Home
Login.
Artikelilmiahs
46909
Update
ANASTASYA CAHYA PRASTIWI
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN ASAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PADA LAYANAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMAS (STUDI KASUS DI DESA BANJARSARI WETAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Banjarsari Wetan menargetkan 1.200 bidang tanah dalam program PTSL. Sebanyak 1.195 dari 2.268 bidang tanah telah mengajukan sertipikat, menunjukkan langkah proaktif masyarakat meski masih terdapat 1.073 bidang yang tidak berpartisipasi karena kurangnya pemahaman, kendala administratif, tanah waris, dan kepemilikan sertipikat sebelumnya. Penelitian ini menggunakan landasan asas pendaftaran tanah berdasarkan PP No 24 Tahun 1997 yang terdiri atas asas sederhana, asas aman, asas terjangkau, asas mutakhir, dan asas terbuka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualiatatif normatif-empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif oleh Miles Huberman dan Saldana, serta melakukan uji validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan asas pendaftaran tanah dalam layanan PTSL di Desa Banjarsari Wetan secara umum berjalan baik dan sesuai dengan PP No 24 Tahun 1997. Namun dalam keberjalanannya, masih terdapat beberapa tantangan di dalamnya seperti kurangnya media sosialisasi program, kurangnya keterbukaan informasi data tanah, dan terdapat kesalahan ukur patok batas tanah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banjarsari Wetan village is targeting 1,200 parcels. A total of 1,195 out of 2,268 parcels have applied for certificates, indicating proactive community action, although there are still 1,073 parcels that have not participated due to lack of understanding, administrative constraints, inherited land and previous ownership of certificates. This study uses as its basis the principles of land registration based on Government Regulation No. 24/1997, which consist of a simple principle, a safe principle, an affordable principle, an up-to-date principle and an open principle. This research uses normative-empirical qualitative research methods with descriptive analytical research specifications. The technique of determining informants uses purposive and snowball sampling techniques. The data sources used are primary and secondary data sources with data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. The data analysis method used is the interactive analysis method by Miles Huberman, and Saldana, and conducts data validation tests using source triangulation. The results of this study conclude that the application of land registration principles in PTSL services in Banjarsari Wetan Village generally runs well and is in accordance with PP No. 24 of 1997. However, there are still some challenges in its implementation, such as the lack of media for program socialization, lack of land data information disclosure, and mis-measurement of land boundary stakes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save