Artikel Ilmiah : F1B021074 a.n. ANASTASYA CAHYA PRASTIWI

Kembali Update Delete

NIMF1B021074
NamamhsANASTASYA CAHYA PRASTIWI
Judul ArtikelPENERAPAN ASAS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH
PADA LAYANAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL)
KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMAS
(STUDI KASUS DI DESA BANJARSARI WETAN
KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Banjarsari Wetan menargetkan 1.200 bidang tanah dalam program PTSL. Sebanyak 1.195
dari 2.268 bidang tanah telah mengajukan sertipikat, menunjukkan langkah proaktif masyarakat
meski masih terdapat 1.073 bidang yang tidak berpartisipasi karena kurangnya pemahaman,
kendala administratif, tanah waris, dan kepemilikan sertipikat sebelumnya. Penelitian ini
menggunakan landasan asas pendaftaran tanah berdasarkan PP No 24 Tahun 1997 yang terdiri
atas asas sederhana, asas aman, asas terjangkau, asas mutakhir, dan asas terbuka. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualiatatif normatif-empiris dengan spesifikasi penelitian
deskriptif analitis. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snowball
sampling. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder dengan
teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Metode
analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif oleh Miles Huberman dan Saldana,
serta melakukan uji validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini
menyimpulkan bahwa penerapan asas pendaftaran tanah dalam layanan PTSL di Desa Banjarsari
Wetan secara umum berjalan baik dan sesuai dengan PP No 24 Tahun 1997. Namun dalam
keberjalanannya, masih terdapat beberapa tantangan di dalamnya seperti kurangnya media
sosialisasi program, kurangnya keterbukaan informasi data tanah, dan terdapat kesalahan ukur
patok batas tanah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banjarsari Wetan village is targeting 1,200 parcels. A total of 1,195 out of 2,268 parcels have
applied for certificates, indicating proactive community action, although there are still 1,073
parcels that have not participated due to lack of understanding, administrative constraints,
inherited land and previous ownership of certificates. This study uses as its basis the principles
of land registration based on Government Regulation No. 24/1997, which consist of a simple
principle, a safe principle, an affordable principle, an up-to-date principle and an open
principle. This research uses normative-empirical qualitative research methods with descriptive
analytical research specifications. The technique of determining informants uses purposive and
snowball sampling techniques. The data sources used are primary and secondary data sources
with data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. The
data analysis method used is the interactive analysis method by Miles Huberman, and Saldana,
and conducts data validation tests using source triangulation. The results of this study conclude
that the application of land registration principles in PTSL services in Banjarsari Wetan Village
generally runs well and is in accordance with PP No. 24 of 1997. However, there are still some
challenges in its implementation, such as the lack of media for program socialization, lack of
land data information disclosure, and mis-measurement of land boundary stakes.
Kata kunciKantor Pertanahan, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, Asas Pendaftaran Tanah.
Pembimbing 1Prof. Dr. Bambang Tri Harsanto, M.Si
Pembimbing 2Sendy Noviko, S.Sos., MPA
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2025-01-14 12:07:00.378585
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.