Home
Login.
Artikelilmiahs
46913
Update
ZAHRINA IZZATUL AQMAR
NIM
Judul Artikel
Translation Techniques and Accuracy of Imperative Sentences on NCT Concert Regulation Public Notice from Dyandra Global Edutainment's Instagram Posts
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan dan keakuratan kalimat imperatif dalam pemeberitahuan peraturan konser NCT di akun Instagram Dyandra Global Edutainment, dengan fokus pada unggahan konser unit dan anggota NCT dari 24 Oktober 2022 hingga 1 Agustus 2024. Menggunakan teori jenis kalimat imperatif Rahardi (2005), teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002), serta skala akurasi Nababan et al. (2012), data dikumpulkan melalui analisis konten dan kuesioner yang diisi oleh penerjemah profesional dan mahasiswa pascasarjana di bidang studi terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat imperatif biasa mendominasi, dengan teknik penerjemahan literal yang dominan untuk mempertahankan keakuratan. Meskipun 80% terjemahan tergolong akurat, beberapa pergeseran akibat amplifikasi dan transposisi terkadang mengurangi tingkat keakuratan, yang menunjukkan tantangan dalam menyeimbangkan adaptasi budaya dengan kebutuhan untuk mempertahankan nada yang tegas. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan teknik penerjemahan yang tepat untuk memastikan akurasi, otoritas, dan relevansi budaya dari pemberitahuan publik. Studi ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi penerjemah, penyelenggara acara, dan peneliti, sekaligus mendorong penelitian lebih lanjut tentang praktik penerjemahan dalam komunikasi acara untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman audiens.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study analyzes the translation techniques and accuracy of imperative sentences on NCT concert regulation public notices from Dyandra Global Edutainment’s Instagram posts, focusing on posts related to NCT units and members concerts from October 24, 2022, to August 1, 2024. Using Rahardi’s (2005) theory of imperative sentence types, Molina and Albir’s (2002) translation techniques, and Nababan et al.’s (2012) accuracy scale, the researcher collected the data through content analysis of Instagram posts and a questionnaire completed by professional translators and a translation studies graduate student. The findings reveal that ordinary imperative sentences dominate the dataset, with literal translation being the dominant technique to maintain accuracy. While 80% of translations are accurate, shifts caused by amplification and transposition occasionally reduce precision, highlighting the challenges of balancing cultural adaptation with the need to preserve the directive tone. These results emphasize the importance of selecting appropriate translation techniques to ensure public notices’ accuracy, authority, and cultural relevance. This study offers valuable insights for translators, promoters, and researchers, encouraging broader exploration of translation practices in event communication to enhance audience comprehension and experience.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save