Artikelilmiahs

Menampilkan 43.501-43.520 dari 48.839 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4350146972G1A021038Analisis Hubungan Perilaku Self Management dengan Suspect Diabetic Peripheral Neuropathy pada Pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang BanyumasLatar Belakang: Salah satu komplikasi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang paling umum adalah neuropati perifer. Pencegahan neuropati perifer secara umum dapat dilakukan dengan pengendalian glukosa darah. Self Management Diabetes Mellitus adalah upaya yang dalat dilakukan untuk mengendalikan glukosa darah, sehingga penerapan yang tidak patuh dapat mempengaruhi terjadinya neuropati perifer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku self management dengan suspect diabetic peripheral neuropathy pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan mengumpulkan data dari 55 pasien DM tipe 2. Tingkat self management pasien DM tipe 2 ditentukan menggunakan kuesioner Diabetes Self Management Questionare (DSMQ). Suspect Diabetic peripheral neuropathy dievaluasi menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS). Hasil: Sebagian besar pasien DM tipe 2 dengan perilaku self management yang baik maupun buruk menunjukkan suspect DPN positif, sementara sebagian kecil lainnya menunjukkan suspect DPN negatif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku self management dengan suspect diabetic peripheral neuropathy dengan p-value = 0,0198 (p < 0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara perilaku Self management dengan suspect diabetic peripheral neuropathy pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas.
Kata Kunci : DM tipe 2, perilaku self management, suspect diabetic peripheral neuropathy.
Background: One of the most common complications of type 2 Diabetes Mellitus (DM) is peripheral neuropathy. Prevention of peripheral neuropathy can generally be achieved through blood glucose control. Diabetes Self-Management is an effort to control blood glucose, where non-compliance can increase the risk of developing peripheral neuropathy. Objective: This study aimed to investigate the relationship between self-management behaviors and suspected diabetic peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes in Sumbang District, Banyumas. Methodology: This research was an analytical observational study with a cross-sectional approach collecting data from 55 patients presenting with type 2 DM. The level of diabetes self-management was assessed using the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), while suspected diabetic peripheral neuropathy was evaluated using the Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) questionnaire. Results: Most type 2 DM patients, whether exhibiting good or poor self-management behavior, show positive suspected DPN, while a small minority show negative suspected DPN. A Chi-Square test revealed no significant relationship between self-management behaviors and suspected diabetic peripheral neuropathy, with a p-value of 0.0198 (p < 0.05). Conclusion: The study concludes that there is no significant relationship between self-management behaviors and suspected diabetic peripheral neuropathy in type 2 DM patients in Sumbang District, Banyumas.
Keywords: Type 2 DM, self-management behavior, suspected diabetic peripheral neuropathy.
4350246866C1H021008The Effect of Organizational Justice and Individual Competence on Employee Engagement Mediated by Job Satisfaction (Empirical Study at PT. Permodalan Nasional Madani)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keadilan organisasi dan kompetensi individu terhadap employee engagement, dengan kepuasan kerja ekstrinsik dan kepuasan kerja intrinsik sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Populasi penelitian terdiri dari karyawan di PT PNM Investment Management di Jakarta dan PT Permodalan Nasional Madani Cabang Banjarnegara, dengan menggunakan penelitian sensus dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 67 responden, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui google form dan print papper. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS dengan software Smart PLS 4.0. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur yang ada tentang manajemen sumber daya manusia dengan memberikan wawasan yang spesifik untuk sektor investasi keuangan di Indonesia. Implikasi praktis juga diberikan untuk membantu PT PNM IM dan PNM mengembangkan strategi untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, mengurangi perputaran karyawan, dan menjaga kualitas layanan dalam industri yang sangat kompetitif.The purpose of this study was to analyze the effect of organizational justice and individual competence on employee engagement, with extrinsic job satisfaction and intrinsic job satisfaction as mediating variables. This research uses a quantitative approach with an explanatory research design. The research population consists of employees at PT PNM Investment Management in Jakarta and PT Permodalan Nasional Madani Banjarnegara Branch, using census research where the entire population is sampled in the study. The number of respondents taken in this study were 67 respondents, with data collected through questionnaires distributed via google forms and print papper. Data analysis was carried out using SEM-PLS with Smart PLS 4.0 software. This research contributes to the existing literature on human resource management by providing insights specific to the financial investment sector in Indonesia. Practical implications are also provided to help PT PNM IM and PNM develop strategies for improving employee engagement, reducing turnover, and maintaining service quality in a highly competitive industry.
4350346868C1H021027The Effect of Technology Readiness, Digital Capability, and Government Support on BUMDes Performance With Digital Capability as Mediating VariablePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesiapan teknologi, kapabilitas digital, dan dukungan pemerintah terhadap kinerja BUMDes dengan adopsi e-commerce sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola BUMDes di Jawa Barat yang telah mengadopsi e-commerce. Sampel ditentukan secara non-probability sampling dan data yang dikumpulkan melalui survei dengan menggunakan kuesioner. Pada akhirnya sebanyak 145 manajer BUMDes menjadi responden dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) dengan alat analisis SmartPLS menunjukkan bahwa kesiapan teknologi, kapabilitas digital, dan dukungan pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi e-commerce, kesiapan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BUMDes, kapabilitas digital dan dukungan pemerintah tidak berpengaruh terhadap kinerja BUMDes, adopsi e-commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BUMDes, adopsi e-commerce memediasi pengaruh kesiapan teknologi terhadap kinerja BUMDes, adopsi e-commerce tidak memediasi pengaruh kapabilitas digital terhadap kinerja BUMDes, dan adopsi e-commerce memediasi pengaruh dukungan pemerintah terhadap kinerja BUMDes.

This study aims to analyze the effect of technological readiness, digital capability, and government support on BUMDes performance with e-commerce adoption as a mediating variable. This research uses quantitative methods with an explanatory approach. The population in this study are BUMDes managers in West Java who have adopted e-commerce. The sample was determined by non-probability sampling and the data collected was collected by survey using a questionnaire. in the end as many as 145 BUMDes managers became respondents in this study. Based on the results of research and data analysis using SEM (Structural Equation Modeling) with SmartPLS analysis tools, it shows that technological readiness, digital capability, and government support have a positive and significant effect on e-commerce adoption, technological readiness has a positive and significant effect on BUMDes performance, digital capability and government support have no effect on BUMDes performance, e-commerce adoption has a positive and significant effect on BUMDes performance, e-commerce adoption mediates the effect of technological readiness on BUMDes performance, e-commerce adoption does not mediate the effect of digital capability on BUMDes performance, and e-commerce adoption mediates the effect of government support on BUMDes performance.
4350446874C1H021004The Influence of Financial Literacy, Financial Self-Efficacy, and Hedonism Lifestyle Towards Financial Management Behavior

(Study at Female Employee at The Human Resource Development Agency (BPSDM) Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration (KEMENTRIAN DESA PDTT))
Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Literasi Keuangan, Efikasi Diri Keuangan, dan Gaya Hidup Hedonisme terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan yang difokuskan pada pegawai perempuan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keyakinan diri dalam pengelolaan keuangan (financial self-efficacy), dan gaya hidup hedonisme terhadap perilaku pengelolaan keuangan pegawai. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan keuangan yang baik terutama bagi perempuan yang memiliki tanggung jawab pekerjaan, keluarga, dan sosial, serta pengaruh gaya hidup konsumtif yang dapat merugikan keuangan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner, dan data dianalisis menggunakan model PLS-SEM untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa literasi keuangan dan efikasi diri berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Sebaliknya gaya hidup hedonisme berdampak negatif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori literasi keuangan dan memberikan dampak praktis terhadap peningkatan pengelolaan keuangan pribadi di kalangan pegawai perempuan, khususnya di lingkungan pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan PLS-SEM, menunjukkan bahwa literasi keuangan dan self-fiction finansial berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan, sedangkan gaya hidup hedonistik tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan.This study discusses the Influence of Financial Literacy, Financial Self-Efficacy, and Hedonism Lifestyle on Financial Management Behavior, which focuses on female employees at the Human Resources Development Agency (BPSDM) of the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration (KDPDTT). This study aims to analyze the influence of financial literacy, self-confidence in financial management (financial self-efficacy), and hedonism lifestyle on employee financial management behaviour. The background of this study is the importance of sound financial management, especially for women who have work, family, and social responsibilities, as well as the influence of a consumptive lifestyle that can harm personal finances. This study uses a quantitative approach with a questionnaire method, and the data is analyzed using the PLS-SEM model to see the relationship between variables. The results of this study are expected to show that financial literacy and self-efficacy positively affect financial management behaviour. Conversely, a hedonism lifestyle has a negative impact. This study contributes to developing financial literacy theory and provides practical impacts on improving personal financial management among female employees, especially in the government environment. Based on the results of research and data analysis using PLS-SEM, shows that financial literacy and financial self-fiction have a positive effect on financial management behaviour, while a hedonistic lifestyle does not affect financial management behaviour
4350546869H2B022005INTEGRASI HEC RAS DAN PETA SATELIT PADA PEMODELAN GENANGAN BANJIR STUDI KASUS KABUPATEN PEKALONGANBanjir melanda Kabupaten Pekalongan pada Februari 2022 akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Dengan metode Change Detection Approach serta nilai threshold yang dilakukan pada citra Sentinel-1 SAR melalui platform Google Earth Engine (GEE). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sebaran daerah yang terdampak banjir; membandingkan HEC-RAS dan citra satelit GEE dalam memetakan daerah genangan banjir; Menganalisis hasil integrasi antara pemodelan HEC-RAS dengan GEE. Pada penelitian ini, citra satelit Sentinel-1 SAR dengan polarisasi VH yang digunakan yaitu 3 citra pada saat sebelum banjir: 11 Februari 2021; 1 Januari 2022; dan 25 Januari 2022; dan sesudah kejadian banjir, yaitu 6 Februari 2022. Nilai threshold digunakan dengan rentang 1,20 sampai dengan 1,21. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan hasil pemetaan sebaran wilayah banjir menggunakan Google Earth Engine dengan hasil pemetaan berbasis perangkat lunak hidrologi. HEC-RAS digunakan untuk memodelkan sebaran banjir. Pemodelan genangan banjir di HEC-RAS menggunakan Presipitasi dan Pasang Surut dengan tinggi hujan 97,99 mm, dengan variasi distribusi hujan jam-jaman yaitu 3, 5, dan 8 jam serta hujan proposional satelit. Analisis perbandingan dilakukan dengan mencari luas irisan antara kedua hasil luas sebaran banjir pada Google Earth Engine dan HEC-RAS. Hasil menunjukkan bahwa luas irisan terbesar memiliki nilai persen perbandingan antara luas irisan dengan luas total hasil banjir sebesar 21,15%. Kecilnya nilai tersebut mendadakan bahwa hasil pemodelan genangan banjir menggunakan Google Earth Engine dan HEC-RAS kurang selaras. Akan tetapi, hasil sebaran banjir dari kedua software tersebut menunjukkan kesamaan wilayah yang terdampak oleh banjir.Floods impacted Pekalongan Regency in February 2022 due to intense rainfall. Utilizing the Change Detection Approach and threshold values applied to Sentinel-1 SAR imagery through the Google Earth Engine (GEE) platform, this study aimed to achieve three objectives: determine the distribution of flood affected areas, compare the performance of HEC-RAS and GEE satellite imagery in mapping flood inundation areas, and analyze the integration of HEC-RAS modeling with GEE results. For this study, Sentinel-1 SAR satellite imagery with VH polarization was used, consisting of three preflood images taken on February 11, 2021; January 1, 2022; and January 25, 2022, as well as one postflood image taken on February 6, 2022. Threshold values were set within the range of 1.20 to 1.21. Furthermore, the study compared flood extent mapping results obtained from Google Earth Engine with those generated by hydrological software. HEC-RAS was employed to model flood extent distribution. Flood inundation modeling in HEC-RAS incorporated precipitation and tidal data, with a rainfall intensity of 97.99 mm and variations in hourly rainfall distributions of 3, 5, and 8 hours, along with proportional satellite rainfall. Comparative analysis was performed by calculating the overlapping area between the flood extent results from Google Earth Engine and HEC-RAS. The results indicated that the largest overlapping area accounted for only 21.15% of the total flood extent, demonstrating a low level of alignment between the flood inundation modeling results of Google Earth Engine and HEC-RAS. Nonetheless, both outputs highlighted similarities in identifying the flood-affected regions
4350646870C1A021044Evaluasi Kebermanfaatan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah di Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) Ketepatan program KIP-Kuliah dalam mencapai sasaran, (2) Karakteristik program KIP-Kuliah dalam memberikan manfaat bagi mahasiswa miskin di Universitas Jenderal Soedirman (pro-poor, progresif atau regresif), (3) Efektivitas program KIP-Kuliah di Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah responden terdiri dari 100 mahasiswa penerima KIP-Kuliah di Universitas Jenderal Soedirman angkatan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik proporsi data, Benefit Incidence Analysis (BIA), dan program efektivitas appraisal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Program KIP-Kuliah di Universitas Jenderal Soedirman sudah tepat sasaran, (2) Program KIP-Kuliah di Universitas Jenderal Soedirman bersifat pro-poor, dan (3) Program KIP-Kuliah di Universitas Jenderal Soedirman tergolong cukup efektif.This study was conducted at Jenderal Soedirman University. The objectives of the research are to analyze: (1) The accuracy of the KIP-Kuliah program in achieving its targets, (2) The characteristics of the KIP-Kuliah program in providing benefits to underprivileged students at Jenderal Soedirman University (whether it is pro-poor, progressive, or regressive), and (3) The effectiveness of the KIP-Kuliah program at Jenderal Soedirman University. The respondents consist of 100 students who are KIP-Kuliah recipients at Jenderal Soedirman University, class of 2023. This research utilizes primary data collected through questionnaires and interviews. The obtained data are then analyzed using data proportion techniques, Benefit Incidence Analysis (BIA), and effectiveness appraisal programs. Based on the results of the study, the following conclusions can be drawn: (1) The KIP-Kuliah program at Jenderal Soedirman University is on target, (2) The KIP-Kuliah program at Jenderal Soedirman University is pro-poor, and (3) The KIP-Kuliah program at Jenderal Soedirman University is relatively effective.
4350746875C1G020034THE EFFECT OF TECHNOLOGY, PRODUCT VARIATION, AND DISTRIBUTION CHANNELS ON THE ECONOMIC EFFICIENCY OF COCONUT COIR BUSINESSES IN CILACAP AND PURBALINGGA REGENCIESIndonesia merupakan negara berkembang yang terus melakukan pembangunan di segala sektor, termasuk sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu sektor perkebunan yang mempunyai komoditas besar adalah kelapa. Cilacap dan Purbalingga merupakan dua kabupaten di Jawa Tengah yang merupakan penghasil kelapa dalam jumlah besar, sehingga banyak terdapat pedagang minuman kelapa, pedagang kelapa parut, dan pengusaha sabut kelapa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi ekonomi usaha sabut kelapa di Kabupaten Cilacap dan Purbalingga. Subjek penelitian terdiri dari 34 pengusaha sabut kelapa di Kabupaten Cilacap dan Purbalingga yang bernaung di bawah PT. Uba Uhud Internasional. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dan metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi ekonomi, variasi produk berpengaruh negatif terhadap efisiensi ekonomi, dan saluran distribusi tidak berpengaruh terhadap efisiensi ekonomi. Untuk lebih meningkatkan efisiensi usaha sabut kelapa, perlu diperhatikan penggunaan teknologi produksi secara tepat guna dan perlu adanya evaluasi teknologi produksi secara rutin. Selain itu, pemerintah harus secara konsisten memberikan dukungan dan pengetahuan, mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian pengolahan sabut kelapa, menyediakan program inkubasi dan bantuan teknis untuk pengusaha sabut kelapa agar mereka dapat selalu mengembangkan bisnis serta mengakses teknologi baru.Indonesia is a developing country that continues to advance in all sectors, including agriculture and plantations. One of the significant plantation sectors is coconut production. Cilacap and Purbalingga are two regencies in Central Java that are major producers of coconuts, leading to a proliferation of coconut drink traders, grated coconut traders, and coconut coir enterprises. The purpose of this research is to analyze the determinants of the economic efficiency of coconut coir enterprises in the Cilacap and Purbalingga Regencies. The research subjects consisted of 34 coconut coir enterprises in Cilacap and Purbalingga Regencies, operating under the auspices of PT. Uba Uhud Internasional. The type of data used is primary data. The analysis method employed is multiple linear regression analysis, and the hypothesis testing method used is the F test and t-test. The results of the research indicate that technology has a significant positive effect on economic efficiency, product variation has a negative effect on economic efficiency, and distribution channels have no effect on economic efficiency. To further improve the efficiency of the coconut coir business, it is necessary to pay attention to the use of appropriate production technology. A routine evaluation of production technology needs to be performed. In addition, the government must consistently provide support and knowledge, allocate a special budget for research into coconut coir processing, and offer incubation programs and technical assistance for coconut coir enterprises. This will enable them to continue developing their businesses and access new technologies.
4350846871C1H021045THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND SOCIAL
RESPONSIBILITY DISCLOSURE ON COMPANY VALUE
(Study at LQ45 Companies Listed in IDX 2018-2022)
Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak ukuran dewan direksi, komisaris independen, kepemilikan institusi, kepemilikan manajemen, komite audit, kualitas audit, dan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan yang diproksikan oleh PBV dan Tobin's Q. Dengan ROA dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2022. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang diperoleh dari sebanyak 32 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis dari penelitian ini dilakukan dengan data panel menggunakan Stata versi 17 sebagai alat analisis data. Hasil penelitian menemukan bahwa Komisaris Independen, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Manajerial memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sementara komite audit memiliki efek negatif terhadap nilai perusahaan, dan Dewan Direksi, kualitas audit, serta pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.The study aims to analyze the impact of the size of the board of directors, independent commissioners, ownership of institutions, management ownership, audit committees, audit quality, and corporate social responsibility disclosures on the company value proxy by PBV and Tobin's Q. With ROA and size of companies as controlling variables. The population used in this study was companies listed in the LQ45 index on the Indonesian Stock Exchange from 2018-2022. The sample determination technique used in this study uses purposive sampling techniques obtained by as many as 32 companies. The data used in this study is secondary data. The analysis method of this study was done with panel data using Stata version 17 as a data analysis tool. The result found that Independent Commissioner, Institutional Ownership, and Managerial Ownership have a positive influence on the company's value, while audit committees have a negative effect on the value of the company, and the Board of Directors, audit quality, and corporate social responsibility disclosure have no impact on company value.
4350946872C1G018024COMMUNITY PARTICIPATION IN THE WASTE BANK PROGRAM IN JATIASIH SUB-DISTRICT, BEKASIPenelitian ini berfokus pada partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah melalui Bank Sampah di Jatiasih, Bekasi. Bank Sampah menyimpan sampah yang memiliki nilai ekonomis, baik untuk didaur ulang maupun diperjualbelikan. Penelitian ini melibatkan 100 responden yang dipilih melalui proporsional random sampling. Analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara partisipasi masyarakat dengan faktor-faktor seperti pengetahuan, status rumah tangga, dan pendapatan rumah tangga. Namun, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan partisipasi dalam program Bank Sampah. Penelitian ini menyarankan untuk menumbuhkan sikap proaktif dan kepedulian terhadap lingkungan di antara warga, dengan penekanan pada peran orang tua dan guru dalam mengedukasi tentang pencemaran lingkungan.This study focuses on community participation in the waste management program through the Waste Bank in Jatiasih, Bekasi. The Waste Bank stores waste with economic value, either for recycling or trade. The study involved 100 respondents selected through proportionate random sampling. Logistic regression analysis was used to analyze the data.The results indicate significant relationships between community participation and factors such as knowledge, household status, and household income. However, education level and the number of family members were not significantly related to participation in the Waste Bank program.The study suggests fostering proactive attitudes and care for the environment among citizens, with an emphasis on the roles of parents and teachers in educating about environmental pollution.
4351046873C1H021021The Relationship Between Total Quality Management and
Operational Efficiency on Public Services: A Case Study of the
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Banyumas
Penelitian ini mengkaji implementasi Total Quality Management (TQM) dan efisiensi operasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode survei, wawancara mendalam, dan observasi untuk mengumpulkan data. Populasi penelitian ini terdiri dari pegawai Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyumas. Purposive sampling digunakan untuk memilih responden berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, regresi linier berganda, uji-t, uji F, koefisien determinasi, dan analisis korelasi Pearson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi TQM dan efisiensi operasional, mengidentifikasi pengaruhnya terhadap kualitas layanan, dan menentukan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya dalam konteks sektor publik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur yang ada tentang TQM dan efisiensi operasional dalam pelayanan publik dan memberikan wawasan praktis untuk meningkatkan pemberian layanan di lembaga pemerintah. This study examines the implementation of Total Quality Management (TQM) and operational efficiency in improving service quality at the Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyumas. The research employs a quantitative descriptive approach, utilizing surveys, in-depth interviews, and observations to collect data. The study population consists of employees of the Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyumas recipients. Purposive sampling is used to select respondents based on specific criteria relevant to the research objectives. Data analysis techniques include descriptive statistical analysis, multiple linear regression, t-test, F-test, coefficient of determination, and Pearson correlation analysis. The research aims to analyze the implementation of TQM and operational efficiency, identify their influence on service quality, and determine the challenges faced in their implementation within the public sector context. This study contributes to the existing literature on TQM and operational efficiency in public services and provides practical insights for improving service delivery in government agencies.
4351146876C1I021015The Impact of Green Investment on Firm Value with Profitability as Moderating VariablePenelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh investasi hijau terhadap nilai
perusahaan, dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 88 perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama periode 2021-2023. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode Moderation Regression Analysis (MRA) dengan perangkat lunak IBM SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan metode MRA, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Green Investment tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (2) Profitabilitas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan dan (3) Profitabilitas dapat memperkuat hubungan dari Green Investment dan nilai perusahaan.Implikasi dari penelitian ini menekankan bahwa profitabilitas merupakan faktor penting bagi investor, mencerminkan efisiensi perusahaan dan memengaruhi nilai perusahaan.
This research aims to analyze the effect of green investment on firm value, with profitability as a moderating variable. Using a quantitative approach, the study involved 88 food and beverage sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021-2023 period. The collected data were analyzed using the Moderation Regression Analysis (MRA) method with IBM SPSS 25 software. Based on the research findings and data analysis using the MRA method, the results are as follows: (1) Green investment has no effect on firm value, (2) Profitability has a significant positive effect on firm value, and (3) Profitability strengthens the relationship between green investment and firm value. The implications of this study emphasize that profitability is an essential factor for investors, reflecting the company's efficiency and influencing firm value.
4351246879D1A021087IDENTIFIKASI PERSENTASE KADAR AIR DAN RENDEMEN PUPUK PADA PROGRAM PPK ORMAWA DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dengan maksud dan tujuan meningkatkan kualitas Ormawa dan sekaligus meningkatkan soft skills dan hard skills guna mengembangkan keahlian dalam berorganisasi. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Pengomposan atau pembuatan pupuk organik merupakan suatu metode untuk mengkonversikan bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dengan menggunakan aktivitas mikroba. Kadar air pupuk kompos dari limbah kotoran kambing pada program PPK ORMAWA sudah memenuhi standar kualitas kompos SNI 19-7030- 2004 yaitu maksimal 50% namun belum memenuhi standard kualitas kompos menurut Permentan SR. 140/10/2011 yaitu 15-15%. Berdasarkan hasil rendemen pada penelitian dalam program PPK ORMAWA ini dapat disimpulkan bahwa rendemen pupuk kompos dari limbah kotoran kambing sudah memenuhi standar yaitu maksimal 55%-57%.
The Student Organization Capacity Strengthening Program (TSO CSP) is a program organized by the Directorate of Learning and Student Affairs, Directorate General of Higher Education, Research and Technology with the aim and objective of improving the quality of Ormawa and at the same time improving soft skills and hard skills in order to develop organizational skills. . Compost is an organic fertilizer that comes from plant residues and animal waste that have undergone a decomposition or weathering process. Composting or making organic fertilizer is a method for converting organic materials into simpler materials using microbial activity. The water content of compost from goat manure waste in the TSO CSP program has met the SNI 19-7030-2004 compost quality standards, namely a maximum of 50% but has not yet met the compost quality standards according to the SR Ministerial Decree. 140/10/2011, namely 15-15%. Based on the results of research in the TSO CSP program, it can be concluded that the yield of compost from goat manure has met the standard, namely a maximum of 55% -57%.
4351346881F1A018074Solidaritas Sosial dalam Tradisi Unggahan Komunitas Trah Bonokeling Desa Adiraja Kecamatan AdipalaPenelitian ini mengkaji tradisi unggahan komunitas trah Bonokeling di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, terkait pelaksanaan tradisi, nilai-nilai yang terkandung, dan solidaritas sosial yang terbentuk dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, meliputi tokoh adat, anggota masyarakat, dan pemuda komunitas trah Bonokeling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisi data interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi unggahan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, seperti pembentukan panitia, kegiatan salapanan dan pengumpulan kebutuhan, serta pelaksanaan yang meliputi napak tilas dan ziarah ke makam Kyai Bonokeling. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan sosial. Solidaritas sosial yang terbentuk mencakup solidaritas mekanik, berdasarkan kesamaan keyakinan dan tujuan, serta solidaritas organik, yang terlihat dalam pembagian peran selama pelaksanaan tradisi. Tradisi unggahan berperan penting dalam menjaga keharmonisan komunitas meski menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tradisi lokal sebagai sarana penguatan solidaritas sosial.This study examines the unggahan tradition of the trah Bonokeling community in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency, aiming to analyze the implementation of the tradition, the values it embodies, and the social solidarity it fosters. Using a qualitative method and a case study approach. The research informants number 6 informants. These informants include traditional leaders, community members, and youth from the trah Bonokeling community in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the model on interactive data analysis, which consists of data collection, data condensation, data presentation, and conclusion-drawing stages. The findings reveal that the unggahan tradition is conducted through preparation stages, such as forming committees, salapanan activities and gathering necessary materials, followed by execution phases that include a pilgrimage walk and visits to the tomb of Kyai Bonokeling. This tradition reflects religious, cultural, and social values that strengthen the bonds among community members. The resulting social solidarity comprises mechanical solidarity, rooted in shared beliefs and goals, and organic solidarity, evident in the structured division of roles during the tradition. The unggahan tradition plays a vital role in maintaining community harmony despite the challenges of globalization. This study contributes to understanding local traditions as a means of reinforcing social solidarity.
4351446882E1A018260Efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di wilayah hukum polresta banyumasPenyalahgunaan narkotika di Indonesia suadah sangat mengawatirkan, korban narkotika meluas kesemua lapisan masyarakat. Sehingga penegak hukum dalam upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika diperlukan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana Narkotika di Kabupaten Banyumas dan untuk menganalisis hambatan-hambatan yang mempengaruhi efektivitas penegakan hukum tindak pidana Narkotika di Kabupaten Banyumas Metode penelitian dengan pendekatan yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, lokasi penelitian di Polresta Banyumas, Sumber data berupa: data primer dan data sekunder, pengumpulan data primer dengan wawancara, data sekunnder dengan penelusuran pustaka terhadap peraturan perundang-undangan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, dan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana Narkotika di Kabupaten Banyumas bahwa untuk menciptakan keadaan yang dikehendaki oleh hukum belum efektif. Hal tersebut karena dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika masih belum maksimal untuk dapat menekan atau mengurangi tindak pidana narkotika. Penegak hukum telah melakukan upaya pencegahan dan pemberantas tindak pidana Narkotika, namun pada kenyataannya tindak pidana narkotika baik jumlah kasus, tersangka dan barang bukti terus meningkat. Hambatan-hambatan yang mempengaruhi efektivitas penegakan hukum tindak pidana Narkotika di Kabupaten Banyumas, bahwa faktor yang menjadi kendala dalam penegakan hukum tindak pidana narkotika terdapat dalam faktor kultur, yaitu: masyarakat yang kurang berpartisipasi, masyarakat lebih memilih tidak memberikan laporan atau melaporkan kepada yang berwajib apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika. Kurangnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang aturan dan sanksi pidana dalam undang-undang narkotika.Drug abuse in Indonesia is very worrying, drug victims spread to all levels of society. So that law enforcement in law enforcement efforts against drug crimes requires community participation. This study aims to analyze the effectiveness of law enforcement against drug crimes in Banyumas Regency and to analyze the obstacles that affect the effectiveness of law enforcement against drug crimes in Banyumas Regency. The research method with a sociological juridical approach, prescriptive analysis research specifications, research location at Banyumas Police, Data sources in the form of: primary data and secondary data, primary data collection through interviews, secondary data with literature searches against laws and regulations. The data is presented in the form of narrative texts that are arranged systematically, and analyzed normatively qualitatively. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded as follows: The effectiveness of law enforcement against drug crimes in Banyumas Regency is that in creating the conditions desired by law, it has not been effective. This is because law enforcement against drug crimes is still not optimal in order to suppress or reduce drug crimes.
4351546883G1A021054PERBANDINGAN EFEK TENOFOVIR DAN ENTECAVIR TERHADAP KADAR ALT AST PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS
DI RSUD MARGONO SOEKARJO
Latar Belakang: Hepatitis B Kronis merupakan penyakit peradangan hati yang memerlukan terapi dengan durasi lama dan terapi yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efek terapi TDF dan ETV terhadap kadar ALT AST pada pasien Hepatitis B Kronis di RSUD Margono Soekarjo. Metodologi: Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional crossectional dengan mengumpulkan data dari 70 pasien Hepatitis B Kronis 2022-2024 dengan masing-masing 35 pada kelompok terapi TDF dan ETV. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan laboratorium kadar ALT AST sebelum diterapi dan setelah 6 bulan terapi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok terapi TDF ataupun ETV dalam menurunkan kadar ALT dan AST pada pasien Hepatitis B Kronis setelah 6 bulan terapi. Analisis bivariat menggunakan uji t tidak berpasangan untuk ALT dan uji Mann Whitney untuk AST menunjukkan p-value sebesar ALT 0,463 dan AST 0,794 (p>0.05), dan uji multivariat menggunakan uji regresi linier berganda juga menunjukkan p- value ALT 0.681 dan AST 0.794 (p>0.05) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara terapi TDF dan ETV Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara pemberian terapi dengan TDF dan ETV terhadap kadar ALT dan AST pada pasien Hepatitis B Kronis di RSUD Margono Soekarjo.Background: Chronic Hepatitis B is a liver inflammation disease that requires long-term and effective therapy. Objective: This study aims to analyze the differences in the effects of TDF and ETV therapies on ALT and AST levels in Chronic Hepatitis B patients at Margono Soekarjo Hospital. Methodology: The study employed an observational cross-sectional approach, collecting data from 70 Chronic Hepatitis B patients during 2022–2024, divided equally into two groups receiving TDF and ETV therapies. Laboratory data on ALT and AST levels were collected before therapy and after six months of therapy. Results: The results indicated no significant differences between TDF and ETV therapies in reducing ALT and AST levels in Chronic Hepatitis B patients after six months of therapy. Bivariate analysis using an independent t-test for ALT and the Mann-Whitney test for AST revealed p-values of 0.463 for ALT and 0.794 for AST (p > 0.05). Multivariate analysis using multiple linear regression also demonstrated p-values of 0.681 for ALT and 0.794 for AST (p > 0.05), confirming no significant differences between TDF and ETV therapies. Conclusion: There is no significant difference between TDF and ETV therapies in reducing ALT and AST levels in Chronic Hepatitis B patients at Margono Soekarjo Hospital.
4351646884G1B021004EFEKTIVITAS PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK BUNGA TELANG TERHADAP DENSITAS KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI TIKUS Sprague dawleyLatar belakang. Ekstraksi gigi adalah salah satu perawatan bedah minor yang sering dilakukan oleh dokter gigi. Tindakan ekstraksi gigi menimbulkan kerusakan pada jaringan keras, lunak, dan seringkali menimbulkan komplikasi pasca ekstraksi gigi. Bunga telang (Clitorea ternatea L.) mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitorea ternatea L.) terhadap densitas kolagen dalam penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi tikus Sprague dawley. Metode. Jenis penelitian ini adalah eksprimental laboratoris in vivo dengan posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan 40 tikus Sprague dawley jantan dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri dari kelompok ekstrak bunga telang konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3), kontrol positif iod gliserin (KP), dan kontrol negatif Na-CMC (KN) dengan masing-masing kelompok dibagi menjadi dua durasi perlakuan, yaitu 7 hari dan 14 hari. Pengamatan densitas kolagen dengan perbesaran 400x dilakukan pada preparat histologi pewarnaan Hematoksilin Eosin. Data densitas kolagen dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Post Hoc Mann-Whitney. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok (F1, F2, dan F3) dengan kelompok kontrol negatif (KN) pada kedua durasi perlakuan (p≤0,05). Kelompok F3 menunjukkan hasil yang berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif (KP) pada kedua durasi perlakuan (p≤0,05) tetapi pada kelompok F1 dan F2 tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif (KP) (p>0,05). Simpulan. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat efektivitas aplikasi patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitorea ternatea L.) terhadap densitas kolagen dalam penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi tikus Sprague dawley pada hari ke-7 dan ke-14 yaitu pada konsentrasi 15% ekstrak bunga telang.Background. Tooth extraction is a minor surgical treatment that is often performed by dentists. Tooth extraction causes damage to hard tissues, soft tissues, and often causes complications after tooth extraction. Butterfly pea flowers (Clitorea ternatea L.) contain flavonoids, terpenoids, tannins, saponins and alkaloids which have the potential to help the wound healing process. Purpose. This study aims to determined the effectiveness of the mucoadhesive patch of butterfly pea flower extract (Clitorea ternatea L.) on collagen density in healing wounds after tooth extraction in Sprague Dawley rats. Methods. This type of research was an experimental laboratory in vivo with a posttest-only control group design. This study used 40 male Sprague Dawley rats were divided into 10 groups consisting of groups of butterfly pea flower extract concentrations of 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3), positive control glycerin iodine (KP), and negative control Na-CMC (KN) with each group divided into two treatment durations, namely 7 days and 14 days. Observation of collagen density with 400x magnification was carried out on histological preparations stained with Hematoxylin Eosin. Collagen density data were analyzed using the Kruskal Wallis test and the Mann-Whitney Post Hoc test. Results. The results of this study showed that there were significant differences between groups (F1, F2, and F3) and the negative control group (KN) in both treatment durations (p≤0.05). The F3 group showed significantly different results from the positive control group (KP) in both treatment durations (p≤0.05) but the F1 and F2 groups were not significantly different from the positive control group (KP) (p>0.05). Conclusions. The conclusion of this research is that there is effectiveness of the application of a mucoadhesive patch of butterfly pea flower extract (Clitorea ternatea L.) on collagen density in healing post-tooth extraction wounds in Sprague Dawley rats on the 7th and 14th days, namely a concentration of 15% of butterfly pea flower extract.
4351746885C1A021062ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH MENABUNG DI BANK DIGITALPertumbuhan bank digital di Indonesia sejak 2016 telah secara signifikan mengubah industri perbankan. Meskipun potensi teknologi keuangan untuk meningkatkan akses, efisiensi transaksi, dan fleksibilitas layanan telah terbukti positif, adopsi bank digital di masyarakat belum merata. Bank digital sebagai solusi modern belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan, biaya administrasi gratis, dan suku bunga terhadap keputusan nasabah dalam menabung di bank digital. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, menggunakan pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dari distribusi kuesioner. Model analisis yang dipilih dalam penelitian ini adalah analisis binary logit. Variabel responsnya merupakan variabel biner, yang hanya memiliki dua nilai kemungkinan, yaitu variabel independen mempengaruhi keputusan nasabah menabung di bank digital (0) dan variabel independen tidak mempengaruhi keputusan nasabah menabung di bank digital (1). Hasil analisis data menunjukkan bahwa. (1) Kepercayaan berpengaruh positif terhadap keputusan nasabah dalam menabung di bank digital (2) Biaya administrasi berpengaruh positif terhadap Keputusan nasabah menabung di bank digital (3) Tingkat bunga tidak berpengaruh terhadap Keputusan nasabah menabung di bank digital. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi bank digital, serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi lembaga keuangan dan regulator untuk meningkatkan penetrasi dan penerimaan teknologi keuangan.The growth of digital banks in Indonesia since 2016 has significantly changed the banking industry. Although the potential of financial technology to improve access, transaction efficiency, and service flexibility has proven positive, the adoption of digital banks in society has not been evenly distributed. Digital banks as a modern solution have not been fully utilized by the public. This study aims to examine the relationship between trust, free administration fees, and interest rates on customer decisions in saving at digital banks. This research was conducted on students at Jenderal Soedirman University, using a quantitative approach and the data used were primary data collected from the distribution of questionnaires. The chosen model of analysis in this study is binary logit analysis because the response variable is a binary variable, which only has two possible values: the independent variable influences the decision of customers to save in a digital bank (0), and the independent variable does not influence the decision of customers to save in a digital bank (1). The data analysis results indicate that: (1) trust has a positive influence on customers' decisions to save in digital banks, (2) administration fee have a positive influence on customers' decisions to save in digital banks, and (3) interest rates do not have an influence on customers' decisions to save in digital banks. The implications of these findings are expected to provide deeper insights into the factors influencing digital bank adoption, as well as provide policy recommendations for financial institutions and regulators to increase penetration and acceptance of financial technology.
4351846886G1B021036EFEKTIVITAS PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK BUNGA TELANG TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA PASCA EKSTRAKSI GIGI TIKUS Sprague dawley
Latar belakang. Ekstraksi gigi merupakan prosedur pengambilan gigi dari tulang alveolar. Ekstraksi gigi menimbulkan perlukaan yang menginisiasi proses penyembuhan luka. Penyembuhan luka dapat dioptimalkan dengan pemberian antiinflamasi dan antioksidan seperti yang terkandung dalam bunga telang (Clitoria ternatea L.). Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas patch mukoadhesif ekstrak bunga telang terhadap peningkatan jumlah fibroblas selama penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi pada tikus Rattus norvegicus strain Sprague dawley. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Sampel penelitian menggunakan 40 ekor tikus Sprague dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 3 kelompok perlakuan (F1, F2, F3) patch mukoadhesif ekstrak bunga telang konsentrasi 5%, 10%, 15%, serta 2 kelompok kontrol yaitu kontrol positif (KP) patch iod gliserin dan kontrol negatif (KN) patch Na-CMC. Masing-masing kelompok terbagi menjadi dua durasi perlakuan yaitu 7 dan 14 hari. Jaringan gingiva diambil dan dibuat sediaan histologi dengan pewarnaan HE. Jumlah fibroblas diamati pada 3 lapang pandang menggunakan mikroskop pada perbesaran 400x. Data dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil. Hasil uji Two Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) rerata jumlah fibroblas antar kelompok. Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada hari ke 7 dan 14. Simpulan. Simpulan dari penelitian ini adalah patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) efektif terhadap peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva pasca ekstraksi gigi tikus Sprague dawley dengan efektifitas terbaik terdapat pada perlakuan patch mukoadhesif ekstrak bunga telang 15% selama 14 hari.Background. Tooth extraction is a procedure to remove teeth from alveolar bone. Tooth extraction causing injury which initiates wound healing process. Wound healing can optimized by providing anti-inflammatory and antioxidant such as those contained in butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.). Purpose. This study aims to determine the effectiveness of Clitoria ternatea extract mucoadhesive patches on increasing number of fibroblasts during the healing process post-tooth extraction on Rattus norvegicus Sprague dawley rats. Methods. This research was laboratory experiment with post-test only control group design. The research sample used 40 Sprague Dawley rats were divided into 5 groups, 3 treatment groups (F1, F2, F3) with Clitoria ternatea extract mucoadhesive patches 5%, 10%, 15% concentrations and 2 control groups, namely positive control (KP) glycerin iodine patch and negative control (KN) Na-CMC patch. Each group divided into two treatment durations, 7 and 14 days. Gingival tissue was taken and histological preparation were made with HE staining. The number of fibroblasts was observed in 3 fields using microscope at 400x magnification. Data were analyzed using Two Way ANOVA followed by Post Hoc LSD. Result. Two Way ANOVA test results showed significant difference (p<0.05) in mean number of fibroblasts between groups. Post Hoc LSD test results showed significant difference (p<0.05) between treatment and control group on days 7 and 14. Conclusions. Clitoria ternatea extract mucoadhesive patch has an effect on increasing number of fibroblasts in gingival wound healing post-tooth extraction of Sprague Dawley rats with the best effectiveness found in 15% Clitoria ternatea extract mucoadhesive patch for 14 days.
4351946887B1A020040PREVALENSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SAYURAN HIJAU DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN PURBALINGGAKabupaten Purbalingga memiliki 18 kecamatan dan 17 pasar tradisional, dengan pasokan sayuran hijau utama berasal dari Kecamatan Karangreja. Pasar Kutasari di Kecamatan Kutasari dan Pasar Bojongsari di Kecamatan Bojongsari menerima pasokan terbesar. Praktik budidaya dan penanganan yang kurang higienis meningkatkan risiko kontaminasi oleh Soil-transmitted Helminths (STH). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan prevalensi STH pada sayuran hijau di kedua pasar tersebut. Metode penelitian adalah survei dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 120 sampel sayuran seperti selada, sawi putih, sawi hijau, bawang daun, dan seledri dikumpulkan. Telur STH diidentifikasi berdasarkan referensi dari CDC, dan prevalensi dihitung dari rasio sampel terinfestasi terhadap total sampel. Hasil menunjukkan kontaminasi telur Ascaris lumbricoides (2,5%) dan Ancylostoma duodenale (1,67%), dengan prevalensi total 4,17%. Prevalensi tertinggi ditemukan pada bawang daun (16,38%), selada (8,33%), dan sawi hijau (4,17%), sementara sawi putih dan seledri tidak terkontaminasi. Penemuan kontaminasi STH pada sayuran hijau menunjukkan perlunya peningkatan kebersihan dalam penanganan sayuran hijau di pasar tradisional hingga ke tangan konsumen. Penelitian pada lokasi pengambilan sampel, jenis sayur, serta musim yang berbeda diperlukan untuk membandingkan prevalensi sth pada sayuran hijau.Purbalingga Regency has 18 districts and 17 traditional markets, with most green vegetables supplied from Karangreja District. Kutasari and Bojongsari Markets receive the highest supply. Unhygienic cultivation and handling practices increase the risk of vegetables being contaminated by Soil-transmitted Helminths (STH). This study aimed to identify the types and prevalence of STH in green vegetables sold at these markets. Using a purposive sampling method, 120 vegetable samples, including lettuce, Chinese cabbage, mustard greens, green onions, and celery, were collected. STH eggs were identified based on CDC references, and prevalence was calculated from the ratio of infested to total samples. Results showed contamination by Ascaris lumbricoides (2.5%) and Ancylostoma duodenale (1.67%), with an overall prevalence of 4.17%. Leek had the highest prevalence (16.38%), followed by lettuce (8.33%) and mustard greens (4.17%), while Chinese cabbage and celery were uncontaminated. The discovery of STH contamination in green vegetables highlights the need to improve hygiene in the handling of green vegetables at traditional markets until they reach consumers. Research in different sampling locations, vegetable types, and seasons is necessary to compare the prevalence of STH in green vegetables.
4352046888C1A021113DETERMINAN KEMISKINAN PADA WILAYAH EKS KARESIDENAN KEDU TAHUN 2010-2022
Kemiskinan merupakan masalah penting yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia tidak terkecuali Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Eks Karesidenan Kedu merupakan wilayah yang diprioritaskan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dalam program pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan wilayah Kedu termasuk daerah penyumbang angka keparahan kemiskinan yang tinggi di Jawa Tengah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, pendidikan, dan pengangguran terhadap kemiskinan di wilayah eks Karesidenan Kedu tahun 2010-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dengan alat analisis yang digunakan yaitu regresi data panel. Teknik pengolahan data panel dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 9.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu tahun 2010-2022. Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu tahun 2010-2022, sedangkan pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di eks Karesidenan Kedu tahun 2010-2022.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang mendorong produksi dan investasi, mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan memaksimalkan program KB, memastikan akses pendidikan yang merata terutama di daerah pelosok, serta mengurangi pengangguran dengan pelatihan keterampilan, pembangunan usaha padat karya, dan peningkatan minat wirausaha masyarakat di wilayah eks Karesidenan Kedu.
Poverty is an important problem faced by the Government of Indonesia and Provincial Government of Central Java is no exception. The former Kedu Prefecture is an area prioritized by Ganjar Pranowo as the Governor of Central Java in the poverty alleviation program in Central Java. This is because the Kedu region is a contributor to the high poverty severity rate in Central Java.
The purpose of this study is to analyze the effect of economic growth, population, education, and unemployment on poverty in the former Kedu Prefecture region in 2010-2022. This study uses secondary data from the Central Java Province Statistics Agency with the analytical tool used is panel data regression. The panel data processing technique in this study uses the help of Eviews 9 software.
The result of this study indicate that economic growth and population have a positive and significant effect on poverty in the former Kedu Prefecture in 2010-2022. Education has a negative and significant effect on poverty in the former Kedu Prefecture in 2010-2022, while unemployment has no significant effect on poverty in the former Kedu Prefecture in 2010-2022.
The implication of the result of this study is that the government is expected to increase economic growth through policies that encourage production and investment, control the population growth rate by maximizing family planning programs, ensure equitable access to education, especially in remote areas, and reduce unemployment with skills training, labor-intensive business development, and increase the interest of community enterpreneurs in the former Kedu Prefecture region.