elektromagnetik telepon seluler yang signifikan terhadap kadar trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Kadar kolesterol tidak memiliki pengaruh yang signifikan namun hasilnya cenderung menunjukkan peningkatan. | Background – Electromagnetic exposure from mobile phones causes radiation to human brain and affects cortisol. The effect on cortisol can affect cholesterol and triglyceride levels through the hypothalamic-pituitary axis pathway which decrease HMG CoA reductase and increase lipolysis. Electromagnetic exposure can be influenced by the duration of the exposure. Objective – To determine the effect of electromagnetic exposure from mobile phones in cholesterol and triglyceride levels of white rats (Rattus norvegicus) male Wistar strain. Research Method – This study was an experimental study with post-test only design and control. The study was conducted on 28 male Rattus norvegicus male Wistar strain rats divided into 4 groups which group 1 (control) and the exposed group was given electromagnetic exposure for 2 hours/day with different durations, group 2 (15 days) group 3 (30 days), and group 4 (45 days). Analysis of cholesterol and triglyceride used One way ANOVA. Analysis of significant differences between groups of triglyceride levels used the Tamhane post hoc test. Results – One way ANOVA analysis showed in cholesterol levels obtained a value of p = 0.135 (p> 0.05) and triglycerides p = 0.002 (p <0.05). The results of post hoc Tamhane test in triglyceride showed p<0,05 in group 4 to groups 2 and 3. Conclusion - There was a significant effect of electromagnetic exposure from mobile phones on triglyceride levels in male Wistar White Rats (Rattus norvegicus). Cholesterol levels did not have a significant effect but the results tend to show an increase. | |
| 43542 | 46905 | C1H021018 | Comparative Analysis of the Performance of PNM Saham Agresif and Other Conventional Stock Mutual Funds in Indonesia for the Period of 2019-2023 | Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan kinerja reksa dana, dengan fokus pada reksa dana PNM Saham Agresif dan reksa dana saham konvensional lainnya di Indonesia periode 2019-2023. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode purposive sampling, sampel sebanyak 26 produk reksa dana dianalisis melalui teknik dokumentasi. Kinerja diukur dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kinerja yang signifikan antara PNM Saham Agresif dengan reksa dana saham konvensional dengan menggunakan metode Sharpe dan Jensen, namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dengan menggunakan metode Treynor. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja reksa dana saham dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan volatilitas pasar. Bagi manajer investasi, pemantauan pasar secara terus menerus sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja portofolio. Selain itu, calon investor harus secara hati-hati mengevaluasi portofolio reksa dana dengan kinerja jangka panjang yang konsisten untuk mencapai hasil yang optimal sambil mengelola risiko yang terkait secara efektif. | This study aims to conduct a comparative analysis of mutual fund performance, focusing on the PNM Saham Agresif mutual fund and other conventional stock mutual funds in Indonesia for the 2019-2023 period. Using a quantitative approach and purposive sampling method, a sample of 26 mutual fund products was analyzed through the documentation technique. The performance was measured using the Sharpe, Treynor, and Jensen methods. The results showed significant differences in performance between PNM Saham Agresif and conventional stock mutual funds using the Sharpe and Jensen methods, but no significant difference was found using the Treynor method. These findings highlight that stock mutual fund performance is influenced by various factors such as interest rates, inflation, and market volatility. For investment managers, continuous market monitoring is essential to optimize portfolio performance. Additionally, prospective investors should carefully evaluate mutual fund portfolios with consistent long-term performance to achieve optimal returns while managing associated risks effectively. | |
| 43543 | 46906 | J1B020037 | Konsep Cinta dalam Puisi Aku Mampu Mencintaimu Karya Abdul Wachid B.S. | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi Aku Mampu Mencintaimu karya Abdul Wachid B.S. dengan pendekatan semiotika Paul Ricoeur, khususnya dalam memahami konsep cinta yang digambarkan dalam teks tersebut. Dengan menggunakan tiga tahap mimesis, pra-figurasi, konfigurasi, dan refigurasi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen bahasa, simbol, dan metafora dalam puisi membentuk makna yang mendalam tentang cinta. Pada tahap pra-figurasi, analisis ini mengidentifikasi struktur dasar puisi, seperti pemilihan kata yang terkait dengan alam dan keindahan, serta bagaimana ini mencerminkan cinta yang bebas dari kecemburuan. Pada tahap konfigurasi, makna simbolik muncul melalui penggunaan metafora dan perbandingan yang menggambarkan cinta sebagai perpaduan antara gairah dan spiritualitas. Terakhir, pada tahap refigurasi, penelitian ini mengaitkan makna puisi dengan pengalaman pembaca, mengajukan bahwa cinta yang digambarkan dalam puisi ini adalah cinta yang sempurna, yang mengedepankan penerimaan tanpa syarat, kedamaian, dan pengendalian diri. Dengan demikian, puisi ini tidak hanya memperkenalkan cinta sebagai hubungan emosional, tetapi juga sebagai pengalaman spiritual yang mendalam, penuh pengorbanan dan pengabdian. Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan semiotika Paul Ricoeur, puisi ini mengajarkan pentingnya kepercayaan, kedewasaan, dan harmoni dalam membangun hubungan cinta yang abadi. | This study aims to analyze the poem I Am Able to Love You by Abdul Wachid B.S. with a semiotic approach by Paul Ricoeur, especially in understanding the concept of love depicted in the text. Using three stages of mimesis, pre-configuration, configuration, and reconfiguration. This research explores how elements of language, symbols, and metaphors in poetry form a profound meaning of love. In the pre-figuration stage, this analysis identifies the basic structure of the poem, such as the choice of words associated with nature and beauty, as well as how this reflects love that is free from jealousy. In the configuration stage, symbolic meaning emerges through the use of metaphors and comparisons that describe love as a blend of passion and spirituality. Finally, in the reconfiguration stage, the study relates the meaning of the poem to the reader's experience, proposing that the love depicted in this poem is perfect love, which prioritizes unconditional acceptance, peace, and self-control. As such, the poem introduces not only love as an emotional connection, but also as a profound spiritual experience, full of sacrifice and devotion. This research shows that through Paul Ricoeur's semiotic approach, this poem teaches the importance of trust, maturity, and harmony in building lasting love relationships. | |
| 43544 | 46909 | F1B021074 | PENERAPAN ASAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA LAYANAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMAS (STUDI KASUS DI DESA BANJARSARI WETAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS) | Desa Banjarsari Wetan menargetkan 1.200 bidang tanah dalam program PTSL. Sebanyak 1.195 dari 2.268 bidang tanah telah mengajukan sertipikat, menunjukkan langkah proaktif masyarakat meski masih terdapat 1.073 bidang yang tidak berpartisipasi karena kurangnya pemahaman, kendala administratif, tanah waris, dan kepemilikan sertipikat sebelumnya. Penelitian ini menggunakan landasan asas pendaftaran tanah berdasarkan PP No 24 Tahun 1997 yang terdiri atas asas sederhana, asas aman, asas terjangkau, asas mutakhir, dan asas terbuka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualiatatif normatif-empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif oleh Miles Huberman dan Saldana, serta melakukan uji validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan asas pendaftaran tanah dalam layanan PTSL di Desa Banjarsari Wetan secara umum berjalan baik dan sesuai dengan PP No 24 Tahun 1997. Namun dalam keberjalanannya, masih terdapat beberapa tantangan di dalamnya seperti kurangnya media sosialisasi program, kurangnya keterbukaan informasi data tanah, dan terdapat kesalahan ukur patok batas tanah. | Banjarsari Wetan village is targeting 1,200 parcels. A total of 1,195 out of 2,268 parcels have applied for certificates, indicating proactive community action, although there are still 1,073 parcels that have not participated due to lack of understanding, administrative constraints, inherited land and previous ownership of certificates. This study uses as its basis the principles of land registration based on Government Regulation No. 24/1997, which consist of a simple principle, a safe principle, an affordable principle, an up-to-date principle and an open principle. This research uses normative-empirical qualitative research methods with descriptive analytical research specifications. The technique of determining informants uses purposive and snowball sampling techniques. The data sources used are primary and secondary data sources with data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. The data analysis method used is the interactive analysis method by Miles Huberman, and Saldana, and conducts data validation tests using source triangulation. The results of this study conclude that the application of land registration principles in PTSL services in Banjarsari Wetan Village generally runs well and is in accordance with PP No. 24 of 1997. However, there are still some challenges in its implementation, such as the lack of media for program socialization, lack of land data information disclosure, and mis-measurement of land boundary stakes. | |
| 43545 | 46911 | C1L020043 | PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA | Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Negeri 2 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang menggunakan model PBL dan siswa dengan model pembelajaran konvensional, (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model PBL dan siswa dengan model pembelajaran konvensional, (3) Model PBL memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (4) model PBL memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah guru dapat mengaplikasikan model PBL dalam pembelajaran guna menarik perhatian siswa, mendorong keterlibatan aktif, dan mempermudah mereka dalam memahami materi yang diajarkan. Penerapan model PBL pada saat pembelajaran, mampu membuat siswa tertarik dan tidak bosan. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pencapaian hasil belajar. | This research aims to examine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on critical thinking skills and student learning outcomes in economics for 11th-grade students at SMA Negeri 2 Purwokerto. The research method used is Quasi-Experimental Design in the form of a Nonequivalent Control Group Design, involving experimental and control classes. Based on the research findings and hypothesis testing using t-tests and simple linear regression, the results indicate that: (1) there is a difference in critical thinking skills between students using the PBL model and those using conventional learning models, (2) there is a difference in learning outcomes between students using the PBL model and those using conventional learning models, (3) the PBL model has a positive effect on students' critical thinking skills, and (4) the PBL model has a positive effect on students' learning outcomes.The implications of this study suggest that teachers can implement the PBL model in teaching to capture students' attention, encourage active engagement, and facilitate their understanding of the material. Applying the PBL model during lessons can make students more interested and less bored. This conclusion is based on research findings showing that the PBL model is effective in improving critical thinking skills and learning outcomes. | |
| 43546 | 46912 | J1A021046 | Genre Analysis on the BWF Fan Zone Page Menu of the Badminton World Federation (BWF) Fansite | BWF Fansite berperan penting dalam menyediakan informasi terkait bulu tangkis seiring dengan semakin popularnya olahraga tersebut di seluruh dunia. Untuk menilai keterlibatan pengguna dan pencapaian tujuan platform digital, penting memahami bagaimana cara mereka mengatur serta mengkomunikasikan informasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan kerangka analisis genre milik Bhatia yang berfokus pada tekstualisasi, organisasi teks, dan kontekstualisasi dalam suatu genre. Data analisis dikumpulkan dari empat bagian utama menu BWF Fan Zone. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana bahasa dan struktur teks berinteraksi memenuhi kebutuhan pengguna serta bagaimana konteks sosialbudaya mempengaruhi desain dan fungsionalitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BWF Fansite adalah website yang terorganisir dengan baik, menggunakan bahasa yang ringkas dan tata bahasa yang sederhana, serta menggunakan gambar sebagai pendukung teks. Situs web ini menampilkan langkah 1, 2, 4, 5, dan 7 sebagai langkah wajib, sedangkan langkah 3 dan 6 sebagai langkah pilihan. Secara keseluruhan, BWF Fansite berhasil menjadi platform digital yang dapat dipercaya dan mudah digunakan. Situs web ini menunjukkan kemampuan platform digital sebagai genre pelaporan. | As the sport grows in popularity worldwide, the BWF Fansite plays a crucial role in providing badminton-related information. Understanding how this digital platform organizes and communicates information is essential to assessing its effectiveness in engaging users and fulfilling its purpose. This research used a qualitative approach employing Bhatia’s genre analysis framework which focuses on textualization, organization, and contextualization. The data was gathered from four primary sections of the BWF Fan Zone menu to examine how language and structure interact to meet user needs and how socio-cultural context influences its design and functionality. The result of this study indicated that the BWF Fansite used concise language and simple grammar, was well-organized, and supported text using figures. This website applied moves 1, 2, 4, 5, and 7 as the obligatory moves, while moves 3 and 6 as optional moves. Overall, the BWF Fansite successfully serves as a trustworthy and user-friendly digital platform, illustrating the capabilities of digital platforms as a reporting genre. | |
| 43547 | 46914 | C1C021002 | Pengaruh Pengalaman dan Persepsi Auditor Terhadap Ketepatan Metode Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dengan Professional Judgment sebagai Variabel Intervening | Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif kausalitas untuk menguji pengaruh variabel Pengalaman (X1) dan Persepsi Auditor (X2) terhadap Ketepatan Metode Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (Y) dengan Professional Judgment sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan teori atribusi dan planned behavior sebagai dasar penyusunan hipotesis dan kerangka penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada BPKP Kantor Perwakilan DIY dan Jawa Tengah yang berjumlah 281 auditor dengan metode purposive sampling sehingga didapatkan 52 responden yang memenuhi kriteria. Data primer yang telah dihimpun kemudian dianalisis dengan SEM-PLS melalui program Smart-PLS Ver 4. Hasil pengujian menunjukan bahwa (1) pengalaman tidak berpengaruh terhadap professional judgment auditor, sedangkan (2) persepsi auditor berpengaruh terhadap professional judgment, (3) pengalaman dan professional judgment auditor berpengaruh terhadap ketepatan metode PKKN, sedangkan (4) persepsi auditor tidak berpengaruh terhadap ketepatan metode PKKN, (5) professional judgment dapat memediasi pengaruh persepsi auditor terhadap ketepatan metode PKKN, namun (6) professional judgment tidak dapat memediasi pengaruh pengalaman auditor terhadap ketepatan metode PKKN yang digunakan auditor. | This research was conducted with a causality quantitative approach to examine the effect of the Experience (X1) and Auditor Perception (X2) variables on the Accuracy of the State Financial Loss Calculation Method (Y) with Professional Judgment as an intervening variable. This study uses the theory of attribution and planned behavior as the basis for preparing the hypothesis and research framework. The population in this study were all auditors who worked at the BPKP Representative Office of Yogyakarta and Central Java, totaling 281 auditors with purposive sampling method so that 52 respondents were obtained who met the criteria. The test results show that (1) experience has no effect on the professional judgment of auditors, while (2) auditor perceptions affect professional judgment, (3) experience and professional judgment of auditors affect the accuracy of the PKKN method, while (4) auditor perceptions have no effect on the accuracy of the PKKN method, (5) professional judgment can mediate the effect of auditor perceptions on the accuracy of the PKKN method, but (6) professional judgment cannot mediate the effect of auditor experience on the accuracy of the PKKN method used by auditors. | |
| 43548 | 46913 | J1A021047 | Translation Techniques and Accuracy of Imperative Sentences on NCT Concert Regulation Public Notice from Dyandra Global Edutainment's Instagram Posts | Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan dan keakuratan kalimat imperatif dalam pemeberitahuan peraturan konser NCT di akun Instagram Dyandra Global Edutainment, dengan fokus pada unggahan konser unit dan anggota NCT dari 24 Oktober 2022 hingga 1 Agustus 2024. Menggunakan teori jenis kalimat imperatif Rahardi (2005), teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002), serta skala akurasi Nababan et al. (2012), data dikumpulkan melalui analisis konten dan kuesioner yang diisi oleh penerjemah profesional dan mahasiswa pascasarjana di bidang studi terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat imperatif biasa mendominasi, dengan teknik penerjemahan literal yang dominan untuk mempertahankan keakuratan. Meskipun 80% terjemahan tergolong akurat, beberapa pergeseran akibat amplifikasi dan transposisi terkadang mengurangi tingkat keakuratan, yang menunjukkan tantangan dalam menyeimbangkan adaptasi budaya dengan kebutuhan untuk mempertahankan nada yang tegas. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan teknik penerjemahan yang tepat untuk memastikan akurasi, otoritas, dan relevansi budaya dari pemberitahuan publik. Studi ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi penerjemah, penyelenggara acara, dan peneliti, sekaligus mendorong penelitian lebih lanjut tentang praktik penerjemahan dalam komunikasi acara untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman audiens. | This study analyzes the translation techniques and accuracy of imperative sentences on NCT concert regulation public notices from Dyandra Global Edutainment’s Instagram posts, focusing on posts related to NCT units and members concerts from October 24, 2022, to August 1, 2024. Using Rahardi’s (2005) theory of imperative sentence types, Molina and Albir’s (2002) translation techniques, and Nababan et al.’s (2012) accuracy scale, the researcher collected the data through content analysis of Instagram posts and a questionnaire completed by professional translators and a translation studies graduate student. The findings reveal that ordinary imperative sentences dominate the dataset, with literal translation being the dominant technique to maintain accuracy. While 80% of translations are accurate, shifts caused by amplification and transposition occasionally reduce precision, highlighting the challenges of balancing cultural adaptation with the need to preserve the directive tone. These results emphasize the importance of selecting appropriate translation techniques to ensure public notices’ accuracy, authority, and cultural relevance. This study offers valuable insights for translators, promoters, and researchers, encouraging broader exploration of translation practices in event communication to enhance audience comprehension and experience. | |
| 43549 | 46923 | J1E019042 | Applying English Digital Storytelling as Teaching Media to Teach Students’ Character in English Extracurricular Class of SMPN 1 Cilacap | Hapsari, Amanda Windi. 2025. Applying English Digital Storytelling as Teaching Media to Teach Students’ Character in English Extracurricular Class of SMPN 1 Cilacap. Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Pembimbing 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Ketua Penguji Eksternal: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Penguji Eksternal: Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan digital storytelling dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai sarana pengajaran karakter siswa pada kelas ekstrakurikuler bahasa Inggris di SMPN 1 Cilacap. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada proses pelaksanaan dan pengaruhnya terhadap aspek karakter siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian digital storytelling membantu siswa memahami nilai-nilai moral seperti empati, tanggung jawab, dan rasa hormat. Hal tersebut terlihat dari perubahan perilaku siswa dan refleksi selama kegiatan pembelajaran. Digital storytelling juga terbukti menarik dan bagus dalam membangun karakter siswa, ditandai dengan peningkatan kesadaran mereka terhadap isu-isu etika dan kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini memberikan gambaran tentang potensi digital storytelling sebagai media yang mendukung pengembangan karakter dalam pembelajaran bahasa. | Hapsari, Amanda Windi. 2025. Applying English Digital Storytelling as Teaching Media to Teach Students’ Character in English Extracurricular Class of SMPN 1 Cilacap. Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Supervisor 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Chief External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. External Examiner: Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Education Study Program, Purwokerto, 2025. This study aims to examine the use of digital storytelling in English learning as a means of teaching students' character in extracurricular English classes at SMPN 1 Cilacap. The approach used was qualitative, focusing on the application process and its influence on aspects of students' character. Data were collected through observation. The results showed that the use of digital storytelling helped students understood moral values such as empathy, responsibility, and respect. This was evident from changes in student behavior and reflection during learning activities. Digital storytelling was also proven to be interesting and good in teaching students' character, marked by an increase in their awareness of ethical issues and their ability to interact with others. This study provided an overview of the potential of digital storytelling as a media that supported character development in language learning. | |
| 43550 | 46916 | C1L020047 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR | Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Sampel penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan keaktifan antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menrapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional; (3) Peserta didik yang menerapakan model STAD memiliki nilai keaktifan belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang menerapkan model konvensional; (4) Peserta didik yang menerapakan model STAD memiliki nilai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang menerapkan model konvensional. Implikasi pada penelitian ini yaitu: Sekolah dan pendidik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan memilih model pembelajaran yang menarik dan tidak mononton, seperti model pembelajaran STAD, dapat terdorong untuk berpastisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran melalui model pembelajaran STAD. Guru dapat menerapkan model pembelajran STAD terutama pada materi Kesenjangan Ekonomi untuk meningkatkan rasa percaya diri serta mencapai keaktifan peserta didik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. | The purpose of this study is to analyze the impact of implementing the Student Team Achievement Division (STAD) learning model on student engagement and learning outcomes. The sample for this study was determined through purposive sampling based on specific criteria. The results of this study show: (1) There is a difference in engagement between students who use the cooperative learning model of STAD and those who use the conventional learning model; (2) There is a difference in learning outcomes between students who use the cooperative learning model of STAD and those who use the conventional learning model; (3) Students who implement the STAD model have higher engagement scores compared to students who use the conventional model; (4) Students who implement the STAD model have higher learning outcomes compared to students who use the conventional model. The implications of this study are: Schools and educators can improve students' learning outcomes by choosing an engaging and non-monotonous learning model, such as the STAD model, which can encourage students to actively participate in the learning process. Teachers can apply the STAD learning model, especially in the material on Economic Inequality, to boost students' confidence, achieve greater engagement, and improve students' learning outcomes. | |
| 43551 | 46918 | G1A021020 | Efek Pemberian Kefir Susu Kambing Berbagai Dosis Terhadap Kadar Kolesterol LDL dan HDL (Studi Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Melitus Tipe 2) | Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak diderita penduduk di dunia. Penyakit ini memicu berbagai komplikasi, salah satu komplikasi tersering yang ditimbulkan yaitu dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian berbagai dosis kefir susu kambing terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar model diabetes melitus tipe 2. Kefir susu kambing memiliki kandungan yang berpotensi memperbaiki kadar glukosa darah dan profil lipid. Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental dengan rancangan post-test only with control group. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar dibagi menjadi lima kelompok: kontrol positif, kontrol negatif, serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis kefir susu kambing 1,05; 2,1; dan 4,2 mL/200gBB. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol LDL dan HDL setelah perlakuan. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol HDL pada kelompok C (23.75±8.617) menunjukkan penurunan, serta kelompok perlakuan D (37.00±11.533) dan E (36.75±5.315) mengalami sedikit peningkatan (p>0,05). Sebaliknya, Kadar LDL kelompok perlakuan D (7.2500±4.52079) dan E (16.125±6.83283) menurun signifikan dibanding kontrol sakit (B) (p<0,05). Pada penelitian ini, kefir susu kambing dosis 1,05; 2,1; dan 4,2 mL/200gBB tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol HDL, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol LDL pada tikus putih model DM tipe 2 dengan induksi HFD-STZ. | Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that affects many people in the world. This disease triggers various complications, one of the most common complications caused is dyslipidemia. This study aims to evaluate the effects of various doses of goat milk kefir on LDL and HDL cholesterol levels in white rats (Rattus norvegicus) of the Wistar strain, serving as a type 2 diabetes mellitus model. Goat milk kefir contains nutrients that potentially improve blood glucose levels and lipid profiles. The study employed a true experimental method with a post-test only with control group design. Thirty Wistar rats were divided into five groups: a positive control, a negative control, and three treatment groups receiving goat milk kefir at doses of 1.05, 2.1, and 4.2 mL/200gBW. The parameters measured were LDL and HDL cholesterol levels after treatment. Data were analyzed using a One-Way ANOVA test. The results showed that HDL cholesterol levels in group C (23.75±8.617) decreased, while groups D (37.00±11.533) and E (36.75±5.315) experienced slight increases (p>0.05). Conversely, LDL cholesterol levels in groups D (7.2500±4.52079) and E (16.125±6.83283) significantly decreased compared to the negative control (B) (p<0.05). This study concludes that goat milk kefir at doses of 1.05, 2.1, and 4.2 mL/200gBW did not have a significant effect on HDL cholesterol levels but significantly reduced LDL cholesterol levels in white rats with type 2 diabetes mellitus induced by HFD-STZ. | |
| 43552 | 46919 | C1A021099 | Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Belanja Modal, Upah Minimum Provinsi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Provinsi Jawa Barat | Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, belanja modal, upah minimum provinsi, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kesempatan kerja di Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data panel karena data terdiri dari kombinasi data time series (2018-2022) dan data cross section, di 27 kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan adalah data panel wilayah, dan model yang dipilih adalah Model Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja di Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, belanja modal, upah minimum provinsi, dan pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja di Jawa Barat. Namun, secara simultan, Indeks Pembangunan Manusia, belanja modal, upah minimum provinsi, dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja di Jawa Barat. Pelaksanaan langkah-langkah berikut dapat digunakan untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja guna mendukung pembangunan infrastruktur, menetapkan upah minimum yang adil bagi pekerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil. | The aim of this study is to analyze the effects of the Human Development Index, capital expenditure, provincial minimum wage and economic growth on job opportunities in West Java Province. The type of this research is descriptive quantitative. This study uses panel data because the data consists of a combination of time series (2018-2022) and cross-section data, in 27 regencies in West Java Province. The analytical method used is region panel data, and the model chosen is the Fixed Effect Model (FEM). The result of this study shows that the Human Development Index has a positive and significant effect on job opportunities in West Java Province. Meanwhile, capital expenditure, provincial minimum wage and economic growth have no significant effect on job opportunities in West Java. However, simultaneously, the Human Development Index, capital expenditure, provincial minimum wage and economic growth have significant effects on job opportunities in West Java. The implementation of the following measures can be used to prioritize creating jobs in order to support infrastructure development, establish a minimum wage that is equitable for workers, and promote steady economic growth. | |
| 43553 | 46917 | C1A021095 | Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Jumlah Penduduk Terhadap Penerimaan Pajak Di Provinsi Jawa Tengah | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk terhadap penerimaan pajak daerah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data sekunder. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan periode tahun 2019-2023 dengan model terbaik yang terpilih, yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap variable penerimaan pajak. Secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Namun, variabel jumlah penduduk berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Pemerintah masih perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta melakukan pengecekan terkait penduduk yang termasuk ke dalam wajib pajak guna meningkatkan penambahan pajak daerah di Provinsi Jawa Tengah. | The purpose of this study is to determine the effect of economic growth and population on regional tax revenues in Central Java Province. This study is a quantitative descriptive study using secondary data. The test in this study uses panel data regression analysis with a period of 2019-2023 with the best selected model, namely the Fixed Effect Model (FEM). The results of this study indicate that together the variables of economic growth and population have a significant effect on the tax revenue variable. Partially, the economic growth variable has a positive and significant effect on regional tax revenues. However, the population variable has a negative and insignificant effect on regional tax revenues. The government still needs to increase economic growth and check the population included in taxpayers in order to increase the addition of regional taxes in Central Java Province. | |
| 43554 | 46920 | C1H021007 | LEAN SIX SIGMA APPROACH IN DETERMINING PRIORITIES FOR SERVICE IMPROVEMENT AT BANK RAKYAT INDONESIA BASED ON CUSTOMER PERCEPTIONS, EXPECTATIONS, AND INTERESTS | Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metodologi Lean Six Sigma (LSS) untuk menentukan prioritas perbaikan layanan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) berdasarkan persepsi, harapan, dan kepentingan pelanggan. Dengan pendekatan mixed-methods menggunakan desain penjelasan berurutan, data dikumpulkan dari 94 responden melalui kerangka kerja Banking Service Quality (BSQ) yang dilengkapi dengan wawancara mendalam. Penelitian ini mengungkapkan adanya kesenjangan signifikan pada beberapa dimensi kualitas layanan, terutama dalam hal efektivitas dan aksesibilitas. Dengan menerapkan kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), penelitian ini mengidentifikasi masalah kritis dan mengusulkan perbaikan strategis, seperti percepatan layanan dan pengurangan hambatan birokrasi. Temuan ini menegaskan efektivitas LSS dalam mengatasi ketidakefisienan operasional sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan di sektor perbankan. | This study explores the application of the Lean Six Sigma (LSS) methodology to determine service improvement priorities at Bank Rakyat Indonesia (BRI) based on customer perceptions, expectations, and interests. Using a mixed-methods approach with a sequential explanatory design, data were collected from 94 respondents through the Banking Service Quality (BSQ) framework and complemented with in-depth interviews. The study reveals significant gaps in several service quality dimensions, notably in effectiveness and accessibility. By employing the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) framework, the research identifies critical issues and suggests strategic improvements, such as faster service delivery and reduced bureaucratic hurdles. These findings underscore the effectiveness of LSS in addressing operational inefficiencies while enhancing customer satisfaction in the banking sector. | |
| 43555 | 46921 | G1A021053 | PENGARUH KOMBINASI INTERVENSI RELAKSASI NAPAS DALAM DAN RELAKSASI MUSIK TERHADAP TANDA VITAL DAN SKOR SRQ-20 PADA IBU HAMIL | Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia belum memenuhi capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penyebab kematian ibu terkait dengan kondisi fisiologis dan psikologis yang dapat dievaluasi melalui pengukuran tanda vital dan SRQ-20. Teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi musik dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kombinasi ini berpotensi menurunkan tanda vital dan berdampak positif terhadap kesehatan mental ibu hamil. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama relaksasi napas dalam dan relaksasi musik terhadap tanda vital dan skor SRQ-20 pada ibu hamil. Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan data sekunder dari program pengabdian masyarakat yang dirancang secara quasi eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post test tanpa kelompok kontrol. Hasil: Terdapat 24 orang responden pada penelitian ini. Analisis bivariat menunjukkan perbedaan rerata dengan nilai p sebagai berikut: tekanan darah sistolik (p=0,91), tekanan darah diastolik (p=0,75), denyut nadi (p=0,030), laju pernapasan (p=0,002), dan skor SRQ-20 (p=0,001). Kesimpulan: Kombinasi relaksasi napas dalam dan relaksasi musik berpengaruh terhadap denyut nadi, laju pernapasan, dan skor SRQ-20. Akan tetapi, tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. | Background: Maternal mortality rates in Indonesia have not yet met the targets outlined in the Sustainable Development Goals (SDGs). Factors contributing to maternal mortality related physiological and psychological can be evaluated through vital signs measurements and the SRQ-20. Deep breathing and music relaxation techniques have potential as interventions to address these issues. This combination may reduce vital signs and positively impact the mental health of pregnant women. Objective: This study aims to assess the combined effect of deep breathing and music relaxation interventions on vital signs and SRQ-20 scores in pregnant women. Methods – The research employed a retrospective cohort design using secondary data from a community service program, which utilizing a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test without a control group. Results – A total of 24 respondents participated in this study. Bivariate analysis revealed mean differences with p-values as follows: systolic blood pressure (p=0.91), diastolic blood pressure (p=0.75), heart rate (p=0.030), respiratory rate (p=0.002), and SRQ-20 scores (p=0.001). Conclusion – The combination of deep breathing relaxation and music relaxation significantly affected heart rate, respiratory rate, and SRQ-20 scores in pregnant women. However, it did not have a significant impact on systolic and diastolic blood pressure. | |
| 43556 | 46922 | J1A019049 | EXCESSIVE EMOTIONS AS A FORM OF DEFENSE MECHANISM IN TURNING RED (2022) | Cahyati, Sitha. 2024. Emosi Berlebihan sebagai Bentuk Mekanisme Pertahanan. Skripsi. Pembimbing I: Dr. Lynda Susana Widya, A.F., S.S., M.Hum. Pembimbing II: Rizki Februansyah, S.S., M.A. Penguji Eksternal: Mia Fitria Agustina, S.S., M.A. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggambaran emosi berlebihan sebagai mekanisme pertahanan dalam film animasi "Turning Red" (2022) yang disutradarai oleh Domee Shi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana karakter Meilin Lee, Ming Lee, dan Sun-Yi menavigasi perasaan mereka yang luar biasa melalui transformasi menjadi panda merah, yang melambangkan strategi koping mereka. Pertanyaan penelitian utama berfokus pada fungsi emosi berlebihan dalam konteks mekanisme pertahanan psikologis. Dengan menganalisis dialog dan sinematografi, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tema dan dinamika psikologis yang mendasari yang mencerminkan pikiran dan perilaku bawah sadar karakter. Temuan diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang perjalanan emosional karakter dan implikasi yang lebih luas dari mekanisme pertahanan dalam storytelling animasi. Penelitian ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teoretis dalam studi film psikoanalitik tetapi juga memberikan wawasan tentang representasi perjuangan emosional dalam media kontemporer. | Cahyati, Sitha. 2024. Excessive Emotions as a form of Defense Mechanism. Thesis. First Advisor: Dr. Lynda Susana Widya, A.F., S.S., M.Hum. Second Advisor: Rizki Februansyah, S.S., M.A. External Examiner: Mia Fitria Agustina, S.S., M.A. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Departement, English Literature Study Program, Purwokerto, 2024. This research aims to examine the portrayal of excessive emotions as a defense mechanism in the animated film 'Turning Red' (2022) directed by Domee Shi. This study aims to explore how the characters Meilin Lee, Ming Lee, and Sun-Yi navigate their overwhelming feelings through the transformation into red pandas, which symbolizes their coping strategies. The main research question focuses on the function of excessive emotions in the context of psychological defense mechanisms. By analyzing dialogue and cinematography, this research aims to reveal the underlying themes and psychological dynamics that reflect the characters' subconscious thoughts and behaviors. The findings are expected to contribute to a deeper understanding of the characters' emotional journeys and the broader implications of defense mechanisms in animated storytelling. This research not only enhances theoretical knowledge in psychoanalytic film studies but also provides insights into the representation of emotional struggles in contemporary media. | |
| 43557 | 46924 | G1A021028 | PENGARUH BERBAGAI MODEL SLEEP DEPRIVATION METODE SINGLE PLATFORM TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN | PENGARUH BERBAGAI MODEL SLEEP DEPRIVATION METODE SINGLE PLATFORM TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN Faradina Gita Paramasari1, Fitranto Arjadi 2, Nur Signa Aini Gumilas 3, Ika Murti Harini 4, Yudhi Wibowo5 Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerta Indonesia Email: faradinajpr@gmail.com ABSTRAK Latar belakang: Sleep deprivation (kurang tidur) dapat menyebabkan stres oksidatif, meningkatkan peroksidasi lipid, dan kadar malondialdehid (MDA) yang menjadi penanda stres oksidatif. Penelitian ini menggunakan metode single platform untuk mengevaluasi efek sleep deprivation pada tikus putih jantan. Tujuan: Mengetahui pengaruh berbagai model sleep deprivation terhadap kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metodologi: Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain posttest-only with control group. Sebanyak 30 tikus dibagi menjadi lima kelompok: kontrol, PSD (paradoxical sleep deprivation), TSD (total sleep deprivation), PSD+SR (dengan sleep recovery), dan TSD+SR. Sleep deprivation dilakukan selama lima hari, dan kadar MDA diukur menggunakan metode ELISA. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dan uji post hoc untuk membandingkan antar kelompok. Hasil: Terdapat perbedaan kadar MDA yang signifikan antar kelompok (p=0,045). Kelompok PSD+SR memiliki kadar MDA tertinggi (1,969 ± 0,79 nmol/mL), diikuti oleh PSD, TSD+SR, TSD, dan kontrol. Analisis post hoc menunjukkan kelompok PSD+SR berbeda signifikan dengan kontrol dan TSD. Kesimpulan: Model sleep deprivation memengaruhi kadar MDA secara signifikan, dengan model PSD+SR menghasilkan kadar MDA tertinggi. Kata Kunci: malondialdehid, metode single platform, sleep deprivation, stres oksidatif, tikus putih | THE EFFECT OF VARIOUS SLEEP DEPRIVATION MODELS USING THE SINGLE PLATFORM METHOD ON MALONDIALDEHYDE (MDA) LEVELS IN MALE WHITE RATS (Rattus norvegicus) Faradina Gita Paramasari1, Fitranto Arjadi 2, Nur Signa Aini Gumilas 3, Ika Murti Harini 4, Yudhi Wibowo5 Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia Email: faradinajpr@gmail.com ABSTRACT Background: Sleep deprivation triggers oxidative stress, increasing lipid peroxidation and malondialdehyde (MDA) levels as a marker of oxidative stress. This study applied the single platform method to assess the effects of sleep deprivation in male white rats. Objective: To evaluate the effects of various sleep deprivation models on MDA levels in male white rats (Rattus norvegicus). Methodology: This experimental study employed a posttest-only with control group design. Thirty rats were divided into five groups: control, PSD (paradoxical sleep deprivation), TSD (total sleep deprivation), PSD+SR (with sleep recovery), and TSD+SR. Sleep deprivation was performed for five days, and MDA levels were measured using the ELISA method. Data were analyzed using One Way ANOVA and post hoc tests for intergroup comparisons. Results: There were significant differences in MDA levels among the groups (p=0.045). The PSD+SR group exhibited the highest MDA levels (1.969 ± 0.79 nmol/mL), followed by PSD, TSD+SR, TSD, and control groups. Post hoc analysis revealed significant differences between PSD+SR, control, and TSD groups. Conclusion: Sleep deprivation models significantly affect MDA levels, with the PSD+SR model producing the highest MDA levels. Keywords: malondialdehyde, oxidative stress, sleep deprivation, single platform method, white rats | |
| 43558 | 46925 | C1A021077 | Analisis Determinan Ketimpangan Pendapatan Kota Magelang Periode 2003-2023 (Pendekatan Error Correction Model) | Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu masalah ekonomi yang signifikan di Kota Magelang, yang ditunjukkan oleh rasio gini yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh jangka panjang dan jangka pendek Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), persentase penduduk miskin, dan belanja modal terhadap ketimpangan pendapatan di Kota Magelang pada tahun 2003 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, yang dianalisis menggunakan metode Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, PDRB berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, persentase penduduk miskin berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selain itu, dalam jangka pendek, PDRB dan persentase penduduk miskin berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. | Income inequality is one of the significant economic issues in Magelang City, as indicated by a higher Gini ratio compared to other regions in Central Java Province. The purpose of this research is to analyze the long-term and short-term effects of Gross Regional Domestic Product (GRDP), percentage of poor population, and capital expenditure on income inequality in Magelang City from 2003 to 2023. This research uses secondary data from the Statistics Indonesia and the Directorate General of Fiscal Balance, which is analyzed using the Error Correction Model (ECM) method. The research results show that in the long term, GRDP has a significant positive effect on income inequality, the percentage of poor population has a positive but not significant effect on income inequality, and capital expenditure has a significant negative effect on income inequality. Additionally, in the short term, GRDP and percentage of poor population have a positive but insignificant effect on income inequality, while capital expenditure has a significant negative effect on income inequality. | |
| 43559 | 46926 | C1A021104 | Pengaruh Pendapatan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemandirian Fiskal Daerah di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah | Implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia masih menghadapi permasalahan yang memerlukan penyelesaian oleh pemerintah daerah. Salah satunya yaitu terdapat ketimpangan yang signifikan antara besaran transfer dari Pemerintah Pusat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Daerah yang meliputi Dana Perimbangan, Dana Insentif Daerah, Dana Desa, Pendapatan Asli Daerah, serta Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemandirian Fiskal Daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan regresi data panel. Model terbaik yang dipilih yaitu Random Effect Model (REM). Sumber data sekunder yang diperoleh berasal dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Objek dalam penelitian ini adalah 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2017-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Bagi Hasil dan Dana Insentif Daerah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kemandirian Fiskal Daerah. Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal Daerah. Di sisi lain, PAD dan Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal Daerah. Implikasi yang dapat dirumuskan untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah diantaranya yaitu pemerintah pusat perlu mengevaluasi kembali mekanisme pengalokasian dana transfer yang dapat mendorong kapasitas ekonomi daerah, pemerintah daerah perlu mengembangkan inovasi dalam menggali potensi daerah dan mendorong sektor-sektor unggulan yang dapat meningkatkan kontribusi PAD. Selain itu, pemerintah daerah perlu fokus pada upaya-upaya yang dapat mendorong keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan berdampak positif pada kemandirian fiskal daerah. | The implementation of fiscal decentralization in Indonesia still faces problems that need to be solved by local governments. One of them is a significant disparity between the amount of transfers from the Central Government and Regional Original Revenue. This study analyses the influence of Regional Revenue which includes the Balance Funds, Regional Incentive Funds, Village Funds, Regional Original Income, and Economic Growth on the Fiscal Independence of regencies/cities in Central Java. This study uses secondary data analysed with a panel data regression model, with the best model selected, namely the Random Effect Model (REM). Secondary data sources come from Statistics Indonesia and the Directorate General of Fiscal Balance. The object of this study is 35 regencies/cities in Central Java during the 2017-2023 period. The results of the study show that the Revenue Sharing Fund and the Regional Incentive Fund do not have a significant influence on regional fiscal independence. The General Allocation Fund, Special Allocation Fund and Village Fund have a negative and significant influence on Regional Fiscal independence. On the other hand, Regional Original Revenue and Economic Growth have a positive and significant influence on Regional Fiscal Independence. The implications that can be formulated to increase the fiscal independence of regencies/cities in Central Java include that the central government needs to re-evaluate the mechanism for allocating transfer funds that can further encourage regional economic capacity, local governments need to develop innovations in exploring regional potential and encourage superior sectors that can increase the contribution of Regional Original Revenue, and local governments need to focus on efforts that can boost sustainable economic growth that can enhance community productivity, and have a positive impact on regional fiscal independence. | |
| 43560 | 46927 | C1A021086 | Determinan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah di Kota Magelang | Penerimaan pajak merupakan sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mendukung pembangunan. Sumber PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan dari pengelolaan aset daerah yang dipisahkan, dan berbagai sumber lainnya, yang beberapa di antaranya sangat penting untuk mengoptimalkan PAD. Penerimaan pajak daerah memiliki peranan penting dalam membantu pemerintah untuk membangun dan memperbaiki fasilitas dan pelayanan publik yang digunakan oleh masyarakat luas. realisasi penerimaan pajak daerah. Kota Magelang dibeberapa tahun menempati posisi terakhir dalam penerimaan pajak daerah kota di kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel jumlah penduduk, PPDRB dan belanja modal penerimaan pajak darerah terhadap realisasi penerimaan pajak daerah di Kota Magelang dalam kurun waktu 2010-2023 adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu dan Badan Pusat Statistik. Metode analisis ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat analisis Eviews 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial jumlah penduduk dan PDRB memilliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah, sedangkan belanja modal memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pajak daerah. Secara simultan jumlah penduduk, PDRB dan belanja modal berpengaruh signifkan terhadap pajak daerah di Kota Magelang. Implikasi dalam penelitian ini adalah pemerintah dapat mendorong partisipasi ekonomi formal masyarakat melalui pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar, seperti manufaktur, jasa, dan teknologi, serta pelatihan wirausaha untuk mendukung pengembangan UMKM, termasuk pengelolaan usaha dan pemasaran digital, Pemerintah dapat meningkatkan pendapatan pajak daerah melalui PDRB dengan mendukung sektor ekonomi unggulan, memanfaatkan belanja modal untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur ekonomi strategis, seperti jalan, jembatan, pasar. | Local tax revenue has an important role in helping the government to build and improve public facilities and services used by the wider community. realization of local tax revenue. Magelang City in some years occupies the last position in municipal local tax revenue in regencies and cities in Central Java Province. This study aims to analyze the influence of population, PPDRB and capital expenditure variables on the realization of local tax revenue in Magelang City in the period 2010-2023. The data used in this study are secondary data (time series) sourced from the local government data used in this study is secondary data (time series) sourced from the Directorate General of Fiscal Balance of the Finance Ministry and the Central Bureau of Statistics. This analysis method uses multiple linear regression analysis using Eviews 12 analysis tool. The results showed that partially the population and GRDP have a positive and significant effect on local tax revenue, while capital expenditure has a negative and insignificant effect on local taxes. Simultaneously, population, GRDP and capital expenditure have a significant effect on local taxes in Magelang City. The implications of this study are that the government can encourage formal economic participation of the community through job training according to market needs, such as manufacturing, services, and technology, as well as entrepreneurial training to support the development of MSMEs, including business management and digital marketing, The government can increase local tax revenue through GRDP by supporting leading economic sectors, utilizing capital expenditure to build and improve strategic economic infrastructure, such as roads, bridges, markets. |